Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Community Education on Anxiety Management Facing Covid-19 Pandemic in Alue Awe Village, Muara Dua District, Lhokseumawe City Syahabuddin Syahabuddin; Ainil Yusra; Subki Subki; Munawatun Haya; Mulia Ulfitri; Yuli Apriani
International Journal of Social Service and Research Vol. 2 No. 7 (2022): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v2i7.135

Abstract

Corona Virus Disease 2019 or COVID-19 has become the world's spotlight because of its rapid and widespread spread in a relatively short time, so People around the world are becoming more aware of the transmission of this virus. The number of deaths due to this virus is increasing day by day. The increasing number of deaths and difficulties caused by COVID-19 have also resulted in several people experiencing increased and prolonged fear and anxiety. To help people adapt to the anxiety and stress they face during the COVID-19 pandemic, education about various ways to reduce anxiety and stress needs to be done. Increased knowledge will increase people's behaviour in reducing anxiety and stress during the COVID-19 pandemic. This study aims to improve community knowledge and skills to manage anxiety in the face of the Covid-19 pandemic in Alue Awe Village, Muara Dua District, Lhokseumawe City. Method of study is community service is conducted through face-to-face methods/health education, distributing leaflets and demonstrations. The initial survey was conducted by distributing questionnaires about the impact of Covid-19 to measure the level of public knowledge. The results show that average value of public knowledge about covid-19 and how to reduce anxiety during a pandemic during the pre-test was "less", but after being given materials and demonstrations, the score became "good". Thus, the value of community knowledge and skills about managing and reducing anxiety during a pandemic is improved after being given knowledge and skills in managing and reducing gold.
U UPAYA PEMBINAAN AKHLAQUL KARIMAH BAGI PARA REMAJA ISLAM PADA DAYAH AR-RAUDHAH TAHFIZH AL-QUR’AN KECAMATAN BLANG MANGAT KOTA LHOKSEUMAWE, ACEH-INDONESIA: PEMBINAAN AKHLAQUUL KARIMAH BAGI PARA REMAJA ISLAM PADA DAYAH AR-RAUDHAH TAHFIZH AL-QUR’AN Diauddin Diauddin; Subki Subki
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v2i2.1257

Abstract

The purpose of this community service research is to find out the efforts to develop Akhlaqul Karimah for Islamic youth in Dayah Ar-Raudhah Tahfizh Al-qur'an, Blang Mangat District, LhokseumaweAceh-Indonesia, including interviews, discussion, problem solving, exemplary, habituation, advice, and describing the obstacles that affect Ar-Raudhah Tahfizh Al-qur'an, Blang Mangat District, Lhokseumawe City. The subjects in this study were 610 Haizh. While the object of research is 15 Hafizh. The method used is coaching and education. Obstacles that affect the development and education of Islamic youth morality in Dayah Ar-Raudhah Tahfizh Ak-Qur'an are the willingness of some students who are still unfamiliar, the personalities of some students are different and the environment of facilities and infrastructure is still limited.
OVERVIEW OF KNOWLEDGE, GESTATIONAL AGE, EDUCATION, ATTITUDES, AND SOURCES OF INFORMATION FOR PREGNANT WOMEN IN PREPAREDNESS TO FACE FLOOD DISASTERS IN THE WORK AREA OF PUSKESMAS BLANG MANGAT SUB-DISTRICT BLANG MANGAT LHOKSEUMAWE CITY Nizan Mauyah; Subki Subki; Burdah Burdah
Jurnal Ekonomi Vol. 12 No. 02 (2023): Jurnal Ekonomi, Perode April - Juni 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the picture of knowledge, gestational age, education, attitudes, sources of information for pregnant women in preparedness to face flood disasters in the puskesmas work area Blang Mangat. The design of this study is an analytical research with a cross sectional approach. Hasil this study states that, firstly, there is a meaningful relationship between the knowledge of pregnant women and preparedness after the flood disaster at the Blang Mangat Health Center, Lhokseumawe City in 2022. Second, there is no meaningful relationship between gestational age and preparedness during flood disasters at the Blang Mangat Health Center in Lhokseumawe City in 2022. Third, there is a meaningful relationship between pregnant women's education and preparedness during flood disasters at the Blang Mangat Health Center in Lhokseumawe City in 2022. Fourth, there is no meaningful relationship between the attitudes of pregnant women and preparedness after the flood disaster at the Blang Mangat Health Center, Lhokseumawe City, in 2022. And finally, there is no meaningful relationship with disaster preparedness with flood information at the Blang Mangat Health Center in Lhokseumawe City in 2022.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA LUKA BAKAR RINGAN DI DESA TANJONG MULIENG KECAMATAN SYAMTALIRA ARON Syahabuddin Syahabuddin; Ainil Yusra; Subki Subki
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.141

Abstract

Burns are damage to the body's skin caused by heat trauma or cold trauma (frost bite). According to WHO the highest incidence of burns in the Southeast Asia region, 27% of the global total die and almost 70% women. The prevalence of burns in Indonesia is 2.2%. The highest burn rate in developing countries occurs in women, while in developed countries it is highest in men. Most, approximately 80% of burn injuries occur at home and 20% occur in the workplace. Delay in handling or ignorance of treatment of burns can cause disability and even death. The aim of this study is to describe the knowledge and attitudes of mothers regarding first aid for burns in Tanjong Mulieng Village. This type of research is quantitative with a descriptive survey design. The sample in this study was 95 people using purposive sampling method. The results showed that in general the knowledge of mothers in Tanjong Mulieng village was still in the sufficient category of 47.4% (45 people) and the attitude of the mothers in first aid for burns was in the sufficient category of 51.6% while most of them were still using toothpaste that is equal to 52.6%. Abstrak Luka bakar merupakan kerusakan kulit tubuh yang disebabkan oleh trauma panas atau trauma dingin (frost bite). WHO menyebutkan bahwa wanita di wilayah Asia Tenggara mempunyai angka kejadian luka bakar yang tertinggi, 27% dari angka keseluruhan secara global meninggal dunia dan hampir 70% diantaranya adalah wanita. Prevalensi luka bakar di Indonesia adalah 2,2%. Tingkat luka bakar tertinggi di negara berkembang terjadi pada kalangan perempuan sedangkan di negara maju tertinggi pada laki-laki. Sebagian besar sekitar 80% cidera luka bakar terjadi di rumah dan 20% terjadi di tempat kerja. Keterlambatan penanganan atau ketidaktahuan penanganan luka bakar dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan dan sikap ibu tentang pertolongan pertama pada luka bakar di Desa Tanjong Mulieng. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif survey. Sample pada penelitian ini berjumlah 95 orang dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan secara umum pengetahuan ibu–ibu di desa Tanjong Mulieng masih dengan kategori cukup sebanyak 47,4% (45 orang) dan sikap ibu-ibu dalam pertolongan pertama pada luka bakar berada pada kategori cukup sebanyak 51,6% sedangkan sebagian besar masih menggunakan pasta gigi yaitu sebesar 52,6%.
Hubungan Karakteristik Masyarakat dan Sumber Informasi dengan Kepatuhan Mengikuti Protokol Kesehatan di UPTD Puskesmas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara Tahun 2021 Subki Subki; Hafsah US; Myrna Lestari AB
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.358 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7505

Abstract

Kebijakan penanggulangan wabah penyakit menular telah memiliki Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, Peraturan pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan. Peningkatan jumlah kasus Covid-19 berlangsung cukup cepat, dan telah menyebar ke berbagai Negara dalam waktu yang cepat. Sampai dengan tanggal 9 Juli 2020, WHO melaporkan 11.840.226 kasus konfirmasi dengan 545.481 kematian di seluruh dunia (Case Fatality Rate/CFR 4,6%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik masyarakat dan sumber informasi dengan kepatuhan mengikuti protokol kesehatan. Responden adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara sebanyak 62 orang dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Chi Square, Uji Exact Fisher, dan Uji Regresi Logistik berganda pada α =5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor umur (p=1,000), jenis kelamin (p=0,137), pekerjaan (p=0,459), penghasilan (p=0,259) dan informasi dari media elektronik (p=0,102) tidak ada hubungan dengan kepatuhan mengikuti protokol kesehatan. Sedangkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mengikuti protokol kesehatan adalah pendidikan (p=0,018) dan informasi dari petugas kesehatan (p=0,029). Pendidikan merupakan faktor yang paling dominan dengan (Exp(B)=11,000). Disarankan kepada: (1) Kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan agar dapat mencegah penyebaran Virus Corona. (2) Kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama (Ustadz) diharapkan menyampaikan kepada masyarakat untuk memberikan dukungan dan informasi tentang penyebaran Virus Corona dan pencegahannya dengan mematuhi protokol kesehatan. (3) Kepada Puskesmas Syamtalira Bayu perlu dilakukan upaya penyampaian informasi yang efektif dan berkesinambungan seperti penyuluhan kesehatan, membagikan poster, membagikan leaflet dan memasang spanduk tentang penyebaran Virus Corona dan pencegahannya.
Gambaran Pengetahuan, Umur Kehamilan, Pendidikan, Sikap, Sumber Informasi Ibu Hamil dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir di Wilayah Kerja Puskesmas Blang Mangat Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe Nizan Mauyah; Subki Subki; Burdah Burdah
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.10380

Abstract

ABSTRACT Indonesia is often exposed to disasters including earthquakes, tsunamis, volcanic eruptions, floods, landslides and forest fires that can cause environmental damage, property (economic) losses, even casualties, decreased quality of life of pregnant women and quality of health. This study aims to determine the picture of knowledge, gestational age, education, attitudes, sources of information for pregnant women in facing flood disasters in the working area of the Blang Mangat health center, Blang Mangat district, Lhokseumawe city. This research method uses analytical research with a cross-sectional approach.  The results of this study stated that there was no significant relationship between gestational age, education, attitudes and preparedness during disasters with flood information sources at the Blang Mangat Health Center in Lhokseumawe City in 2022. However, there is a significant relationship between the knowledge of pregnant women and preparedness after the flood disaster at the Blang Mangat Health Center in Lhokseumawe City in 2022. Keywords: Pregnancy, Pregnant Women, Flood Disaster  ABSTRAK Indonesia sering terpapar bencana termasuk gempa, tsunami, erupsi berapi, banjir, longsor maupun kebakaran hutan yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan, kerugian harta benda (ekonomi), bahkan korban jiwa, menurunnya kualitas hidup ibu hamil dan kualitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, umur kehamilan, pendidikan, sikap, sumber informasi ibu hamil dalam menghadaoi bencana banjir di wilayah kerja puskesmas Blang Mangat kecamatan Blang Mangat kota Lhokseumawe. Metode penelitian ini menggunakan penelitian analisis dengan pendekatan cross sectional. Hasil Penelitian inia menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara umur kehamilan, Pendidikan, sikap dan kesiapsiagaan saat bencana dengan sumber informasi banjir di Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe tahun 2022. Namun, terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil dengan kesiapsiagaan setelah bencana banjir di Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe tahun 2022. Kata Kunci: Kehamilan, Ibu Hamil, Bencana Banjir
The Relationship Between The Level Of Midwife Satisfaction With Improving The Quality Of MCH Services In The Working Area Of Muara Dua Health Center In Lhokseumawe City Nizan Mauyah; Subki Subki; Syahabuddin Syahabuddin; Burdah Burdah
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal EduHealt, Edition September 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jurnaleduhealth.v14i3.2760

Abstract

The background of this study is the complexity of factors that affect midwives' job satisfaction, especially at Muara Dua Health Center, Lhokseumawe. Job satisfaction is related to motivation, continuing education, salary and benefits, management, tasks, work environment, workload, and moral satisfaction. The characteristics of motivational factors are distinguished between intrinsic characteristics such as challenge, recognition, autonomy, work, and responsibility that determine job satisfaction. Extrinsic characteristics such as salary, security in work, working conditions. Job dissatisfaction can lead to delays and absences, inability to conduct proper checks, work fatigue. To determine the relationship between the level of midwife satisfaction with improving the quality of maternal and child health services at the Muara Dua Health Center in Lhokseumawe City. The study was conducted on 55 samples of midwives at the Blang Muara Dua Health Center, Muara Dua District, Lhokseumawe City, with a comfortable cross-sectional work design, giving satisfaction to 14 midwives (58.3%) and 10 uncomfortable people (41.7%). Meanwhile, 31 respondents were satisfied with a comfortable work environment by 19 people (61.3%) and dissatisfied with an uncomfortable work environment by 12 people (36.7%). Based on statistical tests on bivariate analysis with the Exact Fisher test at a 95% confidence level, a value of P = 0.084 (p < 0.05) was obtained, meaning that there was no significant relationship between a comfortable work environment and the level of midwife satisfaction. There is a significant relationship between the distribution of service fees in accordance with midwives' satisfaction in improving the performance of maternal and child health services. At the same time, there is no meaningful relationship between the comfort of the work environment and the level of midwives' satisfaction in improving the performance of maternal and child health services. There is a significant relationship between the distribution of tasks and midwife satisfaction in improving the performance of maternal and child health services. There is no significant relationship between leadership elements and midwives' satisfaction in improving the performance of maternal and child health services.
Mengupayakan Kerjasama Guru Dayah dan Guru Sekolah dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik di Dayah Ummul Ayman Samalanga Diauddin Ismail; Muzakir Muhammad Amin; Subki Abdul Jalil
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jkdm.v2i1.617

Abstract

Dalam lingkungan dayah yang berstatus dayah modern tentu saja adanya hubungan guru sekolah dengan dayah yang selalu bersinergi dalam mendidik para santri ataupun siswa. Korelasi guru sekolah dengan dayah merupakan hubungan timbal balik atau sebab akibat keberhasilan peserta didik. Maka oleh karena itu perlu adanya perhatian yang tinggi serta usaha-usaha yang terarah sehingga setiap individu mampu bekerjasama dalam meningkatkan prestasi siswa di sekolah. Tujuan Kegiatan ini untuk mengupayakan kerjasama guru dayah dan sekolah dalam meningkatkan prestasi santri dayah Ummul Ayman Samalanga. Hasil upaya yang dilakukan dengan adanya upaya kerjasama guru dayah dan sekolah bisa diupayakan untuk meningkatkan prestasi santri dan siswa dayah Ummul Ayman Samalanga. Kerjasama guru dayah dan sekolah terjalin dengan penuh rasa tanggungjawab dan tenggangrasa antara satu pihak dengan pihak lain yang saling kerjasama. Dengan demikian proses belajar mengajar di dayah dan sekolah dapat terjamin pencapaiannya tanpa ada kendala.
PENDAMPINGAN KELUARGA PADA IBU HAMIL TENTANG MAKANAN BERGIZI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SERBA JAMAN KABUPATEN ACEH UTARA Myrna Lestari; Rosyita Rosyita; Subki Subki; Ernita Ernita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v6i1.14465

Abstract

Kegiatan ini melibatkan penyampaian informasi dan edukasi melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Desa Serba Jaman pada tanggal 29 Januari 2024. Laporan ini menjelaskan bahwa stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, yang menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak. Masalah stunting di Indonesia masih tinggi, dengan prevalensi anak umur dibawah 5 tahun di Indonesia tahun 2010 tetap tinggi 35,6%. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat terutama dalam melakukan pencegahan stunting. Dalam laporan ini juga terdapat informasi tentang tujuan, manfaat, metode pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperoleh informasi yang akurat tentang pendampingan keluarga pada ibu hamil tentang makanan bergizi dalam upaya pencegahan stunting, mampu menjaga kesehatan ibu hamil tetap sehat, dan memberikan manfaat bagi ibu hamil agar ia dapat melahirkan bayi sehat dan bebas stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari kebijakan Indonesia untuk memperbaiki lingkungan politik, memajukan kebijakan dan undang-undang, dan mempercepat tindakan scaling up gizi yang efektif.
PENYULUHAN PENGOLAHAN MAKANAN BERGIZI UNTUK ANAK DI DESA GAMPONG RAYA TAMBO KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN 2021 fitriani, aida; Mauyah, Nizan; Elvieta, Elvieta; Subki, Subki; Sirajus Savina, Sirajus Savina; Nurul Akla, Nurul Akla; Ika Friscilla, Ika Friscilla; Sari, Siska Purwita
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Abdimas ITEKES Bali Terbitan Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v1i2.374

Abstract

Konsumsi gizi yang baik dan cukup seringkali tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak karena faktor eksternal maupun intaernal. Faktor eksternal menyangkut keterbatasan ekonomi keluarga sehingga uang yang tersedia tidak cukup untuk membeli makanan. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang terdapat di dalam diri anak yang secara psikologis muncul sebagai problema makan pada anak. Faktor yang paling terluhat pada lingkungan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi-gizi yang harus dipenuhi anak pada masa pertumbuhan. Ibu biasanya memberikan makan yang enak kepada anaknya tanpa tahu apakah makanan tersebut mengandung gizi-gizi yang cukup atau tidak, dan tidak mengimbanginya dengan makanan sehat yang mengandung banyak gizi. Promosi kesehatan adalah upaya pemberdayaan masyarakat yang mampu memecahkan dan meningkatkan kesehatan. Dalam kegiatan penyuluhan ini dibahas mengenai pentingnya makanan bergizi dan sehat bagi anak serta mendemonstrasikan bagaimana pengolahan salah satu makanan bergizi bagi anak. Kata Kunci : Pengolahan, Makanan Bergizi, Anak