Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS ( SRPMK ) STRUKTUR BETON BERTULANG PADA GEDUNG GRAHA SIANTAR TOP SURABAYA Mahendrayu, Betania; Kartini, Wahyu
Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil KERN
Publisher : Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur gedung Graha Siantar Top yang letaknya pada daerah gempa menengah (zona gempa 3) dimodifikasi menjadi daerah dengan resiko gempa kuat  (zona gempa 5) maka perhitungan yang digunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Sedangkan modifikasi terhadap gedung, antara lain atap struktur baja dimodifikasi menggunakan pelat atap beton, sehingga semua struktur gedung beton bertulang. SRPMK adalah suatu sistem rangka ruang dimana komponen–komponen struktur dan join–joinnya dapat menahan gaya – gaya yang bekerja melalui aksi lentur, geser dan aksial untuk daerah resiko gempa tinggi (wilayah gempa 5 dan 6). Pada Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), beban lateral dan beban gravitasi dipencarkan terhadap setiap tingkat lantai yang didistribusikan kepada semua balok dan kolom dengan pendetailan yang khusus di wilayah gempa tinggi. Analisis untuk struktur gedung simetris adalah analisis gempa statik equivalen. Metode perencanaan meliputi struktur utama yaitu pendimensian dan penulangan balok induk, kolom, dan hubungan balok kolom. Dalam perencanaan struktur gedung Graha Siantar Top ini telah memenuhi konsep kolom kuat balok lemah sesuai SNI 2847 pasal 23.4.2.2. Pendimensian dan penulangan balok antara lain : lantai atap dimensi 35/70 dengan jarak 10 m digunakan tulangan longitudinal D22 dan sengkang Ø10, pada dimensi 30/40 dengan jarak 4 m dan 30/50 dengan jarak 6 m digunakan tulangan longitudinal D16 dan sengkang Ø10, sedangkan pada lantai 2-7 dimensi 35/70 dengan jarak 10 m digunakan tulangan longitudinal D25 dan sengkang Ø10, pada dimensi 30/40 dengan jarak 4 m dan 30/50 dengan jarak 6 m digunakan tulangan longitudinal D22 dan sengkang Ø10. Perencanaan kolom dengan dimensi 70/70 digunakan tulangan longitudinal 16D25 dan sengkang Ø12. Pada hubungan balok kolom tepi dan tengah, tulangan transversal 4Ø12 setinggi 400 mm.Kata kunci :  gempa statik equivalen, hubungan balok kolom, SRPMK
DIMENSI ULANG BETON PRATEKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BEBAN IMBANG (BALANCE ) PADA HOTEL L. J. MERITUS SURABAYA Astawa, Made Dharma; Kartini, Wahyu Kartini
Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil KERN
Publisher : Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung L. J. Meritus Hotel Surabaya merupakan salah satu gedung baru pada lantai 4 terdapat ruangan Convention Hall, dimana terdapat balok pratekan dengan dimensi 100 x 350 dengan bentang 24 meter yang terdiri 24 lantai. Dibutuhkan ruangan yang luas tanpa halangan dan berfungsi untuk menahan 20 lantai diatasnya akan mengakibatkan besarnya dimensi dan lendutan yang besar. Maka balok beton pratekan dengan metode Post-tensioning dengan menggunakan metode keseimbangan beban yang dipakai. Didimensi ulang yaitu 100 x 340 dan 100 x 330. Kedua dimensi menggunakan kabel dengan tipe 7K7 yang berukuran 12,70 mm dan terdapat 14 tendon pada tiap dimensi. Kehilangan pratekan total yang dihasilkan 100 x 340 adalah 11,54% dan 100 x 330 adalah 11,46%, dimana syarat menurut SNI 03 2847 2002 ≤ 20%. Lendutan maksimal yang terjadi pada dimensi 100 x 340 = - 11,99 mm (arah keatas), 100 x 330 = - 8,484 mm (arah keatas). Dari analisa yang didapatkan balok pratekan dengan dimensi 100 x 340 dan 100 x 330 sudah mampu untuk menahan beban layan yang ada dan sudah memenuhi persyaratan SNI 03 2847 2002. Sehingga didapatkan balok pratekan dengan metode posttensioning yang efisien adalah balok dengan dimensi 100 x 330.Kata kunci: balok pratekan, metode kesetimbangan beban, post-tensioning
Penggunaan Fly Ash Pada Beton Self Compacting Concrete (Scc) Ditinjau Terhadap Durabilitas Beton Akibat Serangan Sulfat wahyu kartini
KERN Vol 6 No 1 (2020): Jurnal KERN: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.025 KB) | DOI: 10.33005/kern.v6i1.29

Abstract

-
Penggunaan Limbah Zeolite dan Bentonite pada Campuran Beton Ditinjau Terhadap Sifat Mekanik Beton Putri Shinta Permatasari; Wahyu Kartini; sumaidi sumaidi
KERN Vol 6 No 2 (2020): Jurnal KERN: Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.26 KB) | DOI: 10.33005/kern.v6i2.35

Abstract

Ketersediaan semen untuk bahan campuran beton terus berkurang maka dibutuhkan alternatif untuk permasalahan tersebut dengan menggunakan limbah zeolite dan bentonite untuk mengurangi jumlah semen pada campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik pada beton dengan material limbah zeolite dan bentonite. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah percobaan (eksperimen), dengan komposisi variasi penambahan zeolite dan bentonite sebanyak 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen. Faktor air semen yang direncanakan 0,55 untuk menjaga workability dari campuran beton digunakan superplasticizer dengan kadar 0,5% pengujian pada umur 28 hari. Hasil pengujian zeolite dan bentonite terhadap porositas, kuat tekan, dan modulus elastisitas pada beton normal secara berurut yaitu 7,66% ; 21,89 MPa ; 19560.61 MPa. Hasil pengujian zeolite dan bentonite terhadap porositas, kuat tekan, dan modulus elastisitas pada persentase optimal dengan substitusi zeolite secara berurut yaitu 7,45% ; 23,12 MPa ; 24265.78 MPa. Hasil pengujian zeolite dan bentonite terhadap porositas, kuat tekan, dan modulus elastisitas pada persentase optimal dengan substitusi bentonite secara berurut yaitu 7,70% ; 22,93MPa ; 23096.70 MPa. Pada penelitian ini variasi zeolite 5% dan bentonite 5% merupakan persentase optimal terhadap sifat mekanik beton.
Pemanfaatan Limbah Plastik Hdpe Sebagai Pengganti Agregat Kasar Tertentu Pada Campuran Beton Ringan Afif Kusuma Wardana; Wahyu Kartini; Made Dharma Astawa
KERN Vol 7 No 2 (2021): Jurnal KERN : Oktober 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.428 KB) | DOI: 10.33005/kern.v7i2.47

Abstract

Beton ringan merupakan pengembangan ilmu pengetahuan dari teknologi material, salah satu inovasi pengembangan beton ringan dengan memanfaatkan plastik HDPE ke dalam campuran beton. Plastik HDPE merupakan jenis polimer yang memiliki tingkat kerapatan tinggi yang bersifat fleksibel, tahan terhadap benturan, tahan terhadap temperatur rendah, dan berat jenis plastik HDPE tergolong ringan yaitu sebesar 941-965 kg/m3, Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode trial and test dengan faktor air semen yang direncanakan 0,5 dan slump yang direncanakan 75-100 mm. Variasi subtitusi parsial agregat kasar plastik HDPE sebesar 75%, 80%, 85%, dan 90% dari volume agregat kasar. variasi HDPE 75% kuat tekan yang didapatkan sebesar 9.805 Mpa, didapatkan nilai porositas 10,90%, serta nilai modulus elastisitas 10824,4154 MPa. Pada variasi HDPE 80% yakni kuat tekan sebesar 9,710 MPa mengalami penurunan 0.969%, didapatkan nilai porositas 11,10% mengalami peningkatan 1,83%, serta nilai modulus elastisitas 9910,7767 MPa. Pada variasi HDPE 85% kuat tekan yang didapatkan sebesar 8,862 MPa mengalami penurunan 9.618%, didapatkan nilai porositas 11,62% mengalami peningkatan 6,61%, serta nilai modulus elastisitas 9275,862 MPa. Pada variasi HDPE 90% kuat tekan yang didapatkan sebesar 8,013 MPa mengalami penurunan 18,276%, didapatkan nilai porositas 11,91% mengalami peningkatan 9,27%, serta nilai modulus elastisitas 8749,4147 MPa. Secara umum dengan bertambahnya agregat ringan kualitas beton ringan mengalami penurunan baik kuat tekan, porositas maupun modulus elastisitas sehingga nilai optimum pada penelitian beton ringan dengan subtitusi agregat ringan plastik HDPE yakni pada variasi 75%.
Optimization of Compressive Strength and Porosity of Normal Concrete Using Fly Ash and Alkaline Activators Wahyu Kartini; Made Dharma Astawa; Hendra Setiawan
U Karst Vol 6, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4428.98 KB) | DOI: 10.30737/ukarst.v6i1.2481

Abstract

The use of cement in the concrete mix is the most expensive material. In the cement production process, there is CO2 emission into the air, which causes the greenhouse effect and global warming. So we need other materials as an alternative to reduce the use of cement by using by-products such as fly ash which is categorized as a Pozzolan material. In this study, fly ash was used with variations of 0%, 70%, 80%, 90%, 100%, water-cement ratio 0.4. Because fly ash does not have the same binding ability as cement, alkaline activators are needed, namely Sodium Silicate (Na2SiO3) and Sodium Hydroxide (NaOH)  , with molarities of 6M and 8M. To determine the compressive strength of concrete, a compressive test was carried out at the age of 7 days and 28 days and a porosity test at the age of 28 days. The maximum compressive strength of concrete with fly ash content of 90% with a molarity of 6M and 8M. The age compressive strength has the same value. At the age of 7 days is 14.43 MPa. At the age of 28 days, it is 18.39 MPa. The greater the use of fly ash and molarity in concrete, the fewer pores in the concrete because the mixture is more concentrated and round, and the small particle size of fly ash can fill voids in the concrete.
Stress Analysis of PCI-Girder Precast Concrete Segmental Bridge Based on SNI 1725:2016 (Case Study: Konaweha River Bridges, Southeast Sulawesi) Nia Dwi Puspitasari; Wahyu Kartini; Achmad Dzulfiqar Alfiansyah
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 2, No 1 (2023): Journal of Civil Engineering Planning and Design
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2023.v2i1.4530

Abstract

A prestressed bridge is an alternative way of structural design because of the ease of procurement and installation. For long-span bridges, prestressed beams only require minimum cross-sectional dimensions along with reliable performance. A prestressed concrete beam is always made in several segments to facilitate delivery. It is necessary to analyse and control the stress that occurs due to the external load and the loss of prestress. This study aims to provide a detailed stress analysis of PCI-girder precast concrete segmental bridges, considering the provisions and guidelines specified in SNI 1725:2016. Four stages of construction will be controlled. Namely at the transfer stage, the after-loss of the prestressed stage, the composite beam stage, and the service stage. The tensile and compressive stress analyses will be carried out on the upper side of the bridge surface, the upper side of the girder, and the bottom. If tensile stress occurs, it indicates that the girder is not capable of withstanding the applied load, and additional anchorages need to be installed at each joint between segments. The result obtained from the stress analysis conducted in this study is that no tensile stress is found in any critical sections of the girder. The stress that occurs has fulfilled the design capacity, without any tensile stress occurring in the bridge.
OPTIMASI VARIASI PENGGUNAAN ADMIXTURE ADDITON SUPERFLUID L DAN SUPERPLAST W9 TERHADAP KARAKTERISTIK BETON MUTU TINGGI Hilmi, Muhammad Agus; Kartini, Wahyu; Sumaidi, Sumaidi
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i1.558

Abstract

Beton mutu tinggi merupakan jenis beton yang dibuat dengan perlakuan secara khusus. Penggunaan faktor air semen harus seminimal mungkin dikarenakan semakin rendah faktor air semen (FAS) yang digunakan, akan menyebabkan karakteristik beton semakin baik, sehingga perlu ditambahkan admixture agar beton yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dan penggunaan paling optimal dari admixture Additon Superfluid L dan Superplast W9 terhadap hasil karakteristik beton mutu tinggi. Dalam penelitian ini, digunakan faktor air semen sebesar 0,294 untuk semua benda uji dengan variasi persentase 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0% dari berat semen dengan perencanaan desain campuran menggunakan metode ACI (American Concrete Institute) mengacu pada SNI 03-6468-2000. Pengujian karasteristik yang dilakukan meliputi pengujian kuat tekan, porositas dan modulus elastisitas dengan benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 15 x 30 cm untuk uji kuat tekan dan modulus elastisitas, serta diameter 10 x 20 cm untuk uji porositas dengan total keseluruhan benda uji sebanyak 63 sampel berumur 28 hari yang sebelumnya dilakukan perawatan beton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua admixture memberikan pengaruh terhadap workabilitas dan juga terhadap nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang berbanding terbalik dengan nilai porositas beton. Mutu beton yang paling optimal terjadi pada variasi 1,5% pada penggunaan admixture Superfluid L dan variasi 0,5% pada penggunaan admixture Superplast W9.
ANALISIS KINERJA STRUKTUR RANGKA GEDUNG DENGAN PERKUATAN DIAFRAGMA PELAT LANTAI PADA RSUD SURABAYA TIMUR Larasati, Andra Putri; Astawa, Made Dharma; Kartini, Wahyu
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.559

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan mengalami gempa karena letak geografisnya yang terletak pada pertemuan 3 lempek tektonik, oleh karena itu, dalam perencanaan suatu bangunan harus didesain tahan terhadap gempa. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan merencanakan struktur dengan perkuatan diafragma pelat lantai. Diafragma pelat lantai didesain untuk menerima beban lateral dan mentransfer gaya lateral tersebut ke elemen penahan gaya lateral seperti dinding geser dan kolom. Diafragma pelat lantai diharapkan mampu memberikan tahanan lateral kepada struktur dengan membuat struktur tersebut berperilaku daktail. Struktur yang daktail merupakan struktur yang dapat berdeformasi inelastis tanpa mengalami keruntuhan total dan mampu mengembangkan sendi-sendi plastis yang dapat menyerap beban yang diterima oleh struktur. Perilaku inelastis bangunan ditunjukkan dalam kapasitas daktilitas dan beban. Kapasitas dan beban ditunjukkan dari kurva yang didapat dari analisis pushover. Analisis pushover digunakan untuk menetapkan parameter kapasitas inelastis. Dari hasil analisis struktur, simpangan yang terjadi tidak melebihi simpangan izin, tidak terdapat ketidakberaturan horizontal dan vertikal, efek P-Delta telah memenuhi kriteria, dan level kinerja struktur adalah Immediate Occupancy. Namun, daktilitas struktur masih terbilang rendah.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT FIBERGLASS TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON Ramayati, Novita Dwi; Kartini, Wahyu; Sumaidi, Sumaidi
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.561

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukana kadar optimal penambahan serat fiberglass terhadap tingkat kekuatan tekan dan kekuatan tarik belah beton, serat dampaknyaa terhadap kedua sifat tersebut. Kandungan serat fiberglas yang diterapkan mencakup 4 variasi diantaranya 0%, 0,25%, 0,5% dan 0,75% dari total berat agregat. Selain penambahan serat, terdapat juga zat tambahan yang berperan dalam mengurangi ijumlah air campuran yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan sekaligus meningkatkan tingkat kekuatan tekan beton. Zat tambahan tersebut adalah superplasticizer, yang merupakan produk Ertapast 35¸dan diaplikasikan dengan perbandingan 0,8% dari total berat semen.. Dalam Pengujian, benda uji yang digunakan adalah silinder berukuran 15 x 30 cm. sebanyak tiga silinder digunakan untuk menguji kekuatan tekan, dan tiga benda uji lainnya digunakan untuk menguji kekuatan tarik belah, semuanya pada umur 28 hari. Proses perencanaan campuran beton mengacu pada standar SNI 756-2012. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan serat fiberglass yang cukup tinggi pada beton segar dapat mengakibatkan penurunan dalam hal kemampuan pengolahan. Namun, sifat beton setelah mengeras menunjukan bahwa baik kekuatan tekan maupun kekuatan tarik belah mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan variasi penambahan serat fiberglass.