Yona Sari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdurahman Palembang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Buah Kurma pada Ibu Hamil Trimester II yang Anemia terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin Tiara Fatrin; Yona Sari; Aryanti Aryanti
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.888

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah menurun atau menurunnya hemoglobin, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian buah kurma pada ibu hamil trimester II yang anemia terhadap kenaikan kadar hemoglobin. Metode penelitian ini menggunakan quota sampling dengan menggunakan model control group pre-test post-test, Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji t-test. Sampel dalam   penelitian ini adalah ibu hamil trimester II yang anemia dengan jumlah 20 responden data merupakan data primer dimana ibu hamil dilakukan pemeriksaan kadar hb apabila ibu hamil yang mengalami anemia maka dijadikan sampel. Hasil penelitian didapatkan dari 20 responden ibu hamil trimester II yang anemia yang diberikan buah kurma 50 gr/hari mengalami peningkatan sebanyak 18 responden (90%) dan yang tidak mengalami peningkatan sebanyak 2 responden (10%). Hasil analisa bivariat diperoleh nilai p value = 0,000, mean 8,670:9,470 dengan selisih rata-rata 0,8 gr/dl sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian buah kurma pada ibu hamil trimester II yang anemia terhadap kenaikan kadar hemoglobin.
PENYULUHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DALAM PERSIAPAN MENGHADAPI MASA MENOPAUSE Adhika Wijayanti; Yona Sari; Aryanti Aryanti; Tiara Fatrin; Vivi Dwi Putri; Apriyanti Aini; Rani Purwani; Yuli Suryanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38518

Abstract

Menopause memiliki arti berhentinya siklus menstruasi untuk selama-lamanya bagi wanita yang sebelumnya mengalami masa menstruasi disetiap bulan, yang disebabkan oleh jumlah folikel yang mengalami atresia yang terus meningkat, sampai tidak tersedia lagi folikel yang dalam 12 bulan terakhir mengalami amenore (Fitri, 2017). Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa penyuluhan pada ibu premenopause yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam mengenal dan mempersiapkan diri serta mengatasi keluhan yang nantinya akan terjadi pada masa menopause. Kegiatan ini diikuti oleh ibu premenopause dengan rentang usia 48-55 sebanyak 30 orang di Puskesmas Sosial Palembang. Hasil dari kegiatan edukasi praktik ini adalah adanya peningkatan pengetahuan ibu dalam mengenal dan mempersiapkan diri menopause.
PENYULUHAN ASI EKSLUSIF UNTUK MENURUNKAN ANGKA STUNTING Adhika Wijayanti; Sartika Dwi Yolanda; Yuli Suryanti; Yona Sari; Rani Purwani; Miftah Apriyani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.46322

Abstract

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif akan mendapatkan perlindungan kesehatan dengan adanya zat antibodi yang terdapat pada ASI, kesehatan saluran cerna, kecerdasan, dan rasa aman dan nyaman yang dirasakan oleh bayi. Pemberian ASI eksklusif dapat diartikan sesuatu yang dilakukan oleh ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Kurangnya pengetahuan ibu terhadap banyaknya khasiat pemberian ASI serta rendahnya tingkat pendidikan ibu menjadi penyebab rendahnya kuantitas pemberian ASI eksklusifKegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa penyuluhan pada ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang ASI ekslusif. Kegiatan ini diikuti ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di TPMB Sri Nirmala. Hasil dari kegiatan edukasi praktik ini adanya peningkatan pengetahuan ibu terhadap ASI ekslusif.
The Effectiveness of Aloe Vera Compresses in Reducing Body Temperature in Children with Fever Aged 6–12 Years Yona Sari; Ariyanti Ariyanti; Tiara Fatrin
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.1906

Abstract

Children need a strong immune system so they are not easily infected with viruses and bacteria that can cause fever. For this reason, optimal attention is needed so that it is not easily infected by viruses and bacteria. There are other alternatives. Apart from using pharmacological drugs to lower a child's body temperature, the process of giving aloe vera compresses can also reduce the child's body temperature. Preliminary studies found that there are still some children who cannot take pharmacological drugs. To overcome this problem, an innovation was created in the form of an aloe vera compress which is believed to be able to reduce the body temperature of children with fever because it contains lignin and saponin. The aim of this study was to identify differences in children's body temperature before and after intervention. This research used a quasi-experiment with a one group pre test - post test design. The population was 15 respondents with fever aged 6-12 years using accidental sampling. The results of the comparison test before and after (paired t-test) showed a significance value of 0.00 (<0.05). This shows that the aloe vera compress is effective in reducing the body temperature of feverish children aged 6-12 years. Based on the average (mean) body temperature before the intervention (pre test) it was found to be 38.480 and the average (mean) body temperature after the intervention (post test) was 37.833.