Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Community Education on Anxiety Management Facing Covid-19 Pandemic in Alue Awe Village, Muara Dua District, Lhokseumawe City Syahabuddin Syahabuddin; Ainil Yusra; Subki Subki; Munawatun Haya; Mulia Ulfitri; Yuli Apriani
International Journal of Social Service and Research Vol. 2 No. 7 (2022): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v2i7.135

Abstract

Corona Virus Disease 2019 or COVID-19 has become the world's spotlight because of its rapid and widespread spread in a relatively short time, so People around the world are becoming more aware of the transmission of this virus. The number of deaths due to this virus is increasing day by day. The increasing number of deaths and difficulties caused by COVID-19 have also resulted in several people experiencing increased and prolonged fear and anxiety. To help people adapt to the anxiety and stress they face during the COVID-19 pandemic, education about various ways to reduce anxiety and stress needs to be done. Increased knowledge will increase people's behaviour in reducing anxiety and stress during the COVID-19 pandemic. This study aims to improve community knowledge and skills to manage anxiety in the face of the Covid-19 pandemic in Alue Awe Village, Muara Dua District, Lhokseumawe City. Method of study is community service is conducted through face-to-face methods/health education, distributing leaflets and demonstrations. The initial survey was conducted by distributing questionnaires about the impact of Covid-19 to measure the level of public knowledge. The results show that average value of public knowledge about covid-19 and how to reduce anxiety during a pandemic during the pre-test was "less", but after being given materials and demonstrations, the score became "good". Thus, the value of community knowledge and skills about managing and reducing anxiety during a pandemic is improved after being given knowledge and skills in managing and reducing gold.
Hubungan Karakteristik Masyarakat dan Sumber Informasi dengan Kepatuhan Mengikuti Protokol Kesehatan di UPTD Puskesmas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara Tahun 2021 Subki Subki; Hafsah US; Myrna Lestari AB
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.358 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7505

Abstract

Kebijakan penanggulangan wabah penyakit menular telah memiliki Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, Peraturan pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan. Peningkatan jumlah kasus Covid-19 berlangsung cukup cepat, dan telah menyebar ke berbagai Negara dalam waktu yang cepat. Sampai dengan tanggal 9 Juli 2020, WHO melaporkan 11.840.226 kasus konfirmasi dengan 545.481 kematian di seluruh dunia (Case Fatality Rate/CFR 4,6%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik masyarakat dan sumber informasi dengan kepatuhan mengikuti protokol kesehatan. Responden adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara sebanyak 62 orang dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Chi Square, Uji Exact Fisher, dan Uji Regresi Logistik berganda pada α =5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor umur (p=1,000), jenis kelamin (p=0,137), pekerjaan (p=0,459), penghasilan (p=0,259) dan informasi dari media elektronik (p=0,102) tidak ada hubungan dengan kepatuhan mengikuti protokol kesehatan. Sedangkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mengikuti protokol kesehatan adalah pendidikan (p=0,018) dan informasi dari petugas kesehatan (p=0,029). Pendidikan merupakan faktor yang paling dominan dengan (Exp(B)=11,000). Disarankan kepada: (1) Kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan agar dapat mencegah penyebaran Virus Corona. (2) Kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama (Ustadz) diharapkan menyampaikan kepada masyarakat untuk memberikan dukungan dan informasi tentang penyebaran Virus Corona dan pencegahannya dengan mematuhi protokol kesehatan. (3) Kepada Puskesmas Syamtalira Bayu perlu dilakukan upaya penyampaian informasi yang efektif dan berkesinambungan seperti penyuluhan kesehatan, membagikan poster, membagikan leaflet dan memasang spanduk tentang penyebaran Virus Corona dan pencegahannya.