Abdullah Merjani
Universitas Riau Kepulauan

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

REKOMENDASI RANCANGAN PERBAIKAN ALAT PEMOTONGAN BUSA BANTAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUICK EXPOSURE CHECKLIST (QEC) DAN ANTROPOMETRI (STUDI KASUS PADA UD. USAHA MAJU BERSAMA) Yohana Rusianti Pasaribu; Annisa Purbasari; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): PROFISIENSI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.66 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i2.2487

Abstract

UD. Usaha Maju Bersama merupakan usaha kecil menengah yang memproduksi berbagai jenis bantal,  selama aktivitas kerja karyawan menggunakan sistem dinamis dan fasilitas kerja yang masih manual. Pada stasiun pemotongan busa bantal aktivitas kerja kebanyakan dilakukan dengan cara membungkuk sehingga karyawan merasakan keluhan pada bagian tubuh seperti leher atas, leher bawah,  punggung, pinggang, pantat, bahu kanan, pergelangan tangan kanan, lengan atas kanan, dan tangan kanan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan  perbaikan postur kerja dan  fasilitas kerja pada stasiun pemotongan busa bantal dengan metode Quick Exposure Checklist (QEC), Nordic Body Map (NBM), dan Antropometri.                Dimana data-data tersebut akan dilakukan pengolahan data menggunakan metode QEC , pengolahan data menggunakan metode NBM, pengambilan dimensi tubuh karyawan , dan pengolahan data antropometri.                Dari hasil pengolahan data yang dilakukan, di dapat rata-rata nilai exposure check untuk 5 karyawan ≥70% dimana klasifikasi ini perlu dilakukan tindakan penelitian dan perubahan secepatnya. Dan kuesioner Nordic Body Map (NBM) terdapat 100% keluhan dirasakan pada bagian tangan kanan. Ukuran rekomendasi rancangan alat pemotong busa bantal diperoleh dengan cara pengukuran antropometri, yaitu mengukur jangkauan tangan = 62 cm, rentang tangan = 172 cm, dan tinggi siku berdiri =121 cm.
PENERAPAN LINE BALANCING UNTUK MENGURANGI WAKTU MENUNGGU PADA PROSES LEAK TEST VALVE (Studi kasus di PT.Tomoe Valve Batam) Erikson Manurung; Zaenal Arifin; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 2 (2020): PROFISIENSI DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.484 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i2.2806

Abstract

Skripsi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permintaan terhadap produk valve di PT.Tomoe Valve Batam, menuntut untuk melakukan peningkatan hasil produksi dari 2400 unit/minggu menjadi 3500 unit/minggu, kenaikan permintaan sebesar 46 % dari kapasitas sekarang. Dengan mengarahkan sumber daya organisasi untuk melakukan efisiensi produktifitas sehingga menghasilkan output yang diharapkan, dalam peningkatan produktivitas dalam memenuhi permintaan tersebut, sebagai upaya menghadapi permintaan tersebut berbagai usaha ditempuh oleh PT.Tomoe Valve Batam, salah satunya adalah mengurangi waktu tunggu pada proses leak test. Untuk mendukung tujuan tersebut maka penulis ingin melakukan penelitian tentang “Penerapan Line Balancing untuk dapat digunakan sebagai faktor pendorong peningkatan produktivitas, dengan mempertimbangkan berbagai variable yang mempengaruhi produktifitas yang bervariasi antara input dan output dan setiap aspek yang memiliki efek secara signifikan mempengaruhi produktivitas pada sebuah proses karena perancangan ulang merupakan suatu upaya yang sangat cepat untuk melakukan perubahan  dalam mengoptimalkan flow proses kerja dan produktivitas didalam suatu proses produksi. Sebagai identifikasi masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Seberapa besar efek waktu terbuang karena menunggu pada proses leak test valve terhadap output ? 2) Hal apa saja yang mempengaruhi waktu menunggu  pada proses leak test valve ?Metode yang digunakan adalah metode Rank Positional Wight ( RPW ). Sumber data dalam penelitian ini adalah PT.Tomoe Valve Batam. Pendekatan yang digunakan adalah trial dan error. Bahan penelitian adalah Cycle Time. Data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah penelitian lapangan dan studi literatur. Alat pengumpul data utama dalam penelitian ini adalah stopwatch dalam tiga metode yaitu Continious Timing ( Pengukuran yang berlanjut terus), Repetitive/Snapback Timing ( Pengukuran yang berulang ) dan  Accumulative Timing ( Pengukuran Akumulatif ). Data yang dikumpulkan adalah gambar produk, peta line produksi, proses produksi, operation proses chart (OPC), proses flow chart (PFC) pada proses produksi valve serta kapasitas produksi dan data permintaan  di PT. Tomoe Valve Batam.Berdasarkan hasil penelitian terhadap Penerapan line balancing untuk mengurangi waktu tunggu pada proses leak test di PT.Tomoe Valve Batam, ditemukan beberapa hal tentang penerapan line balancing yaitu Upaya penerapan line balancing untuk mengurangi waktu tunggu didapatkan waktu siklus sebelum perbaikan sebesar 1.0 menit/unit = 60 unit/jam dan berdasarkan  penerapan metode  line balancing dengan penambahan 1 cell pada proses sub-assembly didapatkan sebesar 120 unit/jam. Jadi output yang hilang karena menunggu pada proses leak test = 60 unit/jam dan tindakan perbaikan yang dilakukan agar waktu menunggu pada proses leak test menurun adalah dengan penambahan 1 cell pada proses sub-assembly.
PENERAPAN SISTEM GMP (GOOD MANUFACTURING PRACTICE) DAN SPC (STATISTICAL PROCESS CONTROL) PADA PROSES PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KERUPUK KETUMBAR (DI UKM KERUPUK BERKAH) Saras Ayu; Abdullah Merjani; Zaenal Arifin
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 1 (2019): PROFISIENSI JUNI 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.995 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i1.2479

Abstract

UKM Kerupuk Berkah merupakan jenis usaha di bidang pembuatan kerupuk ketumbar. Dari data hasil produksi kerupuk selama 10kali produksi, rata-rata kerusakan sebesar 46% dengan jenis kerusakan tidak utuh, terlipat, ketebalan, ketipisan, dan ada benda asing dengan kerusakan terbesar yaitu terlipat sebanyak 15% yang besar kemungkinan terjadi saat proses pemotongan sehingga berdasarkan data tersebut diketahui bahwa banyak kualitas kerupuk yang tidak sesuai dengan keinginan pasar. Untuk meningkatkan kualitas produksi perlu dilakukan perbaikan cara pengolahan pangan (GMP) dan melakukan pengendalian kualitas (SPC).SPC (statistical process control) merupakan suatu bagan visual untuk memberi gambaran proses yang sedang berjalan, untuk mengetahui apakah proses berada didalam batas-batas yang telah ditetapkan sebelumnya atau tidak. Alat-alat yang digunakan untuk menganalisa penelitian ini adalah check sheet, histogram, diagram pareto, control chart, dan diagram sebab akibat. GMP (good manufacturingpractice) merupakan aturan pengolahan pangan pada proses produksi untuk meningkatkan/ memperbaiki kualitas pangan.Dari data hasil perbaikan kualitas dengan melakukan penetapan spesifikasi bahan dan komposisi bahan, menetapkan cara produksi yang baku dan menggunakan bahan tambahan pangan sesuai dengan batas aman penggunaan yang telah diatur oleh Menkes RI diketahui bahwa tingkat kerusakan menurun dari 46% menjadi 20%.
PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) UNTUK MENGURANGI JARAK PERPINDAHAN MATERIAL (STUDI KASUS UKM KERUPUK KAROMAH) Bayu Saputra; Zaenal ARifin, ST, MT; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 1 (2020): PROFISIENSI JULI 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.239 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i1.2557

Abstract

This study aims to improve the layout of facilities to reduce the distance of material transfer in Karomah Crackers SMEs by using the Systematic Layout Planning (SLP) method in which the procedure consists of three stages, the analysis phase covering the material flow analysis Activity Relationship Chart (ARC) analysis, Activity Analysis Relationship Diagram (ARD), analysis of the needs of the area and available area. The adjustment phase includes the planning of room relationship diagrams and alternative layout plans. The evaluation stage was carried out by selecting alternative layout designs. Based on the Systematic Layout Planning (SLP) method, 3 proposal layouts were produced, all of which had minimized the distance. Layout I can save a distance of 11%. Proposed Layout II saves a distance of 35% and the proposed layout III can save a distance of 30%. So that the layout of proposal I is recommended as a chosen proposal layout.
ANALISA TINGKAT KECACATAN UNTUK MENGURANGI DEFECT DI PRODUKSI BATAKO DENGAN METODE SEVEN TOOLS DAN PDCA Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 2 (2020): PROFISIENSI DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.838 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i2.3243

Abstract

UKM B. Samosir merupakan salah satu perusahaan penghasil batako. sebagai produsen tentunya harus menonjolkan salah satu keunggulan produknya, terutama keunggulan dari segi kualitas. Akan tetapi, jumlah produk cacat yang ditemukan pada periode February 2020 sebesar 200 pcs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis cacat yaitu Keretakan, patah dan sumpil dan sebagainnya tapi peneliti mengambail beberapa yang cacat yang dominan. Dengan mengaplikasikan metode Seven Tools dan PDCA. Peneliti telah melakukan suatu upaya perbaikan. Karena terbatasnya waktu dan ijin dari yang bersangkutan sehingga dalam penerapan metode ini dan usulan perbaikan tidak dapat dilakukan secara keseluruhan. Hasil perbaikan yang dilakukan menunjukkan bahwa produk cacat mengalami penurunan. Untuk mengurangi defect pada batako dilakukan melalui metode : pemilihan material/bahan berkualitas, manusia: melalui pelatihan dan pengarahan secara edukasi, dengan metode : mengecek bahan dan hasil secara teliti , alat/peralatan : memperhatikan alat yang digunakan saat produski secara berkala . Dari hasil penelitian dan upaya perbaikan yang dilakukan diharapkan pihak pemilik usaha mampu melanjutkan usulan perbaikan yang dilakukan sebagai wujud keberhasilan selama studi.
DESAIN ALAT PENGHITUNG IC (Intergated Circuit) DENGAN METODE QFD UNTUK MEMPERCEPAT PROSES PENGHITUNGAN PARTIAL UNIT IC (STUDI KASUS PT. INFINEON TECHNOLOGIES BATAM) Untung Prayogi; Vera Methalina Afma; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): PROFISIENSI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.167 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i2.2488

Abstract

PT. Infineon Technologie adalah perusahaan semikonduktor, produk yang dihasilkan berupa IC (Integrate Circuit), didalam  perusahaan  tersebut terdapat proses trimfrom dimana proses tersebut merupakan proses pemotongan material yang berbentuk leadfream menjadi unit IC, dimana tempat untuk material unit adalah tube, satu tube berisi 60 unit IC, sedangkan material yang masuk kedalam tube tidak selalu penuh, Jika didapatkan tube yang tidak penuh maka operator harus melakukan perhitungan tube secara manual, untuk mengetahui jumlah IC dalam tube tersebut. Proses perhitungan manual ini memerlukan waktu sekitar 2 menit, proses perhitungan manual ini menyebekan oprator sering mengalami kesalahan dalam perhitungan, oleh karna itu penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alat bantu perhitungan Parcial unit, untuk mempercepat dalam proses perhitungan unit IC.                   Perancangan alat penghitung partial IC menggunakan metode QFD dilakukan karena, QFD dapat membuat produk berdasarkan keinginan serta kebutuhan para pengguna. Perancangan produk dengan metode QFD membutuhkan customer voices untuk menyusun matriks pada House of Quality. Kebutuhan primer bagi para pengguna yang didapat dari customer voices ini intinya akan akan dijadikan dasar untuk merancang alat penghitung partial IC. Setelah melakukan perancangan alat penghitung parsial IC kemudian di rancang lagi menggunakan drawing.                Hasil dari penelitian ini adalah alat bantu penghitungan, dimana opetrator tidak lagi melakukan penghitungaan manual satu persatu, tinggal menjajarkan alat penghitung dengan partial unit langsung mengetahui jumlah partial IC yang ada didalam tube tersebut. Proses ini lebih cepat dari sebelumnya memerlukan waktu 2 menjadi 10 detik. 
PERANCANGAN ALAT PEMOTONG KERIPIK KARI PAGODA UNTUK MENGURANGI WAKTU KERJA DENGAN PENDEKATAN METHOD TIME MEASUREMENT MTM DAN ANTROPOMETRI ( Studi kasus di UKM SNACK GEDEKU ) Tyan Novrianti Novrianti; Annisa Purbasari; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): PROFISIENSI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.09 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i2.2489

Abstract

UKM Snack Gedeku merupakan usaha  kecil menengah yang bergerak di bidang (home industry) yang membuat makanan ringan seperti keripik yang bercita rasa seafood dengan perpaduan daun kari. Berdasarkan pengamatan penelitian yang langsung terjun ke tempat usaha keripik mendapat ketidaknyamanan yang terjadi pada pekerja saat memotong keripik yang mana pergerakan yang lebih efektif adalah tangan kanan. Peneliti seharusnya dapat merancang alat pemotong keripik agar pergerakan tangan bisa diseimbangkan.            Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang ulang alat pemotong keripik yang lebih baik untuk mengurangi gerakan-gerakan tangan yang dulunya hanya satu bekerja satu tangan menjadi seimbang pada proses pemotongan yang menggunakan  metode “Methods Time Measurement (MTM) dan Antropometri”.            Perancangan alat pemotong keripik sebelumnya dengan waktu baku rata-rata sebesar  9,29 detik dengan output yang didapatkan 50,62 kg, sedangkan untuk perancangan alat baru dengan ukuran alat 35 cm, 7 mata pisau, diameter genggaman handle 2,4 cm. dengan waktu baku rata-rata sebesar 6,84 dan hasil output yang didapatkan sebesar 68,18 kg. Adanya perbedaan terletak pada  hasil yang didapatkan alat pemotong lama dengan alat pemotong baru, dan dilihat dari adanya metode gerakan kerja yang mengguankan dua tangan
PERANCANGAN ALAT BANTU KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI UNTUK MENGURANGI KELUHAN MSDS PADA PROSES TUMBLING C-SEAL (STUDI KASUS PT. FLUID SCIENCES BATAM) Galang Febrian Comara; Annisa Purbasari; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): PROFISIENSI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.408 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i2.2484

Abstract

PT. Fluid Sciences Batam merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufacturing yang memproduksi spare part pesawat, namun dalam proses produksi nya masih ada proses yang tidak ergonomis. Yang berdampak pekerja sering mengalami keluhan dan beresiko menimbulkan cidera otot. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat bantu yang ergonomi untuk mengurangi keluhan MSDs pada proses tumbling C-Seal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode NBM, RWL dan Anthropometri. Dengan hasil kuisioner diisi oleh 4 orang pekerja yang beraktivitas pada proses tumbling dengan persentase pada level keluhan sakit sebelum perancangan 49 % dan sesudah perancangan mengalami penurunan sebesar 23% . Hasil rata – rata LI awal dari keempat pekerja  sebelum perancangan adalah 4.85, dan LI akhirnya adalah 6.60 dan hasil dari rata – rata sesudah perancangan, baik LI awal maupun LI akhir nilainya adalah 0. Ukuran dimensi anthropometri yang digunakan adalah TSB (Tinggi Siku Berdiri) = 112.62 cm dan untuk JTKD (Jangkauan Tangan Kedepan) = 65.26 cm digunakan untuk jarak pekerja dengan alat bantu. 
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ( SMK3 ) UNTUK MENGURANGI TINGKAT KECELAKAAN KERJA DI PT. DJITOE MESINDO BATAM Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.681 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.3146

Abstract

ABSTRAKPT DJITOE Indonesia Tobacco terbentuk tahun 1960, awalnya memperoduksi rokok kretek buatan tangan. Tahun 1983 perusahaan merambah mesin melalui rekondisi mesin. Tahun 1998 bisnis rekondisi mesin diperluas ke pulau batam untuk lebih meningkatkan ekspor. Saat ini PT DJITOE ITC menjadi pemasok terbesar rekondisi mesin pembuat rokok dan mesin pengemas di kawasan Asia. Kegiatan proses produksi dan operasional tidak dapat dipisahkan dari penggunaan mesin.Walaupun demikian, tidak hanya kelayakan dari mesin yang harus diperhatikan, tetapi juga lingkungan sekitar lokasi dimana proses produksi dilakukan. Kecelakaan kerja sering terjadi dan berakibat fatal pada pekerjaan antara manusia dan mesin. Setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja itu terjadi, misalnya tidak menggunakan APD yang seharusnya dipergunakan saat bekerja, mengabaikan peraturan yang sudah ada, tidak memikirkan resiko apa yang akan terjadi ketika bekerja tanpa mengenal resiko. Berdasarkan data kecelakaan kerja yang terjadi di PT. Djitoe Mesindo Batam sepanjang tahun 2019 berjumlah 5 kasus yang terjadi dalam proses produksi.Model penelitian yang dilakukan yaitu dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja serta menggunakan metode analisis deskriptif ini bersifat uraian yang menjelaskan tentang identitas dari responden dan penilaian responden terhadap variabel penelitian. dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada karyawan PT. Djitoe Mesindo Batam.Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dapat dijalankan dan hasilnya lebih efektif dalam upaya mengurangi resiko kecelakaan kerja. Dengan berjalannya sistem ini dapat meningkatkan produktifitas di perusahaan dan karyawan dapat bekerja dengan nyaman.Kata Kunci : Penerapan SMK3, Resiko Kecelakaa Kerja, Diagram Ishikawa
PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN METODE SIX SIGMA DMAIC PADA PRODUK TOP BODY COVER FAST 5280 UNTUK MENGURANGI CUSTOMER COMPLAIN (STUDI KASUS : PT. BATAM XINGRUI TEKNOLOGI Abdullah Merjani; Novia Irena Br Siahaan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 10, No 1 (2022): PROFISIENSI JULI 2022
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v10i1.3865

Abstract

PT. Batam Xingrui Teknologi adalah perusahaan yang bergerak dibidang plastik injection moulding yaitu memproduksi produk yang terbuat dari material biji plastik tepatnya adalah pembuatan produk Router/Wirelles Modem. Pada bulan Januari-Maret 2021 terdapat tiga kali pengiriman produk yang dikembalikan oleh customer dikarenakan terdapat Reject Scratches dengan jumlah Reject pada bulan Januari sebanyak 45 unit dari 7200 unit, pada bulan maret sebanyak 23 unit dari 2700 unit dan pada bulan maret sebanyak 100 unit dari 900 unit, sehingga dengan terjadinya masalah ini membuat perusahaan menjadi penilaian buruk buat perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor apa yang menjadi penyebab terjadinya reject scratches pada produk top body cover fast 5280 dan mengetahui solusi untuk dapat mengurangi reject scratches pada top body cover fast 5280 sehingga tidak terdapat Complain dari pelanggan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan analisa data menggunaan metode Sixsigma DMAIC. Dari penelitian ini didapatkan hasil analisa faktor-faktor penyebab terjadinya Reject Scratches berasal dari tenaga kerja yang bekerja terburu-buru, mesin Conveyor yang bergerak terlalu cepat dan Pencampuran material baru dan material yang daur ulang. Kemudian Setelah dilakukan pendekatan DMAIC pada pengendalian kualitas pada produk reject scratches, dapat diketahui bahwa tingkat DPMO mengalami penurunan yang sebelumnya 113445 berkurang menjadi 20224 DPMO sehingga tidak terdapat customer complain pada produk yang serupa.