Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Kemandirian Anak Prasekolah di TK Negeri Pembina Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah Prima Dian Furqoni; Rudi Winarno
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Volume 1 Nomor 4 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.513 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v1i4.5431

Abstract

ABSTRACT: EFFECT OF ROLE PLAYING METHOD ON PAUD CHILDREN'S INDEPENDENCE IN BUYER STATE Kindergarten, TRIMURJO DISTRICT, LAMPUNG CENTRAL Introduction: The independence of preschool-aged children is a developmental stage that must be carried out by preschool-aged children in accordance with developmental tasks that are appropriate for their age. However, not all children are able to pass developmental tasks optimally. One way to optimize the independence of preschool children is to use the method that children prefer, namely the role-playing method. Objective: This study was to determine the effect of the role-playing method on the independence of preschool children.Methods: The study was conducted on May 14-26 using observation sheets. The population in this study was TK Negeri Pembina students totaling 120 students. The number of samples was 60 students, 30 people as the control group and 30 people as the intervention group. The research method used is a quasi-experimental approach with a pre-post-test control group approach and uses t-test analysis (paired t-test) to measure the independence of preschool children before and after the role-playing method and independent t-test to see the difference between the interventions. and control group.Results: From statistical tests, it is known that there is an effect of the role-playing method on the independence of preschool children in Pembina State Kindergarten, Trimurjo District, Central Lampung in 2012 with a P-Value of 0.000 with a confidence level of 0.05 so that P-Value < (0.000 < 0.05).Conclusion: These results can apply the role-playing method with the design of activity plans that children like and are interested in. Keywords: Role Playing Method and PAUD Children's Independence  INTISARI: PENGARUH METODE BERMAIN PERAN TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK PRASEKOLAH DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN TRIMURJO LAMPUNG TENGAH Pendahuluan: Kemandirian bagi anak usia prasekolah adalah suatu tahapan perkembangan yang harus mampu untuk dilakukan anak usia prasekolah sesuai dengan tugas perkembangan sesuai usia. Akan tetapi, tidak semua anak mampu melewati tugas perkembangan secara optimal. Salah satu cara mengoptimalkan kemandirian anak prasekolah adalah dengan sebuah metode yang disukai anak yaitu metode bermain peran. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran terhadap kemandirian anak prasekolah.Metode: Penelitian dilaksanakan pada tanggal 14-26 Mei dengan menggunakan lembar observasi.P opulasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi TK Negeri Pembina yang berjumlah 120 siswa. Jumlah sampel 60 siswa, 30 orang sebagai kelompok kontrol dan 30 orang sebagai kelompok intervensi. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan pendekatan pre post test control group dan menggunakan analisa uji t (paired t test) untuk mengukur kemandirian anak prasekolah sebelum dan sesudah dilakukan metode bermain peran  dan uji t-independen untuk melihat perbedaan kelompok intervensi dan kontrol.Hasil: Dari uji statistik didapatkan ada pengaruh metode bermain peran terhadap kemandirian anak prasekolah di TK Negeri Pembina Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah Tahun 2012 dengan P Value 0,000 dengan tingkat kepercayaan 0,05 sehingga P Value < α (0,000 < 0,05).Kesimpulan: Hasil ini dapat menerapkan metode bermain peran dengan rancangan rencana kegiatan yang lebih disukai dan diminati anak. Kata Kunci     : Metode Bermain Peran dan Kemandirian Anak Prasekolah
Hubungan Motivasi Kerja Dengan Produktivitas Kerja Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Sukarame Bandar Lampung Rudi Winarno; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.517 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i6.6732

Abstract

ABSTACK Productivity is the relationship between organizational output or results with the required input. Service productivity and performance are influenced by employee motivation in providing. One of the factors that influence work productivity is motivation. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between work motivation and work productivity of health workers at Ppuskesmas Sukarame Bandar Lampung. The type of research used in this study is quantitative and the design used in this study is descriptive analytic with a cross sectional approach, namely the researcher visits the respondent directly to collect data at that time. The population in this study were all health workers at the Sukarame Public Health Center, Bandar Lampung, totaling 39 respondents and 32 samples were retrieved. The sampling technique used in this study is the total population. Based on the results of statistical tests, it was found that there was a relationship between work motivation and productivity of health workers at Sukarame Public Health Center Bandar Lampung with p-value 0.021 or p-value 0.05. The results of this study are input so that the Sukarame Bandar Lampung Health Center can provide training programs for employees on performance with good motivation, so it is hoped that the character of health workers will be good and a high sense of motivation will arise. Keywords: Motivation, Work Productivity, Public Health Center ABSTRAK Produktivitas  adalah hubungan  antara keluaran  atau hasil  organisasi  dengan  masukan  yang  diperlukan Produktifitas pelayanan dan kinerja dipengaruhi oleh motivasi kerja pegawai dalam memberikan pelayanan. Faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja salah satunya adalah Motivasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk megetahui apakah ada Hubungan Motivasi Kerja Dengan Produktivitas Krja Tenaga Kesehatan di Ppuskesmas Sukarame  Bandar Lampung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Diskriptif analitik dengan metode pendekatan cross sectional yaitu peneliti mendatangi responden secara langsung untuk pengambilan data pada saat itu juga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan Di Puskesmas Sukarame Bandar Lampung yang berjumlah 39 Responden dan Sempel  yang diidapatkan berjumlah 32 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total populasi. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan Ada hubungan motivasi kerja dengan produktivitas kerja tenaga kesehatan Di Puskesmas Sukarame Bandar Lampung dengan p-value 0,021 atau p-value 0,05. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi masukan agar Puskesmas Sukarame Bandar  Lampung dapat memberikan program pelatihan untuk karyawan tentang kinerja dengan motivasi yang baik, sehingga diharapkan karakter seorang petugas kesehatan akan menjadi baik dan timbul rasa motivasi yang tinggi. Kata Kunci : Motivasi, Produktivitas Kerja, Puskesmas
Hubungan Komunikasi Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Sikap Dengan Kinerja Perawat di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Rudi Winarno; Dessy Hermawan; Prima Dian Furqoni
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.186 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i1.5422

Abstract

ABSTRACT: RELATIONSHIP OF ORGANIZATIONAL COMMUNICATION, LEADERSHIP STYLE, MOTIVATION AND ATTITUDE WITH NURSE PERFORMANCE IN RSUD Dr.A.DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG  Introduction: Performance is termed as job performance, in a broader sense, namely the results of work in quality, quantity, and timeliness achieved by an employee in carrying out their duties according to the responsibilities given. Almost all employee performance measurements consider the quantity, quality, and timeliness of work. Factors that affect performance include leadership, motivation, discipline and skills, and situational or work environment. The purpose of this study was to determine the relationship between organizational communication, leadership style, motivation, and attitude with the performance of nurses at RSUD Dr.A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung in 2020.Research Methods: The type of research used in this study is quantitative and the design in this study uses descriptive-analytic by using a cross-sectional approach, namely the researcher visits the respondents directly to collect data at that time. The population in this study were all nurses at RSUD Dr.A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung in 2020, totaling 98 respondents, the sample obtained was 78 people. In this study, the sampling technique used is the total population. Results: Based on the results of the Chi-Square test, there is a relationship between organizational communication (0.006), leadership (0.001), motivation (0.000), and attitude (0.002) with the performance of nurses at RSUD Dr.A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung in 2020. Conclusion: It is hoped that the results of this study will become input so that RSUD Dr.A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung can provide training facilities and motivational seminars to improve the performance of nurses, as well as provide rewards to nurses who excel. Keywords: Organizational Communication, leadership, motivation, attitudes                 and performance of nurses   INTISARI: HUBUNGAN KOMUNIKASI ORGANISASI, GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN SIKAP DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSUD Dr.A.DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG Pendahuluan : Kinerja diistilahkan sebagai prestasi kerja (job performance), dalam arti yang lebih luas yaitu hasil kerja secara kualitas, kuantitas dan ketepatan waktu yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan. Hampir semua pengukuran kinerja pegawai mempertimbangkan kuantitas, kualitas dan ketepatan waktu dalam bekerja. Faktor yang mempengaruhi kinerja diantaranya kepemimpinan, motivasi, disiplin dan keterampilan, dan situasional atau lingkungan kerja. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui hubungan komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan, motivasi dan sikap dengan kinerja perawat di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2020Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan desain dalam penelitian ini menggunakan diskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu peneliti mendatangi responden secara langsung untuk pengambilan data pada saat itu juga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat Di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2020 yang berjumlah 98 responden, sampel yang didapatkan berjumlah 78 orang. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah total populasiHasil : Berdasarkan hasil uji Chi-Square, ada hubungan komunikasi organisasi (0,006), kepemimpinan (0,001), motivasi (0,000) dan sikap (0,002) dengan kinerja perawat di RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2020.Kesimpulan : Diharapkan hasil penelitian ini menjadi masukan agar pihak RSUD Dr.A.Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung dapat menyediakan fasilitas pelatihan serta seminar motivasi untuk meningkatkan kinerja perawat, serta memberikan reward/penghargaan kepada perawat yang berprestasi Kata Kunci   : Komunikasi Organisasi, kepemimpinan, motivasi, sikap dan kinerja perawat
Asuhan Keperawatan Anemia Ibu Hamil dengan Pemberian Tablet Zat Besi (Fe) di Puskesmas Satelit Bandar Lampung Eka Yudha Chrisanto; Rudi Winarno; Putri Salsabila Azzahra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7576

Abstract

ABSTRAK Kadar Hb ialah ukuran pigmen respiratorik dalam butiran-butiran darah merah, jumlah Hb dalam darah normal adalah kira-kira 15 gram setiap 100 ml darah dan jumlah ini biasanya disebut 100 persen. WHO telah menetapkan batas kadar Hb  normal ibu hamil batas nilai Hb 11,0 gr, wanita dewasa batas nilai Hb 12,0 gr (Arisman 2010). Maka dapat dikatakan bahwa Hb ibu hamil yang rendah atau kurang dari 11 gr masuk dalam kategori anemia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kadar hemoglobin dengan pemberian tablet zat besi (Fe) kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Satelit Bandar Lampung. Dalam penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Pada pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik sampling purposive. Populasi dalam penelitian ibu hamil dengan anemia sebanyak 3 responden, dilaksanakan pada bulan November 2021 selama 3 minggu di Puskesmas Satelit Bandar Lampung. Hasil penelitian didaptkan terjadi peningkatan kadar hemoglobin dengan pemberian tablet zat besi (Fe) yang dikonsumsi selama 3 minggu berturut-turut dengan skor kenaikan antara 0,9-2,0 gr/dl. Pentingnya pemberian tablet zat besi (Fe) dan pemeriksaan hemoglobin agar dapat mencegah dan tidak terjadi kejadian anemia pada ibu hamil. Kata Kunci: Anemia, Ibu hamil, Tablet Zat Besi  ABSTRACT Hb levels are a measure of the respiratory pigment in the grains of red blood, the amount of Hb in normal blood is approximately 15 grams every 100 ml of blood and this amount is usually called 100 percent. WHO has set a limit on normal Hb levels for pregnant women to limit Hb values of 11.0 gr, adult women limit Hb values to 12.0 gr (Arisman 2010). Then it can be said that the Hb of pregnant women who are low or less than 11 gr fall into the category of anemia. The purpose of this study was to determine the increase in hemoglobin levels by giving iron tablets (Fe) the incidence of anemia in pregnant women at the Bandar Lampung Satellite Health Center. In this study using analytical methods with a quasi-experimental approach with one group pretest-posttest design. In sampling, researchers used purposive sampling techniques. The population in the study of pregnant women with anemia was 3 respondents, carried out in November 2021 for 3 weeks at the Bandar Lampung Satellite Health Center. The results of the study showed an increase in hemoglobin levels by giving iron tablets (Fe) consumed for 3 consecutive weeks with an increase score between 0.9-2.0 gr / dl. The importance of giving iron tablets (Fe) and hemoglobin examination in order to prevent and not occur anemia in pregnant women. Keywords: Anemia, Pregnant Women, Iron Tablets
Penyuluhan Kesehatan Tentang Hipertensi Dan Terapi Komplementer Timun Rudi Winarno; Muhammad Ricko Gunawan; Chelda Ernita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.448 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i2.204

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Dari hasil prevalensi di Puskesmas Hanura Lempasing Kabupaten Pesawaran di dapat data penyakitnya 21,28 % warga memiliki penyakit hipertensi. Masyarakat di dusun aryo jipang rt 02 desa sukajaya lempasing yang menderita hipertensi memiliki beberapa faktor seperti umur, pola hidup, lingkungan sekitar dan obesitas. Hal tersebut perlu tindaklanjut lagi. Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami tentang hipertensi dan terapi komplementer timun Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang hipertensi dan terapi komplementer timun menggunakan power point dan ke dua setelah diberikan penyuluhan hipertensi dan terapi komplementer timun, responden diberikan Tanya jawab tentang hipertensi dan terapi komplementer timun serta mendemonstrasikan terapi komplementer timun. Hasil: Responden memahami tentang hipertensi dan terapi komplementer timun Simpulan: responden dapat memahami tentang hipertensi dan terapi komplementer timun
Asuhan Keperawatan Komprehensif Edukasi Tentang Pola Makan Untuk Mengurangi Mual Dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester Pertama Rudi Winarno; Aryanti Wardiyah; Respa Agustina Anggara
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 2 (2021): Perawatan Lansia di Posyandu
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i2.217

Abstract

Pendahuluan: Status gizi ibu hamil pada waktu pembuahan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Seorang ibu hamil idealnya mengalami kenaikan berat badan sebanyak 10-12 kg. Pada trimester pertama kenaikan itu hanya kurang dari 1 kg, trimester kedua kurang dari 3 kg, trimester ketigakira-kira 6 kg. Tujuan: Analisa jurnal, penerapan intervensi jurnal, pembahasan asuhan keperawatan, acuan asuhan keperawatan komprehensif edukasi tentang pola makan untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama di Kelurahan Susunan Baru Bandar Lampung Tahun 2022. Metode: Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk  penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi. Hasil: Evaluasi yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa adanya peneurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama setelah diberikan edukasi cara mengkonsumsi makanan dan menjaga pola konsumsi makanan. Kesimpulan: Asuhan keperawatan yang dilakukan selama 2 kali perlakuan, dengan hasil klien nampak lebih rileks dan tenang, masih ada karena ibu jarang mau makan dan mengkonsumsi makanan yang telah dianjurkan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Multi Drug Resistant Tuberculosis (Mdr-Tb) di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Restiana Cahyani; Umi Romayati Keswara; Rudi Winarno
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.12139

Abstract

ABSTRACT Multidrug-resistant tuberculosis (MDR TB) is the resistance of Mycobacterium tuberculosis to several anti-tuberculosis drugs (OAT). Based on the data obtained during the initial data collection in the medical record sectionat the Regional General Hospital dr. H. Abdul Moeloek the number of inpatient visits to patients in 2022 (January-December) was recorded as many as 486 TB patients undergoing OAT sensitivity testing during the period stated. It is known that there is a relationship between these factors and the incidence of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) at RSUD Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province in 2023. Using a quantitative analytic design with a case control approach. The sample of this research is 140 cases and 140 controls. The sampling technique used purposivesampling technique. Data analysis used the chi-square statistical test. Based on the frequency distribution of respondents, in the case group a history of co-morbidities was 101 respondents (72.1%). It was known that thenutritional status in the case group was mostly in the thin category of 108 respondents (77.1%). the majority of caseswere in the category of repeat treatment cases, 96 respondents (68.6%). Shows that history of co-morbidities (p value 0.000. OR 7.209), nutritional status (p value 0.000. OR 4.772), history of previous treatment (p value 0.000. OR5.650). There is a relationship between a history of co-morbidities, nutritional status, and history of previoustreatment with the incidence of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) at Abdul Moeloek Hospital, LampungProvince in 2023. Research advice is given to related parties to participate in prevention and transmission efforts MDRTB in Lampung Province. Keywords: MDR-TB Incidence, History of Co-Morbidities, Nutritional Status, History of Previous Treatment  ABSTRAK Multidrug-resistant tuberculosis (MDR TB) adalah resistensi Mycobacterium tuberculosis terhadap beberapa obat anti-tuberkulosis (OAT). Berdasarkan data yang didapatkan pada saat pengambilan data awal di bagian rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Abdul Moeloek jumlah kunjungan rawat inap pada pasien tahun 2022 (Januari-Desember) tercatat sebanyak 486 pasien tb menjalani pemeriksaan uji sensitivitas OAT pada periode yang telah disebutkan.Diketahui faktor- fator yang berhubungan dengan kejadian multidrug resistant tuberkulosis ( M D R - T B ) di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2023. Menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan casecontrol. Sampel penelitian ini adalah 140 kasus dan 140 kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknikpurposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan distribusi frekuensi responden Pada kelompok kasus riwayat penyakit penyerta sebanyak 101 responden (72,1%),Diketahui status gizi pada kelompok kasus sebagian besar dengan kategori kurus sebanyak 108 responden (77,1%), Diketahui bahwa riwayat pengobatansebelumnya pasien TB pada kelompok kasus sebagian besar dengan kategori kasus pengobatan ulang sebanyak 96 responden (68,6%). Menunjukan bahwa riwayat penyakit penyerta (p value 0,000. OR 7,209), status gizi (p value 0,000. OR 4,772), riwayat pengobatan sebelumnya (p value 0,000. OR 5,650). Ada hubungan antara riwayat penyakitpenyerta, status gizi, dan riwayat pengobatan sebelumnya dengan kejadian dengan kejadian multidrug resistant tuberkulosis ( M D R - T B ) di Rsud Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2023. Saran penelitian diberikan kepadapihak-pihak terkait agar berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan penularan TB MDR di Provinsi Lmpung. Kata Kunci : Kejadian MDR-TB, Riwayat Penyakit Penyerta, Status Gizi, Riwayat Pengobatan Sebelumnya Kata Kunci: Penyakit penyerta- Status Gizi- Riwayat Pengobatan-MDR-TB
Faktor Pejamu (Host) yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Adinda Wulan Adha; Umi Romayati Keswara; Rudi Winarno
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11360

Abstract

ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is a contagious infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis that enters the body through the respiratory tract, gastrointestinal tract and open wounds on the skin, but most often through inhalation of droplets from patients with pulmonary tuberculosis. There were 278 patients suspected of having pulmonary tuberculosis at the Rajabasa Indah (RBI) Health Center in Bandar Lampung City. This study was to identify the factors of host concerning lung tuberculosis incidences at Rajabasa Indah Primary Health Care (Puskes RBI) of Bandar Lampung City in 2023. The study used quantitative method with analytical design and cross sectional approach. The population of the study was registered patients taking tuberculosis examination and investigation at Rajabasa Indah Primary Health Care in 2023. There were 278 suspected patients but the samples were 164 respondents. The sampling technique was purposive. The data analysis was through chi square. Based on the frequency distribution of respondents with pulmonary tuberculosis 3.7%, respondents with productive age 73.8%, and respondents with female gender 47.0%. Based on bivariate analysis, it was found that age variable (p-value 0.381) and gender variable (p-value 0.569). There is no relationship between age and gender with the incidence of pulmonary tuberculosis at the Rajabasa Indah Health Center (RBI) in Bandar Lampung City in 2023. For the puskesmas it is recommended to document complete medical record data, provide counseling about tuberculosis and be able to collaborate with researchers in carrying out research.  Keywords: Lung Tuberculosis, Host Factors  ABSTRAK Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan mycobacterium tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan, saluran pencernaan dan luka terbuka pada kulit, namun paling sering melalui inhalasi droplet dari penderita tuberkulosis paru. Terdapat 278 pasien yang diduga menderita tuberkulosis paru di Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Kota Bandar Lampung. Diketahui hubungan antara faktor pejamu (host) dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Kota Bandar Lampung tahun 2023. Menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasinya adalah pasien poli tuberkulosis yang menjalani pemeriksaan dan pengecekan tuberkulosis di Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Kota Bandar Lampung tahun 2023 berjumlah 278 pasien terduga tuberkulosis dengan sampel 164 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan distribusi frekuensi responden dengan tuberkulosis paru 3,7%, responden dengan usia produktif 73,8%, dan responden dengan jenis kelamin perempuan 47,0%. Berdasarkan analisa bivariat didapatkan variabel usia (p-value 0,381) dan variabel jenis kelamin (p-value 0,569). Tidak ada hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Rajabasa Indah (RBI) Kota Bandar Lampung tahun 2023. Bagi pihak puskesmas disarankan untuk mendokumentasikan data rekam medis secara lengkap, memberikan penyuluhan tentang tuberkulosis dan dapat menjalin kerjasama dengan pihak peneliti dalam melaksanakan penelitian. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Faktor Pejamu (Host).
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Konsumsi Obat pada Lansia Penderita Hipertensi di Puskesmas Way Bungur Lampung Timur Ray Krisna Dhitya; Umi Romayati Keswara; Rudi Winarno; Eka Trismiyana
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.17892

Abstract

ABSTRACT One of the problems faced by the elderly due to decreased cardiovascular function is hypertension. The percentage increase in hypertension in Lampung Province reached 29.94%. Way Bungur Health Center itself has the highest number of patients suffering from hypertension compared to other sub-district health centers in East Lampung, namely 1126 patients. data from pre-survey results provided from the Community Health Center where 22 out of 25 patients stated that they lacked knowledge about the dangers of hypertension, so that quite a few of them ignored instructions on taking antihypertensive drugs routinely and regularly. It is known that there is a relationship between knowledge and compliance with medication consumption in elderly people with hypertension at the Way Bungur Community Health Center, East Lampung.This study uses a quantitative descriptive correlative analytical design with a cross-sectional approach. The population in this study were elderly hypertensive patients at the Way Bungur Health Center, East Lampung, totaling 312 people with a sample size of 175 respondents. Sampling used a random sampling technique. Data analysis used the Chi-Square statistical test. Based on the frequency distribution of high knowledge respondents there were 53 respondents (30.29%), while low knowledge there were 122 respondents (69.71%). while low compliance with drug consumption there were 126 respondents (72%). The p-value was obtained 0.036 and the odd ratio value was 3.436. There is a relationship between knowledge and compliance with drug consumption in elderly people with hypertension (p-value 0.036, OR 3.436) in the Way Bungur Health Center area, East Lampung in 2024. The Health Center is advised to increase counseling regarding hypertension and improve healthy living behavior, take medication regularly so that the risk of recurrence of hypertension can be avoided and the incidence of the disease can be minimized. Keywords: Knowledge , Compliance with Medication Consumption, Elderly People with Hypertension  ABSTRAK Lansia dengan penyakit hipertensi memiliki masalah besar pada kepatuhan minum obat, pengetahuan pasien dan dukungan keluarga juga mempunyai peranan penting agar hipertensi pada lansia dapat di kendalikan. Hipertensi juga menjadi salah satu penyakit tidak menular dan paling banyak diderita masyarakat Indonesia (57,6%). Persentasepeningkatan hipertensi di Provinsi Lampung mencapai 29,94%. Puskesmas Way bungur sendiri mempunyai jumlah pasien penderita hipertensi terbanyak dibandingkan dengan Puskesmas kecamatan lainnya yanga da di Lampung Timur yaitu 1126 pasien. data hasil pre survey yang diberikan dari Puskesmas dimana 22 dari 25 pasien dinyatakan kurang pengetahuan mengenai bahaya penyakit hipertensi, sehingga tidak sedikit dari mereka mengabaikan instruksi konsumsi obat antihipertensi secara rutin dan teratur. Diketahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi obat pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Way Bungur Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan  design analitik kuantitatif deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien lansia hipertensi di Puskesmas Way Bungur Lampung Timur sebanyak 312 orang dengan jumlah sampel 175 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square.Berdasarkan distribusi frekuensi pengetahuan responden tinggi ada 53 responden (30,29%), sedangkan pengetahuan rendah ada 122 responden (69,71%). sedangkan kepatuhan konsumsi obat rendah ada 126 responden (72%). Didapatkan p-value 0,036 dan nilai odd ratio 3,436. Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi obat pada lansia penderita hipertensi (p-value 0,036, OR 3,436) di wilayah Puskesmas Way Bungur Lampung Timur Tahun 2024. Bagi pihak Puskesmas disarankan untuk lebih meningkatkan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan meningkatkan perilaku hidup sehat, minum obat secara teratur agar resiko kekambuhan .penyakit hipertensi dapat dihindari dan dapat meminimalisir angka kejadian penyakit tersebut. Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan Konsumsi Obat, Lansia Hipertensi