Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Be a Life Savier; Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Eli Indawati; Achmad Fauzi; Tatag Mulyanto; Isnaeni Isnaeni; Omega Dr Tahun; Abdul Khamid
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.7979

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan dan keterampilan BHD penting diajarkan tentang teknik dasar penyelamatan korban henti jantung dan henti nafas. Kesiapsiagaan yang tepat berupa pelatihan kepada petugas keamanan kampus dalam pemberian bantuan hidup dasar sebagai upaya penanggulangan yang cepat dan tepat sehingga dapat meminimalisir kematian akibat henti jantung yang terjadi di Kelurahan Jatiasih. Sebagai wahana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penanganan pertama kegawatdaruratan dengan kasus henti jantung dan henti nafas. Penerapan metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam 3 tahap, yaitu, pertama, mahasiswa profesional keperawatan menjelaskan tentang dukungan hidup dasar dan kedua, setelah diberikan konseling, responden diberikan pertanyaan dan jawaban tentang dukungan hidup dasar, ketiga warga dilatih untuk melalukan keterampilan BHD. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman warga dalam memberikan pertolongan pada korban henti nafas dan henti jantung jika ada kejadian henti jantung dan henti nafas yang terjadi di lingkungan Kelurahan jatiasih. Warga mengetahui dan memahami cara memberikan pertolongan pertama pada korban henti nafas dan henti jantung melalui Tindakan BHD. Kata Kunci: Pengetahuan, Bantuan Hidup Dasar, Henti Nafas, Henti Jantung.  ABSTRACT BHD knowledge and skills are important to teach about basic techniques for saving victims of cardiac arrest and respiratory arrest. Appropriate preparedness is in the form of training for campus security officers in providing basic life support as a quick and appropriate response effort so as to minimize deaths due to cardiac arrest that occurred in Jatiasih Village. As a vehicle to increase public knowledge and awareness about the first management of emergencies with cases of cardiac arrest and respiratory arrest. The application of the methods used in community service was carried out in 3 stages, namely, first, professional nursing students explained about basic life support and second, after being given counseling, respondents were given questions and answers about basic life support, the three residents were trained to do basic life support. BHD skills. Increased knowledge and understanding of residents in providing assistance to victims of respiratory arrest and cardiac arrest if there is an incident of cardiac arrest and respiratory arrest that occurs in the Jatiasih Village environment.Residents know and understand how to provide first aid to victims of respiratory arrest and cardiac arrest through BHD Actions. Keywords: Knowledge, Basic Life Support, Stop Breathing, Cardiac Arrest
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN TERKAIT PENCEGAHAN KASUS SCABIES DI JATIBENING Abdul Khamid; Eli Indawati; Isnaeni
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i2.797

Abstract

Scabies merupakan penyakit kulit berjangkit yang ditandai dengan kelainan kulit berupa papula, vesikel, urtikaria, dan krista yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei dengan keluhan gatal terutama pada saat malam hari. Penyakit ini ada di masyarakat yang tinggal di tropis negara, seperti Indonesia, terutama pada anak-anak yang tinggal di daerah penduduk yang padat dan lembab seperti di panti asuhan Hasil survei didapatkan prevalensi skabies 25% padaorang dewasa, sedangkan prevalenssi tertinggi terjadi pada anak sekolah yaitu 30-65%. Pendidikan kesehatan adalah untuk mencegah penyakit ini. Tujuan penyuluhan Setelah dilakukan penyuluhan setelah dilakukan penyuluhan sebagian besar / lebih dari 60% peserta sudah mengetahui dan terampil dalam melakukan pencegahan penyakit scabies pada anak di lingkungan jatibening. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan flip chart dan leaflet. Pengetahuan dan keterampilan pencegahan skabies di lingkungan jatibening meningkat 80%.
Hubungan Kesehatan Spiritual Dengan Pasien Stroke Di Rumah Sakit Mekar Sari Tahun 2023 Eva Puspita; Abdul Khamid
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1819

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan spiritual merupakan kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap manusia yang berperan sebagai kekuatan dalam menyatukan komponen fisik, mental serta sosial yang diperlukan untuk mengatasi dan membantu dalam mempertahankan serta meningkatkan harga diri untuk menciptakan rasa hidup yang bermakna, ketentraman serta kedamaian kehidupan terutama pada pasien stroke yang seringkali mengalami keterbatasan fisik karena adanya efek psikologis terhadap kondisi kecacatan yang dialaminya. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan kesehatan spiritual dengan pasien stroke di Rumah Sakit Mekar Sari Tahun 2023. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan kesuioner spiritualitas dan penilaian skor derajat stroke dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat serta menggunakan uji chi-square. Dengan jumlah sampel sebanyak 28 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil : univariat 78,6% responden berjenis kelamin laki-laki, 78,6% berusia > 60 tahun, 50% memiliki pendidikan SMA/SMK, dan 89,3% responden tidak bekerja. Hasil analisis bivariat pada uji chi-square p-value (0,009) < 0,05. Dengan nilai OR 9. Simpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kesehatan spiritual dengan pasien stroke. Responden yang menderita stroke ringan memiliki peluang 9 kali lebih besar berisiko mengalami kesehatan spiritual rendah.
Hubungan Penderita GERD Dengan Pola Hidup Tidak Sehat Pada Mahasiswa Yang Tinggal Di Asrama STIKes Abdi Nusantara Jakarta Tahun 2023 Risma Arta Novia; Abdul Khamid
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2458

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan suatu gangguan saluran pencernaan di mana isi lambung mengalami refluks secara berulang ke dalam esofagus, yang menyebabkan terjadinya beberapa gejala hingga komplikasi. Beberapa manifestasi klinis dari GERD antara lain, heartburn, regurgitasi, nyeri ulu hati, odinofagia, mual, disfagia, hingga kesulitan tidur pada malam hari.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan penderita Gerd dengan pola hidup tidak sehat pada mahasiswa yang tinggal di asrama stikes abdi nusantara jakarta tahun 2023. Metode: Desaian penelitian menggunakan Quasi experiment dengan pendekatan posttes-pretes. Pada penelitin ini didapatkan hasil sebelum edukasi dan sesudah edukasi dan jumlah sampel 21 responden dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil : Hasil analisisdistribusi frekuensi berdasarkan usia dari 21 responden, didapatkan data mayoritas responden berusia 22 tahun sebanyak 11 (52,4%) , 20 tahun 7 (33,3%), dan 23 tahun 2 (14,3%). Hasil analisis bivariat didapatkan data responden dengan menderita penyakit GERD sebanyak 12 dengan pola makan beresiko 11 (52,4%) dan tidak beresiko 1 (4,8%). Sedangkan yang tidak mederita penyakit GERD sebanyak 9 respoden dengan pola makan beresiko 3 (14,3%) dan tidak beresiko 6 (28,6%). Dari hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value (0,005) > 0,05. Simpulan: responden dapat mengetahui hubungan penyakit gerd dan pola hidup tidak sehat, sehingga dengan adanya penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan agar berkurangnya resiko terkena penyakit gerd.
Pemberian Edukasi Tentang Tingkat Stres Dengan Kejadian Penyakit Hipertensi di Kampung Kobak Rengas Desa Karangjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Surya Jaya Adil Laga; Abdul Khamid
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3201

Abstract

Pendahuluan: Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan umat manusia, menyatakan bahwa stres yang ada saat ini adalah sebuah atribut kehidupan modren. Hal ini dikarenakan stres sudah menjadi bagian hidup yang tidak bisa terelakkan. Baik di lingkungan sekolah, kerja, keluarga, atau dimanapun, stres bisa dialami oleh seseorang. Stres juga bisa menimpa siapapun termasuk anak-anak, remaja, dewasa, atau yang sudah lanjut usia. Yang menjadi masalah adalah apabila jumlah stres itu begitu banyak dialami seseorang. Dampaknya adalah stres itu membahayakan kondisi fisik dan mentalnya. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Pemberian Edukasi Tentang Tingkat Stres Dengan Kejadian Penyakit Hipertensi Di Kampung Kobak Rengas Desa Karangjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi.Metode penelitian: Desain penelitian menggunakan Quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest control grup desain. Pada penelitian ini terdapat satu kelompok, yaitu kelompok intervensi. Dengan jumlah sempel sebanyak 21 responden dengan memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Hasil penelitian: hasil analisis univariat 66,7% responden laki-laki 33,3% responden perempuan, 47,6% responden berusia 50-60 tahun 52,4% responden berusia 61-75 tahun dan 61,9% responden berpendidikan SD 4,8% berpendidikan SMP 14,3% berpendidkan SMA 19%berpendidikan sarjana. Hasil analisis bivariat pada uji T-test p-Vlue 0,000<0,01 hal ini dapat di artikan bahwa pemberian eduksi tentang tingkat stress dapat mengurangi tingkat stress di kampung kobak rengas. Kesimpulan dan saran: perawat dapat mengaplikasikanya edukasi tingkat stress pada pasein hipertensi dalam penyembuhan. Sehingga dapat tercapainya asuhan keperawatan. Dan peneliti berharap penelitian ini sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya.
Hubungan Kadar Hemoglobin dan Feritin Serum dengan Keparahan Gejala Restless Legs Syndrome pada Pasien Hemodialisis Astrid Berlian Utami; Achmad Fauzi; Abdul Khamid; Tri Mochartini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4460

Abstract

Latar Belakang: Restless Legs Syndrome (RLS) merupakan gangguan neurologis yang sering dialami oleh pasien yang menjalani hemodialisis, dengan prevalensi mencapai 20–45%. Gangguan ini ditandai oleh sensasi tidak nyaman pada tungkai yang menyebabkan dorongan kuat untuk menggerakkannya, terutama saat beristirahat. Salah satu faktor yang berperan penting dalam patogenesis RLS adalah gangguan metabolisme zat besi dan anemia. Kadar hemoglobin (Hb) dan feritin serum merupakan indikator status hematologis yang berpotensi berhubungan dengan keparahan gejala RLS.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin dan feritin serum dengan keparahan gejala Restless Legs Syndrome pada pasien hemodialisis rutin.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 60 responden pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi lama menjalani hemodialisis ≥6 bulan. Data kadar hemoglobin dan feritin diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium rutin, sedangkan tingkat keparahan RLS diukur menggunakan International Restless Legs Syndrome Rating Scale (IRLS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil: Sebanyak 36 responden (60%) mengalami RLS dengan tingkat keparahan sedang hingga berat. Nilai rata-rata kadar hemoglobin responden adalah 9,8 ± 1,4 g/dL dan kadar feritin serum 187,6 ± 54,2 ng/mL. Hasil analisis menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan skor keparahan RLS (r = –0,451; p = 0,001) serta antara kadar feritin serum dengan skor RLS (r = –0,482; p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah kadar hemoglobin dan feritin, semakin berat gejala RLS yang dialami pasien.
Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari Pada Rheumatoid Arthritis Terhadap Penurunan Skala Nyeri di Rw 013 Kelurahan Jatikramat Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi Tahun 2025 Abdul Khamid; Yuanita Nur Aini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55818

Abstract

Pendahuluan:World Health Organization (WHO)tahun 2023 memperkirakan rheumatoid arthritis mencapai 0,3 – 1% dari populasi dewasa. Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun kronis yang menimbulkan nyeri sendi. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan skala nyeri pada rheumatoid arthritis di RW 013 Kelurahan Jatikramat Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi Tahun 2025.Tujuan Untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi genggam jari pada rheumatoid arthritis terhadap penurunan skala nyeri. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif dengan desain one group pre test – post test dengan jumlah sampel 64 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga yang tinggal di RW 013 Kelurahan Jatikramat Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi yang mengalami rheumatoid arthritis.Hasil berdasarkan hasil penelitian responden yang mengalami penurunan skala nyeri setelah diberikan teknik relaksasi genggam jari. Hasil uji statistik menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan skala nyeri pada rheumatoid arthritis. Kesimpulan penelitian untuk teknik relaksasi genggam jari berpengaruh terhadap penurunan skala nyeri pada rheumatoid arthritis di RW 013 Kelurahan Jatikramat sehingga meningkatkan kesembuhan pasien dalam mengurangi nyeri.
Pengaruh Tenik Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Tumor Mamae di Rs Kartini Rangkasbitung Abdul Khamid; Novia Wulandari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55951

Abstract

Nyeri pasca operasi merupakan masalah utama yang sering dialami oleh pasien post operasi tumor mamae akibat adanya trauma jaringan selama tindakan pembedahan. Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat menghambat proses pemulihan, meningkatkan stres dan kecemasan, serta menurunkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Selain terapi farmakologis, diperlukan pendekatan nonfarmakologis yang aman dan efektif untuk membantu menurunkan intensitas nyeri. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah teknik relaksasi Benson, yaitu teknik relaksasi yang mengombinasikan latihan pernapasan dengan unsur keyakinan spiritual untuk menghasilkan respon relaksasi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi Benson terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi tumor mamae di RS Kartini Rangkasbitung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 28 pasien post operasi tumor mamae yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah diberikan intervensi teknik relaksasi Benson. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum intervensi sebesar 5,96 dan menurun menjadi 3,07 setelah diberikan intervensi relaksasi Benson. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti. terdapat pengaruh signifikan teknik relaksasi Benson terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi tumor mamae. Teknik relaksasi Benson dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam manajemen nyeri pascaoperasi.
Hubungan Antara Pengetahuan Perawat Tentang Keamanan Pasien dengan Tingkat Kejadian Insiden Keselamatan di Rsia Permata Bunda Ketapang Tahun 2025 Abdul Khamid; Ria Ivana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56179

Abstract

Latar belakang : Keselamatan pasien atau patient safety merupakan sistem pelayanan rumah sakit yang memberikan asuhan pasien secara lebih aman dan merupakan prinsip dasar perawatan kesehatan di lembaga kesehatan yang terus membutuhkan peningkatan kualitas. Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat tentang keamanan pasien dengan tingkat kejadian insiden keselamatan pasien di RSIA Permata Bunda Ketapang. Metode penelitian : Analitik Korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Perawat Pelaksana di RSIA Permata Bunda Ketapang pada bulan 1-31 Desember 2025, sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tehnik probability sampling dengan pendekatan simple stratified random sampling. Hasil penelitian : Mayoritas responden berusia 25-30 tahun,berpendidikan diploma tiga,dan lama bekerja 3-4 tahun atau 5 tahun.Tingkat kejadian insiden keselamatan pasien yang kurang baik mencapai 84%,yang diduga dipengaruhi oleh motivasi diri dan pelatihan yang kurang memadai meskipun 90% responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang keamanan pasien, dengan nilai p value 0,005. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dengan tingkat kejadian insiden keselamatan pasien.
Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Pasien Depresi Pasca Perawatan Stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Abdul Khamid; Maulana Aditiya Saputra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56223

Abstract

Latar Belakang : Dukungan keluarga adalah suatu system support yang diberikan keluarga kepada anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan dimana di dalamnya terdapat dukungan emosional, informasional, unstrumental dan penghargaan, dengan harapan keluarga yang sakit dapat pulih ataupun meminimalisir dampak lain dari gangguan kesehatan yang dialami. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Pasien Depresi Pasca Stroke Di Rumah Sakit Umum Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analitik, artinya suatu penelitian yang bertujuan untuk melihat adanya hubungan atau pengaruh dengan menggunakan metode “cross-sectional” Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien yang berkunjung di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi pada bulan Januari 2025 sebanyak 40 orang.Hasil Penelitian: menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan depresi pasca stroke dengan nilai p = 0,000 < 0,05 serta kekuatan hubungan sangat kuat (r = 0,891). Data menunjukkan seluruh responden dengan dukungan keluarga kurang baik mengalami depresi berat, sedangkan responden dengan dukungan keluarga sangat baik tidak mengalami depresi. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap depresi pasca stroke, jadi Semakin baik dukungan keluarga, maka semakin rendah tingkat depresi pasien pasca stroke.