Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AN IN-DEPTH ANALYSIS ON ERRORS OF INDONESIAN STUDENTS WITH LOW PROFICIENT LEVEL IN PRONOUNCING CONSONANT ENGLISH PHONEMES Sri Wahyuni Thamrin; Nurbiati Nurbiati; Andi Eritme Yustika Abrar; Mutmainnah Marzuki
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Vol 11, No 1 (2022): Exposure
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/exposure.v11i1.7455

Abstract

This study aims to determine the pronunciation errors of phonemes produced by students of Muhammadiyah University of Bulukumba. This study applies a qualitative paradigm. The subjects of this study were second semester students of the Department of English Education with low proficiency levels at the University of Muhammadiyah Bulukumba. Students were asked to pronounce 24 consonant sounds at the beginning, middle, and end of the word to find the data. Students' pronunciation was then phonologically analyzed based on the classification of pronunciation errors found by Moulton, W. G. (1962).The results shows that errors in the pronunciation of English consonants are found in stop voicess, fricative, africative, nasal and semi-vowel consonants. The types of errors in the pronunciation of consonant phonemes are allophones, phonemics and phonetics errors. Allophone error is found in the stop voiceless consonants /p/, /t/, and /k/ which were found at the beginning of the syllable. Phonemic and phonetic errors are found in the pronunciation of voiced /v/, voiced /z/, voiceless /θ/, voiced /ð/, and voiceless /ʃ/. The same error is also found in voiceless /ʃ/ which was pronounced without using the sound /h/, as well as phonetic errors that was pronounced using the sound /t/. Phonetic errors are also found in the pronunciation of fricative sounds /tʃ/ and /dᴣ/, nasal /ƞ/ and semi vowel sounds /j/ which were pronounced not in accordance with the actual sound, thus other meaningless sounds are formed.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menumbuhkan Kesadaran Beribadah Peserta Didik Di UPT SMAN 18 Bulukumba Saidah Saidah; Nurul Hikmah; Fitri Kasmirawati; Nurbiati Nurbiati; Besse Wahida
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun kesadaran beribadah siswa di UPT SMAN 18 Bulukumba, sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini diambil berdasarkan urgensi penguatan karakter religius remaja di era modern, yang kerap dihadapkan pada tantangan pergaulan dan dinamika sosial yang dinamis. Dalam konteks ini, guru PAI memegang andil krusial yang tidak terbatas pada transfer ilmu saja, melainkan juga bertindak sebagai pembimbing, motivator, serta figur teladan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informasi dihimpun melalui sumber primer (wawancara dengan guru PAI dan siswa) serta sumber sekunder (arsip sekolah dan literatur terkait) dengan menerapkan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Seluruh data yang terkumpul kemudian diolah melalui fase reduksi, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam menumbuhkan kesadaran beribadah peserta didik dilakukan melalui strategi pembiasaan, pendekatan persuasif, dan metode keteladanan. Strategi pembiasaan dilakukan melalui kegiatan ibadah rutin di sekolah, pendekatan persuasif dilakukan melalui nasihat dan pendekatan personal, sedangkan metode keteladanan dilakukan dengan memberikan contoh langsung dalam pelaksanaan ibadah. Faktor pendukung peran guru PAI dalam menumbuhkan kesadaran beribadah peserta didik yaitu adanya kesadaran peserta didik terhadap pentingnya ibadah, program pembiasaan ibadah di sekolah, dan keterlibatan guru dalam pembinaan ibadah. Adapun faktor penghambatnya yaitu pengaruh teman sebaya, keterbatasan fasilitas ibadah, dan kurangnya pengawasan peserta didik di luar lingkungan sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter religius peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah strategi pembelajaran PAI berbasis karakter sekaligus menjadi acuan evaluasi bagi sekolah dalam menyusun program keagamaan yang lebih aplikatif dan berdampak jangka panjang bagi siswa.