Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL FISIKA PAPUA

Analisis Struktur Lapisan Bawah Permukaan Untuk Pembangunan Dermaga Menggunakan Metode Geolistrik Di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura Lily H Nengkey; Yusuf Bungkang; Zakaria V. Kareth
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i2.11

Abstract

Kampung Abar Distrik Ebungfauw terdapat sebuah dermaga yang dibuat oleh masyarakat setempat sebagai penghubung antar kampung lainnya. namun dermaga tersebut sudah sangat tua hingga harus dibuat dermaga yang baru, oleh sebab itu perlu dilakukannya survey struktur bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat setempat keadaan struktur bawah permukaan tanah agar bisa dilakukannya pengeboran untuk melakukan penanaman tiang pancang baru buat dermaga. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi schlumberger untuk survey bawah permukaan secara vertikal dan akan dikorelasi dengan hasil dari data metode boring. Penelitian akan dilakukan di Kampung Abar Distrik Ebungfauw, dengan pengambilan data sebanyak 2 (dua) titik survey. Instrumen yang digunakan adalah ResistivityMeter yang dilengkapi dengan dua pasang elektroda arus dan potensial. Hasil penggolahan data akan berupa penampang struktur lapisan secara vertikal yang menunjukan keadaan sturktur bawah permukaan. Pada penelitian ini didapatkan bahwa struktur bawah permukaan Dermaga Kampung Abar didominasi oleh lapisan yang terdiri dari material lempung bercampur pasir padat dengan nilai resistivitas 1917 hingga 38494 m. Selain itu, terdapat lapisan batuan keras berupa kerikil bercampur lumpur dengan nilai resistivitas 6,1 sampai dengan 1,248 m. direkomendasikan untuk kedalaman pondasi pada titik 6 sampai 15 meter, dan hasil data metode pemboran dibor sedalam 10 meter.
Identifikasi Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Daerah Abe Pantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura Rehabeam Griapon; Yane Ansanay; Yusuf Bungkang
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i2.12

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup. Penggunaan air semakin meningkat baik untuk keperluan kehidupan sehari-hari manusia, industri, pertanian maupun peternakan. Akibat pertumbuhan penduduk maka kebutuhan akan daerah pemukiman juga semakin meningkat yang mengakibatkan konsumsi air bertambah, sehingga persediaan air semakin terbatas. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi sebaran air tanah di Daerah Abe Pantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger sebanyak 4 titik dan Wenner-Schlumberger sebanyak 1 lintasan dan mendapatkan hasil nilai resistivitas yang cukup bervariasi. Resistivitas rendah orde 1-10 Ωm diidentifikasi sebagai akuifer, nilai resistivitas orde 10-30 Ωm diidentifikasi sebagai lapisan batulempung, orde 30-100 Ωm diidentifikasi sebagai lapisan batupasir, dan nilai resistivitas >100 Ωm diidentifikasi sebagai lapisan batugamping. Lapisan akuifer pada daerah ini adalah lapisan batugamping dan batupasir. Ditemukan 2 pola dugaan akuifer pada lintasan Wenner – Schlumberger dengan volume yang cukup besar, dan lapisan akuifer pada keempat titik sounding. Dengan memperhitungkan kedalaman dan posisi titik sounding, serta arah strike lapisan, diduga lapisan akuifer pada titik ukur 1 dan titik ukur 2 merupakan lapisan akuifer yang sama dan saling terhubung. Begitu pula lapisan akuifer pada titik ukur 3 dan titik ukur 4, diduga merupakan lapisan akuifer yang sama dan saling terhubung.