Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tinjauan sistematis: efektivitas latihan fisik terhadap kepercayaan diri dan citra tubuh perempuan Prawesti, Dini Rahma Dwi; Djawas, Faizah Abdullah
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4689

Abstract

Penurunan kepercayaan diri dan citra tubuh pada perempuan merupakan masalah psikososial yang dipengaruhi oleh tekanan standar kecantikan, perbandingan sosial, serta perubahan fisik sepanjang siklus kehidupan. Kondisi ini dapat menimbulkan persepsi tubuh negatif dan berkaitan dengan meningkatnya stres psikologis, gangguan makan, depresi, serta penurunan kualitas hidup. Latihan fisik dilaporkan berpotensi sebagai intervensi efektif karena mampu meningkatkan kebugaran, memperbaiki regulasi suasana hati, serta membentuk persepsi tubuh yang lebih positif. Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas berbagai jenis latihan fisik dalam meningkatkan kepercayaan diri dan citra tubuh perempuan. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Scopus dan Crossref, pada rentang tahun 2010-2025 menggunakan pedoman PRISMA sehingga diperoleh 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Protokol SLR ini telah didaftarkan pada PROSPERO (International Prospective Register of Systematic Reviews). Kualitas metodologis dinilai menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI), dan data dianalisis melalui sintesis naratif. Sintesis menunjukkan bahwa berbagai bentuk latihan fisik, termasuk latihan aerobik, kekuatan, mind-body, ritmis, latihan ringan, peregangan, serta program gabungan, secara konsisten berdampak positif terhadap kepercayaan diri, citra tubuh, dan kepuasan tubuh, serta menurunkan kecemasan terkait penampilan. Efek ini dimediasi oleh peningkatan kompetensi gerak, kesadaran tubuh, dukungan sosial, dan mekanisme neurokimia. Pola latihan paling efektif meliputi frekuensi 2-4 kali per minggu, durasi 30-60 menit per sesi, intensitas ringan hingga sedang, serta program selama 8-12 minggu. Keterbatasan jumlah studi dan heterogenitas desain berpotensi membatasi generalisasi temuan. Temuan ini menegaskan bahwa latihan fisik merupakan intervensi berbasis bukti yang efektif, adaptif, dan mudah diterapkan untuk mendukung peningkatan kepercayaan diri dan citra tubuh perempuan.
Effect of Aerobic Exercise on Dynamic Balance in Menopausal Women: A Systematic Review Mansyur, Khalisya Salsabila Savitri; Djawas, Faizah Abdullah
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 11 Issue 1 Year 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v11i1.506

Abstract

Background: Menopause is a natural biological phase in women characterized by a decline in estrogen levels, which contributes to musculoskeletal deterioration and impaired balance function. Reduced dynamic balance in menopausal women increases the risk of falls and may affect functional independence. Aerobic exercise has the potential to serve as a non-pharmacological intervention to improve postural stability and neuromuscular function. This study aimed to systematically review the effects of aerobic exercise on improving dynamic balance in menopausal women.    Methods: This study employed a systematic literature review based on the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Literature searches were conducted in Google Scholar, Semantic Scholar, and PubMed databases for articles published between 2015 and 2025. The inclusion criteria included experimental studies involving menopausal or postmenopausal women receiving aerobic exercise interventions with outcomes related to balance, mobility, or fall risk. Studies were excluded if they were reviews, conference papers, non-experimental designs, did not involve aerobic exercise, or had incomplete data.   Results: Four studies met the inclusion criteria. The findings indicated that aerobic exercise, either as a standalone intervention or combined with strength and balance training, was associated with improvements in dynamic balance, functional mobility, and a reduction in fall risk among menopausal and postmenopausal women.    Conclusion: Aerobic exercise is effective in improving dynamic balance in menopausal women and may be recommended as a non-pharmacological physiotherapy intervention to prevent balance decline and reduce fall risk.