Syahruddin
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemampuan Menentukan Konjungsi Pada Teks Eksposisi Menggunakan Model Pembelajarn Problem Based Learning Siswa Kelas Viii Smpn 2 Liliriaja Fachrul Rijal; Syahruddin; Rosleny Babo
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.374 KB) | DOI: 10.53769/deiktis.v2i2.273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menentukan kongjungsi pada teks eksposisi menggunakan model pembelaran Problem Based Learning siswa kelas VIII SMPN 2 Liliriaja. Masalah yang akan dipecahkan yakni bagaimanakah kemampuan menentukan konjungsi pada teks eksposisi menggunakan model pembelajarn Problem Based Learning siswa kelas VIII SMPN 2 Liliriaja. Jenis penelitian ini yakni penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMPN 2 Liliriaja pada siswa kelas VIII B. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus. Intrumen penelitian berupa lembar observasi siswa dan guru. Teknik pengumpulan data berupa teknik tes dan nontes. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dan pembahasan penilitian tindakan kelas ini penulis dapat menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan menentukan konjungsi dalam teks eksposisi pada siswa kelas VIII SMPN 2 Liliriaja, setelah dilakukan penelitian keterampilan menentukan konjungsi dalam teks eksposisi menggunakan model pembelajaran problem based learning dapat diketahui dari hasil siklus I tidak ada subjek yang berada pada kategori sangat mampu, hanya pada kategori mampu sebesar 9 subjek atau 40,00 persen dan 8 subjek pada kategori cukup mampu atau 37,27 persen, meningkat pada siklus II yaitu sebanyak 3 subjek berada pada kategori sangat mampu atau 13,63 persen dan 17 subjek pada kategori mampu atau 77,31 persen. Dari siklus I ke siklus II meningkat sebanyak 45,00 persen. Dari data tersebut membuktikan bahwa dengan menggunakan media animasi kartun dapat meningkatkan kemampuan menentukan konjungsi pada teks eksposisi siswa kelas VIII SMPN 2 Liliriaja. Kata kunci : Konjungsi, Teks Eksposisi, Model problem based learning
Penggunaan Sapaan Karaeng dan Daeng Dalam Masyarakat Kecamatan Rappocini Kota Makassar: Kajian Sosiolinguistik Pardi; Syahruddin; Arifuddin
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v1i3.1834

Abstract

The aim of this research is to describe the greetings of Karaeng and Daeng in the community in Rappocini District, Makassar City. This type of research is a qualitative descriptive research which refers to three systematic stages (1) data collection stage, (2) data reduction stage, (3) data presentation stage, (4) conclusion drawing stage. The data in this study were in the form of conversations which were then transcribed into written form using data collection in the form of interviews and observations. Sources of data were obtained from three sources of community leaders in the Rappocini sub-district and various places that became observation locations. The results of the study show that regarding the greetings of Karaeng and Daeng namely, (1) the greetings of Karaeng and Daeng are the highest greetings for the Makassar ethnic area which are now in the Rappocini District. This greeting is also only pinned on certain people by looking at lineage and still having the royal blood of a Karaeng and Daeng, however, greetings that follow based on blood ties only apply in ancient times, different from now, this usage is considered common and is still remains the highest respectful greeting but the embedding is different because it refers to a religion that encourages mutual respect and appreciation so that one of the manifestations of this is to use the greeting to older people, (2) There has been a change in the mention of the greeting Karaeng and Daeng based on the situation and the location of the greeting.