Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Infeksi Parasit Usus pada Penduduk di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sumompo Kota Manado Winerungan, Claudia C.; Sorisi, Angle M. H.; Wahongan, Greta J. P.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 1 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.1.2020.27093

Abstract

Abstract: Intestinal parasitic disease is one of the most common health problems in the world. The high prevalence of intestinal parasites in Indonesia is supported by the geographical location of Indonesia as a tropical climate country that has a high humidity level. Wastes being piled up at the landfill has the potential to cause pollution to the surrounding environment which can be a source of infection of intestinal parasites. This study was aimed to find out the profile of intestinal parasitic infections among the population around Sumompo landfill at Manado. This was a descriptive survey conducted from September to November 2019. Respondents were residents of Sumompo District who lived around the Sumompo landfill. There were 100 residents that returned the containers containing feces samples, which were then examined at the Laboratory of Parasitology Faculty of Medicine Sam Ratulangi University. The results showed that only 6 out of 100 samples (6%) contained intestinal parasites which was a type of intestinal protozoa namely Blastocystis hominis. In conlcusion, 6 out of 100 residents around Sumompo landfill at Manado were infected with Blastocystis hominis.Keywords: intestinal parasites, landfill Abstrak: Penyakit parasit usus merupakan salah satu masalah kesehatan terbanyak di dunia. Prevalensi parasit usus di Indonesia tergolong tinggi didukung oleh letak geografis Indonesia sebagai negara beriklim tropis yang memiliki tingkat kelembaban tinggi. Sampah kota yang ditimbun di tempat pembuangan akhir (TPA) berpotensi menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan disekitarnya yang dapat menjadi sumber infeksi dari parasit usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prevalensi infeksi parasit usus pada penduduk di sekitar TPA Sumompo Kota Manado. Jenis penelitian ialah survei deskriptif dilakukan pada bulan September sampai dengan November 2019. Subjek penelitian ialah penduduk Kelurahan Sumompo yang tinggal di sekitar TPA Sumompo Kota Manado. Hasil penelitian mendapatkan 100 penduduk mengembalikan pot sampel berisi tinja, kemudian diperiksa di Laboratorium Parasitologi FK Unsrat. Didapatkan 6 dari 100 sampel (6%) yang mengandung parasit usus yaitu sejenis protozoa usus Blastocystis hominis. Simpulan penelitian ini ialah 6 dari 100 penduduk di sekitar TPA Sumompo Kota Manado terinfeksi parasit usus, yaitu Blastocystis hominis.Kata kunci: parasit usus, tempat pembuangan akhir
Prevalensi Infestasi Pediculus humanus capitis pada Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Langowan Timur Massie, Meisy A.; Wahongan, Greta J. P.; Pijoh, Victor
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 1 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.1.2020.26934

Abstract

Abstract: Pediculus humanus capitis is the cause of pediculosis in humans and has caused universal problems among school-age children. This study was aimed to determine the prevalence of Pediculus humanus capitis infestation among elementary school children at East Langowan. This was a descriptive study with a cross sectional design, namely by identifying Pediculus humanus capitis through direct inspection and microscopy examination. The results showed that of 112 elementary school children at East Langowan, 88 respondents (78.57%) were positive infested with Pediculus humanus capitis. Based on the characteristics of respon-dents infested with Pediculus humanus capitis, GMIM Karondoran Elementary School had the highest percentage based on school origin (81.82%). According to the respondents’s ages, the highest percentage was at the ages of 7 and 12 (100,00%). Moreover, female respondents with short hair had the highest percentage (88.89%) based on the hair length. The prevalence rate of this study was 78.57%. In conclusion, the prevalence rate of this study was 78.57%.Keywords: Pediculus humanus capitis infestation, elementary school children Abstrak: Pediculus humanus capitis merupakan penyebab pedikulosis pada manusia dan telah menyebabkan masalah universal bagi anak-anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infestasi Pediculus humanus capitis pada anak sekolah dasar di Kecamatan Langowan Timur. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang, yaitu dengan mengidentifikasi Pediculus humanus capitis melalui pemeriksaan inspeksi secara langsung pada anak sekolah dasar dan pemeriksaan mikroskop. Hasil penelitian memper-lihatkan dari 112 anak sekolah dasar di Kecamatan Langowan Timur, didapatkan 88 anak (78,57%) positif terinfestasi Pediculus humanus capitis. Dari karakteristik anak sekolah yang terinfestasi Pediculus humanus capitis, SD GMIM Karondoran memiliki persentase tertinggi berdasarkan asal sekolah (81,82%). Menurut usia anak, persentase tertinggi yaitu usia 7 tahun dan 12 tahun (100,00%). Karakteristik lainnya yaitu anak dengan rambut pendek memiliki persentase tertinggi (88,89%) berdasarkan panjang rambut. Point prevalence rate dari pene-litian ini yaitu 78,57%. Simpulan penelitian ini ialah point prevalence rate sebesar 78,57%.Kata kunci: infestasi Pediculus humanus capitis, anak sekolah dasar.
Perbandingan deteksi Plasmodium falciparum dengan metode pemeriksaan mikroskopik dan teknik real-time polymerase chain reaction Langi, Elril T.; Bernadus, Janno B. B.; Wahongan, Greta J. P.
eBiomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.1.2016.11058

Abstract

Abstract: Plasmodium falciparum is one of the species of parasites causing tropical malaria disease. Plasmodium falciparum was reported as often being the major source of pain and even death in most cases. The data released by WHO shows that, globally, 198 millions of malaria cases occurred in 2013 with 548 thousands as cause of death. Microscopic examination is a gold standard for detecting Plasmodium falciparum. Although this method has certain limitations in diagnosing complication infection, phases of parasitemia, and also the capability of laboratory's medical staff factor. Nowadays, there has been innovation in biomolecular department, that is examination using PCR which can accurately detect the plasmodium, due to the DNA amplification. This method however, has not often used by doctors in diagnose malaria disease. The aim of this research is to determine the comparison of malaria detection using microscopic verification of plasmodium falciparum with real-time PCR verification. The method used in this research is diagnostic with 35 blood samples of patient suffering malaria disease. The blood samples from patient's vena were then divided into thick and thin microscopic sample, and some were putted into EDTA tube for DNA extraction in the laboratory using real-time PCR verification. The result of this research shown that sensitivity and specificity rate of PCR is 100% accurate. Conclusion: detection result of plasmodium falciparum using real-time PCR verification produced equal result as microscopic verification.Keywords: Plasmodium falciparum, Microscopic method, Real-time Polymerase Chain Reaction (PCR)Abstrak: Plasmodium falciparum adalah salah satu spesies parasit penyebab penyakit malaria, yaitu malaria tropika. Plasmodium falciparum dilaporkan sebagai spesies yang paling banyak menyebabkan angka kesakitan dan kematian pada manusia akibat penyakit malaria. World Health Organization (WHO) melaporkan secara global, diperkirakan 198 juta kasus malaria terjadi secara keseluruhan pada tahun 2013 dan menyebabkan 584 ribu kematian. Pemeriksaan mikroskopik adalah pemeriksaan gold standard untuk mendeteksi Plasmodium falciparum. Namun pemeriksaan ini memiliki keterbatasan dalam hal mendiagnosis infeksi campuran, infeksi dengan keadaan parasitemia, dan tidak terlatihnya tenaga kesehatan laboratorium. Saat ini dalam bidang biomolekuler telah dikembangkan pemeriksaan real-time polymerase chain reaction (PCR) yang akurat untuk mendeteksi plasmodium, karena didasarkan pada amplifikasi DNA plasmodium, namun pemeriksaan ini belum rutin digunakan untuk mendiagnosis malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan deteksi Plasmodium falciparum dengan pemeriksaan mikroskopik dan pemeriksaan real-time PCR. Metode penelitian ini ialah uji diagnostik. Sampel pada penelitian ini yaitu 35 sampel darah pasien suspek malaria. Sampel darah vena yang diambil langsung dibuat sedian darah tipis dan sediaan darah tebal untuk diperiksa di mikroskop, sedangkan darah yang tersisa dimasukkan dalam tabung EDTA, dan dibawa ke Laboratorium untuk dibuat ekstraksi DNA dan dilanjutkan dengan pemeriksaan real-time PCR. Hasil penelitian menunjukkan tingkatsensitivitas dan spesifisitas real-time PCR sebesar 100%. Simpulan: Hasil deteksi Plasmodium falciparum dengan pemeriksaan real-time PCR memiliki efektivitas yang setara dengan metode pemeriksaan mikroskopik sebagai gold standart.Kata kunci: Plasmodium falciparum, Pemeriksaan Mikroskopik, Real-time Polymerase Chain Reaction (PCR)
Uji Potensi Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya linn) sebagai Larvasida terhadap Larva Aedes sp. Di Manado Ammari, Nazzirah A.; Wahongan, Greta J. P.; Bernadus, Janno B. B.
e-Biomedik Vol 9, No 1 (2021): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v9i1.31733

Abstract

Abstract: Papaya leaf extract as a natural larvicide can be used as an alternative to control resistant Aedes aegypti populations. The benefits of controlling the dengue hemorrhagic fever (DHF) vektor are reducing the level of morbidity, mortality and suffering of individuals and their families. This research was conducted with a simple laboratory experimental method. Used papaya leaves extract and larvae of Aedes sp. instar III and IV taken in water float. This study used 100 larvae divided into 2 groups with positive groups, namely the concentration of 5gr, 10 gr, 15 gr and 20 gr and a control group that only used aquadesh which was repeated twice. This study aimed to determine the potential of papaya leaf extract (Carica Papaya Linn) as a larvicide against larvae of Aedes sp. in Manado. In conclusion, papaya leaf extract (Carica Papaya Linn) has potential as a larvicide against Aedes sp. Larvae. where the higher the extract concentration given, so the mortality rate of Aedes sp. larvae higher.Keyword :  Papaya Leaves (Carica Papaya Linn), Larvacides, Larvae Aedes sp.  Abstrak: Ekstrak daun pepaya sebagai larvasida alami dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengendalikan populasi Aedes aegypti yang telah resisten. Manfaat dari pengendalian vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah mengurangi tingkat kesakitan, kematian, dan penderitaan individu beserta keluarganya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak daun papaya (Carica Papaya Linn) sebagai larvasida terhadap larva Aedes sp. di Manado. Penelitian ini dilakukan dengan  metode eksperimental laboratoris sederhana.  Menggunakan ekstrak daun pepaya dan larva Aedes sp. instar III dan IV yang di ambil di penampungan air. Penelitian ini menggunakan 100 ekor larva yang terbagi atas 2 kelompok dengan kelompok uji yaitu konsentrasi 5gr, 10 gr, 15 gr dan 20 gr serta kelompok control yang hanya menggunakan aquadesh  yang diulangi sebanyak dua kali percobaan. Hasil nilai p yang didapat dari uji Kruskall Wallis memiliki nilai p < 0.05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kematian larva Aedes sp. setelah 6 jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam pada berbagai konsentrasi perlakuan. Sebagai simpulan, ekstrak daun papaya (Carica Papaya Linn) memiliki potensi sebagai  larvasida terhadap larva Aedes sp. dimana semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan maka semakin tinggi pula tingkat kematian larva Aedes sp. Kata Kunci : Daun Pepaya (Carica Papaya Linn), Larvasida, Larva Aedes sp.
Deteksi Antibodi Imunoglobulin M dan Imunoglobulin G Anti Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) Abdul-Hamid, Nur A; Wahongan, Greta J. P.; Tuda, Josef S. B.
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 13, No 1 (2021): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.13.1.2021.31753

Abstract

Abstract: COVID-19 is a disease caused by SARS-CoV-2 infection. Due to the increasing spread of COVID-19 infection in various countries, WHO declared the infection of COVID-19 as a pandemic situation. IgM and IgG antibodies test with the principle of immunochromatography is considered easier to perform than other test. The aims to detect anti SARS-CoV-2 IgM and IgG antibodies in North Sulawesi employees. This study is a descriptive study with cross sectional design. Antibody detection was carried out by dropping the serum of Balai Wilayah Sungai Sulawesi I's employees on the Clungene® COVID-19 IgG/IgM Rapid Test Cassette rapid diagnostic test based on antibody detected tool and interpreted based on the obtained result. As a result, tests which has been conducted on serum of 177 employees showed thirteen employees gave reactive results, where eight employees gave reactive IgM and IgG results, and five employees gave reactive IgG results. In conclusion, Immunoglobulin M and Immunoglobulin G were detected on some of Balai Wilayah Sungai Sulawesi I's employees.Keywords: COVID-19, SARS-CoV-2, IgM, IgG, immunochromatography  Abstrak: COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2. Oleh karena peningkatan penyebaran COVID-19 di berbagai negara, WHO mendeklarasikan infeksi COVID-19 sebagai situasi pandemi. Pemeriksaan antibodi IgM dan IgG dengan prinsip imunokromatografi dinilai lebih mudah dilakukan dibandingkan pemeriksaan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG anti SARS-CoV-2 pada karyawan kantoran Sulawesi Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Deteksi antibodi dilakukan dengan meneteskan serum karyawan Balai Wilayah Sungai Sulawesi I pada kit rapid diagnostic test berbasis deteksi antibodi Clungene® COVID-19 IgG/IgM Rapid Test Cassette dan diinterpretasikan sesuai hasil yang didapat. Hasil yang diperoleh dari pemeriksaan yang dilakukan pada 177 serum karyawan menunjukan tiga belas karyawan memberikan hasil pemeriksaan reaktif, dimana delapan karyawan dengan hasil IgM dan IgG reaktif, serta lima karyawan dengan hasil IgG reaktif. Sebagai simpulan, antibodi Imunoglobulin M dan Imunoglobulin G anti SARS-CoV-2 terdeteksi pada karyawan Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.Kata Kunci: COVID-19, SARS-CoV-2, IgM, IgG, imunokromatografi
Hubungan Antara Motivasi Kerja, Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Dengan Kinerja Pegawai Administrasi Rsud Maria Walanda Maramis Awondatu, Gisela; Bolang, Alexander S. L.; Sinolungan, Jehosua S. V.; Mandey, Slyvia; Wahongan, Greta J. P.; Surya, Welong S.
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi dengan kinerja pegawai administrasi di RSUD Maria Walanda Maramis, Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel yang digunakan adalah seluruh populasi, yaitu 57 pegawai administrasi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disusun berdasarkan penelitian sebelumnya, dan analisis data mencakup tahapan editing, coding, tabulasi, serta scoring. Analisis statistik yang digunakan adalah univariat dan bivariat chi-square dengan bantuan SPSS Versi 24. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas pegawai administrasi memiliki kinerja baik (59,6%), namun sebagian besar memiliki motivasi kerja yang kurang baik (56,1%) dan kepemimpinan yang juga kurang baik (50,9%). Sebaliknya, mayoritas pegawai melaporkan budaya organisasi yang baik (52,6%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi dengan kinerja pegawai. Kesimpulannya, motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi berhubungan erat dengan kinerja pegawai. Penguatan motivasi melalui penghargaan dan pelatihan, peningkatan kualitas kepemimpinan, serta penguatan budaya organisasi dapat meningkatkan produktivitas pegawai.
ANALISIS PERAN TENAGA KESEHATAN DI RS BUDI SETIA LANGOWAN TAHUN 2023 BERDASARKAN HOSPITAL SURVEY ON PATIENT SAFETY CULTURE (HSOPSC) Pai, Reifanli M.; Wahongan, Greta J. P.; Manampiring, Aaltje E.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28053

Abstract

AbuAlRub, R. F., AlAkour, N. A., & Alatari, N. H. (2015). Perceptions Of Reporting Practices And Barriers To Reporting Incidents Among Registered Nurses And Physicians In Accredited And Nonaccredited Jordanian Hospitals. Journal of clinical nursing, 24(19-20), 2973-2982. Agency for Healthcare Research and Quality. (2016). AHRQ Hospital Survey On Patient Safety Culture: User’s Guide. U.S Departement of Health and Human Service Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). Anggraeni, D., & Azzuhri, M. (2016). Pengaruh budaya keselamatan pasien terhadap sikap melaporkan insiden pada perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen. Jurnal aplikasi manajemen, 14(2), 309- 321. Arifin, A., Darmawansah, A., & Tenri, S. I. S. (2011). Analisis Mutu Pelayanan Kesehatan Ditinjau Dari Aspek Input Rumah Sakit Di Instalasi Rawat Inap RSU. Haji Makassar. Jurnal MKMI, 7(1), 141-149. Beginta, R. (2012). Pengaruh Budaya Keselamatan Pasien, Gaya Kepemimpinan, Tim Kerja, Terhadap  Persepsi  Pelaporan Kesalahan Pelayanan Oleh Perawat Di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2011. Tesis. FKM Universitas Indonesia. Cahyono, J.B. Suharjo B. (2008). Membangun Budaya Keselamatan Pasien Dalam Praktik Kedokteran. Yogyakarta: Kanisius. Departemen Kesehatan RI. (2015). Pedoman Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Patent Safety). Ekawardani, N., Manampiring, A. E., & Kristanto, E. G. (2023). Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Persepsi Tenaga Kesehatan terhadap Penerapan Budaya Keselamatan Pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Medical Scope Journal, 4(1), 79–88. https://doi.org/10.35790/msj.v4i1.44770. Hartawan, A., Fachrin, S. A., & Arman. (2020). Kerjasama Dalam Unit dan Keterbukaan Komunikasi terhadap Persepsi Pelaporan Kesalahan Medis oleh Tenaga Kesehatan di RSUD Bantaeng. Window of Nursing Journal, 1(2), 73-86. Hidayat A.A. (2021). Menyusun Instrumen Penelitian & Uji Validitas- Realiabilitas. Surabaya: Health Book Publishing. Herawati, Y. T. (2015). Budaya keselamatan pasien di ruang rawat inap rumah sakit X Kabupaten Jember. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(1),52-60. Ilyas, Y. 2021. Perencanaan SDM Rumah Sakit, Teori, Metoda dan Formula. FKM-UI: Jakarta. Irwanti, F., Guspianto, G., Wardiah, R., & Solida, A. (2022). Hubungan Komunikasi Efektif dengan Pelaksanaan Budaya Keselamatan Pasien di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi. Jurnal Kesmas Jambi, 6(1), 32-41. Jabarkhil AQ, Tabatabaee SS, Jamali J, & Moghiri J. (2021). Assesment of Patient Safety Culture Among Doctors, Nurses, and Midwives in a Public Hospital in Afghanistan. Risk Management and Healthcare Policy, 14. 1211-1217. Kementerian Kesehatan RI. (2014). Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Kementrian Kesehatan RI. (2015). Pedoman Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2018. Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS). 2015. Pedoman Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) (Patient Safety Incident Report). Jakarta. Mandriani, E., Hardisman, H., & Yetti, H. (2019). Analisis Dimensi Budaya Keselamatan Pasien Oleh Petugas Kesehatan di RSUD dr Rasidin Padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(1),131-137. Mawikere, Y., Manampiring, A. E., & Toar, J. M. (2021). Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien dalam Pemberian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Jurnal Keperawatan, 9(1),71-77. Mjadu, T. M., & Jarvis, M. A. (2018). Patients safety in adult ICUs: Registered nurses’ attitudes to critical incident reporting. International journal of Africa nursing sciences, 9,81-86. Porotu’o, A. C., Kairupan, B. H., & Wahongan, G. J. (2021). Pengaruh Motivasi Kerja Dan Sikap Profesi Terhadap Kinerja Perawat Di Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening. JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis Dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi)., 8(2). https://doi.org/10.35794/jmbi.v8i2.32936. Purnomo, H, Mu’awanah, Sofyan, K., Uripno, P. S., & Normawati, A. T. (2022). Penerapan Supervisi Model Klinis Terhadap Pencapaian Budaya Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit. Jurnal Studi Keperawatan, 3(1), 15-17. Putri, S. F. E. (2019). Budaya Keselamatan Pasien Oleh Perawat Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tasik Medika Citratama (TMC) Kota Tasikmalaya Tahun 2019. Tesis. Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Siliwangi Tasikmalaya.   Rahayu, S. (2017). Pengaruh Dimensi Staffing terhadap Insiden Keselamatan Pasien berdasarkan Agency For Healthcare Research And Quality (AHRQ) Di RSU Haji Surabaya. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia. 5. 41. 10.20473/jaki.v5i1.2017.41-51. Reis, C. T., Paiva, S. G., & Sousa, P. (2018). The Patient Safety Culture: A Systematic Review By Characteristics Of Hospital Survey On Patient Safety Culture Dimensions. International Journal for Quality in Health Care, 30(9),660-677. Sumayku, I. R., Bolang, A. S. L., Doda, D. V. D., & Surya, W. S. (2023). Hubungan Stres Kerja, Hubungan Interpersonal dan Tugas Tambahan dengan Beban Kerja Perawat di Ruangan Palma RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado. E-CliniC, 11(2), 204–213. Sumangkut, N. S., Kristanto, E., & Pongoh, J. (2017). Evaluasi Penatalaksanaan Sasaran Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit Umum Gmim Kalooran Amurang. Community Health, 2(2), 56-73. Suranto, D., Suryawati, C., & Setyaningsih, Y. (2020). Analisis Budaya Keselamatan Pasien pada Berbagai Tenaga Kesehatan di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. Jurnal Kesehatan Indonesia, 8(1). Tristantia, A. D. (2018). Evaluasi Sistem Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 6(2), 83-94. Tutianty, Lindawati, Krisanty P. (2017). Bahan Ajar Keperawatan Manajemen Keselamatan Pasien. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Vega, C. and Bernard, A. (2017) Interprofessional Collaboration to Improve Health Care: An Introduction, Medscape. Available at: https://www.medscape.org/viewarticle/857823. Diakses tanggal 28 Januari 2024. Wanda, M. Y., Nursalam, N., & Andri, S. W. (2020). Analisis Faktor yang Memengaruhi Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien pada Perawat. Fundamental and Management Nursing Journal, 3(1), 15-24.