Ni Nyoman Ari Ratnadi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Metode Show And Tell Terhadap Kemampuan Berbicara Pada Anak Usia Dini Ni Nyoman Ari Ratnadi; Kadek Devy Marleni; Kadek Dwi Arlinayanti
PEDAGOGIKA Vol 12 No 1 (2021): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/pedagogika.v12i1.636

Abstract

Metode show and tell adalah kegiatan menunjukan sesuatu kepada audiens dan mendeskripsikan sesuatu. Pada awalnya anak akan membawa benda-benda pribadi dari rumah dan menjelaskan secara sederhana, seperti nama benda dan bagaimana mereka mendapatkan benda tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode show and tell terhadap peningkatan kemampuan berbicara pada anak usia 4-5 tahun di PAUD Pelita Kasih Singaraja. Desain penelitian menggunakan pra- eksperimental dengan rancangan one group pre-post test design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun di PAUD Pelita Kasih Singaraja Bali. Besar sampel yang digunakan adalah 30 responden yang telah dipilih dengan menggunakan teknik sampling total sampling. Pengukuran kemampuan berbicara dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi yang berpedoman pada tugas-tugas menurut usia di Denver II. Penelitian ini menggunakan statistik parametrik menggunakan uji Paired Sample T-test dengan taraf signifikan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh Metode Show And Tell Terhadap Peningkatan Kemampuan Berbicara Pada Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD Pelita Kasih Singaraja.
PELATIHAN PEMBUATAN BONEKA JARI SEBAGAI MEDIA AJAR BAGI GURU TK KECAMATAN SERIRIT Ni Nyoman Ari Ratnadi; Putu Agus Windu Yasa Bukian
Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/mafaza.v3i2.2412

Abstract

Formal education for children begins at an early age, 4 years old the early childhood education programs. Learning in Kindergarten is carried out using the principle of play because playing for children is a very enjoyable activity and is always carried out every day. Daily learning activities in Kindergarten to develop children's intelligence abilities are adapted to the learning principles and values developed in the prepared curriculum. The learning process in kindergarten schools uses facilities and infrastructure that support the achievement of educational goals. One of them is using learning media that is interesting to children. However, teachers have difficulty providing teaching media such as storytelling media as learning facilities, which is one of the obstacles faced by kindergarten teachers in Seririt District. This is caused by financial factors, lack of ideas, skills, and other equipment. Learning media does not have to be in the form of sophisticated digital technology, therefore researchers provide a training program for making finger puppets as a teaching medium to kindergarten teachers in the Seririt sub-district as service partners with the aim of helping teachers develop teaching media that can be used in the classroom. The implementation of this service lasted for three months. Methods for implementing this activity include drafting training guidelines, providing training on making finger puppets as a learning medium, and practicing direct teaching using the media that has been created. The results obtained during the implementation of this community service, namely through training in making finger puppets as a teaching medium, are able to increase the creativity of teachers in creating shapes and characters from the media they make and also develop an entrepreneurial spirit because the materials used can be found around us, thus making children become more enthusiastic in the learning process, and the class atmosphere becomes more enjoyable.
Mapping Elementary Students’ Vocabulary Mastery, Learning Motivation, and Classroom Interaction in English Learning Ni Nyoman Ari Ratnadi; Ni Made Rianita; Ni Nyoman Ari Ratnadi; Ni Made Rianita
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i6.2026.12

Abstract

English learning at the elementary school level plays an important role in supporting students’ language development and communication skills. This study aimed to map elementary students’ vocabulary mastery, learning motivation, and classroom interaction in English learning. A descriptive quantitative design was employed involving 150 students from Grades 4–6 in three elementary schools in Indonesia selected through purposive sampling. Data were collected using a vocabulary test, a learning motivation questionnaire, and a classroom interaction observation sheet. The data were analyzed using descriptive statistics, including means, percentages, frequencies, and visual mapping techniques. The findings revealed that students’ vocabulary mastery was generally at a moderate level, with meaning recognition obtaining the highest score and pronunciation showing the lowest performance. Students’ learning motivation was categorized as high, particularly in terms of participation and attention during English learning activities. Teacher encouragement and interactive learning activities were identified as the main factors supporting students’ motivation. Classroom interaction was also found to be relatively active, although teacher talk remained more dominant than student talk. Interactive classroom activities, such as games, group discussions, and collaborative tasks, encouraged greater student participation and communication. The results indicate that vocabulary mastery, learning motivation, and classroom interaction are interconnected dimensions that characterize students’ English learning experiences. These findings highlight the importance of creating supportive, interactive, and communicative learning environments to promote students’ vocabulary development, motivation, and active classroom engagement in English learning.
EDUKASI DAN PELATIHAN MINUMAN PROBIOTIK BERBAHAN MANGGA DI DESA BENGKALA Made Raningsih; Luh Putu Desy Puspaningrat; Ni Nyoman Ari Ratnadi; Yohana Laura Silfia Pora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.87

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Bengkala dalam mengolah buah mangga menjadi minuman probiotik yang bernilai gizi dan ekonomi. Desa Bengkala memiliki potensi sumber daya buah mangga yang cukup melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi segar sehingga diperlukan inovasi pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produk .Metode kegiatan meliputi pemeberian edukasi mengenai konsep probiotik, manfaat minuman probiotik bagi kesehatan, potensi buah mangga sebagai bahan baku pangan fungsional, serta pelatihan praktik pembuatan minuman probiotik berbahan mangga. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung yang melibatkan masyarakat secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pemahaman mengenai manfaat probiotik dan teknik fermentasi pangan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan proses pembuatan minuman probiotik berbahan mangga secara mandiri mulai dari persiapan bahan baku, pembuatan sari mangga, penambahan kultur starter, fermentasi, hingga pengemasan produk. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama pelatihan menunjukkan bahwa teknologi yang diperkenalkan mudah dipahami dan berpotensi diterapkan pada tingkat rumah tangga maupun kelompok usaha masyarakat.Kegiatan ini juga memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai peluang pengembangan usaha berbasis pangan fungsional dengan memanfaatkan potensi lokal. Pengolahan mangga menjadi minuman probiotik dapat meningkatkan nilai tambah komoditas, mengurangi kehilangan hasil panen, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat. Secara keseluruhan, program pengabdian berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Bengkala dalam pemanfaatan buah mangga sebagai produk inovatif yang mendukung kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI WIRAUSAHA LILIN AROMATERAPI DAN MINUMAN SEHAT BERBASIS MANGGA Eric Kurnia Abdillah; Lestari Nugrahini; Reza Ismail Abdul Rahman; Ni Nyoman Ari Ratnadi; Retno Lisnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.90

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pendekatan strategis dalam pembangunan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan sentra pertanian. Salah satu bentuk pemberdayaan yang relevan dan kontekstual adalah pengembangan wirausaha berbasis potensi lokal. Komoditas mangga merupakan salah satu hasil pertanian unggulan di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun sering menghadapi permasalahan klasik berupa fluktuasi harga, panen raya yang berlebihan, serta keterbatasan diversifikasi produk. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian hasil mangga tidak terserap pasar secara optimal dan berpotensi mengalami kerugian pascapanen. Oleh karena itu, inovasi pengolahan mangga menjadi produk bernilai tambah seperti lilin aromaterapi dan minuman sehat menjadi solusi alternative yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Inovasi wirausaha berbasis mangga dalam bentuk lilin aromaterapi dan minuman sehat merupakan pendekatan kreatif yang memadukan aspek pertanian, kesehatan, dan industri kreatif. Lilin aromaterapi berbasis mangga memanfaatkan aroma alami atau ekstrak mangga yang dikombinasikan dengan minyak esensial tertentu untuk menghasilkan produk relaksasi yang memiliki nilai estetika dan fungsional. Sementara itu, minuman sehat berbasis mangga dikembangkan dari daging buah mangga segar yang kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif seperti vitamin C, beta-karoten, dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Kedua produk ini memiliki segmentasi pasar yang luas, mulai dari masyarakat umum hingga konsumen yang peduli terhadap kesehatan dan gaya hidup alami.