Hargo Utomo
Faculty Economics And Business, Universitas Gadjah Mada

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Konvergensi Kebijakan Riset dan Inovasi untuk Resiliensi Industri Alat Kesehatan di Indonesia Hargo Utomo; Dian Kesumapramudya Nurputra; Retno Ardhani
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.81408

Abstract

Latar Belakang: Konvergensi kebijakan riset dan inovasi diharapkan menjadi katalisator resiliensi melalui penguatan kapasitas inovasi industri dan relasi kebaruan pengetahuan penyokong inovasi. Tujuan: Studi kebijakan ini bertujuan menjawab pertanyaan tentang bagaimana riset dan inovasi di Indonesia bergerak sejalan dengan arah kebutuhan resiliensi industri alat kesehatan di era perubahan. Metode: Pendekatan deskriptif-analitik dipergunakan untuk mengeksplorasi fenomena faktual dan menjawab pertanyaan penelitian. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapang ke pelaku industri alat kesehatan dan Focus Group Discussion yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan. Data sekunder dari berbagai bersumber selanjutnya dipergunakan untuk memperkuat argumen dalam analisis kebijakan. Hasil: Hasil studi menyimpulkan bahwa ketahanan atau resiliensi industri alat kesehatan ditentukan oleh faktor penguatan kapasitas inovasi dan keterkaitan pengetahuan baru untuk pemunculan inovasi. Kesimpulan: Kebijakan afirmatif ditempuh sebagai opsi keberpihakan terhadap ketahanan industri melalui kesinambungan rantai pasok, penyebaran inovasi, dan keterjangkauan hasil inovasi industri bagi masyarakat.
Analisis Keamanan Data Electronic Medical Record Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Indonesia Fitri Indriyajati; Maria Margarith Stely Damiana Jawa; Hargo Utomo
Sanskara Manajemen Dan Bisnis Vol. 2 No. 01 (2023): Sanskara Manajemen dan Bisnis (SMB)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/smb.v2i01.130

Abstract

Tata Pamong diperlukan untuk mengatur kebijakan regulasi dalam satu sistem data di Kementerian Kesehatan, terutama dengan adanya big data untuk Data Rekam Medis Elektronik yang terintegrasi yang akan digunakan untuk menganalisis data Kesehatan masyarakat Indonesia. Untuk mencapai hal ini, diperlukan keamanan data yang akan menjaga setiap data yang dibutuhkan sehingga konsep data terpadu dapat terwujud. Studi ini bertujuan untuk merekomendasikan spesifik keamanan data untuk data microservice di Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Indonesia. Metode penelitian adalah dengan menganalisis dokumen berupa Cetak Biru Rencana Strategi Transformasi Digital Kesehatan Tahun 2024 dan Laporan Tahunan Tahun 2022 dari Situs Web Kementerian Kesehatan. Data yang digunakan adalah data sekunder. Dengan perkembangan teknologi, Kementerian Kesehatan dapat melindungi keamanan data pasien melalui beberapa Langkah yaitu autentikasi, kontrol akses dan enkripsi.
Understanding fintech excellence: A scholarly review of the diploma fintech model for effective global implementation Haripin, Haripin; Indraprakoso, Dondy; Wibisono, Gunawan; Utomo, Hargo
International Journal of Financial, Accounting, and Management Vol. 7 No. 3 (2025): December
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/ijfam.v7i3.2825

Abstract

Purpose: This study examines the global Fintech phenomenon by reviewing research from several countries. It aims to identify best practices, involved journals, applied methods, and knowledge gaps that require further investigation. Methodology/Approach: A systematic literature review was conducted using journals from multiple international databases that discuss fintech practices worldwide. The analysis follows the DIPLOMA Model by Boratynska to systematically evaluate and synthesize the selected studies. Results/Findings: Based on the DIPLOMA Fintech Model, Indonesia emerges as the leading country in implementing fintech practices, fulfilling all five dimensions of the model. This achievement positions Indonesia as a potential benchmark for other countries aiming to strengthen their fintech ecosystems. Malaysia, China, and Brazil follow by meeting four dimensions, indicating strong development. The United Kingdom, Germany, Argentina, and South Africa fulfill three dimensions, reflecting moderate fintech maturity. Meanwhile, Sub-Saharan countries and Nigeria meet only one dimension, highlighting significant gaps in fintech readiness and infrastructure. Conclusion: Indonesia fulfills all five DIPLOMA dimensions, confirming its position as a global leader in fintech implementation and innovation. This illustrates Indonesia’s potential to serve as a reference for other countries. Limitations: This study is limited by the selection of countries from only four continents, excluding Australia. The use of a relatively small number of articles also indicates the need for broader literature coverage. Contribution: The study shows that fintech success is not solely determined by development level, but by a combination of supportive factors that enable even developing countries to excel.