Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun kesadaran beribadah siswa di UPT SMAN 18 Bulukumba, sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini diambil berdasarkan urgensi penguatan karakter religius remaja di era modern, yang kerap dihadapkan pada tantangan pergaulan dan dinamika sosial yang dinamis. Dalam konteks ini, guru PAI memegang andil krusial yang tidak terbatas pada transfer ilmu saja, melainkan juga bertindak sebagai pembimbing, motivator, serta figur teladan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informasi dihimpun melalui sumber primer (wawancara dengan guru PAI dan siswa) serta sumber sekunder (arsip sekolah dan literatur terkait) dengan menerapkan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Seluruh data yang terkumpul kemudian diolah melalui fase reduksi, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam menumbuhkan kesadaran beribadah peserta didik dilakukan melalui strategi pembiasaan, pendekatan persuasif, dan metode keteladanan. Strategi pembiasaan dilakukan melalui kegiatan ibadah rutin di sekolah, pendekatan persuasif dilakukan melalui nasihat dan pendekatan personal, sedangkan metode keteladanan dilakukan dengan memberikan contoh langsung dalam pelaksanaan ibadah. Faktor pendukung peran guru PAI dalam menumbuhkan kesadaran beribadah peserta didik yaitu adanya kesadaran peserta didik terhadap pentingnya ibadah, program pembiasaan ibadah di sekolah, dan keterlibatan guru dalam pembinaan ibadah. Adapun faktor penghambatnya yaitu pengaruh teman sebaya, keterbatasan fasilitas ibadah, dan kurangnya pengawasan peserta didik di luar lingkungan sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter religius peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah strategi pembelajaran PAI berbasis karakter sekaligus menjadi acuan evaluasi bagi sekolah dalam menyusun program keagamaan yang lebih aplikatif dan berdampak jangka panjang bagi siswa.
Copyrights © 2026