Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Landasan Hermeneutika Dalam Studi Islam Joni Putra; Rima Yuni Saputri
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : STAI Al-Ma`arif Way Kanan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.201 KB) | DOI: 10.55510/tadzkirah.v3i1.57

Abstract

Latar belakang penelitian ini ialah adanya persoalan dalam studi Islam yang di dalamnya mencakup studi teks dan sosial, yang tentunya harus terus dikembangkan sehingga memiliki kekayaan dan varian-varian temuan yang akan bermanfaat bagi eksistensi keilmuan dan memiliki manfaat pragmatis bagi masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan hermenutika dalam studi Islam dipandang sebagai alat bantu dalam membaca, memahami, menjelaskan suatu fakta, teks sumber hukum ajaran Islam, baik al-Qur’an maupun al-Hadis maupun realitas perilaku sosial dan keagamaan masyarakat melalui sebuah interpretasi untuk mengungkapkan makna sesungguhnya dari teks atau realitas tersebut.
Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Membangun Sekolah yang Efektif di Sekolah Dasar Rima Yuni Saputri; Sheren Dwi Oktaria; Muhisom
Jurnal PGSD Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pgsd.16.2.141-147

Abstract

This research is motivated by problems related to the management of educational facilities and infrastructure that are not optimal. The purpose of this study is to determine how the management of educational facilities and infrastructure to create effective schools in elementary schools. The method used in this research is mix method with sequential explanatory research design. This research uses saturated samples with a population and sample size of 41 people, while the data sources in this study are principals, representatives of teaching staff and education staff. The instruments used in this study were questionnaires, interviews and documentation. The results showed that the management of educational facilities and infrastructure at SDN 2 Rajabasa and SDN 3 Kampung Baru was carried out in three stages, namely the planning stage, the maintenance and supervision stage, and the reporting of educational facilities and infrastructure. while based on quantitative data analysis it can be concluded that there is an influence in the management of educational facilities and infrastructure which is 0.156 or 15% to create effective schools in elementary schools.
Relevansi Faktor Penegakan Hukum Menurut Soerjono Soekanto Dalam Menghadapi Fenomena Cyber Crime Rima Fadhilatunnisa; Ahmad Rama; Antonia Alda Resalda; Muhammad Sulthon Robani Thai'ib; Rima Yuni Saputri; Dian Permata Sari
Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, dan Hukum Vol. 3 No. 1 (2026): PAKEHUM- April
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/pakehum.v3i1.1432

Abstract

The main challenge is the legal character, which often struggles to keep up with technological developments, and the failure in handling cyber crime is caused by a lack of balance among the five law enforcement factors of Soerjono Soekanto. This study aims to systematically describe the law enforcement factors according to Soerjono Soekanto. The research method used is a qualitative approach with a type of normative juridical research. This study shows that the development of information technology has brought significant changes in crime patterns, with cyber crime experiencing rapid growth in Indonesia. Therefore, education and the instilling of digital ethical values are needed to build intrinsic collective awareness, so that society is not only the object of protection but also an active subject in creating a safe and orderly digital space.
Pengaruh Peraturan Sekolah Adaptif terhadap Sikap Displin Peserta Didik dalam Human Centered Society 5.0 SMK Darul Falah Bulok Tanggamus Muhisom Muhisom; Febra Anjar Kusuma; Dian Permata Sari; Rima Yuni Saputri
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i2.7522

Abstract

This study aims to analyze the impact of adaptive school regulations on the formation of students’ disciplinary attitudes within the context of a human-centered Society 5.0 at SMK Darul Falah Bulok, Tanggamus. This research is motivated by the school’s need to foster discipline that is not merely based on compliance, but rather develops from students’ self-awareness and internal regulation. The study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the principal, teachers, and students as the main informants. The findings indicate that adaptive school regulations are characterized by flexibility, contextual relevance, participatory implementation, and the wise integration of technology. The implementation of these regulations has a positive impact on various aspects of student discipline, including improved punctuality, responsible use of technology, orderly classroom behavior, enhanced learning motivation, and consistent guidance through collaboration among schools, teachers, students, and parents. Optimization strategies include strengthening digital literacy, applying personalized approaches and individual counseling, conducting periodic monitoring, and encouraging active parental involvement. The main conclusion of this study is that adaptive school regulations are effective in shaping students’ disciplinary attitudes that are relevant to the demands of the Society 5.0 era and contribute to the development of humane, flexible, and student-centered educational policies. This study aims to analyze the impact of adaptive school regulations on the formation of students’ disciplinary attitudes within the context of a human-centered Society 5.0 at SMK Darul Falah Bulok, Tanggamus. This research is motivated by the school’s need to foster discipline that is not merely based on compliance, but rather develops from students’ self-awareness and internal regulation. The study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the principal, teachers, and students as the main informants. The findings indicate that adaptive school regulations are characterized by flexibility, contextual relevance, participatory implementation, and the wise integration of technology. The implementation of these regulations has a positive impact on various aspects of student discipline, including improved punctuality, responsible use of technology, orderly classroom behavior, enhanced learning motivation, and consistent guidance through collaboration among schools, teachers, students, and parents. Optimization strategies include strengthening digital literacy, applying personalized approaches and individual counseling, conducting periodic monitoring, and encouraging active parental involvement. The main conclusion of this study is that adaptive school regulations are effective in shaping students’ disciplinary attitudes that are relevant to the demands of the Society 5.0 era and contribute to the development of humane, flexible, and student-centered educational policies.
Digitalisasi Konsep Identitas Nasional Sebagai Upaya Untuk Memperkuat Pemahaman Kohesi Kebangsaan pada Mahasiswa Devi Sutrisno Putri; Rima Yuni Saputri
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan penggunaan konsep identitas nasional yang didigitalisasi dalam media poster digital untuk memperkuat pemahaman konsep kebangsaan pada mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Univeristas Lampung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Universitas Lampung angkatan 2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang terdiri dari 35 responden kelas eksperimen dan 35 responden kelas kontrol. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif yang digunakan untuk mendeskripsikan data penelitian berupa pemahaman konsep kebangsaan mahasiswa dalam perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai hasil dari penggunaan media poster digital pada kelas eksperimen dan media power point pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwasanya terdapat perbedaan pemahaman materi identitas dan kolaborasi budaya pada mahasiswa yang menerapkan media pembelajaran poster digital (kelas eksperimen) yang dibuktikan dengan uji analisis N-Gain Score. Pembelajaran di kelas ekperimen lebih interaktif dibandingkan dengan dengan kelas kontrol dilihat dari banyaknya kemampuan mahasiswa dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, mendengarkan penjelasan guru, menjelaskan dan memberikan contoh serta menyimpulkan materi yang sedang dipelajari. Hasil posttest dari kelas ekperimen dan kontrol mengalami perbedaan, hal ini dilihat dari hasil kelas eksperimen lebih unggul dibandingkan dengan kelas kontrol. Pemahaman konsep kebangsaan mahasiswa di kelas eksperimen dengan media poster digital lebih baik dibandingkan pada kelas kontrol yang menggunakan media power point.
Perspektif Sosiologi Hukum Terhadap Fenomena Begging Digital Pada Platform Tiktok di Indonesia Yosia Manurung; Febra Anjar Kusuma; Qorry Aina; Shalwa Desti Alfiana; Rima yuni Saputri
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 2 No. 4 (2025): Januari - Februari
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/70h6w114

Abstract

Fenomena Begging Digital di media sosial, khususnya TikTok, semakin marak dan menimbulkan perdebatan etis. Praktik ini memanfaatkan interaksi digital untuk meminta sumbangan dengan membangun narasi emosional dan menampilkan kondisi sulit guna menarik simpati. Meskipun dianggap sebagai bentuk solidaritas sosial, fenomena ini juga memunculkan kekhawatiran terkait eksploitasi individu, degradasi nilai sosial, serta penyalahgunaan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi pelaku, respons masyarakat, serta dampak sosial dan hukum dari fenomena ini. Dengan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan analisis konten, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi video dan studi literatur. Fokus analisis mencakup pola komunikasi, tema yang diangkat, serta interaksi antara pelaku dan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Begging Digital mendapat respons beragam dari dukungan sebagai sarana kreatif hingga kritik sebagai bentuk eksploitasi yang menormalisasi perilaku tidak produktif, potensi penipuan dan manipulasi publik. Dari perspektif sosiologi hukum, regulasi terkait praktik ini masih belum jelas, sehingga menimbulkan celah dalam pengawasan dan perlindungan kelompok anak dibawah umur dan usia lanjut. Kesimpulannya, fenomena ini mencerminkan perubahan dinamika sosial di era digital. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital agar pengguna dapat mengikuti panduan dan regulasi dari platform TikTok, regulasi yang lebih ketat, serta edukasi masyarakat agar praktik ini tidak disalahgunakan dan dapat dikelola secara lebih etis dan bertanggung jawab.