Annisa Purbasari
Universitas Riau Kepulauan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

REKOMENDASI RANCANGAN PERBAIKAN ALAT PEMOTONGAN BUSA BANTAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUICK EXPOSURE CHECKLIST (QEC) DAN ANTROPOMETRI (STUDI KASUS PADA UD. USAHA MAJU BERSAMA) Yohana Rusianti Pasaribu; Annisa Purbasari; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): PROFISIENSI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.66 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i2.2487

Abstract

UD. Usaha Maju Bersama merupakan usaha kecil menengah yang memproduksi berbagai jenis bantal,  selama aktivitas kerja karyawan menggunakan sistem dinamis dan fasilitas kerja yang masih manual. Pada stasiun pemotongan busa bantal aktivitas kerja kebanyakan dilakukan dengan cara membungkuk sehingga karyawan merasakan keluhan pada bagian tubuh seperti leher atas, leher bawah,  punggung, pinggang, pantat, bahu kanan, pergelangan tangan kanan, lengan atas kanan, dan tangan kanan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan  perbaikan postur kerja dan  fasilitas kerja pada stasiun pemotongan busa bantal dengan metode Quick Exposure Checklist (QEC), Nordic Body Map (NBM), dan Antropometri.                Dimana data-data tersebut akan dilakukan pengolahan data menggunakan metode QEC , pengolahan data menggunakan metode NBM, pengambilan dimensi tubuh karyawan , dan pengolahan data antropometri.                Dari hasil pengolahan data yang dilakukan, di dapat rata-rata nilai exposure check untuk 5 karyawan ≥70% dimana klasifikasi ini perlu dilakukan tindakan penelitian dan perubahan secepatnya. Dan kuesioner Nordic Body Map (NBM) terdapat 100% keluhan dirasakan pada bagian tangan kanan. Ukuran rekomendasi rancangan alat pemotong busa bantal diperoleh dengan cara pengukuran antropometri, yaitu mengukur jangkauan tangan = 62 cm, rentang tangan = 172 cm, dan tinggi siku berdiri =121 cm.
PERANCANGAN MEJA KERJA PADA PEMBUATAN BATU BATAKO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ManTRA Tool (Manual Task Risk Assement Tool) DAN PENDEKATAN ANTHROPOMETRI (STUDI KASUS UKM ANTO) Astin Ariesna Nurkholid Ariesna Nurkhodi; Benedikta Anna Haulian Siboro; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 1 (2019): PROFISIENSI JUNI 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.375 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i1.2480

Abstract

Pembangunan sarana-prasarana di Kota Batam yang berkembang pesat mendorong peningkatan daya saing produk industri, salah satunya usaha pembuatan batu batako. Salah satu UKM yang memproduksi batako jenis padat dan berlubang ialah UKM Anto. Dalam proses pembuatan batako tinggi meja cetakan yang digunakan cenderung rendah, sehingga posisi kerja harus membungkuk sehingga menimbulkan keluhan sakit pinggang dan bahu pada para pekerjanya pada saat proses pemadatan cetakan. Tujuan penelitian ini adalah merancang meja ergonomis yang diharapkan dapat mengurangi keluhan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuisioner NBM (Nordic Body Map) dan metode ManTRA (Manual Task Risk Assessment) serta dirancang dengan menggunakan data antopometri kelima pekerja di UKM Anto.Hasil peneliltian menunjukkan desain meja yang ergonomis memberikan  penurunan persentase tingkatan sangat sakit dari (16,42%) menjadi (0%). Sedangkan pada tingkatan tidak sakit meningkat dari (35%) menjadi (70,71%) pada bagian tubuh yang sebelumnya mengalami keluhan sakit. Selain itu hasil analisa ManTRA menunjukkan penurunan skor dari nilai resiko kumulatif yang sebelumnya mencapai 16-20 poin (lebih dari 15) menurun menjadi 12-14 poin ( 15). Dari hasil analisa tersebut membuktikan bahwa perancangan meja ergonomis  dengan ukuran panjang 68 cm, lebar 52 cm, dan tinggi 86 cm mampu mengurangi resiko kerja dan keluhan yang dialami pekerja pada bagian pencetakan batu batako di UKM tersebut.
PERANCANGAN MEJA BANTU UNTUK MENGURANGI RISIKO LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEKERJA BAGIAN PROSES PENGEPRESAN DI UKM MJ Khairudin Khairudin; Annisa Purbasari; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.246 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.3338

Abstract

UKM MJ adalah home industri yang memproduksi jersey dan kaos. Salah satu proses produksi di UKM tersebut yaitu proses pengepresan produk yang menggunakan mesin press. Mesin press masih dioperasional secara sederhana yanng ditempat pada lantai produksi dan tanpa alat bantu. Ukuran mesin press memiliki panjang dan lebar sebesar 60 x 60 cm, sedangkan tingginya sebesar 15 cm. Selama proses tersebut berlangsung, pekerja bekerja dengan postur membungkuk, terjadi tekukan pada kedua kaki, kerja monotoni dan berulang yang membutuhkan waktu kerja antara 1-3 jam, sehingga timbulnya keluhan nyeri pada pinggang, pinggul dan mempengaruhi performansi kinerja pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang meja kerja yang akan membantu proses kerja serta mengurangi nyeri pada tubuh. Pada penelitian ini menggunakan metode kuesioner Low Back Pain (LBP). Dan untuk perancangan meja berdasarkan data antropometri kesemua karyawan. Dari kajian menggunakan kuesioner LBP menunjukan bahwa adanya penurunan persentase pada tingkat selalu dari hasil tingkat sebelumnya 3% menjadi 0%, untuk tingkat keluhan sering dari 27% menjadi 0%, untuk keluhan kadang-kadang dari 42% menjadi 10%, dan untuk keluhan jarang sama 23%, dan untuk keluhan tidak pernah dari 5% menjadi 67%. Dari hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa menggunakan perancangan meja bantu dengan ukuran panjang meja 50 cm, lebar 70cm, dan tinggi 80cm, mampu meminimalisir mengurangi resiko LBP.
PERANCANGAN ALAT PEMOTONG KERIPIK KARI PAGODA UNTUK MENGURANGI WAKTU KERJA DENGAN PENDEKATAN METHOD TIME MEASUREMENT MTM DAN ANTROPOMETRI ( Studi kasus di UKM SNACK GEDEKU ) Tyan Novrianti Novrianti; Annisa Purbasari; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): PROFISIENSI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.09 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i2.2489

Abstract

UKM Snack Gedeku merupakan usaha  kecil menengah yang bergerak di bidang (home industry) yang membuat makanan ringan seperti keripik yang bercita rasa seafood dengan perpaduan daun kari. Berdasarkan pengamatan penelitian yang langsung terjun ke tempat usaha keripik mendapat ketidaknyamanan yang terjadi pada pekerja saat memotong keripik yang mana pergerakan yang lebih efektif adalah tangan kanan. Peneliti seharusnya dapat merancang alat pemotong keripik agar pergerakan tangan bisa diseimbangkan.            Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang ulang alat pemotong keripik yang lebih baik untuk mengurangi gerakan-gerakan tangan yang dulunya hanya satu bekerja satu tangan menjadi seimbang pada proses pemotongan yang menggunakan  metode “Methods Time Measurement (MTM) dan Antropometri”.            Perancangan alat pemotong keripik sebelumnya dengan waktu baku rata-rata sebesar  9,29 detik dengan output yang didapatkan 50,62 kg, sedangkan untuk perancangan alat baru dengan ukuran alat 35 cm, 7 mata pisau, diameter genggaman handle 2,4 cm. dengan waktu baku rata-rata sebesar 6,84 dan hasil output yang didapatkan sebesar 68,18 kg. Adanya perbedaan terletak pada  hasil yang didapatkan alat pemotong lama dengan alat pemotong baru, dan dilihat dari adanya metode gerakan kerja yang mengguankan dua tangan
PERANCANGAN ALAT BANTU KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI UNTUK MENGURANGI KELUHAN MSDS PADA PROSES TUMBLING C-SEAL (STUDI KASUS PT. FLUID SCIENCES BATAM) Galang Febrian Comara; Annisa Purbasari; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): PROFISIENSI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.408 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i2.2484

Abstract

PT. Fluid Sciences Batam merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufacturing yang memproduksi spare part pesawat, namun dalam proses produksi nya masih ada proses yang tidak ergonomis. Yang berdampak pekerja sering mengalami keluhan dan beresiko menimbulkan cidera otot. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat bantu yang ergonomi untuk mengurangi keluhan MSDs pada proses tumbling C-Seal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode NBM, RWL dan Anthropometri. Dengan hasil kuisioner diisi oleh 4 orang pekerja yang beraktivitas pada proses tumbling dengan persentase pada level keluhan sakit sebelum perancangan 49 % dan sesudah perancangan mengalami penurunan sebesar 23% . Hasil rata – rata LI awal dari keempat pekerja  sebelum perancangan adalah 4.85, dan LI akhirnya adalah 6.60 dan hasil dari rata – rata sesudah perancangan, baik LI awal maupun LI akhir nilainya adalah 0. Ukuran dimensi anthropometri yang digunakan adalah TSB (Tinggi Siku Berdiri) = 112.62 cm dan untuk JTKD (Jangkauan Tangan Kedepan) = 65.26 cm digunakan untuk jarak pekerja dengan alat bantu.