Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan antara kelelahan, motivasi belajar, dan aktivitas fisik terhadap tingkat prestasi akademik Welong, Seftian Surya; Manampiring, Aaltje Ellen; Posangi, Jimmy
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.2.2020.29516

Abstract

Abstract: This study aim to determine between fatigue, learning motivation, and physical activity on the level of academic achievement use quantitative study. The population is all students of the specialization Ocupational Health and Safety class of 2017 totaling 60 Students and the sample is the total population. Statistical analysis the chi square test. The results of the study level of academic achievement found category good 60%, very good 40%. Fatigue found category not found 58.3%, tired of 41.7%. Motivation to learn found low category 51.7%, high of 48.3%. Physical activity found categories quite 53.3%, less 46.7%. The results of the chi square test confirms there is a relationship between fatigue on the level of academic achievement. The results of the chi square test confirms there is a relationship between learning motivation on the level of academic achievement. The results of the chi square test confirms there is a relationship between physical activity on the level of academic achievement. There is a relationship between fatigue, motivation to learn, and physical activity on the level of academic achievement.Keywords:  achievement, fatigue, motivation, physical activity  Abstrak: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kelelahan, motivasi belajar, aktivitas fisik terhadap tingkat prestasi akademik. Jenis penelitian kuantitatif. Populasi ialah seluruh mahasiswa peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Angkatan 2017 berjumlah 60 Mahasiswa dan sampel adalah total populasi. Analisis statistik uji chi square. Hasil penelitian tingkat prestasi akademik ditemukan kategori baik 60%, sangat baik 40%. Kelelahan ditemukan kategori tidak lelah 58.3%, lelah 41.7%. Motivasi belajar ditemukan kategori rendah 51.7%, tinggi 48,3%. Aktivitas fisik ditemukan kategori cukup 53.3%, kurang 46.7%. Hasil uji chi square menegaskan ada hubungan antara kelelahan terhadap tingkat prestasi akademik. Hasil uji chi square menegaskan ada hubungan antara motivasi belajar terhadap tingkat prestasi akademik. Hasil uji chi square menegaskan ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap tingkat prestasi akademik. Terdapat hubungan antara kelelahan, motivasi belajar, dan aktivitas fisik terhadap tingkat prestasi akademik.Kata kunci: prestasi, kelelahan, motivasi, aktivitas fisik
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK, SCREEN TIME, DAN KONSUMSI MINUMAN RINGAN DENGAN STATUS GIZI PADA PEMUDA SAAT PANDEMI COVID-19 Miftahul Huda; Diana V. D. Doda; Jimmy Posangi; Welong S. Surya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2022): AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i2.5479

Abstract

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama hampir Tiga tahun di Indonesia membawa dampak pada semua aspek kehidupan. Tak terkecuali terhadap profil gizi penduduk Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, screen time, dan konsumsi minuman ringan dengan status gizi pada pemuda saat pandemic Covid-19. Jenis penelitian kuantitatif. sampel ialah total populasi sebanyak 90 orang. Analisis statistik uji chi square,dan regresi logistic. Hasil penelitian variabel kepuasan pasien puas 58.2% dan tidak puas 41.8%. Variabel minat pasien yang Aktivitas fisik aktif sebanyak 42 responden (46,7%) dan aktivitas fisik kurang aktif 48 responden (53,3%). Konsumsi minuman ringan sedikit sebanyak 51 responden (56,7%) dan konsumsi minuman ringan banyak 39 responden (43,3 %). Screen time cukup sebanyak 30 responden (33,3%) dan screen time tinggi 60 responden (66,7%). nilai P-value 0,002 sehingga menegeaskan adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi. %). Hasil uji chi square ditemukan nilai P-value 0,409 sehingga menegeaskan tidak adanya hubungan antara konsumsi minuman ringan dengan status gizi. Hasil uji chi square ditemukan nilai P-value 0,001 sehingga menegeaskan adanya hubungan antara screen time dengan status gizi. Hasil uji regresi logistik ditemukan variabel screen time memiliki hubungan yang paling kuat dengan status gizi dibandingkan dengan variabel aktivitas fisik dengan Exp (B) screen time yaitu 8,106. Penelitian ini terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan screen time dengan status gizi, tidak ada hubungan konsumsi minuman ringan dengan status gizi, dan variabel yang paling berhubungan dengan status gizi adalah screen time.  
Factors Related to Sanitation of Passenger Ships at Bitung Ocean Harbour Albert S. T. Teo; Joy A. M. Rattu; Junita M. Pertiwi; Welong S. Surya
e-CliniC Vol. 10 No. 2 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i2.41344

Abstract

Abstract: Ship sanitation is all efforts aimed to environmental factors in ship to break the chain of disease transmission in order to maintain and enhance its health status. The ship's sanitation inspection is intended to issue a sanitation certificate in order to obtain a Sailing Health Permit. This study aimed to analyze the factors related to sanitation of passenger ships that docked at the port of Bitung ocean harbor. This was a quantitative analytical survey study with a cross sectional design. This study was carried out at the Bitung ocean harbor, Bitung, Indonesia from October 2021 to January 2022, on 90 crew members of the Doro Londa Motor Ship anchored at the Port Samudera Bitung. The results showed that there were relationships, as follows: between knowledge of crew members and ship sanitation (p<0.009); between the captain's leadership and ship sanitation (p<0.013); between the role of officers and ship sanitation (p<0.004); and between the crew's knowledge, the leadership of the captain, and the role of the officer with the sanitation of passenger ships anchored at the port of Bitung ocean harbor. The officer's role was the most dominant variable. In conclusion, factors related to ship sanitation are crews’ knowledge, captain leadership, and officers’ role, Keywords: crew knowledge; captain leadership; officer role; ship sanitation Abstrak: Sanitasi kapal adalah segala usaha yang ditujukan terhadap faktor lingkungan di kapal untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit guna memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan. Pemeriksaan sanitasi kapal dimaksudkan untuk pengeluaran sertifikat sanitasi guna memperoleh Surat Izin Kesehatan Berlayar (SIKB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan sanitasi kapal penumpang yang berlabuh di Pelabuhan Samudera Bitung. Jenis penelitian ialah survei analitik kuantitatif dengan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di Pelabuhan Samudera Bitung, Kota Bitung, Indonesia pada bulan Oktober 202-Januari 2022 terhadap 90 anak buah kapal (ABK) Kapal Motor Doro Londa yang berlabuh di Pelabuhan Samudra Bitung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara: pengetahuan ABK dengan sanitasi kapal (p<0,09); antara kepemimpinan nahkoda dengan sanitasi kapal (p<0,013); antara peranan petugas dengan sanitasi kapal (p<0,04); dan antara pengetahuan ABK, kepemimpinan nahkoda dan peranan petugas dengan sanitasi kapal (p<0,05). Peranan petugas merupakan variabel yang paling dominan. Simpulan penelitian ini ialah pengetahuan ABK, kepemimpinan nakhoda, dan peranan petugas merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan sanitasi kapal. Kata kunci: pengetahuan anak buah kapal; kepemimpinan nahkoda; peranan petugas; sanitasi kapal
Studi Korelasional antara Minat Pasien dan Sarana Prasarana Terkait Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit TNI AU Sam Ratulangi Manado Emmanuela R. Molenaar; Herman Karamoy; Freddy Wagey; Welong S. Surya
e-CliniC Vol. 11 No. 1 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i1.44324

Abstract

Abstract: As a health institution, hospitals are required to understand the needs of patients based on quality service that could affect the patients’ satisfaction towards the attitudes of medical and non-medical personnels, the facilities and infrastructure provided, and the environment that makes the patients feel comfortable and safe. This study aimed to determine the relationships between patients’ interest and infrastructure with patients’ satisfaction at Rumah Sakit TNI AU Sam Ratulangi Manado. This was a quantitative study. Samples were 67 inpatients obtained by using the quota sampling technique. Data were analyzed with the chi-square test. The results showed that based on the patients’ satisfaction, 58.2% of respondents were satisfied and 41.8% were dissatis-fied. Based on patients’ interest, 50.7% were interested and 49.3% were not interested. Based on facilities and infrastructure, 50.7% were good and 49.3% were not good. The results of the chi-square test confirmed that there was a relationship between patients’ interest and patients’ satisfaction (p=0.000), and there was a relationship between facilities and infrastructure with patients’ satisfaction (p=0.000). In conclusion, there are positive relationships between the patients’ interest as well as facilities and infrastructure with the patients’ satisfaction at Rumah Sakit TNI AU Sam Ratulangi Manado. Keywords: patients’ satisfaction; patients’ interest; facilities and infrastructure Abstrak: Rumah Sakit sebagai institusi kesehatan harus memahami kebutuhan pasien dalam hal kualitas pelayanan yang dapat memengaruhi kepuasan pasien terkait kepuasan terhadap sikap tenaga medis maupun non medis, sarana dan prasarana yang disediakan, serta lingkungan yang membuat pasien merasa nyaman dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat pasien dan sarana prasarana dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit TNI AU Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 67 responden diperoleh dengan menggunakan teknik quota sampling. Analisis statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian mendapatkan variabel kepuasan pasien yang puas sebesar 58,2% dan tidak puas 41,8%. Variabel minat pasien yang minat sebesar 50,7% dan tidak minat 49,3%. Variabel sarana prasarana yang baik sebesar 50,7% dan kurang baik 49,3%. Hasil uji chi-square menegaskan adanya hubungan antara minat pasien dengan kepuasan pasien (p=0,000), dan adanya hubungan antara sarana prasarana dengan kepuasan pasien (p=0,000). Simpulan penelitian ini terdapat hubungan bermakna antara minat pasien dan sarana prasarana dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit TNI AU Sam Ratulangi Manado. Kata kunci: kepuasan pasien; minat pasien; sarana prasarana
Analisis Kebijakan Mutu Fasilitas Kesehatan TNI AU Timika dalam Rangka Peningkatan Kelas Pelayanan Albertus Nugraha; Gustaaf A. E Ratag; Eva M. Mantjoro; Welong S. Surya
e-CliniC Vol. 11 No. 1 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i1.44518

Abstract

Abstract: Clinics and other health services are important parts of a social and health organization functioning to provide comprehensive, disease healing (curative) and disease prevention (preventive) services to the community. This study aimed to analyze the quality policy at the health service facilities of TNI AU Timika. This was a qualitative study. The results showed that the reliability of services was not in accordance with the standard operating procedure (SOP); responsiveness, namely the lack of health workers, therefore, the services were not optimal; assurance, namely that all health workers had licenses to practice, and treated the patients carefully and thoroughly; empathy, namely treating the patients according to their needs and responding to complaints open heartedly, such as accepting criticism and suggestions directly as well as through suggestion boxes and other communication media; physical evidence (tangibles), namely the completeness of the infrastructure was not optimal. In conclusion, Timika TNI AU clinic needs to improve and complete its facilities to achieve increased health service standards in order to provide stability and be able to support the military defense of Eastern Indonesian region in the health sector. Keywords: health facility; reliability of services; responsiveness; assurance; empathy; tangibles   Abstrak: Klinik dan layanan kesehatan lainnya merupakan bagian penting dari suatu organisasi sosial dan kesehatan yang berfungsi untuk menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan mutu di fasilitas pelayanan kesehatan TNI AU Timika. Jenis penelitian ialah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reliabilitas pelayanan belum sesuai SOP; daya tanggap, yaitu masih kurangnya jumlah petugas kesehatan sehingga pelayanan tidak maksimal; jaminan, yaitu semua tenaga kesehatan telah memiliki izin praktek dan melakukan tindakan kepada pasien secara hati-hati dan teliti; empati, yaitu menangani pasien sesuai dengan kebutuhannya serta menanggapi keluhan secara terbuka, dan menerima kritik dan saran secara lang-sung, melalui kotak saran dan media komunikasi lainnya; bukti fisik, yaitu sarana prasarana masih kurang lengkap. Simpulan penelitian ini ialah klinik TNI AU Timika perlu membenahi dan meleng-kapi fasilitasnya untuk mencapai peningkatan kelas standar pelayanan kesehatan agar memberikan stabilitas dan dapat mendukung pertahanan militer wilayah Timur Indonesia di bidang kesehatan. Kata kunci: fasilitas kesehatan; reliabilitas pelayanan; daya tanggap; jaminan; empati; bukti fisik
PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN OBAT TRADISIONAL DI MASA PANDEMI COVID 19 PADA MASYARAKAT DI DESA TANAMON KABUPATEN MINAHASA SELATAN Syifa Katili; Fatimawali Fatimawali; Aaltje E. Manampiring; Welong S. Surya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.6946

Abstract

Sejak merebaknya COVID 19, masyarakat harus lebih memperhatikan makanan atau minuman yang akan dikonsumsi agar meningkatkan daya tahan tubuh. Masyarakat percaya bahwa menggunakan obat tradisional seperti jamu dari rimpang jahe, kunyit, temulawak atau kencur, dapat meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu solusi alternatif untuk pencegahan penyakit COVID 19 adalah dengan mengkonsumsi minuman tradisional lokal yang mengandung jahe biasa disebut dengan minuman saraba. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis penggunaan dan pemanfaatan obat tradisional di masa pandemi COVID 19 pada masyarakat di Desa Tanamon Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 146 KK. Variabel bebas yaitu tingkat pengetahuan, peran tenaga kesehatan, media informasi dan variabel terikat yaitu penggunaan dan pemanfaatan obat tradisional Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner, data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel yang terbukti sebagai faktor yang berhubungan terhadap penggunaan dan pemanfaatan obat tradisonal pada masa pandemi COVID 19 yaitu pengetahuan (p= 0,002), peran petugas kesehatan (p= 0,036) dan tersedianya media informasi (p= 0,001) dan variabel yang terbukti sebagai faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap penggunaan obat tradisonal yaitu tersedianya media informasi (p= 0,019; OR= 5,907) dan pengetahuan (p= 0,040; OR= 2,457). Kesimpulan ialah faktor yang berhubungan terhadap penggunaan dan pemanfaatan obat tradisional pada masa pandemi COVID 19 yaitu pengetahuan, peran petugas kesehatan dan tersedianya media informasi. Secara multivariat faktor yang paling dominan berpengaruh yaitu tersedianya media informasi dan pengetahuan.  
IMPLEMENTASI METODE HAZOP (HAZARD AND OPERABILITY STUDY) PADA PROSES PRODUKSI DI BALAI LATIHAN PENDIDIKAN TEKNIK TOMOHON Steefra D Mangkay; Yongker Baali; Harmen Fernando Sembel; Welong S. Surya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8189

Abstract

Hazop ialah suatu metode identifikasi bahaya yang sistematis teliti dan terstruktur untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang menganggu jalannya proses dan risiko yang terdapat pada suatu peralatan yang dapat menimbulkan risiko merugikan bagi manusia atau fasilitas pada sistem.sektor industri mebel yang dapat mengubah kayu menjadi perabot rumah tangga dan peralatan kantor, tentunya akan menimbulkan masalah keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja mebel, serta lingkungan kerja yang tercemar oleh debu dari proses produksi atau potensi kecelakaan kerja terhadap karyawan yang akan terjadi. Salah satu industri mebel yaitu Balai Latihan Pendidikan Teknik yang terletak di Kaaten, Tomohon Provinsi Sulawesi Utara mempekerjakan 34 orang khusus di bagian produksi. Perusahaan tersebut menghasilkan barang – barang seperti lemari, meja, kursi, tempat tidur, souvenir yang berbahan dasar kayu kelapa mengalami proses produksi yaitu pemotongan, penyerutan, pengamplasan, pengukiran, pengeboran, perakitan, pengecatan tentunya akan menghasilkan potensi risiko kecelakaan kerja yang tentunya akan berpengaruh pada karyawan. Dengan kata lain metode ini digunakan sebagai upaya pencegahan sehingga proses yang berlangsung dalam suatu sistem dapat berjalan lancar dan aman. Tujuan penggunaan Hazop sendiri ialah untuk meninjau suatu proses atau operasi pada suatu sistem secara sistematis untuk menentukan apakah proses penyimpangan dapat mendorong kearah kejadian atau kecelakaan yang tidak diinginkan, untuk menganalisis atau meninjau kemungkinan terdapat potensi bahaya pada suatu proses. Hazop secara sistematis mengidentifikasi setiap kemungkinan penyimpangan (deviation) dari kondisi operasi yang telah ditetapkan dari suatu plant, dan menentukan konsekuensi yang merugikan sebagai akibat terjadinya penyimpangan serta memberikan rekomendasi atau tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak dari potensi risiko yang telah berhasil diidentifikasi.  
PENGARUH KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL ANTARA DOKTER-PASIEN BERFOKUS TERHADAP KEPUASAN PASIEN PADA PELAYANAN KESEHATAN DI RAWAT INAP RSUD ANUGERAH TOMOHON Natalia Gabriel Rantung; Billy J. Kepel; Theodorus H. W. Lumunon; Welong S. Surya; Marieska Y. Waworuntu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8861

Abstract

Masalah dalam komunikasi dokter dan pasien yang belum efektif disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari segi pelayanan kesehatan sampai kepada tingkat efektifitas komunikasi tentunya dapat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komunikasi verbal dan non verbal antara dokter-pasien terhadap kepuasaan pasien di RSUD Anugerah Tomohon. Sampel ialah jumlah pasien rawat inap sebanyak 50 orang, dengan cara accidental sampling. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan, pengolahan data dilakukan secara univariat, bivariat, dan uji regresi linier berganda dan melihat nilai koefisien determinasi menggunakan SPPS versi 23. Hasil penelitian diperoleh nilai kepuasan pasien sebesar 39,424 dan koefisien regresi sebesar 1,022, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,006<0,05. Nilai kepuasan pasien sebesar 37,131 dan koefisien regresi sebesar 1,325, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,004<0,05. Nilai kepuasan pasien adalah sebesar 19,600, koefisien regresi variabel X1 sebesar 0,772 dan koefisien regresi variabel X2 adalah sebesar 1,020. Berdasarkan hasil nilai R square sebesar 0,476 atau 47,6%, maka komunikasi verbal dan komunikasi non verbal dalam memberikan pengaruh terhadap kepuasan pasien sebesar 47,6%. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi verbal dokter-pasien berfokus terhadap kepuasan pasien, terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi non verbal dokter-pasien berfokus terhadap kepuasan pasien, terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi verbal dan komunikasi non verbal dokter-pasien secara bersama-sama terhadap kepuasan pasien, dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,476 atau 47,6% terhadap kepuasaan pasien pada pelayanan kesehatan di rawat inap RSUD anugerah Tomohon.
Faktor-faktor yang Berhubungan dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Pusat Ratatotok Buyat Marlin N. Tanauma; Erling D. Kaunang; Martha M. Kaseke; Welong S. Surya
e-CliniC Vol. 11 No. 2 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i2.44901

Abstract

Abstract: Documentation of patient nursing records is important as evidence of accountability for nursing actions provided in the service. This study aimed to analyze the relationship between leadership, rewards, and attitudes of nurses in documenting nursing care at the inpatient ward of Ratatotok Buyat General Hospital. This was an analytical and observational study with a cross-sectional design. Sampls were all nurses, totaling 77 people. Data were analyzed with univariate and bivariate analysis of chi-square test. The results showed that documentation of good nursing care was 80.5% and poor nursing care was 19.5%; good leadership was 87% and poor leadership was 13%; rewards experienced by health workers were 67.5% and poor rewards were 32.5%; good attitude was 70.1% and poor attitude was 29.9%. The chi square test obtained a p-value of 0.000 as a whole from each variable.  In conclusion, there is a relationship between leadership, rewards, and attitudes with the documentation of nursing care at the inpatient ward of Ratatotok Buyat General Hospital. Keywords: documentation of nursing care; leadership; rewards; attitudes; nurses   Abstrak: Pendokumentasian catatan keperawatan pasien merupakan hal penting sebagai bukti pertanggungjawaban terhadap tindakan keperawatan dalam pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan, imbalan, dan sikap perawat dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Pusat Ratatotok Buyat. Jenis penelitian yaitu observasional analitik dengan studi potong lintang. Sampel ialah seluruh perawat yang berjumlah 77 orang. Analisis data penelitian secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian mendapatkan variabel pendokumentasian asuhan keperawatan yang baik sebesar 80,5% dan yang kurang baik 19,5%; kepemimpinan yang baik sebesar 87% dan yang kurang baik 13%; imbalan yang dialami oleh petugas kesehatan sebesar 67,5% dan yang merasa imbalan kurang baik sebesar 32,5%; sikap petugas kesehatan yang baik sebesar 70,1% dan yang kurang baik sebesar 29,9%. Hasil uji chi square mendapatkan nilai p=0,000 secara keseluruhan dari setiap variabel yang diteliti. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan kepemimpinan, imbalan dan sikap dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Pusat Ratatotok Buyat. Kata kunci: pendokumentasian asuhan keperawatan; kepemimpinan; imbalan; sikap; perawat
Hubungan Perilaku Aktivitas Fisik dan Penggunaan Screen Time dengan Status Gizi pada Pemuda GMIM Kawangkoan Melita A. Lolowang; Aaltje E. Manampiring; Bernabas H. R. Kairupan; Welong S. Surya
e-CliniC Vol. 11 No. 2 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i2.44903

Abstract

Abstract: Today the world faces a double burden that includes undernourishment and overweight, especially in low and middle-income countries. The high intensity of screen time will cause changes in nutritional status from being fat to obesity, due to the lack of body movement in daily activities. This study aimed to evaluate whether there was a relationship between physical activity behavior and screen time with nutritional status among GMIM Kawangkoan youths. This was a quantitative study. Samples were a total population of 60 respondents. Data were analyzed univariately and bivariately with the chi square test. The results showed that the majority of respondents had poor screen time (52.6%) and poor nutritional status (56.4%). The chi square test showed significant relationships between physical activity behavior and nutritional status (p=0.006), and between screen time and nutritional status (p=0.000). In conclusion, there are significant relationships between physical activity behavior and screen time with nutritional status among youths GMIM Kawangkoan. Keywords: nutritional status; physical activity behavior; screen time   Abstrak: Saat ini dunia menghadapi beban ganda yang mencakup kekurangan gizi dan kelebihan berat badan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Tingginya intensitas screen time yang dilakukan akan menyebabkan perubahan status gizi menjadi gemuk hingga obesitas oleh karena kurangnya gerakan tubuh dalam aktivitias sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku aktivitas fisik dan screen time dengan status gizi pada pemuda GMIM Kawangkoan. Jenis penelitian ialah kuantitatif. Sampel ialah total populasi berjumlah 60 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat uji chi square. Hasil penelitian mendapatkan bahwa mayoritas responden memiliki kategori screen time kurang baik (52,6%) dan status gizi kurang baik (56,4%), sedangkan responden dengan kategori aktivitas fisik baik dan kurang baik sama banyak. Hasil uji chi square tabulasi silang antara perilaku aktivitas fisik dengan status gizi mendapatkan nilai p=0,006 dan antara penggunaan screen time dengan status gizi mendapatkan nilai p=0,006 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara kedua variabel tersebut. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara perilaku aktivitas fisik dan penggunaan screen time dengan status gizi pada pemuda GMIM Kawangkoan. Kata kunci: status gizi; perilaku aktivitas fisik; screen time
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Adrian Umboh Albert S. T. Teo Albertus Nugraha Alexander S. L. Bolang Augustinus Robin Butarbutar Awondatu, Gisela B H. R. Kairupan Balqis Nurmauli Damanik Billy J. Kepel Blacius Dedi Damaris, Damaris DEBY AFRIANI MPILA Diana V. D. Doda Dina Rombot Doda, Diana V.D. E. Lumi, Welmin M. Edmont Hododjojo Edmont Hododjojo, Edmont Emmanuela R. Molenaar Enggune, Meilita Erling D. Kaunang Eva M. Mantjoro Ever Mario Lontaan Fatimawali . Finni Fitria Tumiwa Freddy Wagey Given Awulle Mamusung Greta J. P. Wahongan Greta J. P. Wahongan Gustaaf A. E Ratag Harmen Fernando Sembel Hasanuddin, Israyati R. Herman Karamoy Innocentius Bernarto, Innocentius Iramaya R. Sumayku Irma F. Tulungen Jehosua S. V. Sinolungan Jimmy Posangi Jimmy Posangi Josef S. B. Tuda Joy A. M. Rattu Julianri Lebang Junita M. Pertiwi K. Ering, Anugracia Karel Pandelaki Lariwu, Cicilia Linnie Pondaag Lolowang, Nolla L. Lontaan, Ever M. Lontaan, Ever Mario Lumadja, Christian E. A. Lumi, Welmin M. E. Lumi, Welmin Margotje Elizabeth M Fadhel Nurmidin M. E. Lumi, Welmin Maissy C. Kenang Manampiring, Aaltje Ellen Mandey, Slyvia Mantjoro, Eva M. Marieska Y. Waworuntu Marieska Y. Waworuntu Marieska Y. Waworuntu Markus T. Lasut Marlin N. Tanauma Martha M. Kaseke Melita A. Lolowang Merentek, Grace A. Miftahul Huda Militia C. Dolontelide Musak, Rivolta A. Naray, Gueen L. G. Natalia Gabriel Rantung Nilawati Nilawati P. S. Kalele, Veti P. Sarayar, Christiane Pandey, Apricillia Agrita Anastasia Pondaa, Angelia Regar, Maria J. Rivolta A Musak Rivolta Alfiko Musak Rumengan, Reivina M. T. Runtu, Andro R. S. V. Sinolungan, Jehosua Starry H. Rampengan Steefra D Mangkay Sumarauw, Jeane L. I. Susi Nurhayati Syifa Katili T. Lasut, Markus Taher, Marsel R. Theodorus Hendrik Willem Lumunon Timbuleng, Pingkan C. Tulung, Audy A. Venesia Pengan Waworuntu, Marieska Y. Waworuntu, Marieska Youhland Welmin M. E. Lumi Weny Wiyono Y. Waworuntu, Marieska Yongker Baali Youhland Waworuntu, Marieska