Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELAKSANAAN POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU) LANSIA OLEH KADER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR Nur Asiah; Henki Adisa Putra; Rita Surya
Jurnal Biology Education Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Biologi Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.837 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v9i1.4518

Abstract

Kesehatan lansia yang baik di fokuskan pada upaya untuk dapat menambah usia dan memperpanjang kehidupan, sehingga memungkinkan mereka tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga dapat memperluas keterlibatannya secara aktif dalam semua kegiatan di masyarakat. Pemerintah mencanangkan pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan melalui program puskesmas dengan melibatkan peran dan lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial yang disebut posyandu lansia. Kegiatan posyandu lansia ini merangkap upaya-upaya perbaikan dan meningkatkan kesehatan masyarakat, meliputi: kegiatan promotif, preventif, kuratit dan rehabilitatif yang dilaksanakan oleh kader posyandu dibawah bimbingan petugas kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan posyandu lansia oleh kader di wilayah kerja Puskesmas Selimeum Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian ini bersifat Deskriptif Kualitatif dengan tehnik pengambilan sampel secara Total sampel dengan jumlah sampel 50 orang. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Selimeum Kabupaten Aceh Besar, dengan analisa Univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden berada pada kategori baik dalam kegiatan promotif yaitu sebanyak 20 responden (40%), berada pada kategori baik kegiatan preventif yaitu sebanyak 22 responden (44%), berada pada kategori baik pada kegiatan rehabilitatif yaitu sebanyak 28 responden (56%). Kesimpulan sebagian besar gambaran pelaksanaan posyandu lansia berada dalam kategori baik. Diharapkan bagi puskesmas meningkatkan petugas kesehatan dalam melakukan pelatihan kepada kader posyandu lansia.
EDUKASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN LITERASI ADMINISTRASI BPJS KESEHATAN MASYARAKAT T. Murhadi; Nur Asiah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62647

Abstract

Transformasi digital pelayanan kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN memberikan kemudahan akses administrasi bagi peserta BPJS Kesehatan. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena masih rendahnya literasi administrasi dan kemampuan digital masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi administrasi BPJS Kesehatan masyarakat Gampong Reuloh Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar melalui program edukasi digital. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pendidikan masyarakat melalui penyuluhan, demonstrasi penggunaan aplikasi Mobile JKN, pendampingan teknis, dan evaluasi pre-test serta post-test kepada 75 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor literasi administrasi dari 54,2 sebelum edukasi menjadi 82,7 setelah edukasi. Sebanyak 85,3% peserta mampu melakukan pendaftaran online, 82,7% mampu mengecek status kepesertaan secara mandiri, dan 78,7% memahami prosedur perubahan data peserta. Edukasi digital berbasis pendampingan langsung efektif meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan layanan administrasi BPJS Kesehatan. Kegiatan ini penting dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi institusi pendidikan, BPJS Kesehatan, pemerintah gampong, dan masyarakat.
SMART FAMILY HEALTH EDUCATION BERBASIS KEARIFAN LOKAL ACEH DAN BUDAYA MELAYU DALAM MENGHADAPI TANTANGAN TRANSFORMASI DIGITAL Nur Asiah; Supriyanti Supriyanti; Aida Khairunnisa; Maya Safitri; T. Murhadi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62648

Abstract

Transformasi digital memberikan peluang sekaligus tantangan dalam peningkatan kesehatan keluarga, terutama terkait kemampuan masyarakat dalam mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi kesehatan yang terpercaya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi kesehatan dengan tetap mempertahankan nilai sosial budaya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan family health literacy, digital health literacy, serta pemahaman masyarakat terhadap kearifan lokal Aceh dan nilai-nilai budaya Melayu melalui implementasi program Smart Family Health Education. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Approach yang diintegrasikan dengan prinsip Participatory Learning and Action. Program dilaksanakan di Gampong Surien Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas kader kesehatan, anggota PKK, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid. Evaluasi program menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan instrumen kuesioner yang mencakup empat domain, yaitu family health literacy, digital health literacy, kearifan lokal Aceh, dan nilai budaya Melayu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah intervensi, yang ditunjukkan dengan meningkatnya proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik pada seluruh domain yang dinilai. Integrasi literasi kesehatan dengan kearifan lokal Aceh dan nilai budaya Melayu meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap edukasi kesehatan serta memperkuat kapasitas keluarga dalam menghadapi tantangan transformasi digital. Program Smart Family Health Education berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis budaya dalam mendukung promosi kesehatan keluarga secara berkelanjutan.