Penurunan kepercayaan diri dan citra tubuh pada perempuan merupakan masalah psikososial yang dipengaruhi oleh tekanan standar kecantikan, perbandingan sosial, serta perubahan fisik sepanjang siklus kehidupan. Kondisi ini dapat menimbulkan persepsi tubuh negatif dan berkaitan dengan meningkatnya stres psikologis, gangguan makan, depresi, serta penurunan kualitas hidup. Latihan fisik dilaporkan berpotensi sebagai intervensi efektif karena mampu meningkatkan kebugaran, memperbaiki regulasi suasana hati, serta membentuk persepsi tubuh yang lebih positif. Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas berbagai jenis latihan fisik dalam meningkatkan kepercayaan diri dan citra tubuh perempuan. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Scopus dan Crossref, pada rentang tahun 2010-2025 menggunakan pedoman PRISMA sehingga diperoleh 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Protokol SLR ini telah didaftarkan pada PROSPERO (International Prospective Register of Systematic Reviews). Kualitas metodologis dinilai menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI), dan data dianalisis melalui sintesis naratif. Sintesis menunjukkan bahwa berbagai bentuk latihan fisik, termasuk latihan aerobik, kekuatan, mind-body, ritmis, latihan ringan, peregangan, serta program gabungan, secara konsisten berdampak positif terhadap kepercayaan diri, citra tubuh, dan kepuasan tubuh, serta menurunkan kecemasan terkait penampilan. Efek ini dimediasi oleh peningkatan kompetensi gerak, kesadaran tubuh, dukungan sosial, dan mekanisme neurokimia. Pola latihan paling efektif meliputi frekuensi 2-4 kali per minggu, durasi 30-60 menit per sesi, intensitas ringan hingga sedang, serta program selama 8-12 minggu. Keterbatasan jumlah studi dan heterogenitas desain berpotensi membatasi generalisasi temuan. Temuan ini menegaskan bahwa latihan fisik merupakan intervensi berbasis bukti yang efektif, adaptif, dan mudah diterapkan untuk mendukung peningkatan kepercayaan diri dan citra tubuh perempuan.