Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN MOTORIK HALUS SEBAGAI PERSIAPAN MENULIS PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN TK AISYIYAH BUSTANUL AFTHAL VII PEKANBARU Debi Ayu Nathasia; Rahmah; Herwina
Jurnal Talenta : Journal of Early Childhood Education Vol. 11 No. 2 (2020): JURNAL TALENTA VOL XI NO.2 DECEMBER 2020
Publisher : P3M STKIP ÁISYIYAH RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan motorik halus sebagai persiapan menulis permulaan anak usia 5-6 Tahun di TK Aisyiyah Bustanul Afthal VII Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif atau penelitian deskriptif analisis yaitu deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang sedang diselidiki. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi, melakukan penelitian langsung terhadap anak dan juga guru sebagai sampel guna mendapatkan gambaran tentang kemampuan motorik halus anak sebagai persiapan menulis permulaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan jalan mengumpulkan data, menyusun data, atau mengklasifikasikannya, menganalisa dan menginterpretasikannya. Hasil penelitian menunjukan bahwasannya dalam kemampuan anak dalam menulis awal tergolong sudah baik sesuai dengan tingkat perkembangan anak yang memang lebih banyak pada kegiatan bermain. Anak sudah dapat membuat goresan atau coretan sederhana yang dilakukan oleh anak. dalam upaya meningkatkan perkembangan motorik halus anak guru diharapkan dapat meningkatkan lagi kompetensi dalam mencari dan memilih kegiatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan motorik halus dan pemahaman anak yang ada di TK Aisyiyah VII Pekanbaru.
Pengaruh Percaya Diri Terhadap Komunikasi Interpersonal Guru di TK Aba Pekanbaru Rahmah Rahmah; Herwina Herwina; Dwi Syintya
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11959

Abstract

Penelitian menentukan dampak tingkat kepercayaan diri terhadap interaksi interpersonal guru, dan penelitian merupakan kegiatan pengambilan, pencatatan, analisis, dan pelaporan hasil. Penelitian merupakan upaya untuk menjawab pertanyaan dan memecahkan masalah yang ada. Kepercayaan diri memiliki hubungan yang signifikan dengan komunikasi interpersonal guru, jika tingkat kepercayaan diri tinggi, maka guru akan lebih mudah untuk berkomunikasi satu sama lain di dalam dan di luar sekolah. Kepercayaan diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap komunikasi interpersonal, yang terlihat dari kepercayaan diri keseluruhan t tabel 2,028 pada taraf signifikan a5% (a0,05). Artinya semakin baik kepercayaan diri guru maka semakin baik pula interaksi interpersonal di lingkungan sekolah. Kepercayaan diri berpengaruh signifikan terhadap komunikasi interpersonal guru. Diantaranya diperoleh nilai thitung tabel (2,028) yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dalam peningkatan mutu pendidikan, kemampuan integrasi guru sangat penting. Keterampilan interaktif guru dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan memudahkan guru berinteraksi dengan siswa. Dengan kepercayaan diri guru dapat memudahkan guru dalam berkomunikasi dengan siswa, rekan kerja dan orang lain.
Pengaruh Fun Cooking Membuat Laksamana Mengamuk Terhadap Cooperative Learning Anak Herwina Wina; Rahmah Cici; Nisa Juniartika Nisa
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v12i2.7875

Abstract

This study aims to determine the effect of fun cooking making the admiral rage against cooperative learning of children aged 5-6 years at Aisyiyah Bustanul Athfal Kijang Jaya Kindergarten. This type of quantitative research model is true experiment. The research population is all children aged 5-6 years totaling 40 children. The research sample used a total sampling technique, namely the technique of determining the sample by taking the entire population of 2 classes totaling 40 children. Based on the results of the research and data analysis, it can be concluded that fun cooking makes the admiral go berserk has an effect on the cooperative learning of children aged 5-6 years at Aisyiyah Bustanul Athfal Kijang Jaya Kindergarten. This is evidenced by the results of t count > t table, (9.902 > 1.796) and significance < 0.05 (0.000 <0.05), then Ho is rejected Ha is accepted and the dominance of development is in the BSB category (Very Well Developed). This means that the better the teacher in fun cooking makes the admiral go berserk, the more cooperative learning the children aged 5-6 years will achieve very good development. In addition, it can also be seen from the average value between the control class reaching 41.70 while the experimental class is 42.00. This means that there is a difference where the experimental class with fun cooking is better than the control class in influencing children's cooperative learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fun cooking membuat laksamana mengamuk terhadap cooperative learning anak usia 5-6 tahun di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Kijang Jaya. Jenis penelitian kuantitatif model true eksperimen. Populasi penelitian yakni seluruh anak usia 5-6 tahun berjumlah 40 anak. Sampel penelitian menggunakan tekhnik total sampling yakni teknik penentuan sampel dengan mengambil seluruh jumlah populasi sebanyak 2 kelas berjumlah 40 anak. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan fun cooking membuat laksamana mengamuk berpengaruh terhadap cooperative learning anak usia 5-6 Tahun di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Kijang Jaya, Hal ini di buktikan hasil t hitung > t tabel,  (9,902>1.796) dan signifikansi < 0.05 (0.000 < 0.05), maka Ho ditolak Ha diterima serta dominasi perkembangan berada pada kategori BSB (Berkembang Sangat Baik). Artinya semakin baik guru dalam fun cooking membuat laksamana mengamuk maka semakin meningkat cooperative learning anak usia 5-6 tahun mencapai perkembangan yang sangat baik. Selain itu juga dilihat dari nilai rata-rata antara kelas kontrol mencapai 41,70 sedangkan kelas eksperimen 42,00. Artinya adanya perbedaan dimana kelas eksperimen dengan fun cooking lebih baik dibandingkan kelas kontrol dalam mempengaruhi cooperative learning anak
PELATIHAN MERANCANG MODUL P5 UNTUK GURU TAMAN KANAK-KANAK Nini Aryani; Herwina Herwina; Lina Safitri; Deefa Fitri Maharani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.1959-1965

Abstract

Kurikulum Merdeka pada saat ini telah mulai digunakan oleh satuan pendidikan dengan menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan upaya untuk mendorong tercapainya Profil pelajar Pancasila dengan menggunakan paradigma baru melalui pembelajaran berbasis projek. Dengan menjalankan P5 ini maka diharapkan guru dapat menemani proses pembelajaran anak untuk dapat menumbuhkan kapasitas dan membangun karater luhur sebagaimana yang digalakkan dalam Profil Pelajar Pancasila. Selain itu juga guru dituntut untuk membuat Modul P5 agar pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung guru berperan sebagai fasilitator, namun pada kenyataannya sebagian besar guru belum mampu membuat Modul P5 sebagai perangkat ajar dalam kegiatan projek.Hal inilah maka diperlukan pendampingan dan pelatihan secara khusus yang memberikan pengetahuan mendalam pada guru terkait dalam membuat Modul P5 (yang selanjutnya disebut Modul P5) sehingga dapat meningkatkan pemahaman terhadap hakikat dan konsep Kurikulum Merdeka sekaligus dapat meningkatkan kompetensi guru dalam sistem pembelajaran. Sasaran dalam kegiatan ini adalah Guru-guru Taman kanak-kanak yang berjumlah 25 orang. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan modul Projek dilaksanakan selama 4 bulan. Selanjutnya dilaksanakan pendampingan setiap sekolah dan kegiatan ini disampaikan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, penugasan dan praktik pembuatan modul projek dan implementasikan di sekolah masing-masing.
Pengembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun melalui Permainan Tradisional Adu Buah Para (Buah Karet) di Taman Kanak-Kanak Asiyiyah 2 Bangkinang Rahmah Rahmah; Herwina Herwina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sosial merupakan salah satu aspek penting pada perkembangan yang harus diutamakan dalam pembelajaran melalui bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun dengan permainan tradisional yaitu permainan buah para (karet). Penelitian ini dilakukan di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah 2 Bangkinang pada semester II tahun ajaran 2022-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Jumlah sampel penelitian sebanyak 43 anak yang diambil secara sampling jenuh dari Taman Kanak-Kanak Aisyiyah 2 Bangkinang. Masing-masing memiliki 2 kelompok sampel, 1. Kelompok eksperimen sebanyak 22 anak, 2. Kelompok kontrol sebanyak 21 anak.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil lembar observasii secara langsung dengan tes eksperimen pengembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan uji t, pada taraf signifikansi<=0,05.Berdasarkan analisis data dengan menggunakan uji t diperoleh thimng-0,92>ttabei = 0,89 maka H0 ditolak atau Hi diterima. Dengan demikian penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil pengembangan sosial emosional anak antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol di Aisyiyah 2 Bangkinang