Gita Vallenti Wibowo
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAUD DALAM PEMBELAJARAN ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19 Gita Vallenti Wibowo; Erni Munastiwi
PEDAGOGIA Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v19i2.36535

Abstract

AbstrakPenelitian dilaksanakan dengan maksud untuk mendeskripsikan terkait penguatan kompetensi pedagogik guru PAUD dalam pembelajaran online di masa pandemi Covid-19. Metode deskriptif-kualitatif dengan desain fenomenologis menjadi metode penelitian ini, dimana peneliti mengumpulkan data penelitian dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian data dianalisis dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menemukan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran online di masa pandemi Covid-19 TK Islam Adz-Dzikri Kota Bandar Lampung melakukan penguatan terhadap kompetensi pedagogik guru melalui tiga tahap, yakni: 1) planning, yang terdiri dari pelatihan dan persiapan guru dan anak didik dalam pembelajaran online, 2) implementing, terdiri dari komunikasi guru serta pengajaran dan pengawasan guru selama pembelajaran online, dan 3) reflecting, terkait refleksi pada pembelajaran anak dan pembelajaran online.AbstractThe research was carried out with the aim of describing the strengthening of the pedagogic competence of PAUD teachers in online learning during the Covid-19 pandemic. The descriptive-qualitative method with a phenomenological design is the research method, where the researcher collects research data by means of observation, interviews and documentation, then the data is analyzed by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Researchers found that in the implementation of online learning during the Covid-19 pandemic, Islamic Kindergarten Adz-Dzikri Bandar Lampung City strengthened the pedagogic competence of teachers through three stages, namely: 1) planning, which consisted of training and preparation of teachers and students in online learning. , 2) implementing, consisting of teacher communication and teacher teaching and supervision during online learning, and 3) reflecting, related to reflection on children's learning and online learning.
PENERAPAN PERMAINAN BAHASA GUESSING GAMES BERBASIS POWERPOINT DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA DINI Gita Vallenti Wibowo; Suyadi Suyadi
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 12, No 1 (2021): MAY 2021
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.272 KB) | DOI: 10.17509/cd.v12i1.31060

Abstract

Motivasi dari penelitian ini adalah beberapa permasalahan pada keterampilan berbicara anak yang kurang mendapat perhatian di beberapa sekolah. Maka dari itu, penelitian ini bermaksud untuk menguraikan bagaimana penerapan permainan guessing games berbasis Powerpoint dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak di Kelompok B Taman Kanak-kanak Thoyyibah di Bandar Lampung. Riset ini memakai metode deskriptif kualitatif serta desain studi kasus. Hasil penelitian memaparkan terkait proses kegiatan pembelajaran dengan penerapan permainan bahasa guessing games berbasis powerpoint dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak usia dini terdiri dari 3 tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi/penilaian. Keterampilan berbicara anak dapat terstimulus dan berkembang dengan baik serta siginifikan melalui penerapan permainan bahasa guessing games berbasis powerpoint, hal ini tampak pada aspek pengucapan anak berkembang dengan baik ketika anak mampu menjawab tebakan yang diberikan guru dan tanpa secara langsung aspek pengembangan kosakata anak bertambah dan ketika anak bercerita kembali terlihat aspek pembentukkan kalimat sudah berkembang baik. Tetapi, masih terdapat sebagian faktor yang membatasai penerapan permainan tersebut yaitu keterbatasan fasilitas berupa computer/laptop sehingga mengurangi suasana belajar. Dalam hal ini pendidik mengatasinya dengan mengajak anak untuk melihat permainan secara bergantian.