Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh pemberian ASI eksklusif dengan penurunan berat badan pada ibu postpartum yang menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan Wayan Dane Wijaya; Aryanti Wardiyah; Lidya Ariyanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3528

Abstract

Effects of breastfeeding on postpartum weight loss among muslim women (Fasting the month of Ramadan) Background: Breast milk is a substantial source of nutrition for the baby. Some Muslim women during Ramadan perform breastfeeding and fasting, although according to Islamic rules for them are optional to exchange for other alternatives form according to religious rules. Base on theory Breastfeeding influences maternal weight loss and pre-survey in Bandar Lampung, interviews with 10 Muslim women, of 7 respondents perform breastfeeding and Ramadan fasting. They said had a decrease of their weight even though is insignificant.Purpose: To know the effects of breastfeeding on postpartum weight loss among Muslim women (Fasting the month of Ramadan)Method: A quantitative, analytical survey research design with cross-sectional approach. The population is all post partum at the Sukarame Health Centre, Bandar Lampung. The sample of 142 taken by total sampling. The questionnaire including demographic data and weight scale to measure their weight in the end of Ramadan.Results : Finding by 142 respondents, 45.8% respondents perform breastfeeding and 67.5% respondents Ramadan fasting had a decrease in weight of 39.7% respondents, with decrease 1-10% weight. The results of statistical tests using the chi-square test obtained p-value = 0.029 and 0.024, which means that there is a relationship between breastfeeding, Ramadan fasting and post partum maternal weight loss. It is to be attention in breastfeeding following by sufficient nutrition intake even though Ramadan fasting during breaking the fast (iftar).Keywords: Breastfeeding; Body weight; Post patum; Muslim women; Fasting the month of RamadanPendahuluan: ASI merupakan sumber nutrisi penting bagi bayi. Beberapa wanita muslim selama bulan Ramadhan menyusui bayinya dan juga berpuasa, meskipun menurut aturan Islam bagi mereka adalah opsional dapat ditukar dengan bentuk alternatif lain sesuai aturan agama. Berdasarkan teori ada pengaruh  menyusui dengan penurunan berat badan, dan pra survei di Bandar Lampung dengan wawancara pada 10 wanita muslim, dari 7 responden yang menyusui dan juga berpuasa di bulan Ramadhan. Mereka mengatakan mengalami penurunan berat badan meski tidak signifikan.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI terhadap penurunan berat badan pasca melahirkan pada wanita Muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan.Metode: Penelitian survey analitik kuantitatif dengan desain pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah seluruh ibu post partum di Puskesmas Sukarame Bandar Lampung. Sampel sebanyak 142 diambil secara total sampling. Kuesioner tersebut meliputi data demografi dan timbangan untuk mengukur berat badan mereka di akhir bulan Ramadhan.Hasil : Didapatkan dari 142 responden, 45.8% responden yang menyusui bayinya dan 67.5% responden juga menjalankan ibadah puasa Ramadhan mengalami penurunan berat badan sebanyak 39.7% responden, dengan penurunan berat badan 1-10% dari berat berat awal kelahiran. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square didapatkan p-value = 0.029 dan 0.024 yang berarti ada hubungan antara pemberian ASI, berpuasa di bulan Ramadhan dengan penurunan berat badan. Disarankan dan diperhatikan dalam menyusui bayinya harus diikuti dengan asupan gizi yang cukup saat buka puasa di bulan Ramadhan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN TERKAIT INSOMNIA DAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) GUNA MENURUNKAN TANDA DAN GEJALA INSOMNIA PADA LANJUT USIA DI LAYANAN SOSIAL LANJUT USIA TRESNA WERDHA NATAR PROPINSI LAMPUNG Umi Romayati Keswara; Aryanti Wardiyah; Wahid Tri Wahyudi; Eka Trismiyana
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2376

Abstract

Peningkatan jumlah lansia mempengaruhi aspek kehidupan lansia melalui perubahan-perubahan fisik, biologis, psikologis dan sosial atau munculnya penyakit degeneratif akibat proses penuaan tersebut. Berbagai masalah yang muncul akibat meningkatnya populasi lansia memerlukan tindakan penanganan yang bersifat komprehensif dari berbagai pihak. Salah satu masalah yang sering muncul pada lansia adalah gangguan pemenuhan kebutuhan tidur. Lansia lebih sering mengalami gangguan tidur dikarenakan semakin tambah umur seseorang maka akan mengalami penurunan fungsi organ yang berpengaruh pada kondisi mental dan psikososial, seperti kurang percaya diri, cemas, stress dan depresi.Salah satu bentuk dari terapi perilaku terhadap penurunan insomnia adalah dengan tehnik relaksasi. Relaksasi otot progresif sampai saat ini menjadi metode relaksasi termurah, tidak memerlukan imajinasi, tidak ada efek samping, mudah untuk dilakukan serta dapat membuat tubuh dan pikiran tenang, rileks dan mudah untuk tidur.Tujuan kegiatan setelah diberikan penyuluhan diharapkan lansia mengenal dan memahami insomnia dan Progressive Muscle Relaxation (PMR) serta mampu mengatasi permasalah insomnia yang dialami dengan kegiatan Progressive Muscle Relaxation (PMR). Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Selasa Tanggal 15 Oktober 2019. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah disertai dengan simulasi dan demonstrasi gerakan PMR dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi serta pembagian leaflet kepada peserta. Berdasarkan hasil evaluasi pengetahuan lansia tentang insomnia meningkat dan lansia mampu melakukan gerakan PMR dengan Baik. Dengan demikian pemberian penyuluhan dapat memberikan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan khususnya yang berkaitan insomnia dan PMR.
Pemberian Terapi Klenengan Gending Jawa Pada Penderita Stroke Di Desa Bandar Agung Bandar Sribawono Lampung Timur Sri Haryani; Umi Romayati Keswara; Dessy Hermawan; Aryanti Wardiyah; Eka Trismiyana; Wahid Tri Wahyudi
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.2797

Abstract

Abstrak  Dampak psikologis penderita stroke adalah perubahan mental. Setelah stroke memang dapat terjadi gangguan pada daya pikir, kesadaran, konsentrasi, kemampuan belajar, dan fungsi intelektual lainnya. Semua hal tersebut dengan sendirinya memengaruhi kondisi psikologis penderita. Tujuan  Asuhan  Keperawatan Komprehensif Pada Klien Stroke  Dengan Terapi Komplementer Klenengan Gending Jawa Di Desa Bandar Agung Bandar Sribawono Lampung Timur Tahun 2020. Metode yang di lakukan dengan Pemberikan terapi musik mendengarkan musik kleningan gending jawa klasik memiliki tempo lambat antara 60-100 bpm (beats per menite), frekuensi 8-13 per menit, harmoni yang lambat, warna nada yang konsisten dan pitch yang rendah dengan tape recorder atau CD Player selama 10 – 15 menit sebanyak 2 kali pada waktu longgar atau istirahat. Kegiatan ini dilakukan selama 6 (enam) hari berturut – turut. Hasil asuhan keperawatan tenaga kesehatan memberikan efek yang dapat mengurangi kecemasan pada lansia dengan hipertensi  dengan kedatangan tenaga kesehatan sangat membantu dalam penurunan kecemasan karena pasien merasa diperhatikan atau merasa lebih nyaman dan senang. Evaluasi pada Keluarga  dengan masalah stroke teratasi dengan terapi Klenengan Gending Jawa dengan hasil efektif pada kedua pasien hanya saja kadar penurunan kecemasan dan waktu penurunan berbeda diantara kedua pasien dikarenakan intensitas nyeri antara kedua pasien, dan kadar tekanan darah kedua pasien yang berbeda, motivasi yang berbeda. Kata kunci : Stroke, Hipertensi, Terapi Musik Abstract The psychological impact of stroke sufferers is mental changes. After a stroke can indeed occur disturbances in the power of thought, awareness, concentration, learning ability, and other intellectual functions. All of these things naturally affect the psychological condition of the patient. The Purpose of Comprehensive Nursing Care for Stroke Clients with Complementary Therapy of Javanese Gending in Bandar Agung Village, Bandar Sribawono, East Lampung in 2020. The method used by providing music therapy listening to classical Javanese gending music has a slow tempo between 60-100 bpm (beats per menite ), frequency 8-13 per minute, slow harmony, consistent tone and low pitch with a tape recorder or CD player for 10-15 minutes 2 times during loose or rest periods. This activity is carried out for 6 (six) consecutive days. The results of health care nursing provide effects that can reduce anxiety in the elderly with hypertension with the arrival of health workers is very helpful in reducing anxiety because patients feel cared for or feel more comfortable and happy. Evaluation of families with stroke problems is resolved with Javanese Klenengan Gending therapy with effective results in both patients only the level of anxiety reduction and the time of decrease differ between the two patients due to the intensity of pain between the two patients, and the blood pressure levels of the two patients are different, different motivations.  Keywords: Stroke, Hypertension, Music Therapy
Pendidikan Kesehatan Bayi Baru Lahir (BBL) Di Posyandu Kasturi Desa Way Sari Natar Lampung Selatan Annisa Ramadhanti; Dahlia Aprillia; Dika Amelia Putri; Aryanti Wardiyah; Andoko Andoko; M. Ricko Gunawan; Triyoso Triyoso
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3337

Abstract

Sebagian besar kematian anak di Indonesia saat ini terjadi pada masa baru lahir (neonatal), bukan bulan pertama setelah kelahiran. Angka kematian neonates tahun 2012 di seluruh dunia adalah 21 kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian neonatal tahun 2012 di Indonesia adalah 19 kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian neonatal tahun 2012 di Indonesia adalah 19 kematian neonatal per 1000 kelahiran hidup. Kematian pada neonatal biasanya diawali dari penyakit yang diderita anak tersebut yang sebenarnya masih bisa ditanggulangi. Adapun tujuan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan perawat pada bayi baru lahir normal secara tepat, komprehensif dan mengetahui tanda – tanda bahaya bayi baru lahir. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan, dibuka dengan pretest, dilanjutkan dengan penyampaian materi juga diskusi yang terarah berupa edukasi dan penyuluhan. Adapun hasilnya menunjukan begitu besarnya antusias peserta untuk memahami tentang cara mengatasi tanda bahaya pada bayi baru lahir. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Bayi, Anak  ABSTRACT Most child deaths in Indonesia currently occur during the newborn period (neonatal), not the first month after birth. The neonatal mortality rate in 2012 worldwide was 21 neonatal deaths per 1000 live births, while the 2012 neonatal mortality rate in Indonesia was 19 neonatal deaths per 1000 live births, while the 2012 neonatal mortality rate in Indonesia was 19 neonatal deaths per 1000 live births. . Neonatal mortality usually begins with the child's illness, which is still manageable. The purpose of this community service is to provide proper, comprehensive care for normal newborns and to know the danger signs of a newborn. This activity is carried out by the extension method, opened with a pretest, followed by the delivery of material as well as focused discussion in the form of education and counseling. The results showed that the participants were very enthusiastic about how to deal with danger signs in newborns.  Keywords: health education, newborn, child
PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU HAMIL BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA KEJADIAN PREEKLAMSIA Ratih Purnama; Aryanti Wardiyah; Rahma Ellya
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i2.4171

Abstract

THE RELATIONSHIP BETWEEN PREGNANT WOMEN WEIGHT GETTING AND PREEKLAMSIA  Background: High gestational weight at 16-19 weeks is associated with a significant increase in the risk of preeclampsia. Maternal Mortality Rate in Lampung Province occurred 179 cases, in Bandar Lampung City, by comparing 3 Puskesmas with the highest incidence of preeclampsia, namely Korpri Health Center with 9 (11.39%) incidence of 79 pregnant women, Sukaraja Community Health Center 7 (10.60 %) incidence of 66 pregnant women, and Pasar Simpur 7 Health Center (11.11%) incidence of 63 pregnant women.Purpose: To determine the relationship between the weight of pregnant women and the incidence of preeclampsia in the work area of the Korpri Health Center in Bandar Lampung City in 2019.Methods: This type of research uses quantitative, with anresearch design analytic survey, and aapproach cross sectional, the population and sample are pregnant women at the Korpri Health Center in 2019, simple random sampling technique. Univariate and bivariate data analysis used the Chi- square testResults: The weight gain of 88 pregnant women, with the normal weight category of 61 respondents (45.8%). The incidence of preeclampsia from 88 pregnant women, with the category of not experiencing preeclampsia, was 60 respondents (68.2%). The results of statistical tests using thetest chi square obtained p-value = 0.000 (<0.05).Conclusion: There is a relationship between the weight gain of pregnant women and the incidence of preeclampsia in the Work Area of the Bandar Lampung City Korpri Health Center in 2019. All prospective mothers are advised to plan to get pregnant at a productive age, because in that age range the work of the reproductive organs has been maximized and if the mother plans Subsequent pregnancies, then to pay attention to body weight during pregnancy with a normal increase range of 11.35-15.89 Kg.Suggestion Health workers can provide education to pregnant women to detect preeclampsia early and provide maximum service to preeclampsia sufferers to prevent complications. Keywords : Weight Gain, Preeclampsia, Pregnant Women. ABSTRAK Pendahuluan: Berat badan kehamilan tinggi pada 16-19 minggu dikaitkan dengan peningkatan yang berarti dalam  risiko preeklamsia. Angka Kematian Ibu di Provinsi Lampung terjadi 179 kasus, Di Kota Bandar Lampung, dengan membandingkan 3 Puskesmas yang memiliki angka kejadian preeklamsia tertinggi, yaitu Puskesmas Korpri sebanyak 9 (11,39%) kejadian dari 79 ibu hamil, Puskesmas Sukaraja 7 (10,60%) kejadian dari 66 ibu hamil, dan Puskesmas Pasar Simpur 7 (11,11%) kejadian dari 63  ibu hamil.Tujuan: Diketahui hubungan pertamahan berat badan ibu hamil dengan angka kejadian preeklamsia di wilayah kerja Puskesmas Korpri Kota Bandar Lampung Tahun 2019.Metode: Jenis penelitian menggunakan kuantitatif, dengan rancangan penelitian survey analitik, dan pendekatan cross sectional, populasi dan sampel adalah ibu hamil di Puskesmas Korpri tahun 2019, teknik sampling simpel random sampling. Analisis data univariat dan bivariat mengguankan uji uji chisquareHasil : Pertambahan berat badan dari 88 ibu hamil, dengan kategori berat badan normal 61 responden (45,8%). Kejadian preeklamsia dari 88 ibu hamil, dengan kategori tidak mengalami preeklamsia 60 responden (68,2%). Hasil uji statistik menggunakan uji chi square didapat nilai p-value = 0.000 (< 0.05).Simpulan : Ada hubungan pertambahan berat badan ibu hamil dengan angka kejadian preeklamsia di Wilayah Kerja Puskesmas Korpri Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Kepada seluruh calon ibu disarankan untuk merencanakan hamil di usia produktif, karena dalam rentang usia tersebut kerja organ reproduksi telah maksimal dan bila ibu merencanakan kehamilan berikutnya, selanjutnya untk memperhatikan berat badan selama kehamilan dengan batasan kenaikan normal 11,35-15,89 Kg.Saran: Kepada tenaga kesehatan dapat memberikan memberikan edukasi kepada ibu hamil guna mendeteksi dini adanya preeklampsia dan memberikan pelayanan maksimal kepada penderita preeklampsia guna mencegah terjadinya komplikasi Kata Kunci : Pertambahan Berat Badan, Preeklamsia, Ibu Hamil.
Asuhan Keperawatan Komprehensif Metode Baby Massage pada Bayi dengan Masalah Kebutuhan Istirahat Tidur di Desa Hadimulyo 22 Kota Metro Setiawati Setiawati; Aryanti Wardiyah; Eva Listiyo Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7360

Abstract

ABSTRAK Di Negara Indonesia banyak bayi yang sulit tidur. Diperkirakan sekitar 20% anak dengan umur 3 tahun di Negara Swiss memiliki masalah kesulitan tidur persisten, sedangkan di Amerika Serikat anak berumur 1-3 tahun diperkirakan 84% mengalami masalah tidur. Sebagian besar anak tersebut mengalami kesulitan tidur serta pada malam hari sering terbangun pada tidurnya. Berdasarkan hasil prasurvey yang dilakukan di Desa Hadimulyo 22 Kota Metro didapat 3 bayi usia 0-40 hari dengan masalah gangguan tidur, selanjutnya di Wilayah Desa Hadimulyo belum memiliki tempat praktik klinik untuk pijat bayi, dan selama ini ibu yang memiliki bayi dengan usia 0-40 hari tidak memahami teknik pijat bayi dan manfaat pijat bayi. Melaksanakan asuhan keperawatan pada bayi dengan masalah kebutuhan istirahat tidur melalui metode baby massage di Desa Hadimulyo 22 Kota Metro. Metode pengabdian masyarakat ini ialah penyuluhan untuk mengetahui kualitas tidur bayi dengan menggunakan baby massage, yang dilakukan di Desa Hadimulyo 22 Kota Metro pada tanggal 27 mei 2022 sampai 29 mei 2022. Responden yang digunakan sebanyak 3 responden, data yang didapat dari hasil pengamatan, tanya jawab, serta pemeriksaan fisik. Terdapat perubahan kualitas tidur pada ketiga bayi dari hari pertama inntervensi sampai hari ketiga. Dimana kualitas tidur bertambah dari 2,5-3 jam. Terdapat penambahan kualitas tidur pada ketiga bayi, pada responden pertama  sebelum diberikan baby massage total lama waktu tidur pada hari pertama 10 jam, pada hari ketiga ketika sudah diberikan baby massage 13 jam. Pada responden kedua pada hari pertama sebelum diberikan lama waktu tidur 11 jam, sedangkan pada hari ketiga setelah diberikan 13,5 jam. Pada responden ketiga pada hari pertama sebelum diberikan baby massage lama waktu tidur 10 jam, pada hari ketiga stetalah diberikan baby massage 12,5 jam. Berdasarkan hasil tersebut yang berarti baby massage dapat membantu meningkatkan kualitas tidur pada bayi. Diharapkan orang tua bayi dapat menerapkan baby massage ini secara rutin sehingga waktu tidur bayi dapat tercukupi. Kata Kunci : Baby Massage, Bayi, Masalah Kebutuhan Istirahat Tidur     ABSTRACT In Indonesia, many babies have difficulty sleeping. It is estimated that about 20% of children aged 3 years in Switzerland have persistent sleep problems, while in the United States, it is estimated that 84% of children aged 1-3 years have trouble sleeping. Most of these children have difficulty sleeping and at night often wake up in their sleep. Based on the results of a pre-survey conducted in Hadimulyo Village 22 Metro City, there were 3 babies aged 0-40 days with sleep problems, then in the Hadimulyo Village Area there was no clinical practice place for baby massage, and so far mothers who have babies aged 0-40 I don't understand baby massage techniques and the benefits of baby massage. To carry out nursing care for infants with sleep rest needs through the baby massage in Hadimulyo Village 22 Metro City. This community service method is counseling to determine the quality of baby sleep using baby massage, which was carried out in Hadimulyo Village 22 Metro City on 27 May 2022 to 29 May 2022. The respondents used were 3 respondents, the data obtained from observations, questions and answers, as well as a physical examination. There was a change in sleep quality in the three infants from the first day of intervention to the third day. Where the quality of sleep increases from 2.5-3 hours. There was an increase in the quality of sleep in the three infants, in the first respondent before being given baby massage the total length of sleep on the first day was 10 hours, on the third day when the baby massage was given 13 hours. In the second respondent on the first day before being given 11 hours of sleep, while on the third day after being given 13.5 hours. In the third respondent on the first day before being given a baby massage, the sleep time was 10 hours, on the third day after being given a baby massage 12.5 hours. Based on these results, it means that baby massage can help improve the quality of sleep in babies. It is hoped that the baby's parents can apply this baby massage regularly so that the baby's sleep time can be fulfilled.  Keywords: Baby Massage, Babies, Sleep Rest Needs Problems
Implementasi Fisioterapi Dada Untuk Pasien Dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Di Desa Mulyojati Kota Metro Aryanti Wardiyah Wardiyah; Riska Wandini Wandini; Reka Putri Rahmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.7084

Abstract

ABSTRAK Kejadian pneumonia di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 2,0% (Herlina, 2020). Pneumonia termasuk dalam sepuluh besar penyakit di Puskesmas Mulyojati Kota Metro yang menyumbang hasil 53,95% laki-laki dan 46,05% perempuan. Upaya yang dapat dilakukan agar menjaga kelancaran pernapasan pada penderita pneumonia khususnya dengan pasien yang memiliki gangguan ketidakefektifan bersihan jalan nafas yaitu fisioterapi dada (ISLAMIYATI, 2020; NUR KHOERUNNISA, 2020). Untuk menjaga kelancaran sistem pernapasan, dapat dilakukan hal-hal seperti Suction, meninggikan posisi kepala dan memberikan posisi fowler atau semifowler bergantung letak sekret (Riski, 2018; Sari, 2020) Tujuan: Melakukan pembahasan hasil dan penerapan Fisioterapi Dada Pada Pasien Bersihan Jalan Napas Di Puskesmas Mulyojati Kota Metro. Metode: Penelitian ini dilakukan 10-15 x/ menit dalam 2 hari di pagi dan sore hari dengan menggunakan studi kasus analisis jurnal keperawatan penerapan fisioterapi dada menggunakan teknik clapping dan vibrasi. Subjek fisioterapi dada ini yaitu 3 pasien ditatalaksana diagnose keperawatan gangguan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Hasil: Nilai perbaikan respirasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi fisoterapi dada dengan bersihan jalan napas didapatkan nilai rata-rata selisih 4x/menit menunjukkan bahwa fisioterapi dada memiliki efek mengeluarkan sputum. Fisioterapi dada dengan teknik clapping dan vibration efektif membantu pasien untuk mengeluarkan sputum dan membersihkan saluran napas sehingga memaksimalkan ventilasi sehingga penderita bisa nafas secara baik dan mudah serta saturasi oksigen penderita bisa megalami kenaikan. Kata kunci: Pneumonia, Fisioterapi Dada, Bersihan Jalan Napas.                                                                   ABSTRACT The incidence of pneumonia in Indonesia in 2018 was 2.0% (Herlina, 2020). Pneumonia is included in the top ten diseases at the Mulyojati Public Health Center, Metro City, which accounts for 53.95% male and 46.05% female results. Efforts that can be made to maintain smooth breathing in patients with pneumonia, especially with patients who have ineffective airway clearance disorders, are chest physiotherapy (ISLAMIYATI, 2020; NUR KHOERUNNISA, 2020). To maintain the smoothness of the respiratory system, things can be done such as suction, elevating the head position and providing a Fowler or semi-Fowler position depending on the location of the secretions (Riski, 2018; Sari, 2020). Mulyojati Public Health Center, Metro City. Methods: This study was conducted 10-15 x/minute in 2 days in the morning and evening using a case study analysis of nursing journals on the application of chest physiotherapy using clapping and vibration techniques. The subjects of this chest physiotherapy were 3 patients who were treated with nursing diagnoses of ineffective airway clearance disorders. Results: The value of respiratory improvement before and after chest physiotherapy intervention with airway clearance obtained an average value difference of 4x/minute indicating that chest physiotherapy had the effect of removing sputum. Conclusion: chest physiotherapy with techniques is and vibration effective in helping patients to expel sputum and clearing the airways so as to maximize ventilation so that patients can breathe well and smoothly and the patient's oxygen saturation can increase. Keywords: Pneumonia, Chest Physiotherapy, Airway Clearance.
Hubungan Kualitas Pelayanan Keperawatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Kota Bandar Lampung Nur Hidaya Tulaisyah; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Aryanti Wardiyah
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i10.7719

Abstract

ABSTRACT The quality of hospital health services in Indonesia has been recognized internationally. This has been proven by the issuance of an accreditation certificate from The International Society for Quality in Health Care (ISQua) for the National Hospital Accreditation Standard. The National Hospital Accreditation Standard latest accreditation standard made by the Hospital Accreditation Commission independently. Pertamina Bintang Amin Hospital by taking a letter from the recapitulation of client satisfaction on the quality of nursing care for nurses, the results of patient and family perceptions are obtained with the criteria of nurses in the category of satisfied 86% and dissatisfied 14%. Meanwhile, for patient satisfaction with services at the hospital, 92% said they were satisfied, and 8% said they were not satisfied. This study aims to determine the relationship between the quality of nursing services and the level of patient satisfaction at Pertamina Bintang Amin Husada Hospital, Bandar Lampung City in 2022. The type of research used was quantitative, the research design used an analytical survey, with a cross-sectional approach. The population in this study were 783 patients who were hospitalized at Bintang Amin Hospital, while the sample was taken with the slovin formula so that the total number of respondents was 178 respondents. The sampling technique used purposive sampling. Analysis of univariate and bivariate data using chi-square test. This research was conducted from May to June 2022. Most of the quality of nursing services in the poor category with a percentage of 58.4%. Most of the patient satisfaction in the bad category as much as 57.3%. There is a relationship between the quality of nursing services and the level of patient satisfaction at Pertamina Bintang Amin Husada Hospital Bandar Lampung City in 2022 with a p-value of 0.000. This research can be used as input to improve the quality of nursing services in providing more services for patients, by means of nurses showing readiness when performing nursing services. Keywords: Quality of Nursing Services, Level of Satisfaction, Patients ABSTRAK Mutu pelayanan kesehatan rumah sakit di Indonesia telah diakui secara internasional. Hal tersebut telah dibuktikan dengan diberikannya sertifikat akreditasi The International Society for Quality in Health Care (ISQua) untuk Standar Nasional Akreditasi RS (SNARS). SNARS merupakan standar akreditasi terbaru yang dibuat oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) secara mandiri. Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin dengan melakukan pengambilan surat hasil rekapitulasi kepuasan klien terhadap kualitas asuhan keperawatan perawat didapat hasil persepsi pasien dan keluarga dengan kriteria perawat dengan kategori puas 86% dan tidak puas 14%. Sedangkan untuk kepuasan pasien terhadap layanan di RS 92% menyatakan puas, dan 8% menyatakan tidak puas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Kota Bandar Lampung Tahun 2022. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif, rancangan penelitian menggunakan survey analitik, dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 783 pasien yang melakukan rawat inap di Rumah Sakit Bintang Amin, sedangkan sampel diambil dengan rumus slovin sehingga didapat jumlah sebanyak 178 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling.  Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji chisquare. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei s/d Juni tahun 2022. Sebagian besar kualitas pelayanan keperawatan dengan kategori buruk dengan persentase 58.4 %. Sebagian besar kepuasan pasien dengan kategori buruk sebanyak 57.3 %. Ada Hubungan kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Kota Bandar Lampung Tahun 2022 dengan hasil p-value 0.000. Penelitian ini dapat sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dalam memberikan pelayanan yang lebih bagi bagi pasien, dengan cara perawat menunjukan kesiapan ketika melakukan pelayanan keperawatan. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Keperawatan, Tingkat Kepuasan, Pasien
Teknik Relaksasi Nafas dalam dan Kompres Hangat untuk Penurunan Intensitas Nyeri pada Penderita Gastritis di Desa Bumi Sari Kecamatan Natar Lampung Selatan Lisa Yuliana Sari; Andoko Andoko; Aryanti Wardiyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8115

Abstract

ABSTRACT Indonesia in 2019 is gastritis with the fifth position in inpatients, namely dyspepsia, a disease of heartburn consisting of gastritis and other diseases with the number of cases in men 9,954 while in women 15,122. Conducting journal analysis, application of journal interventions, discussion of results comprehensive nursing care with deep breath relaxation techniques and warm compresses against reducing pain intensity in gastritis sufferers in Bumisari Village, South Natar Lampung District in 2022. Student oral case analysis (SOCA) design uses case study design in the form of application by approaching according to descriptive methods, this method is to collect data first, analyze data and then draw data conclusions. The units that are the case are further analyzed and given a therapeutic action. In this nursing care there was 1 patient, namely Mr. K who did not experience a decrease in gastritis pain caused because Mr. K still did not pay attention to the diet pattern consumed daily and was reluctant to do warm compresses because he thought this pain could disappear with his taste. The nursing care performed on Ms. N, Ms.W and Mr. K is to provide therapy using deep breath relaxation techniques and warm compresses to reduce the intensity of the pain felt so that the patient is able to reduce and control the pain felt by the patient. Keywords: Pain, Gastritis, Warm Compresses, Deep Breath Relaxation Techniques, Comprehensive Nursing Care   ABSTRAK Indonesia tahun 2019 adalah gastritis dengan posisi ke lima pada pasien rawat inap yaitu dyspepsia, penyakit sakit ulu hati yang terdiri dari penyakit gastritis dan penyakit lainnya dengan jumlah kasus pada laki-laki 9.954 sedangkan pada perempuan 15.122. Melakukan analisa jurnal, penerapan intervensi jurnal, pembahasan hasil asuhan keperawatan asuhan keperawatan komprehensif dengan teknik relaksasi nafas dalam dan kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita gastritis di Desa Bumisari Kecamatan Natar Lampung Selatan Tahun 2022. Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi. Dalam asuhan keperawatan ini ada 1 pasien yaitu Tn. K yang tidak mengalami penurunan nyeri gastritis di sebabkan karena Tn. K masih saja tidak memperhatikan pola makanan yang di konsumsi sehari-hari dan enggan melakukan kompres hangat karena di anggapnya nyeri ini bisa hilang dengan sendriinya. Asuhan keperawatan yang dilakukan terhadap Nn. N, Nn.W dan Tn. K yaitu memberikan terapi menggunakan teknik relaksasi nafas dalam dan kompres hangat untuk menurunkan intensitas nyeri yang dirasakan sehingga pasien mampu menurunkan dan mengontrol nyeri yang dirasakan oleh pasien. Kata Kunci: Nyeri, Gastritis, Kompres Hangat, Teknik Relaksasi Nafas Dalam, Asuhan Keperawatan Komprehensif
Penyuluhan kesehatan pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi Aryanti Wardiyah; Lidya Aryanti; Marliyana Marliyana; Oktaliana Oktaliana; Parid Khoirudin; Mutia Ade Dea
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.921 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i1.172

Abstract

Pendahuluan: Sistem Reroduksi Pria meliputi organ-organ reproduksi, spermatogenesis dan hormon pada pria, Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan dan laktasi. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistim reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. - Remaja atau adolescence, berasal dari bahasa latin adolescere yang berarti tumbuh ka arah kematangan. Kematangan yang dimaksud adalah bukan hanya kematangan fisik saja, tetapi juga kematangan sosial dan psikologis Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi dan ke dua setelah diberikan penyuluhan manajemen nyeri menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan Tanya jawab tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi Hasil: Responden memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi Simpulan: responden dapat mengetahui tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi