Erni Setiawati
Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS MULTIPLIER EFFECT PAJAK, INVESTASI DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KALIMANTAN TIMUR Erni Setiawati; Rudy Syafariansyah Dachlan; Lita Furiawan; Karin Setiani; Herdi Nirwany
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 8 No. 1 (2019): March
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v8i1.754

Abstract

Abstract. This study aims to measure the magnitude of the multiplier number coefficient (multiplier effect coefficient) tax, investment and government expenditure and its impact on the economic growth of East Kalimantan Province. The data sources used are secondary data derived from publication data by the Central Statistics Agency (BPS) of Province at East Kalimantan This type of research is quantitative descriptive. The analytical method uses the Economic Balance equation model, namely Y = C + I + G with a Multiplier Effect Coefficient analysis, which consists of a tax multiplier (kT), investment multiplier (kI) and government expenditure multiplier (kG). The observed / measured variables are the level of GDP, the level of household consumption, the total investment value of both the private sector and the government, and the amount of government expenditure.
ANALISIS PROFIT MAKSIMUM USAHA-USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA SAMARINDA Erni Setiawati; Sri Haslindah Taslim; Fitri Yanti; Citra Dewi Tirta N.
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 10 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v9i2.889

Abstract

Analisis Profit Maksimum Usaha-Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Samarinda. Dasar teori dalam penelitian ini berdasarkan pada Teori Ekonomi Mikro tentang kuantitas produksi yang memberikan keuntungan maksimum (profit maximum). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisa tercapai atau tidaknya kuantitas produksi (Q) yang memberikan keuntungan maksimum, serta besarnya kuantitas produksi (Q) yang memberikan keuntungan maksimum. Yang menjadi objek penelitian (populasi) adalah para pelaku UMKM di Kota Samarinda, dengan sampel sebanyak 11 UMKM. Data bersifat kuantitatif, bersumber langsung dari objek penelitian (data primer), yang dikumpulkan menggunakan instrumen kuisioner yang berisi data-data biaya operasional usaha. Untuk menghitung profit maksimum menggunakan metode Total Approach, dengan cara menghitung selisih terbesar (maksimum) antara total penerimaan (TR) dengan total biaya (TC), sehingga membentuk persamaan fungsi profit (π = TR - TC), dan metode Marginal Approach, yaitu kondisi di mana penerimaan/pendapatan total marjinal sama dengan biaya total marjinal (MR = MC). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dari 11 UMKM yang menjadi objek penelitian, usaha telah mencapai keuntungan (profit), namun belum mencapai keuntungan maksimum (profit maksimum). Diperlukan waktu kurang lebih 6 bulan produksi, agar bisa mencapai keuntungan maksimum.
PENGARUH ALOKASI DANA APBN DAN APBD SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PDRB DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Erni Setiawati; Siti Rohmah; Jufenli; Nurul Qolbiy; Nurulia Dwi Irsalina
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 9 No. 2 (2020): September
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v9i2.982

Abstract

Pengaruh Alokasi Dana APBN dan APBD Sektor Pertanian Terhadap PDRB Dan Penyerapan Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini berdasarkan pada Teori Ekonomi Makro tentang Produk Domestik Bruto (PDRB). Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh alokasi dana APBN dan APBD Sektor Pertanian terhadap PDRB dan dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja sektor pertanian di Provinsi Kalimantan Timur. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data secara kuantitatif dengan menggunakan Model Analisis Jalur (Analyis Path). Model persamaan Regresinya menggunakan model persamaan dua jalur. Substruktur 1 : Y1 = ρY1X1 + ρY1X2 + e1 Substruktur 2 : Y2 = ρY2X1 + ρY2X2 + ρY2Y1 + e2 Di mana variabel PDRB (Y1) dan jumlah tenaga kerja yang terserap pada sektor pertanian (Y2) sebagai dependent variable, sedangkan alokasi dana APBN (X1) dan alokasi dana APBD (X2) sebagai independent variable atau disebut juga predictor (variabel penjelas). Hasil penelitian setelah diuji baik secara uji signifikasi maupun uji simultan dan parsial bahwa antara alokasi dana APBN (X1), alokasi dana APBD (X2) dan nilai PDRB (Y1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian (Y2) Kata kunci: Analisis Path, APBN, APBD, PDRB
KEKUATAN EKONOMI INDONESIA ‎ DI TENGAH KEKUATAN EKONOMI GLOBAL Erni Setiawati; Yofy Gresyla Lestari
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 11 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v11i1.1223

Abstract

Indonesia's Economic Strength in the Middle of Global Economic Strength. Indonesia is ranked 16th with a GDP of US$ 1.2 trillion or 1.2% of world (global) GDP. Based on the summary of data from the International Monetary Fund (IMF), referring to the prediction of the amount of Gross Domestic Product (GDP) of each country, Indonesia is included in 4 (four) Asian countries as the top five ranks which will begin to dominate global economic power. In the infographic included with the title “Continental Shift: The World's Largest Economy of All Time”, there are about 11 names of countries from four continents, including Indonesia representing Asia along with China, Japan and India. In 2011, as the world population map changes, it is predicted that Indonesia will get a demographic bonus where the population of Indonesia will be dominated by the productive age group, so that it will be ranked as the 12th world economic power. The research was carried out by the international team in the journal The Lancet (2020) under the title Fertility, mortality, migration, and population scenarios for 195 countries and territories from ‎2017 to 2100: forecasting analysis for the Study of the Global Burden of Disease. The study noted that Indonesia will be in the 12th position in the world starting in 2050, meaning 30 years from now. Meanwhile, in 2030, it will rank 14th in the world economy. ️ Indonesia is the only ASEAN country that is a member of the G-20 (or the 20 Group). The countries in this group consist of 19 countries plus the European Union; controls 75% of world trade. The G20 is a collection of countries with the largest economic power in the world. Currently, Indonesia's position is 16th based on the world's largest GDP or Gross Domestic Product (GDP). The magnitude of this has resulted in Indonesia being now included in the association of 20 large countries that have a "large GDP" or better known as the "group of 20" (G20).
PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI Erni Setiawati; Wahyu Alqoodir
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 10 No. 2 (2021): September
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v10i2.1238

Abstract

Pengaruh Teknologi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Tujuan penelitian untuk menganalisis secara kualitatif pengaruh kemajuan teknologi terhadap pertumbuhan ekonomi, serta dampak positif dan negatif perkembangan teknologi terhadap perekonomian. Model penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang berlandaskan pada toeri-teori yang terdapat dalam literatur-literatur, lebih bersifat uraian-uraian deskriptif dan naratif. Landasan teori-teori dijadikan panduan. Pengumpulan data menggunakan studi literatur atau studi kepustakaan (Library Research, yaitu teknik menghimpun informasi melalui pengumpulan data dengan cara menelusuri dokumen-dokumen penting yang terkait dan relevan dengan objek yang diteliti. Data-data dan informasi diperoleh dari buku-buku literatur, artikel-artikel ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lain. Data dan informasi yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa teks akademik, foto, grafik, jurnal, policy brief, atau pamflet, spanduk, dan laporan jurnalistik. Analisis Data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi Hasil penelitian menujukkan teknologi sangat berpengaruh terhadap perekonomian suatu negara. Perekonomian diukur melalui Pertumbuhan Ekonomi atau nilai PDB dan PDB per Kapita. Negara-negara maju (Amerika, China, Jepang, Korsel, Jerman, Singapura) dengan teknologi modernnya, tingkat pertumbuhan ekonominya senantiasa positif dan stabil, meskipun bisa mengalami pertumbuhan yang negatif, namun kesenjangan atau gap pertumbuhan tersebut tidak terlalu besar. PDB per Kapita sangat tinggi, Begitu pula pada negara-negara miskin dan tertinggal (benua Afrika), mulai mengejar ketertinggalan dengan mulai melakukan inovasi-inovasi bisnis mengunakan teknologi-teknologi modern. Dampak yang dirasakan perekonomian mereka mulai bergerak naik, ditandai dengan Pertumbuhan Ekonomi (PDB YoY) yang tinggi, PDB per kapita juga mulai bergerak naik.
ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN SATU HARGA MINYAK ‎GORENG TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR DAN ‎SURPLUS EKONOMI Erni Setiawati
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v11i2.1573

Abstract

Analisis Dampak Kebijakan Satu Harga Minyak Goreng Terhadap Keseimbangan Pasar dan Surplus Ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak kebijakan satu harga minyak goreng terhadap keseimbangan pasar dan surplus ekonomi; baik surplus produsen maupun surplus konsumen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang mengolah data-data penelitian berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan model serta persamaan matematis dan statistik. Secara spesifik penelitian ini menganalisis pergeseran equilibrium (keseimbangan pasar) akibat kebijakan satu harga minyak goreng yang ditetapkan oleh pemerintah, dan berapa besar dampaknya pada hilangnya surplus ekonomi (surplus produsen dan surplus konsumen). Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data-data sekunder yang bersumber dari instansi terkait dan berwenang mempublikasikan data-data harga minyak goreng dari tahun 2017 yang lalu hingga tahun 2022 ini. Alat analisis yang digunakan adalah model/persamaan matematika fungsi permintaan (demand) dan fungsi penawaran (supply) minyak goreng, integral dari fungsi permintaan dan fungsi penawaran tersebut untuk menghitung surplus ekonomi, serta analisis pergeseran kurva/grafiknya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketika HET < Harga di Pasar, maka surplus konsumen bernilai negatif (defisit), dikarenakan konsumen harus membayar lebih dari kemampuan bayar konsumen, yaitu pada titik harga keseimbangan pasar (PE). Ketika HET dibandingkan dengan harga keseimbangan pasar (PE) yang terbentuk, dan HET lebih tinggi dari PE (HET > PE), maka surplus konsumen menjadi bernilai positif, konsumen mendapatkan selisih lebih dari kemampuan membayar mereka dengan harga pada keseimbangan pasar. Ketika Harga di Pasar > HET, surplus produsen bernilai positif. dikarenakan produsen mampu menjual lebih tinggi dari kemampuan jual produsen, yaitu pada titik harga keseimbangan pasar (PE). Namun, ketika HET dibandingkan dengan harga keseimbangan pasar (PE) yang terbentuk, di mana HET menjadi lebih rendah dari PE, maka surplus produsen menjadi bernilai negatif (defisit).
DAMPAK EKONOMIS DAN PSIKOLOGIS KENAIKAN HARGA BBM Erni Setiawati; Aurellia Leonny Suryanli
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak Ekonomis dan Psikologis Kenaikan Harga BBM. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa dampak kenaikan harga BBM di Indonesia pada tahun 2022 ini. Metode penelitiannya adalah merupakan penelitian sosial empiris dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menyelidiki hubungan antara dua atau lebih gejala sosial, atau praktik-praktik sosial menyangkut individu, kelompok, masyarakat, institusi atau juga lingkungan yang lebih luas. Dalam penelitian ini gejala atau praktik sosial yang diamati adalah tentang kenaikan harga BBM dan dampaknya secara ekonomis dan psikologis pada peekonomian dan kehidupan masyarakat di Indonesia. Secara ekonomis, dampak kenaikan harga BBM mendorong kenaikan biaya produksi, mendorong inflasi (cost push inflation) yang pada gilirannya akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, penurunan upah riil dan konsumsi rumah tangga. Dampak psikologis dari sisi masyarakat terjadi manakala masyarakat secara bersama-sama memiliki ekspektasi bahwa kenaikan harga BBM akan diikuti oleh kenaikan harga di sektor-sektor lainnya, di mana produsen (termasuk pedagang) menaikkan harga melebihi dari kenaikan biaya produksi atau distribusi yang mereka keluarkan. Secara sektoral, sektor-sektor yang banyak menggunakan BBM pasti akan mengalami kontraksi yang paling tinggi terutama sektor angkutan darat, angkutan laut, angkutan kereta api, jasa kurir dan pengiriman. Untuk bertahan sektor-sektor tersebut tentu saja akan menaikkan harga dan ini sudah terlihat dari kenaikan ongkos angkutan. Kenaikan harga pada sektor transportasi pada gilirannya akan mempengaruhi sektor-sektor perekonomian lainnya melalui dampak multiplier, dan kenaikan harga-harga barang yang terjadi secara serentak tersebut akan mendorong kenaikan inflasi di Indonesia. Pada gilirannya dapat memicu keresahan di semua lapisan masyarakat, mulai dari produsen, pedagang, dan konsumen.
ANALISIS KORELASI KONTINGENSI LABEL HALAL, KOMPOSISI BAHAN DAN TANGGAL ‎KADALUARSA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MAKANAN KEMASAN DI ‎SAMARINDA Erni Setiawati; Rabiyatul Adawijayah; Selamat Djunaidi
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Korelasi Kontingensi Label Halal, Komposisi Bahan dan Tanggal Kadaluarsa Terhadap Keputusan Pembelian Produk Makanan Kemasan di Samarinda. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis dan membuktikan apakah ada hubungan (korelasi) label halal, komposisi bahan dan tanggal kadaluarsa pada terhadap keputusan pembelian produk makanan kemasan. Metode penelitiannya adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang menyelidiki hubungan antara dua variabel (X dan Y) menggunakan angka dan alat statistik dalam pengolahan serta analisis datanya. Populasi penelitian adalah penduduk kota Samarinda yang berjumlah 827.994 jiwa, dengan sampel atau responden adalah konsumen yang pernah membeli produk makanan kemasan. Terkumpul 135 orang responden sebagai sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan sumber data primer (responden langsung) melalui instrumen kuisioner yang dibagikan kepada responden. Skala pengukuran data menggunakan data nominal (kategori) yang terdiri dari 2 kategori pilihan jawaban, yaitu jawaban Ya (skor 2) dan Tidak (skor 1) Alat analisis yang digunakan adalah analisis Korelasi Kontingensi (Contigency Correlation), dengan menghitung nilai Chi Square (X2) dan nilai Contingency Coeffecient Correlation (CC). Hasil penelitian menyatakan bahwa keeratan hubungan antara label/logo halal terhadap keputusan pembelian dilihat dari nilai Contingency Coefficient sebesar 0,25 yang artinya keeratan hubungan adalah sangat lemah, hanya 25%, namun korelasinya positif (searah), artinya ada kesesuaian antara peningkatan label/logo halal dengan keputusan pembelian. Keeratan hubungan antara komposisi bahan terhadap keputusan pembelian dilihat dari nilai Contingency Coefficient sebesar 0,71 yang artinya keeratan hubungan adalah kuat, yaitu sebesar 71%, dan korelasinya positif (searah), artinya ada kesesuaian antara peningkatan komposisi bahan dengan keputusan pembelian. Keeratan hubungan antara tanggal kadaluarsa terhadap keputusan pembelian dilihat dari nilai Contingency Coefficient sebesar 0,60 yang artinya keeratan hubungan adalah sedang, sebesar 60%, korelasinya positif (searah), artinya ada kesesuaian antara peningkatan tanggal kadaluarsa dengan keputusan pembelian
POTRET DAN STRATEGI PEMULIHAN EKONOMI INDONESIA AKIBAT ‎PANDEMI COVID-19 (2020 – 2021)‎ Erni Setiawati; Andi Prasetiyo
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v13i1.2799

Abstract

Potret dan Strategi Pemulihan Ekonomi Indonesia Akibat Pandemi Covid-19 (2020 – 2021). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis potret makroekonomi Indonesia dan strategi pemulihan akibat pandemi Covid-19. Jenis dan sumber data tersebut merupakan data sekunder periode 2020 – 2021 yang bersumber dari publikasi oleh lembaga pemerintah atau instansi berwenang yang terkait dengan penelitian. Metode dan jenis penelitiannya adalah penelitian sosial empiris dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif , yaitu penelitian yang dideskripsikan, dijelaskan dan dijelaskan secara naratif dengan menggunakan analisis landasan empiris dan teoritis. Teknik pengumpulan data dan informasi menggunakan studi pustaka atau studi pustaka (Library Research), dengan menelusuri dokumen-dokumen penting yang relevan dengan objek penelitian berupa artikel ilmiah, grafik, laporan, jurnal, dan laporan jurnalistik. Tahapan dalam analisis data; Pertama teknik reduksi data, kedua penyajian data, dan ketiga penggambaran/verifikasi kesimpulan Pemerintah mengalokasikan dana APBN untuk pemulihan ekonomi sebesar Rp 695,2 triliun pada 2020. Diharapkan pada triwulan III pemulihan ekonomi nasional dapat dirasakan meskipun belum tumbuh positif, namun setidaknya tidak terkontraksi sebanyak triwulan II. Kemudian perekonomian nasional diperkirakan akan kembali tumbuh positif lagi pada triwulan IV. Untuk tahun 2021, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan pagu anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 699,43 triliun. Perekonomian nasional diharapkan akan mengalami pemulihan yang signifikan. Oleh karena itu, agar harapan tersebut dapat terwujud, harus ada sinergi antara pemegang kebijakan fiskal dan moneter dengan lembaga terkait dan dilaksanakan secara komprehensif. Terdapat 3 (tiga) kebijakan yang ditempuh untuk mencapai hal tersebut, yaitu: meningkatkan konsumsi domestik, meningkatkan aktivitas usaha, serta menjaga stabilitas ekonomi dan ekspansi moneter.
POTENSI EKONOMI SEKTORAL DAN KOMODITI UNGGULAN ‎DAERAH ‎PENYANGGA IKN (SAMARINDA, BALIKPAPAN, ‎PENAJAM PASER ‎UTARA, DAN KUTAI KARTANEGARA)‎ Erni Setiawati; Siti Rohmah; Winda Dwi Cahyani; Lia Novi Nur Rahayu
Jurnal Ekonomika: Manajemen, Akuntansi, dan Perbankan Syari'ah Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Economic Faculty, University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/je.v14i1.3113

Abstract

The economic potential and superior commodities of the region are interpreted as sectors and commodities that have high competitiveness. A sector is said to have great potential if it has a fairly high comparative advantage (advantage) compared to the same sector in other regions. The purpose of this study is to measure the comparative advantages of a sector, subsector, or superior commodity in the buffer area of the Nusantara IKN, namely Balikpapan, North Penajam Paser, Samarinda, and Kutai Kartanegara. The research method is quantitative descriptive. The data collection technique uses documentation studies with external data sources (secondary data), namely utilizing and collecting data from official documents or data that has been processed by other institutions or organizations, such as census data or economic data government reports, regional economic statistics agencies, or scientific publications. The data used are GDP data and the GDP growth rate or economic growth rate of each sector or subsector according to the business field for the period 2018–2022 in the IKN buffer area; Samarinda, Balikpapan, Penajam, and Tenggarong. The technical data analysis uses the Location Quotient (LQ) analysis method. LQ is used to find out how much specialization the base or leading sectors have. LQ analysis uses two analysis methods, namely static location quotient (SLQ) and dynamic location quotient (DLQ). The results of the study concluded that Samarinda City has 14 base/flagship economic sectors, where the financial services sector is the leading sector. Balikpapan City has 13 base/flagship economic sectors, with the leading sector being transportation and warehousing. North Penajam Paser Regency (PPU) has 9 base/flagship economic sectors; the Agriculture, Forestry, and Fisheries sectors are the leading sectors, while the lagging sectors are the Accommodation and Food and Beverage Provision Sector. Kutai Kartanegara Regency only has 2 base/flagship economic sectors as leading sectors, namely the Agriculture, Forestry, and Fisheries sector and the Mining and Quarrying sector, and the lagging sectors are the Electricity and Gas Procurement Sector and the Construction sector.