UD. Usaha Maju Bersama merupakan usaha kecil menengah yang memproduksi berbagai jenis bantal, selama aktivitas kerja karyawan menggunakan sistem dinamis dan fasilitas kerja yang masih manual. Pada stasiun pemotongan busa bantal aktivitas kerja kebanyakan dilakukan dengan cara membungkuk sehingga karyawan merasakan keluhan pada bagian tubuh seperti leher atas, leher bawah, punggung, pinggang, pantat, bahu kanan, pergelangan tangan kanan, lengan atas kanan, dan tangan kanan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbaikan postur kerja dan fasilitas kerja pada stasiun pemotongan busa bantal dengan metode Quick Exposure Checklist (QEC), Nordic Body Map (NBM), dan Antropometri. Dimana data-data tersebut akan dilakukan pengolahan data menggunakan metode QEC , pengolahan data menggunakan metode NBM, pengambilan dimensi tubuh karyawan , dan pengolahan data antropometri. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan, di dapat rata-rata nilai exposure check untuk 5 karyawan ≥70% dimana klasifikasi ini perlu dilakukan tindakan penelitian dan perubahan secepatnya. Dan kuesioner Nordic Body Map (NBM) terdapat 100% keluhan dirasakan pada bagian tangan kanan. Ukuran rekomendasi rancangan alat pemotong busa bantal diperoleh dengan cara pengukuran antropometri, yaitu mengukur jangkauan tangan = 62 cm, rentang tangan = 172 cm, dan tinggi siku berdiri =121 cm.