Mansyur
Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS ATAS SEWA UNIT ALAT BERAT PADA CV. RENTALINDO TRACTORS DI SAMARINDA Noor Ummi Fattiah; Erni Setiawati; Mansyur
OBOR: Oikonomia Borneo Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.645 KB) | DOI: 10.24903/obor.v2i1.677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui apakah system akuntansi penerimaan kas di CV. Rentalindo Tractors sudah memenuhi unsur-unsur system pengendalian intern dan apakah sudah memadai dengan tujuan yang diinginkan oleh perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari kelima komponen system akuntansi penerimaan kas sewa unit alat berat pada perusahaan belum semuanya masuk dalam kriteria dan memadai bagi perusahaan.Tidak semua komponen sudah masuk dalam kriteria dan memadai untuk mendukung tercapainya tujuan system informasi akuntansi. Kata kunci :Komponen Sistem Akuntansi, Tujuan Sistem Akuntansi
ANALISIS KOMPARATIF TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA TBK Siti Nur Hidayah; Martinus Robert Hutauruk; Mansyur
OBOR: Oikonomia Borneo Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.121 KB) | DOI: 10.24903/obor.v2i1.683

Abstract

This research mothod is descriptive, the comparative method used is the ratio of liquidity to the current ratio, solvency in the debt to asset ratio, activity on total asset turn over and profitability on return on asset to determine the company’s financial performance. From the analysis it is known that the comparative balance sheet report from 2014 to 2018 that the financial position and income statement of PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk showed an increase. Liquidity ratio shows that the company’s performance is very good and the company is able to pay off its short-term financial obligations, the solvency ratio shown that the company’s performance is very good and the company is able to guarantee the debt payments given by the creditor, and is able to guarantee the debt given by the criditor of the assets owned, aktivity ratio shows that the company’s performance is very good and the company is able to generate good sales from overall asset mangement, & profitability ratios indicate that the company’s performance is very good and the company is able to generate good profits from the assets used or from it’s own capital.
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE FULL COSTING PADA HOME INDUSTRY PISANG RIMPIK SRIKANDI DI SAMARINDA Nur Wahid Wahyudi; Erni Setiawati; Mansyur
OBOR: Oikonomia Borneo Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.978 KB) | DOI: 10.24903/obor.v2i1.685

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan, untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi apabila menggunakan metode full costing dan metode variable costing dan untuk mengetahui perbandingan dari ketiga metode tersebut. Lokasi penelitian yaitu pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Home Industry Pisang Rimpik Srikandi yang terletak Di Samarinda kelurahan Bukit Pinang. Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif deskriptif dengan analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan antara metode perusahaan dengan metode full costing costing. Perhitungan menggunakan metode perusahaan menghasilkan nilai harga pokok produksi sebesar Rp10.701, sedangkan menurut metode full costing harga pokok produksinya sebesar Rp9.837. Perbedaan tersebut dikarenakan perhitungan yang dilakukan perusahaan belum mengakui seluruh biaya yang berkaitan dengan proses produksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan perusahaan belum tepat, karena tidak memasukkan biaya-biaya secara tepat ke dalam perhitungan harga pokok produksinya. Kata Kunci: Biaya, Harga Pokok Produksi, Metode Full Costing