Tony Mulumbot
Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Proses Latihan Teater Naskah “sang Mandor” Karya Rahman Arge dalam Menanamkan Perilaku Positif pada Siswa SMAN 3 Enrekang Irsan Wirasukma; Tony Mulumbot
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.721 KB) | DOI: 10.26858/bl.v1i1.32326

Abstract

Berperilaku positif sangat penting dalam berbangsa dan bernegara, sikap positif peserta didik akan tumbuh dan terpelihara apabila kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara bervariasi dan dihadapkan pada kehidupan nyata. Penelitian ini menjawab masalah; 1) bagaimana proses latihan teater dengan naskah “Sang Mandor”, 2) bagaimana perilaku positif siswa di kelas X-XI SMAN 3 Enrekang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif serta analisa deskriptif yang memaparkan permasalahan sebagaimana adanya. Dalam penelitian ini terdapat 5 tahap proses latihan yaitu Olah tubuh, Olah vokal, Olah Rasa, Reading, Rehearsal. Perilaku positif yang ditanamkan kepada siswa yaitu; maaf, syukur, empati, dan asertiv. Setelah melakukan proses latihan teater dengan naskah “Sang Mandor” Karya Rahman Arge, para siswa lebih memahami dan menerapkan perilaku positif, a) rasa Maaf mendorong para siswa kelas X-XI SMAN 3 Enrekang untuk lebih mudah memaafkan orang lain ataupun dirinya sendiri, b) perilaku Syukur yang membuat siswa lebih bersyukur apapun yang mereka dapatkan, c) perilaku Empati mendorong siswa untuk lebih memahami perasaan orang lain, d) perilaku asertif dimana setelah melakukan proses latihan teater dengan naskah “Sang Mandor” para siswa lebih jujur dan terbuka Proses latihan teater dengan naskah “Sang Mandor” dapat menanamkan perilaku positif kepada siswa kelas X-XI SMAN 3 Enrekang. Dimana siswa yang ikut serta dalam proses latihan teater dapat memahami dan menanamkan perilaku positif ke dalam diri mereka sendiri.Kata Kunci: Proses Latihan Teater, Naskah “Sang Mandor”, Perilaku Positif Positive behavior is very important in the nation and state, the positive attitude of students will grow and be maintained if teaching and learning activities are applied in a variety of ways and are faced with real life. This research answers the problem; 1) how is the process of theater rehearsal with the script "The Foreman", 2) how is the positive behavior of students in class X-XI SMAN 3 Enrekang. This research is a field research with a qualitative approach and descriptive analysis that describes the problem as it is. In this study, there are 5 stages of the exercise process, namely Body Exercise, Vocal Exercise, Taste Exercise, Reading, Rehearsal. Positive behaviors that are instilled in students are; forgiveness, gratitude, empathy, and assertiveness. After carrying out the theatrical practice process with the script of "Sang Mandor " by Rahman Arge, the students better understand and apply positive behavior, a) forgiveness which encourages students in grades X-XI SMAN 3 Enrekang to more easily forgive others or themselves, b ) Gratitude that makes students more grateful where everything they get, c) Empathy which encourages students to better understand the feelings of others, d) assertive behavior after doing the theater practice process with the script "The Foreman" the students are more honest and open The theatrical practice process with the script "The Foreman" can instill positive behavior in class X-XI students of SMAN 3 Enrekang. Where students who participate in the theater training process can understand and instill positive behavior into themselves.Keywords: Theatrical Practice Process, Sang Mandor Script, Positive Behavior
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERMAIN DRAMA DENGAN METODE PEMBELAJARAN TANDUR DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA PADA PESERTA DIDIK KELAS X PERHOTELAN SMKN 6 MAKASSAR Auni Dhiyaul Islam; Asia Ramli; Tony Mulumbot; Andi Baetal Mukaddas
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i1.44095

Abstract

Peningkatan Keterampilan Bermain Drama Dengan Metode Pembelajaran Tandur Dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Pada Peserta Didik Kelas X Perhotelan SMKN 6 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil peningkatan keterampilan bermain drama dengan metode pembelajaran Tandur. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memiliki tiga tahap kegiatan dalam siklus, yaitu Pre-test Siklus I, Post-test Siklus I, Siklus II. Sehingga memberikan hasil belajar pre-test siklus 1 yaitu nilai rata-rata 32.25 ketuntasan 10,3% setelah pembelajaran di siklus I, sehingga post-test siklus 1 menjadi 51,6 ketuntasan 41.37% tetapi belum mencapai target ketuntasan. Pada siklus II nilai meningkatan menjadi 80 ketuntasan 93%. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Tandur dapat meningkatkan hasil belajar Seni budaya khususnya dalam pembelajaran bermain drama pada Kelas X Perhotelan 1 SMK Negeri 6 Makassar.Kata kunci: metode Tandur, hasil belajar drama.
Analisis Struktur Dan Tekhnik Permainan Musik Etnik Bambu Tunta Tony Mulumbot
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v10i1.86618

Abstract

ABSTRAKMusik Bambu Tunta merupakan kesenian tradisional masyarakat Kepulauan Sangihe yang menggunakan bambu sebagai bahan utama instrumen musik. Kesenian ini berkembang sejak tahun 1967 di Desa Tariang Lama, Kecamatan Kendahe, dan tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur musikal dan teknik permainan musik etnik Bambu Tunta. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ansambel Bambu Tunta terdiri atas instrumen melodi, ritme, dan bass yang dimainkan oleh 32 orang pemain. Struktur penyajiannya meliputi bagian pembukaan, inti, dan penutup. Teknik permainan mencakup pukul, tiup, gesek, vibrato, dan interlocking yang menghasilkan karakter musikal khas serta memperkuat pelestarian budaya lokal. ABSTRACTBambu Tunta is a traditional musical art of the Sangihe Islands community that uses bamboo as the primary material for its instruments. Developed in 1967 in Tariang Lama Village, Kendahe District, this musical tradition continues to be preserved as an important part of local cultural identity. This study aims to describe the musical structure and performance techniques of Bambu Tunta ethnic music. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the Bambu Tunta ensemble consists of melodic, rhythmic, and bass instruments performed by 32 musicians. Its musical presentation includes opening, main, and closing sections. Performance techniques involve striking, blowing, bowing, vibrato, and interlocking, creating a distinctive musical character while supporting the preservation of local cultural heritage.