Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING KETINGGIAN AIR SUMUR BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Inayah, Nazmi; Wagyana, Agus
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 3S1 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3S1.5375

Abstract

Air tanah merupakan sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan, namun pemantauannya sering kali terkendala oleh teknologi yang terbatas, terutama untuk sumur dengan kedalaman yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring ketinggian air sumur berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor infrared SEN0366 yang mampu mendeteksi jarak hingga 80 meter. Sistem ini terdiri dari sensor infrared, mikrokontroler ESP32, dan platform web yang memungkinkan pemantauan jarak jauh secara real-time. Pengujian dilakukan pada sumur bor dengan kedalaman 84 meter. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sensor berhasil mendeteksi ketinggian air dengan rata-rata selisih sebesar 1,2% dibandingkan dengan pengukuran menggunakan laser digital. Data yang dikumpulkan oleh sensor diproses oleh ESP32 dan ditampilkan pada LCD serta diunggah ke website monitoring. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan pembacaan yang akurat dengan persentase kesalahan rata-rata sebesar 1,5%. Pengujian ini membuktikan bahwa sistem monitoring berbasis IoT ini dapat diandalkan untuk memantau kondisi air sumur, memberikan data secara real-time, dan membantu dalam pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien.
PENGEMBANGAN ALAT DETEKSI GEJALA ANEMIA NON-INVASIVE BERBASIS NARROWBAND INTERNET OF THINGS DENGAN PENDEKATAN XGBOOST Ramadhanti Aisyah Putri Bintoro, Arnetta; Wagyana, Agus
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 3S1 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3S1.5379

Abstract

Anemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan rendahnya jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam tubuh. Metode konvensional untuk mengukur hemoglobin biasanya bersifat invasif atau memerlukan pengambilan sampel darah, yang berisiko menyebabkan rasa sakit, trauma psikologis, dan infeksi. Penelitian ini merancang alat deteksi gejala anemia dengan menggunakan sensor dan machine learning untuk mendeteksi gejala anemia secara non-invasif, tanpa memerlukan pengambilan sampel darah. Alat ini menggunakan sensor MAX 30102 untuk mengukur kadar oksigen dalam darah melalui cahaya inframerah (IR) dan merah (Red), sensor SEN-11574 untuk mendeteksi detak jantung, dan sensor MLX 90614 untuk mengukur suhu tubuh. Algoritma Extreme Gradient Boosting (XGBoost) digunakan untuk memprediksi kadar hemoglobin berdasarkan data cahaya IR dan Red. Data sensor dikirim ke database melalui teknologi Narrowband Internet of Things (NB-IoT). Pengujian menunjukkan bahwa sensor saturasi oksigen memiliki tingkat kesalahan 1%, sensor detak jantung memiliki error 5.91%, dan sensor suhu memiliki error 2.24%. Perbandingan antara prediksi kadar hemoglobin secara non-invasif dan metode invasif menunjukkan perbedaan nilai rata-rata sebesar 0.76, dengan rata-rata akurasi 94.09%.
Pengembangan Sistem Monitoring Panel Surya dan Tanaman Hidroponik Berbasis Internet of Things Bertenaga Surya Ar-Razy, Hikam; Wagyana, Agus
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 26 No 2 (2024): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tesla.v26i2.32257

Abstract

In urban areas, agricultural land is virtually non-existent due to the lack of space for cultivating vegetables. Therefore, a hydroponic farming system can serve as an alternative for growing crops without soil and in minimal space. This study aims to design and develop a solar-powered Internet of Things (IoT)-based monitoring system to monitor solar panels and hydroponic plants and to determine whether a 50Wp solar panel can support hydroponic farming.The system utilizes an ESP32 microcontroller equipped with various sensors, including the DHT22 for temperature and humidity, the BH1750 for sunlight intensity, and the HC-SR04 ultrasonic sensor to detect the capacity of the control tank. Sensor data is stored in the Google Firebase database and can be accessed in real-time through an Android application.Testing results show that the system effectively monitors environmental conditions and can enhance efficiency and sustainability in hydroponic farming. The solar panel generates an average power output of approximately 34.65 watts, measured using the PZEM-017 sensor, which is sufficient to meet the energy requirements for operating the devices and water pumps. The intensity of sunlight significantly affects the solar panel's power output. On November 20, 2024, at 11:50 AM WIB, sunlight intensity reached 7648 lux, resulting in a power output of 50.38 watts—this being the maximum power that the 50Wp solar panel can produce. Pada daerah perkotaan lahan pertanian sudah tidak mungkin ditemukan karena minimnya lahan untuk membudidayakan sayuran, oleh karena itu sistem pertanian hidroponik dapat menjadi alternatif sebagai opsi berocok tanam tanpa menggunakan tanah dan dengan lahan yang minim. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) yang bertenaga surya guna memantau panel surya dan tanaman hidroponik dan mengetahui apakah panel surya 50Wp dapat menjalankan sebuah budidaya hidroponik. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 yang dilengkapi dengan berbagai sensor, termasuk DHT22 untuk suhu dan kelembapan, BH1750 untuk cahaya matahari, dan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi kapasitas bak kontrol. Data dari sensor disimpan pada database Google Firebase dan dapat diakses secara real-time melalui aplikasi Android. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini dapat memonitor kondisi lingkungan secara efektif dan dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam pertanian hidroponik. Energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya didapatkan dengan rata rata sekitar 34,65 Watt yang diukur menggunakan sensor PZEM-017 dan angka tersebut sudah memenuhi kebutuhan energi listrik untuk mengoperasikan alat dan pompa air. Besaran nilai cahaya matahari sangat berpengaruh terhadap energi listrik yang dihasilkan panel surya, pada 20 November 2024 pukul 11:50 WIB cahaya matahari mencapai 7648 lux, daya yang dihasilkan adalah 50,38W angka ini merupakan daya listrik maksimum yang dapat dihasilkan oleh panel surya 50Wp.
Pengembangan Sistem Pemantauan Kelembaban Tanah dan Penyiraman Air Otomatis Berbasis WSN dengan LoRa Wagyana, Agus; Prama Hawelayuda
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 26 No 2 (2024): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tesla.v26i2.32263

Abstract

In the agricultural sector, soil is one of the main factors that must be considered. So far, monitoring soil moisture content has been done manually by bringing soil samples taken in the field to the laboratory. To increase the effectiveness in monitoring and managing soil moisture content, the use of a Remote Monitoring System is needed. The design of this system uses Lynx32 device as the main microcontroller, arduino IDE to program each component. This system uses a sensor that will read soil moisture levels which will display the value and status on the LCD, then the sensor node will send data to the gateaway. This sensor is placed directly on the plant soil. The average value of moisture content measurement using the sensor is 60.55 and the average value of measurement with a soil meter is 60 with an average difference of 2.35, so the results of these two measurements can be said to be appropriate. The average RSSI value of -83.3 indicates that the signal strength between the sensor node and the gateway is good and the average SNR value of 7.78 is in the good enough category. When the data received by the gateway shows humidity ≤50%, the solenoid valve turns on and will stop automatically if the soil moisture level has reached 80%. The maximum distance of the tool's measurement range is 250 meters with the presence or absence of obstructions still acceptable to the gateway Abstrak Pada sektor pertanian, tanah adalah salah satu faktor utama yang harus diperhatikan. Selama ini pemantauan kadar kelembaban pada tanah dilakukan secara manual dengan membawa contoh tanah yang diambil pada ladang lalu dibawa ke labotarium. Guna meningkatkan efektivitas dalam memantau serta mengatur kadar kelembaban tanah, maka penggunaan Sistem Monitoring Jarak Jauh sangat diperlukan. Perancangan sistem Aini menggunakan perangkat Lynx32 sebagai mikrokontroler utama, arduino IDE untuk memprogram setiap komponennya. Sistem ini menggunakan sensor yang akan membaca kadar kelembaban tanah yang nantinya menampilkan nilai dan status pada LCD, kemudian node sensor akan mengirimkan data ke gateaway. Sensor ini ditempatkan langsung pada tanah tanaman. Nilai rata-rata pengukuran kadar kelembaban menggunakan sensor adalah 60,55 dan rata-rata nilai pengukuran dengan soil meter adalah 60 dengan nilai rata-rata perbedaan 2,35, maka hasil dari kedua pengukuran ini dapat dikatakan sesuai. Nilai rata-rata RSSI adalah -83,3 nilai ini menunjukkan bahwa kekuatan sinyal antara node sensor dan gateway bagus dan nilai rata-rata SNR adalah 7,78 termasuk kategori cukup bagus. Saat data yang diterima oleh gateway menunjukkan kelembaban ≤50% maka solenoid valve menyala dan akan berhenti otomatis jika kadar kelembaban tanah sudah mencapai 80%. Jarak maksimal dari pengukuran jangkauan alat adalah 250 meter dengan ada atau tidak adanya penghalang maka tetap dapat diterima oleh gateway
Rancang Bangun Sistem Pembelajaran Hybrid Berbasis Multimedia Wagyana, Agus; Widhiantoro, Dandun; Frendiana, Viving; Fathurahman, Mohamad
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2021): Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/mapnj.v4i2.4275

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi ini bertujuan untuk memberikan perangkat dan pelatihan sistem pembelajaran berbasis multimedia di Sekolah Menengah Pertama Islam Nusantara dan Madrasah Ibtidaiyah Sirojul Athfal 5. Adanya keputusan dari empat menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan) untuk membuka kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di sekolah mulai bulan Juli 2021, mengharuskan semua sekolah untuk mempersiapkan pembelajaran yang sesuai dengan protokol Covid-19. Pelaksanaan pembelajaran masih dilakukan secara terbatas, sehingga diperlukan metode agar pencapaian materi bisa diberikan sesuai sasaran. Langkah pelaksanaannya diantaranya melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dimana akan lebih memudahkan guru dan siswa jika menggunakan Learning Management System (LMS). Pelatihan sejenis LMS ini akan memudahkan guru dalam memberikan pengajaran visual secara online, memberikan tugas, mengatur pengumpulan tugas, memberikan ujian baik harian atau pun semester.
Pembuatan Aplikasi Web Desa Wisata Cipayung Depok Frendiana, Viving; Utami, Budi; Widhiantoro, Dandun; Wagyana, Agus; Fathurahman, Mohamad; Zulhelman
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/mapnj.v7i1.6370

Abstract

The rapid development of digital technology has affected many sectors, including the tourism sector. Utilizing digital platforms, such as websites, is an option for promoting tourist areas. Kampung Setaman is an area that has the potential to become an educational tourism destination. However, this village does not yet have a website as a promotional medium for its village. Therefore, this research aims to develop a website for the Kampung Setaman Tourism Village which is expected to help the Kampung Setaman management in promoting the area more widely. Creating a website begins with a needs analysis to find out what menus need to be on the website. Next, the website interface was designed using HTML, CSS, Javascript and PHP, as well as creating a database using MySQL. Collecting and creating website content in the form of writing, photos and videos about the area and programs of Kampung Setaman is also carried out to then be uploaded on the website being developed. The final stage of creating a website is testing performance efficiency and security. Based on performance efficiency testing, an average performance value of 90.2% was obtained. Meanwhile, from security testing using HostedScan, it was found that website security was quite good.
Implementasi Modul LoRa dan GPS untuk Efisiensi Pengumpulan Sampah Rifai, Ahmad; Octariano, Andafa Eka; Wagyana, Agus; Damas Srihantaran, Omar Rais
Spektral Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/spektral.v4i2.6622

Abstract

One of the issues that is still prevalent in Indonesia is garbage accumulation. This is a result of low public awareness about trash management. Inefficient waste management damages people's health and the area's natural attractiveness. Digital technology and information implementation can help with waste collection management. Low power transmission capabilities are provided by the 2015 version of the Long Range (LoRa) communication protocol. This study creates a LoRa-enabled Smart Garbage Collection system to assist with waste management. GPS module and ultrasonic sensors are used in the construction of the Smart Garbage Collection system. Through the LoRa communication system, the measurement data from the sensors and modules is transmitted to the receiver via the LoRa module. The LoRa point-to-point technique is employed. The Received Signal Strength Indicator (RSSI) is the metric that is examined in LoRa. It should be simpler with this method to keep an eye on the trash can's capacity and to get the coordinates of its location using a LoRa receiver. The test results show that this system has an error percentage of less than 8%, a radius of up to 280 meters, and an RSSI value of -121 dBm in non-line of sight (NLOS).
IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING KETINGGIAN AIR SUMUR BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Inayah, Nazmi; Wagyana, Agus
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 12 No. 3S1 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3S1.5375

Abstract

Air tanah merupakan sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan, namun pemantauannya sering kali terkendala oleh teknologi yang terbatas, terutama untuk sumur dengan kedalaman yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring ketinggian air sumur berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor infrared SEN0366 yang mampu mendeteksi jarak hingga 80 meter. Sistem ini terdiri dari sensor infrared, mikrokontroler ESP32, dan platform web yang memungkinkan pemantauan jarak jauh secara real-time. Pengujian dilakukan pada sumur bor dengan kedalaman 84 meter. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sensor berhasil mendeteksi ketinggian air dengan rata-rata selisih sebesar 1,2% dibandingkan dengan pengukuran menggunakan laser digital. Data yang dikumpulkan oleh sensor diproses oleh ESP32 dan ditampilkan pada LCD serta diunggah ke website monitoring. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan pembacaan yang akurat dengan persentase kesalahan rata-rata sebesar 1,5%. Pengujian ini membuktikan bahwa sistem monitoring berbasis IoT ini dapat diandalkan untuk memantau kondisi air sumur, memberikan data secara real-time, dan membantu dalam pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien.
PENGEMBANGAN ALAT DETEKSI GEJALA ANEMIA NON-INVASIVE BERBASIS NARROWBAND INTERNET OF THINGS DENGAN PENDEKATAN XGBOOST Ramadhanti Aisyah Putri Bintoro, Arnetta; Wagyana, Agus
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 12 No. 3S1 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3S1.5379

Abstract

Anemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan rendahnya jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam tubuh. Metode konvensional untuk mengukur hemoglobin biasanya bersifat invasif atau memerlukan pengambilan sampel darah, yang berisiko menyebabkan rasa sakit, trauma psikologis, dan infeksi. Penelitian ini merancang alat deteksi gejala anemia dengan menggunakan sensor dan machine learning untuk mendeteksi gejala anemia secara non-invasif, tanpa memerlukan pengambilan sampel darah. Alat ini menggunakan sensor MAX 30102 untuk mengukur kadar oksigen dalam darah melalui cahaya inframerah (IR) dan merah (Red), sensor SEN-11574 untuk mendeteksi detak jantung, dan sensor MLX 90614 untuk mengukur suhu tubuh. Algoritma Extreme Gradient Boosting (XGBoost) digunakan untuk memprediksi kadar hemoglobin berdasarkan data cahaya IR dan Red. Data sensor dikirim ke database melalui teknologi Narrowband Internet of Things (NB-IoT). Pengujian menunjukkan bahwa sensor saturasi oksigen memiliki tingkat kesalahan 1%, sensor detak jantung memiliki error 5.91%, dan sensor suhu memiliki error 2.24%. Perbandingan antara prediksi kadar hemoglobin secara non-invasif dan metode invasif menunjukkan perbedaan nilai rata-rata sebesar 0.76, dengan rata-rata akurasi 94.09%.