Lukas Lukas
Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak Berdasarkan Kitab Ulangan 6:4-9 Lukas Ligan
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2022): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.421 KB) | DOI: 10.54170/harati.v2i1.89

Abstract

Educating children is a must for parents, because parents are responsible to God. Parents cannot make busy work an excuse for not educating their children in God, and regard it as the duty and responsibility of the school and church. Being a parent means taking on a great responsibility, namely educating children in all aspects. This responsibility is not something that is easily delegated to other parties, such as schools or churches, but is something that is integral to the life of every parent. The growth and development of children's knowledge will depend on the role of parents. This article tries to provide an understanding regarding the main role of parents in educating children based on the book of Deuteronomy 6:4-9. First, parents introduce God to their children through teaching, secondly teach God's commands repeatedly and thirdly, become an example in loving God. This article uses descriptive qualitative research with a literature and biblical text approach and focuses on discussing the role of parents in educating children based on Deuteronomy 6:4-9. Mendidik anak adalah sebuah keharusan bagi para orang tua, karena orang tua bertanggung jawab kepada Tuhan Allah. Orang tua tidak bisa menjadikan kesibukan bekerja menjadi alasan untuk tidak mendidik anak-anak di dalam Tuhan, dan mengangap hal itu sebagai tugas dan tanggungjawab pihak sekolah maupun gereja. Menjadi orang tua berarti mengemban Tanggung jawab yang besar yaitu mendidik anak dalam segala aspek. Tanggungjawab ini bukanlah merupakan sesuatu yang dengan mudah saja dilimpahkan ke pada pihak lain, seperti sekolah maupun gereja, melainkan merupakan sesuatu yang terintegral dalam kehidupan setiap orang tua. Tumbuh kembang dan pengetahuan anak akan sangat bergantung pada peran orang tua. Artikel ini mencoba memberi pemahaman terkait Peran utama orang tua dalam mendidik anak berdasarkan kitab Ulangan 6:4-9. Pertama orang tua memperkenalkan Tuhan kepada anak melalui pengajaran, kedua mengajarkan perintah Tuhan secara berulang-ulang dan yang ketiga menjadi Teladan dalam mengasihi Tuhan. Artikel ini mengunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan pustaka dan teks Alkitab dan berfokus pada pembahasan mengenai Peran orang tua dalam mendidik anak berdasarkan Ulangan 6:4-9.
Hypocrisy and Social Segregation amongs Mental Health Education Imelda Rosen; Yakup Pransisko; Melan Melan; Sirnawati Sirnawati; Lukas Lukas; Yohanes Yappo
Jurnal Pendidikan West Science Vol 1 No 10 (2023): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v1i10.699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana informasi mengenai hoaks, pendidikan, politik dan media di tengah gempuran teknologi, terutama melalui pertimbangan penuturan tiga subjek penelitian yang kesemuanya adalah mahasiswa. Berita hoaks di sini tidak dikaji dalam disiplin ilmu tertentu atau hoaks dalam konteks, analogi, dan fenomena tertentu. Namun, lebih kepada studi eksploratif sederhana untuk menunjukkan suara para pembelajar dari kalangan perguruan tinggi sebagai garda terdepan yang menjaga martabat pengetahuan yang sifatnya a posteriori. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pencarian data melalui teknik wawancara. Teknik wawancara menjadi penting bagi penulis ketika suara-suara tersebut tidak dapat dikuantifikasi atau dihitung dengan angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita hoax, atau hoax itu sendiri, tidak begitu mengagetkan bagi subjek yang pernah dan sedang duduk di bangku kuliah karena pencarian data yang mendalam merupakan naluri alamiah dan budaya mahasiswa yang mengecap bangku kuliah. Dengan demikian, perdebatan seputar berita hoax di luar ruang kuliah menjadi kurang menarik ketika subjek merasa bahwa fakta yang ada hanya itu-itu saja tanpa ada sentuhan dari disiplin ilmu dan perspektif lain di luar perspektif yang ditawarkan.
TANTANGAN DOSEN SEBAGAI PENDIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN DARING DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DOSEN SEBAGAI PENDIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN DARING DI ERA DIGITAL Linda Suluh; Lukas
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 1 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi covid-19 sudah menimbulkan akibat bagi aspek kehidupan termasuk di dalamnya bidang Pendidikan. Menyikapi hal ini pemerintah telah mengambil kebijakan dengan membatasi kegiatan diluar rumah dengan cara memberlakukan belajar dari rumah dengan cara daring. Tentu saja ini menimbulkan masalah baru terutama bagi para dosen selaku pendidik. Tujuan penelitian ini untuk mencoba memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi oleh dosen dalam penerapan pembelajaran secara daring. Subjek penelitian ini adalah dosen yang melaksanakan pembelajaran secara daring. Dimana dosen sebagai tenaga pendidik harus berusaha dan memaksakan diri untuk berinovasi dalam upaya mengembangkan rencana pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian pustaka yang bertujuan menggambarkan atau mendiskrifsikan tantangan dosen selaku tenaga pendidik dalam penerapan pembelajaran daring di era digital. Kata-kata kunci: Tantangan Dosen, Pembelajaran daring, era digital