Mariaty A. Sangkai
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PENATALAKSANAAN DEMAM ANAK MENGGUNAKAN TERAPI KOMPLEMENTER DAUN KEMBANG SEPATU (HIBISCUS ROSA-SINENSIS) DI UPTD PUSKESMAS KAYON PALANGKA RAYA Mariaty A. Sangkai; Dian Mitra Mitra D. Silalahi; Lisna Watie
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.224 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan kesehatan merupakan serangkaian upaya ditujukan untuk mempengaruhi orang atau mereka agar berperilaku sesuai dengan nilai kesehatan. Pengetahuan merupakan sebagai suatu pembentukan yang terus menerus oleh seseorang yang setiap saat mengalami organisasi karena adanya pemahaman-pemahaman baru. Demam merupakan peninggian suhu tubuh dari variasi suhu normal. Banyak orang tua yang belum mengetahui manfaat dari daun kembang sepatu. Daun Kembang Sepatu merupakan salah satu alternatif terapi komplementer, daun yang berlendir mengandung bahan bioaktif yang dapat menurunkan suhu tubuh akibat demam (antipiretik).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang penatalaksanaan demam anak menggunakan terapikomplementer daun kembang sepatu di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperiment dengan rancangan One group pre post test design. Teknik sampling yang digunakan yaitu Nonprobability dengan menggunakan Purposive sampling, dengan sampel 30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian data dianalisa menggunakan uji wilcoxon.Hasil: Hasil analisa pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan orang tua tentang penatalaksanaan demam anak menggunakan terapi komplementer daun kembang sepatu di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya, tingkat pengetahuan pre test dan post test didapatkan signifikansi diperoleh sig. (2-tailed) 0.000 yang berarti lebih kecil dari 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa p value α (0.000 0.05) maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan.Simpulan: Diharapakan adanya peran serta petugas kesehatan dalam memberikan informasi kesehatan tentang terapi komplementer daun kembang sepatu, selain dari penggunaan obat generik yang diberikan pada orang tua yang memiliki anak demam.Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan, Daun Kembang Sepatu
ANALISIS HUBUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSI DI RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA Lensi Natalia Tambunan; Maria Adelheid Ensia; Mariaty A. Sangkai
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.954 KB)

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsia merupakan masalah yang cukup serius dan dapat mengancam jiwa ibu saat kehamilan, persalinan dan janin. Ibu bersalin dengan preeklamsia di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya meningkat pada tahun 2015 sebesar 14,2% dari tahun 2014 yaitu sebesar 12,3% dan terdapat satu orang kematian ibu yang disebabkan preeklamsia. Faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklamsia salah satunya adalah pemeriksaan kehamilanTujuan: Penelitian untukmengetahuihubungan pemeriksaan kehamilandengan Kejadian Preeklamsia di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah.Metode: Desain penelitian  ini  bersifat kuantitatif analitik observasional dengan menggunakan jenis desain studi penampang analitik (case control). Kasus adalah seluruh ibu bersalin dengan preeklamsia sebanyak 81 orang dan kontrol adalah ibu bersalin tidak preeklamsia  sebanyak 162. Sampel diambil secara acak sederhana. Data dianalisis secara dan chi square.Hasil: Analisis menunjukkan bahwa 55,6% ibu bersalin dengan preeklamsia jarang/tidak pernah melakukan pemeriksaan Kehamilan. Pemeriksaan kehamilan berhubungan signifikan dengan preeklamsia dengan P value 0,001.Simpulan:Pemeriksaan Kehamilan berhubungan dengan preeklamsia pada ibu bersalin. Disarankan bagi bidan agar dapat melakukan pengawasan pada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan dan berkolaborasi dengan dokter spesialis. Kata Kunci: Pemeriksaan Kehamilan, Preeklamsia, Ibu Bersalin. ABSTRACTBackground:Preeclampsia is a serious problem and can threaten the life of the mother during pregnancy, childbirth and fetus. Mothers giving birth with preeclampsia at RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya increased in 2015 by 14.2% from 2014, which amounted to 12.3% and there was one maternal death caused by preeclampsia. The factors that influence the occurrence of preeclampsia, one of which is a pregnancy examinationObjective:Research to determine the relationship of antenatal care with Preeclampsia Incidence in Doris Sylvanus Hospital Palangka Raya, Central Kalimantan ProvinceMethod:The design of this study is quantitative observational analytic by using a type of analytic sectional study design (case control). The case was that all mothers giving birth to preeclampsia were 81 people and the control was maternity mothers not preeclampsia as many as 162. Samples were taken in simple random. Data were analyzed and chi squareResult:Analysis showed that 55.6% of mothers with preeclampsia rarely / never had a pregnancy examination. Pregnancy examination is significantly associated with preeclampsia with P value 0.001Conclusion:Pregnancy Examination is associated with preeclampsia in labor mothers. It is recommended for midwives to be able to supervise pregnant women who carry out prenatal checks and collaborate with specialists. Keywords:Pregnancy Examination, Preeclampsia, Maternity