This Author published in this journals
All Journal Agrifarm
Rustam Baraq Noor
Prodi Agroteknologi Faperta Universitas Widya Gama Mahakam

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Effect of Dolomite and NPK fertilizer on land Coal Mine Closure Of Plant Growth Rubber (Hevea brasiliensis) in Samarinda.: Pengaruh Pemberian Dolomit dan Pupuk NPK Pelangi pada Lahan Pasca Tambang Batubara Terhadap Pertumbuhan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) di Samarinda. Arief Fathon; Rustam Baraq Noor; Mahdalena
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2013): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.91 KB)

Abstract

Pengaruh Pemberian Dolomit dan Pupuk NPK Pelangi pada Tanah Pasca Tambang Batubara untuk Pertumbuhan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis). Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian Dolomit dan Pupuk NPK Pelangi pada Lahan Pasca Tambang Batubara untuk media tanaman Karet (Hevea brasiliensis).Penelitian ini dilaksanakan selama 135 hari, dari bulan Juli sampai November 2011, tempat penelitian lahan pasca tambang Kuasa Pertambangan PT. Bukit Baiduri Energi (BBE) Desa Loa Buah Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 4 x 4 yang masing-masing diulang 5 kali, faktor pertama yang terdiri 4 taraf yaitu d0 (tanpa pengapuran), d1 (pengapuran 500 g/lubang), d2 (pengapuran 750 g/lubang) dan d3 (pengapuran 1000 g/lubang). Sedangkan faktor kedua pemberian NPK Pelangi yang terdiri 4 taraf yaitu p0 (Tanpa Pemupukan), p1 (Pemberian 40 g/pohon), p2 (Pemberian 50 g/pohon) dan p3 (Pemberian 60 g/pohon). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian dolomit berpengaruh sangat nyata terhadap, parameter pertambahan tinggi, diameter batang pada umur 45,90 dan 135 hari setelah tanam, serta berpengaruh nyata parameter jumlah payung pada umur 135 hari setelah tanam. Pada perlakuan pemberian Pupuk NPK Pelangi menunjukan pengaruh yang sangat nyata pada parameter pertambahan tinggi dan diameter batang tanaman pada umur 90, 135 hari setelah tanam, sedangkan pada umur 45 hari setelah tanam Pupuk NPK Pelangi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang tanaman karet pada lahan pasca tambang batubara. Interaksi antara pemberian Dolomit dan Pupuk NPK pelangi menunjukan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah mahkota daun/payung pada umur 135 hari setelah tanam.
Effect of Complementary Liquid Fertilizer NPK Gandasil D And Pearls on Growth Seeds Lai (Durio kutejensis. Hassk Becc): Pengaruh Pemberian Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D Dan NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Bibit Lai (Durio kutejensis. Hassk Becc) Misnadi; Rustam Baraq Noor; Hamidah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2014): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.855 KB)

Abstract

Pengaruh Pemberian Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D Dan NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Bibit Lai (Durio Kutejensis. Hassk Becc). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan bibit Lai, mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Mutiara dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit Lai dan untuk mengetahui interaksi antara pemberian Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D dan NPK Mutiara terhadap pertumbuhan bibit Lai. Penelitian dilaksanakan di Jl. KH. Wahid Hasyim Sempaja Samarinda Lokasi Lahan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda Selama 3 bulan dimulai pada bulan Juli hingga bulan Oktober 2013. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan percobaan Faktorial 4 x 4 di ulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu pemberian Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu g0 kontrol, g1 1 gram l-1 air, g2 2 gram l-1 air, g3 3 gram l-1 air, faktor kedua yaitu pemberian pupuk NPK Mutiara terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu m0 kontrol, m1 1,5 gram polybag-1, m2 3 gram polybag-1, m3 4,5 gram polybag-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D (G) berpengaruh tidak nyata terhadap diameter batang umur 30, 60 dan 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP), jumlah daun umur 30, 60, 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP), dan luas daun umur 30 Hari Setelah Perlakuan (HSP), tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 30, 60, 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP) dan luas daun umur 60 Hari Setelah Perlakuan (HSP). Dan berpengaruh nyata terhadap luas daun umur 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP). Perlakuan terbaik di peroleh pada perlakuan g2 (2 gram l-1 air). Perlakuan pupuk NPK Mutiara tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati. Kombinasi Perlakuan Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D dan NPK Mutiara berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 30, 60, dan 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP), diameter batang umur 30, 60, dan 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP), jumlah daun umur 30, 60 dan 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP), luas daun umur 30 dan 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP) tetapi berbeda sangat nyata terhadap luas daun umur 60 Hari Setelah Perlakuan (HSP). Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan g2m0.
Effect of Liquid Fertilizer on Growth Biourine Cow Seeds Lai (Durio kutejensis Hassk. Becc): Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Biourine Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Lai (Durio kutejensis Hassk. Becc) Jumriani; Rustam Baraq Noor; Tutik Nugrahini
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2014): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.378 KB)

Abstract

Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Biourine Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Lai (Durio kutejensis Hassk. Becc). Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan bibit tanaman Lai (Durio kutejensis Hassk Becc) dengan pemberian pupuk cair biourine sapi dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Jl. K. H. Wahid. Hasyim. Lahan pertanian Kampus Widya Gama Mahakam Samarinda Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan selama 3 bulan terhitung dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2013. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian pupuk cair biourine sapi pada bibit tanaman Lai pada 6 (enam) taraf perlakuan yaitu : kontrol atau disiram air (U0), konsentrasi pemberian pupuk cair biourine sapi 5 % (U1), konsentrasi pemberian pupuk cair biourine sapi 10 % (U2), konsentrasi pemberian pupuk cair biourine sapi 15 % (U3), konsentrasi pemberian pupuk cair biourine sapi 20 % (U4) , dan konsentrasi pemberian pupuk cair bio urine sapi 25 % (U5). Masing-masing taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk cair biourine sapi pada parameter diameter batang umur 2 dan 3 bulan setelah perlakuan dengan konsentrasi 5 % (U1) dan konsentrasi 10 % (U2) berbeda nyata. Sedangkan parameter lainnya seperti tinggi tanaman , jumlah daun, luas daun dan diameter batang umur 1 bulan setelah perlakuan tidak berbeda nyata.
Effect of Liquid Manure and Manure Goat Goat on Seeds Cocoa Powder (Theobroma cacao L): Pengaruh Pupuk Kandang Kambing Cair dan Pupuk Kandang Kambing Padat pada Bibit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L) Kaharudin; Rustam Baraq Noor; Abdul Rofik
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2014): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.525 KB)

Abstract

Pengaruh Pupuk Kandang Kambing Cair dan Pupuk Kandang Kambing Padat pada Bibit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L). Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis dan menjelaskan pupuk kandang kambing cair berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit kakao, Untuk menganalisis dan menjelaskan pupuk kandang kambing padat berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit kakao,Untuk menganalisis dan menjelaskan interaksi pupuk kandang kambing cair dan pupuk kandang kambing padat berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, terhitung mulai bulan Juli 2013 sampai bulan September 2013. Lokasi penelitian dilaksanakan pada lahan muhammadiah di jalan Sirajd Salman. Penelitian disusun dalam rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan,4 perlakuan, dan 2 faktorial. Faktor pertama adalah pemberian pupuk kandang kambing cair terdiri dari co= control, c1=25 ml/pokok, c2=50 ml/pokok, c3=75 ml/pokok. Faktor kedua pemberian pupuk kandang kambing padat terdiri dari po= control, p1=100 gr/pokok, p2=150 gr/pokok, p3=200 gr/pokok. Data yang diperoleh dianalisi dengan menggunakan sidik ragam, dan jika data beda nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang kambing cair berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dengan rata-rata 5,38 (cm), diameter batang 0,99 (mm ), dan jumlah daun 9 (helai daun), penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang kambing padat berpengaruh nyata,terhadap tinggi tanaman dengan rata-rata 4,68 (cm), diameter batang 1,08 (mm), dan jumlah daun 7,75(helai daun) dan interaksi antara pupuk kandang kambing cair dan pupuk kandang kambing padat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dengan rata-rata 6.00 (cm) diameter batang 0,99 (mm), jumlah daun 9 (helai daun) dan luas daun 692,50(cm2).
Effect of Liquid Organic Fertilizer Concentration on Growth Seeds Nasa Cocoa (Theobroma cacao L): Pengaruh Kosentrasi Pupuk Organik Cair Nasa Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L) Rusdiadi; Hamidah; Rustam Baraq Noor
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2014): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.99 KB)

Abstract

Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Nasa Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi Pupuk Organik Cair Nasa terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao.Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 4 bulan, mulai dari bulan Agustus sampai dengan November 2013, tempat penelitian di lahan Jl. Thoyib Hadiwijaya Sempaja Selatan, Samarinda Utara dan Provinsi Kalimatan Timur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial 3 x 4 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas bibit (V) durian yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : v1 (varietas salisun), v2 (varietas kani) dan v3 (varietas otong) dan faktor kedua adalah pemberian konsentrasi POC D.I. Grow Green (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : d0 (kontrol), d1 (1,5 ml/ liter air), d2 (3,0 ml/ liter air) dan d3 (4,5 ml/ liter air). Hasil konsentrasi pupuk organik cair Nasa berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar utama, berat akar basah dan berat akar kering. Taraf perlakuan p3 merupakan memiliki pengaruh yang paling tinggi. Kata kunci : Pupuk organik cair Nasa dan bibit lai.
Plant Growth Response Rubber (Hevea brasiliensis Muell Arg) Provision Against Different Hormone Concentration and Interval Fertilizer Plant Excellence.: Respon Pertumbuhan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi dan Interval Pupuk Hormon Tanaman Unggul Khamim; Hamidah; Rustam Baraq Noor
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.958 KB)

Abstract

Respon Pertumbuhan Bibit Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Mull Arg) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi dan Interval Pupuk Hormon Tanaman Unggul. Tujuan penelitan untuk mengetahui konsentrasi pupuk hormon tanaman unggul dan interval pemberian yang terbaik serta interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman karet dipersemaian. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus - November 2014 lokasi penelitian dilaksanakan di lahan praktek UPTB BAPELTAN Provinsi Kalimantan Timur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial 4 x 4 dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hormon tanaman unggul (H) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : h0 (kontrol), h1 (2,5 ml/liter air), h2 (5,0 ml/liter air) dan h3 (7,5 ml/liter air). Sedangkan faktor kedua adalah interval waktu pemberian yang terdiri dari 4 taraf yaitu : i1(5 hari sekali), i2 (10 hari sekali), i3 (15 hari sekali) dan i4 (20 hari sekali). Perlakuan berbagai konsentrasi pupuk hormon tanaman unggul berpengaruh sangat nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun umur 90 hari setelah tanam, panjang akar dan jumlah akar. Perlakuan yang tertinggi untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman pada umur 90 hari setelah tanam dicapai pada perlakuan h2 (5,0 ml/liter air) yaitu 15,63 cm sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan h0 (kontrol) yaitu 11,04 cm. Perlakuan interval waktu pemberian pupuk hormon tanaman unggul berpengaruh sangat nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun 90 hari setelah tanam, panjang akar dan jumlah akar. Perlakuan yang tertinggi untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman pada umur 90 hari setelah tanam dicapai pada perlakuan i2 (10 hari sekali) yaitu 15,78 cm sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan i1 (5 hari sekali) yaitu 10,32 cm. Interaksi antara konsentrasi dan interval waktu pemberian pupuk hormon tanaman unggul berpengaruh nyata terhadap rata-rata panjang akar dan jumlah akar. Kata kunci : karet, konsentrasi dan interval pupuk hormon tanaman unggul
Different Types of Organic Fertilizer Application and Dosage on Growth Seeds Lai Mahakam (D. kutejensis. Hass Becc).: Aplikasi Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Dosis Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Lai Mahakam (D. kutejensis. Hass Becc). Muhammad Anas Sholikhin; Rustam Baraq Noor; Tutik Nugrahini
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.917 KB)

Abstract

Aplikasi Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Dosis Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Lai Mahakam (D. kutejensis. Hass Becc). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan pupuk organik yang tepat, untuk mengetahui pemberian dosis pupuk yang tepat dan mengetahui interaksi penggunaan pupuk organik dan dosis pupuk yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman Lai Mahakam. Lokasi penelitian ini dilaksanakan diLahan Pertanian Kampus Widya Gama Mahakam Samarinda Kalimantan Timur. Waktu penelitian dilaksanakan selama 3 bulan terhitung dari bulan September sampai dengan November 2013. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial 6 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah penggunaan pupuk organik (P) yang terdiri dari 6 taraf yaitu : p0 (kontrol), p1 (pupuk organik kotoran kambing), p2 (pupuk organik kotoran ayam petelur), p3 (pupuk organik kotoran ayam potong), p4 (pupuk organik kotoran sapi) dan p5 (pupuk organik kotoran burung walet). Faktor kedua adalah pemberian dosis (D) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : d0 (kontrol), d1 (5 g/polybag) dan d2 (10 g/polybag).Perlakuan penggunaan pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan pemberian dosis pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan.. Interaksi antara aplikasi perlakuan berbagai jenis pupuk organik dan dosis tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Kata kunci : Pupuk organikdan bibit lai
Test The Use Of Fertilizer On The Growth Three Goats Coop Variety Durian ( Durio Zibethinus . Murr ) Yet Making: Uji Pemanfaatan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Tiga Varietas Durian (Durio Zibethinus. Murr) Belum Menghasilkan Akhmad Sopian; Rustam Baraq Noor
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.26 KB) | DOI: 10.24903/ajip.v4i1.1290

Abstract

Di daerah Kalimantan Timur, penanaman durian relatif banyak menghadapi masalah, terutama bila kondisi tanah kurang subur, sehingga proses pemupukan harus dilakukan beberapa kali. Upaya untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah yaitu dengan penambahan bahan organik kedalam tanah. Bahan organik juga dapat berasal dari kotoran kambing yang diklaim berdampak negatif terhadap lingkungan. Kotoran kambing berfungsi selain menambah hara ke dalam tanah, juga meningkatkan kandungan bahan organik tanah yang diperlukan bagi perbaikan sifat fisik tanah.Tujuan Penelitian adalah mengetahui pengaruh pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan tanaman tiga varietas tanaman durian belum menghasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan pertanian dengan kondisi berbukit di kelurahan air putih Kecamatan Samarinda Ulu, pelaksanaan penelitian selama 4 bulan mulai Agustus sampai dengan Nopember 2014. Penelitian ini dalam bentuk percobaan lapangan yang di susun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan Faktorial 3 x 3 dengan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu Varietas durian yang terdiri atas : V1 : Montong, V2 = Salisun, V3 = Matahari. Sedangkan faktor kedua adalah pupuk kandang kambing yang terdiri atas ; K0 = kontrol ; K10 = 10 kg/pkk, K15 = 15 kg/pkk. Hasil penelitian menunjukkan 1) Perlakuan pupuk kandang kambing tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah cabang pada usia 30 dan 60 hari setelah perlakuan, 2) Varietas durian Salisun memiliki respon yang nyata dibanding varietas durian Monthong maupun varietas Matahari, 3) Kombinasi perlakuan pupuk kandang kambing dan jenis varietas durian tidak menunjukkan interaksi yang nyata. Kata kunci : Montong, Salisun, Matahari, Pupuk Kandang Kambing