Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Homonim dalam Bahasa Atinggola Windriyani Gobel; Moh Karmin Baruadi; Sance A Lamusu
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.781 KB) | DOI: 10.37905/jjll.v2i1.10094

Abstract

Homonim terbagi menjadi dua macam yaitu homonim yang homofon dan homonim yang homograf. Adapun homofon yaitu kata yang sama lafalnya dengan kata yang lain namun ejaan dan maknanya berbeda. Homograf yaitu kata yang sama ejaannya dengan kata lain tetapi beda lafalnya dan maknanya. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu, 1) bagaimanakah bentuk kata homonim yang homofon dalam bahasa Atinggola; 2) bagaimanakah bentuk kata homonim yang homograf dalam bahasa Atinggola; 3) bagaimanakah makna leksikal dan makna gramatikal homonim yang homofondalambahasaAtinggola; 4) bagaimanakah makna leksikal dan makna gramatikal homonim yang homograf dalam bahasa Atinggola. Tujuan penelitian ini yaitu, mendeskripsikan bentuk kata homonim yang homofondalambahasaAtinggola, mendeskripsikanbentuk kata homonim yang homograf dalam bahasa Atinggola, mendeskripsikanmaknaleksikal dam maknagramatikalhomonim yang homofon dan mendeskripsikan makna leksikal dangramatikal homonim yang homograf dalam bahasa Atinggola. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data penelitian bagian dari homonim yang terdiri atas homofon dan homograf. Sumber data dalam penelitian ini dijaring dari informan penutur asli bahasa Atinggola melaluipercakapan. Data dalampenelitianinimerupakanbentuk kata dan makna leksikal gramatikal dari bahasa Atinggola. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik cakap, teknik simak dan teknik catat. Adapun analisis data yang dilakukan dengan cara mentranskip data ke dalam bentuk tulisan, menerjemahkan, mengidentifikasi, mengklasifikasi , menganalisis, mendeskripsi, menyimpulkan dan menyusun laporan hasil penelitiandalambahasaAtinggola.Hasil penelitian menunjukan bahwabentuk kata homofon dalam bahasa Atinggola terbagi atas tiga yaitu bentuk kata kerja, bentuk kata benda dan bentuk kata sifat. Bentuk kata Homofon berjumlah 11 kata. Sedangkan bentuk kata homograf dalam bahasa Atinggola terbagi menjadi empat bentuk kata yaitu bentuk kata kerja, bentuk kata benda, bentuk kata sifat, dan bentuk kata hubung. Bentuk kata homograf bejumlah 47 kata. Pembahasan homofon dan homograf dalam bahasa Atinggola diuraikan dengan pebentukan makna, ada beberapa jenis makna tetapi dalam penelitian ini difokuskan pada makna leksikal dan gramatikal dalam kalimat. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa homonim yang terbagi atas homofon dan homograf terdapat dalam bahasa Atinggola.
Kontribusi Remaja Terhadap Pemertahanan Idenitas Budaya Melalui Bahasa Lokal di Desa Dulupi Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo: Penelitian Witriana Makore; Moh Karmin Baruadi; Munkizul Umam Kau
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi remaja dalam pemertahanan identitas budaya melalui penggunaan bahasa lokal di Desa Dulupi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo. Fokus penelitian diarahkan pada keterlibatan remaja dalam praktik berbahasa sehari-hari, tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan bahasa lokal, serta peran bahasa lokal sebagai simbol identitas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan remaja, orang tua, serta tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja masih aktif menggunakan bahasa lokal dalam interaksi keluarga dan masyarakat, sehingga berkontribusi terhadap pemertahanan nilai budaya dan identitas kolektif. Namun, pengaruh globalisasi dan media digital menjadi tantangan utama dalam pemertahanan bahasa lokal. Dukungan keluarga dan lingkungan sosial berperan penting dalam menjaga keberlangsungan penggunaan bahasa lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif remaja merupakan faktor kunci dalam pemertahanan identitas budaya berbasis bahasa lokal.