Ranti An Nisaa
Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG POTENSI TANAMAN OBAT MELALUI PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT Ranti An Nisaa; Devi Anugrah; Luthpi Safahi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.828 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7521

Abstract

Abstrak: Dengan dalih bahwa obat-obatan yang dijual di toko obat, apotek, warung, atau dokter lebih modern dan ampuh mengatasi berbagai masalah kesehatan, masyarakat lebih mempercayakan obat-obatan yang terbuat dari bahan kimia dibandingkan dengan obat-obatan alami yang berasal dari tumbuhan. Masyarakat di desa Gekbrong, Jawa Barat juga demikian. Dengan pemberian penyuluhan kepada 18 warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Gede Harepan, tim pengabdian telah melakukan edukasi untuk membantu warga mengenal dan memahami potensi tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat alami atau herbal. Berdasarkan hasil posttest angket pemahaman diketahui telah terjadi peningkatan pengetahuan mengenai definisi tanaman obat (100%), jenis tanaman obat (83,3%); manfaat tanaman obat (100%), cara membuat obat herbal (44,4%); dan peminatan untuk memanfaatkan tanaman obat untuk kesehatan (100%). Selain itu, berdasarkan angket pendapat, peserta juga menyatakan bahwa kegiatan pengabdian sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, di mana 75% menyatakan setuju dan 25% menyatakan sangat setuju. Diharapkan dari kegiatan ini masyarakat lebih paham dalam mengenal dan memanfaatkan tanaman obat sebagai obat herbal atau alami.Abstract: With the pretext that medicines sold in drugstores, pharmacies, stalls, or doctors are more modern and effective in dealing with various health problems, people rely more on medicines made from chemicals compared to natural medicines derived from plants. The community in Gekbrong village, West Java is the same way. By providing counselling to 18 residents who are members of the Gede Harepan Farmer Group, the service team has conducted education to help residents recognize and understand the potential of plants that can be used as natural or herbal medicines. Based on the results of the posttest understanding questionnaire, it is known that there has been an increase in knowledge regarding the definition of medicinal plants (100%), types of medicinal plants (83.3%), the benefits of medicinal plants (100%), how to make herbal medicines (44.4%), and specialization. to utilize medicinal plants for health (100%). In addition, based on the opinion questionnaire, participants also stated that the service activities were by following the needs of the community, where 75% agreed and 25% strongly agreed. It is hoped that from this activity the community will understand more about recognizing and using medicinal plants as herbal or natural medicines.
Hubungan Kemampuan Berpikir Analisis dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan Putri Aini; Luthpi Safahi; Rizkia Suciati; Ranti An Nisaa
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i2.30876

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship between analytical thinking skills and decision-making abilities. The sampling technique uses Cluster Random Sampling, and the sample used is as many as 62 students. The research method used is quantitative with correlational analysis. Test instruments are used to measure analytical thinking skills and decision-making skills of 25 questions each. In the validity test with the Point Biserial Correlation formula, 22 valid questions and 3 invalid questions were produced on the analytical thinking ability test, while on the decision-making ability test, a total of 24 valid questions and 1 invalid question was produced. In the reliability test, the Kuder-Richardson Reliability Coefficient (KR-20) formula was used to obtain a reliability value of 0.824 on the analytical thinking ability test instrument. In contrast, the decision-making ability test instrument obtained a reliability value of 0.878. Furthermore, testing of the analysis requirements, namely the regression linearity test, obtained regression equation = 43.227 + 0.499X and significance value 0.404 > 0.05, it can be concluded that the data has a linear relationship. In hypothesis testing with the Product Moment Correlation test, a significance value of 0.000 < 0.05 was obtained. Thus, H0 is rejected, and H1 is accepted. So, there is a relationship between analytical thinking skills and decision-making skills.Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan berpikir analisis dengan kemampuan pengambilan keputusan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling agar populasi yang digunakan berpeluang sama untuk terpilih sebagai sampel yaitu sebanyak 62 peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis korelasional. Instrumen tes untuk mengukur kemampuan berpikir analisis dan kemampuan pengambilan keputusan masing-masingnya 25 butir soal. Pada uji validitas dengan rumus Korelasi Point Biserial dihasilkan 22 soal valid dan 3 soal tidak valid pada tes kemampuan berpikir analisis, sedangkan pada tes kemampuan pengambilan keputusan terdapat 24 soal valid dan 1 soal tidak valid. Pada uji reliabilitas dengan rumus Koefisien Reliabilitas Kuder-Richardson (KR-20), diperoleh nilai reliabilitas sebesar 0,824 pada instrumen tes kemampuan berpikir analisis, sedangkan pada instrumen tes kemampuan pengambilan keputusan nilai reliabilitasnya sebesar 0,878. Pada uji linieritas regresi, diperoleh persamaan regresi Ŷ = 43,227 + 0,499X dan nilai signifikansi 0,404 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut memiliki hubungan yang linier. Pada pengujian hipotesis dengan uji Korelasi Product Moment diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan koefisien korelasi (r) 0,762 menunjukkan keeratan hubungan antara kemampuan berpikir analisis dan kemampuan pengambilan keputusan berada pada katergori kuat. Dengan demikian, maka terdapat hubungan yang kuat antara kemampuan berpikir analisis dengan kemampuan pengambilan keputusan pada siswa dalam pembelajaran biologi.