Bambang Wahyu Widodo
Universitas Riau Kepulauan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN ALAT BANTU PENGULITAN KAMBING MENGGUNAKAN METODE REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT) UNTUK MENGURANGI MSDs Vera Methalina Afma; Bambang Wahyu Widodo
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 1 (2020): PROFISIENSI JULI 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3912.704 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i1.2482

Abstract

                                                             ABSTRAKCV. Jagal Utama merupakan salah satu tempat pemotongan hewan otorita batam yang proses pemotongannya masih di lakukan secara manual, salah satu kegiatan berupa proses pengulitan kambing, Kegiatan pengulitan bahan baku kambing ini dilakukan dengan cara memotong dengan jongkok sebanyak 20%, membungkuk 30% dan juga terkadang berdiri dengan sebanyak 50% menggunakan alat bantu pisau dengan pengulangan lebih 10 kali sehingga menimbulkan adanya keluhan pegal-pegal di bagian punggung sebanyak 60% dan di bagian pinggang ke bawah  sebanyak 40% oleh pekerja.Pada penelitian ini, maka dilakukan perancangan alat pengulitan bahan baku yang tepat sehingga mampu mengurangi penggunaan tenaga yang berlebihan dan Musculoskelatel Disorders (MSDs) sehingga dalam menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan memperbaiki postur pekerja. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis keluhan yaitu dengan menggunakan metode REBA ( Rapid Entire Body Assessment ).Berdasarkan Analisa data menggunakan kuisioner Nordic Body Map (NBM) diperoleh nilai sangat sakit 30%, sakit 25%, agak sakit 17% dan tidak sakit 28%, total bagian sakit 72% dan nilai rata-rata REBA awal sebesar 7.40 dengan rata-rata skor pekerja 4 pada posisi badan  punggung membungkuk lebih dari 60⁰ sehingga menyebabkan keluhan Musculoskelatel disorders (MSDs) maka perlu adanya rancangan alat untuk mengurangi resiko tersebut. Perancangan alat bantu pengulitan kambing mengunakan data antropometri pekerja yaitu untuk tinggi alat pengulitan 250 cm dari Tinggi Bahu Berdiri (TBB), lebar alat pengulitan kambing 150 cm dari Lebar Bahu (LB), tinggi tali pengikat 160 cm dari Tinggi Pinggang Berdiri (TPB), tinggi kambing 78 cm dari tinggi Lutut Berdiri (LB), titik tengah alat pengulitan 75.37 cm dari Jangkauan Tangan Kedepan (JTK) dan pegangan pisau pengulitan 2 cm dari Diameter  Genggaman Tangan (DGT). 
DESAIN ALAT SORTIR TELUR IKAN GURAMI YANG MATI MENGGUNAKAN METODE QUALITI FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN TELUR (STUDY KASUS DI UKM AMIRA FISH) Ikhwan Muttaqin; Vera Methalina Afma; Bambang Wahyu Widodo
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 1 (2020): PROFISIENSI JULI 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.248 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i1.2565

Abstract

Usaha kecil menengah (UKM) dari waktu kewaktu mengalami perkembangan yang cukup pesat. Di kota Batam sangat jarang ditemui Ikan Gurami, hanya pasar tertentu atau toserba, tertentu yang menjual Ikan Gurami. Hal inilah yang menginspirasi seorang Bapak yang bernama Pak Mu’it pemilik UKM AMIRA FISH. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas telur ikan gurami yaitu pada proses penyortiran dengan menggunakan alat yang kurang tepat yaitu sendok makan, hal tersebut dapat mempengaruhi pada saat penyortiran karena guncangan air dan terkontaminasinya air yang dapat mempengaruhi kualitas telur sehingga banyak telur ikan yang mati.                Desain alat sortir telur ikan gurami menggunakan metode QFD dilakukan karena, QFD dapat membuat produk berdasarkan keinginan serta kebutuhan para pengguna. Perancangan produk dengan metode QFD membutuhkan customer voices untuk menyusun matriks pada House of Quality. Kebutuhan primer bagi para pengguna yang didapat dari customer voices ini intinya akan akan dijadikan dasar untuk mendesain dan membuat alat sortir telur ikan gurami. Setelah melakukan desain, alat sortir telur ikan gurami kemudian di desain lagi menggunakan software solid works.                Alat sortir telur ikan gurami ini diharapkan mampu untuk mengurangi kerusakan pada proses penyortiran telur ikan gurami menjadi 10.5% dari alat yang sebelumnya yaitu 29%.