Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analysis of Ovarian Cancer Risk Factor : A Systematic Review Ida Nurhidayah; Restuning Widiasih; Ermiati Ermiati
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 8, No 1 (2022): Volume 8, Nomor 1(2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v8i1.40835

Abstract

AbstractOvarian cancer risk factors are health problems that pose a risk to women's survival. Health workers and women must recognize the risk factors that can lead to ovarian cancer as early prevention. The objective of this systematic review is to analyze various risk factors for ovarian cancer. The systematic review method uses 4 databases, namely Proquest, Pubmed, Willey, and Ebsco, with the keywords ovarian cancer AND risk factors AND determinant factors OR predisposition factors AND incident OR prevalence. Inclusion criteria include relevant articles according to the topic, type of quantitative research, no year limit specified, and search using English. The initial number of searches obtained was 3,507 articles, the selection results used the PRISMA flow and used JBI tools so that 15 articles were reviewed. The results of the study identified risk factors for ovarian cancer, namely reproductive factors, lifestyle, family history, history of benign ovarian tumors, endometriosis, and endometriomas. Reproductive factors are the factors most associated with the occurrence of ovarian cancer. AbstrakFaktor risiko kanker ovarium merupakan masalah kesehatan yang berisiko terhadap kelangsungan hidup perempuan. Petugas kesehatan dan perempuan harus mengenal faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker ovarium sebagai pencegahan secara dini.  Tujuan sistematik review untuk menganalisis berbagai faktor risiko kanker ovarium. Metode systematic review menggunakan 4 database, yaitu Proquest, Pubmed, Willey dan Ebsco, dengan kata kunci ovarian cancer AND risk factors AND determinant factors OR predisposition factors AND incident OR prevalence. Kriteria inklusi meliputi artikel relevan sesuai dengan topik, jenis penelitian kuantitatif, tidak ditentukan batas tahun, pencarian menggunakan Bahasa Inggris. Jumlah awal pencarian didapat 3.507 artikel, hasil seleksi menggunakan alur PRISMA dan menggunakan tools JBI sehingga terdapat final artikel akan di review sebanyak 15 artikel. Hasil penelitian mengidentifikasi faktor risiko kanker ovarium, yakni faktor reproduksi, gaya hidup, riwayat keluarga, riwayat penyakit tumor ovarium jinak, endometriosis dan endometrioma. Faktor reproduksi merupakan faktor yang paling banyak berhubungan dengan terjadinya kanker ovarium.
Differences in Family Support for Childbirth Preparation Among Pregnant Women in Urban and Rural Areas Khoula Shofil Hasanah; Emi Lindayani; Ida Nurhidayah
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1006

Abstract

Background & Objective: Childbirth preparation is an important aspect in reducing the risk of pregnancy complications and maternal and infant mortality, with family support playing a role in the physical and psychological readiness and decision-making of pregnant women. Differences in the characteristics of urban and rural areas have the potential to influence the form and level of family support received by pregnant women. This study aims to analyze differences in family support for childbirth preparation among pregnant women in urban and rural areas of Sumedang Regency. Method: A quantitative cross-sectional study was conducted on 210 pregnant women, consisting of 105 respondents from urban areas and 105 respondents from rural areas. The sampling technique used proportionate stratified random sampling. The research instrument was a family support questionnaire covering informational, evaluative, instrumental, and emotional dimensions. Data analysis was performed using the Mann-Whitney U test. Result: The majority of respondents showed good family support, with a higher proportion in urban areas (76.19%) than in rural areas (67.62%). The average value of family support in urban areas was higher than in rural areas. The bivariate test showed a statistically significant difference in family support between the two areas (p <0.05). Conclusion: Regional characteristics influence variations in family support for childbirth preparation among pregnant women.
Hubungan antara Pengetahuan dan Perilaku Minum Air Putih dengan Status Hidrasi pada Siswa SMPN Azwaj Nailla Hasna; Nunung Siti Sukaesih; Ida Nurhidayah
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1068

Abstract

Status hidrasi merupakan komponen penting yang memengaruhi kesehatan fisik dan performa belajar remaja, namun masih sering terabaikan karena rendahnya pengetahuan dan perilaku konsumsi air putih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku minum air putih dengan status hidrasi pada siswa SMPN X di Kabupaten Sumedang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMPN X sebanyak 1.074 siswa, dengan sampel 270 responden yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner pengetahuan, formulir food/fluid recall 1x24 jam, dan penilaian warna urin menggunakan PURI. Hasil uji validitas dan reliabilitas dari kusioner pengetahuan yaitu 17 item terbukti valid dengan nilai validitas < 0,05, satu item dinyatakan kurang valid dengan nilai r hitung sebesar 0,066 dan p-value sebesar 0,278, hasil reliabilitas nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,70. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan rendah (85,9%), konsumsi air putih tidak adekuat (52,2%), serta status hidrasi didominasi oleh dehidrasi ringan (56,7%). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara pengetahuan dan status hidrasi (p=0,988), namun terdapat hubungan signifikan antara konsumsi air putih dan status hidrasi (p<0,001). Hasil ini menegaskan bahwa perilaku konsumsi air putih lebih berpengaruh langsung terhadap status hidrasi dibandingkan pengetahuan. Penelitian merekomendasikan intervensi sekolah melalui edukasi dan penyediaan fasilitas air minum.
Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Keluarga Dengan Aktivitas Fisik Pada Remaja Di SMAN 1 Sumedang: The Relationship Family Socioeconomic Status and Physical Activity in Adolescents at SMAN 1 Sumedang Asri Rahmawati; Nunung Siti Sukaesih; Ida Nurhidayah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.243

Abstract

Pendahuluan: Kemajuan teknologi yang cepat telah memengaruhi pola hidup masyarakat termasuk remaja yang kini cenderung menjalani gaya hidup kurang aktivitas fisikf. Aktivitas fisik yang rendah pada remaja menjadi isu global yang turut dipengaruhi oleh berbagai faktor  diantaranya adalah status sosial ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara status sosial ekonomi keluarga dengan tingkat aktivitas fisik pada remaja di SMAN 1 Sumedang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 1.336 siswa, dan sebanyak 332 siswa dijadikan sampel berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Family Affluence Scale III (FAS III) dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan uji korelasi Spearman’s rho.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,7% responden memiliki status sosial ekonomi sedang dan 45,8% memiliki aktivitas fisik rendah. Uji korelasi menghasilkan p = 0,493 (p > 0,05), yang berarti tidak adanya hubungan signifikan antara kedua variabel.Kesimpulann, aktivitas fisik remaja tidak dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi remaja, mungkin lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kebiasaan personal, lingkungan sekitar, serta dorongan dan minat individu untuk beraktivitas fisik.  
Bayi Tabung dalam Perspektif Hukum Islam: Peran Perawat dalam Edukasi dan Pengambilan Keputusan Pasien Muslim Neng Nurul Khotimah; Muhammad Fajar Nurfalah; Lenni Rahmadani; Destia Amellia; Ailsa Shakira Alya Maulani; Tedi Supriyadi; Akhmad Faozi; Ida Nurhidayah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.837

Abstract

Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual pasangan suami istri. Fertilisasi in vitro (IVF) atau bayi tabung menjadi salah satu solusi medis untuk mengatasi infertilitas. Namun, bagi pasien Muslim, pelaksanaan IVF perlu mempertimbangkan ketentuan hukum Islam terkait kejelasan nasab dan larangan keterlibatan pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktek bayi tabung dalam perspektif hukum Islam serta peran perawat dalam pengambilan keputusan. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian meliputi pasangan suami istri, tenaga kesehatan, dan tokoh agama. Sampel terdiri atas 20 pasangan suami atau istri, 10 tenaga kesehatan, dan 3 ulama dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan PERSIS yang dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi pemahaman mengenai bayi tabung, perspektif hukum Islam, dan peran perawat dalam pengambilan keputusan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek bayi tabung diperbolehkan menurut hukum Islam apabila sperma dan ovum berasal dari pasangan suami istri yang sah serta embrio ditanamkan pada rahim istri. Seluruh narasumber menolak penggunaan donor sperma, donor ovum, maupun ibu pengganti. Sebagian besar responden memiliki pemahaman yang baik mengenai bayi tabung dan menjadikan aspek keagamaan sebagai pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan. Praktek bayi tabung dapat diterima dalam Islam dengan memenuhi ketentuan syariah yang berlaku. Pemahaman terhadap hukum Islam menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan sehingga diperlukan edukasi yang komprehensif dan sesuai nilai keagamaan.
HUBUNGAN SENAM HAMIL DENGAN FREKUENSI KELUHAN FISIK PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X Risalah Khairinnisa; Emi Lindayani; Ida Nurhidayah
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.991

Abstract

Kehamilan sering menimbulkan keluhan fisik seperti nyeri punggung, kram, dan kelelahan yang dapat mengganggu aktivitas dan menurunkan kualitas hidup ibu. Salah satu upaya untuk mengurangi keluhan tersebut adalah melalui senam hamil yang bersifat nonfarmakologis dan aman dilakukan selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara senam hamil dengan frekuensi keluhan fisik pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas X. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 57 ibu hamil trimester II dan III yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara senam hamil dengan frekuensi keluhan fisik (p = 0,000). Ibu dengan kategori senam hamil ideal cenderung mengalami keluhan fisik dengan frekuensi lebih rendah dibandingkan dengan ibu yang kurang melakukan senam hamil. Senam hamil terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan dalam pelayanan keperawatan maternitas untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan ibu selama kehamilan.
Hubungan Konsumsi Kopi dengan Kemampuan SOCA pada Mahasiswa Semester 7 Program Studi S1 Keperawatan Anita Nur Aziizah Muniifah; Diding Kelana Setiadi; Ida Nurhidayah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.335

Abstract

Kopi merupakan minuman berkafein yang umum dikonsumsi oleh mahasiswa untuk meningkatkan konsentrasi dan daya tahan belajar, terutama saat menghadapi tekanan akademik. Dalam konteks pendidikan keperawatan, kemampuan analisis merupakan faktor yang sangat penting, terutama dalam menghadapi ujian Student Oral Case Analysis (SOCA) yang menilai kemampuan berpikir kritis dan klinis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kopi dengan kemampuan analisis mahasiswa semester 7 Program Studi S1 Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional analitik korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 7 yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai konsumsi kopi dan Kemampuan SOCA, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson sesuai dimana data dinyatakan normal berdasar uji asumsi Kolmogorov-smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat konsumsi kopi pada kategori sedang (74,1%) dan kemampuan SOCA pada kategori tinggi (48,2%). Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,240 dengan p < 0,004, yang berarti terdapat hubungan positif antara konsumsi kopi dan kemampuan SOCA, meskipun kekuatannya tergolong lemah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, namun bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi kemampuan analisis SOCA.
Unhealthy Food and Beverage Consumption and The Menstrual Cycle Among Female Adolescents Shelpi Anggraeni; Emi Lindayani; Ida Nurhidayah
HealthCare Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v8i1.7334

Abstract

Menstrual cycle disorders are among the most common reproductive health issues experienced by adolescent girls and may affect future fertility. One factor influencing menstrual cycle regularity is the consumption of unhealthy foods and beverages, including foods high in fat, sugar, and salt, and sugary, carbonated, and caffeinated drinks. These dietary habits can disrupt hormonal balance through metabolic and endocrine mechanisms. This study aimed to determine the relationship between unhealthy food and beverage consumption and the menstrual cycle among female adolescents at SMAN Tanjungsari. A quantitative approach with a cross-sectional design was used. The sample consisted of 272 respondents selected through proportional random sampling. Research instruments included a Food Frequency Questionnaire (FFQ) and a menstrual cycle questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate techniques with the Spearman Rho test. The results showed significant relationship between unhealthy food consumption and the menstrual cycle (p < 0.001), with strong positive rho value of 0.715. In addition, significant relationship was found between unhealthy beverage consumption and the menstrual cycle (p < 0.001), with a moderate positive rho value of 0.612. Therefore, the higher the frequency of consuming unhealthy foods and beverages, the greater the likelihood adolescents will experience menstrual cycle disorders.