nilam permatasari munir
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALOPO

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Implementasi Media Pembelajaran Aplikasi 25 Kisah Nabi dan Rasul untuk Peningkatan Hasil Belajar Akidah Wahyuni Munir; Humaerah Munir; Nilam Permatasari Munir; Fairus Suryani Munir
IQRO: Journal of Islamic Education Vol 5, No 1 (2022): JULI 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v5i1.2867

Abstract

Learning media is an important role in the learning process, especially during the learning period from home. Teachers try to maximize learning by utilizing various learning resources such as applications on the Playstore, namely 25 stories of prophets and apostles. The purpose of this research was to determine the increase in learning outcomes of moral aqidah through the application of  25 Stories of the Prophets and Apostles. This research was a class action research in odd semester 2020/2021 for class X MA DDI Taqwa Parepare as many as 17 students. The research instrument was a test of moral aqidah learning outcomes, observation sheets, and student responses. Analysis of the data used is descriptive average statistic. The result of this research is  that students' activities when using learning media in the first cycle are in the active category and the second cycle is in the very active category. The learning outcomes of students' moral aqidah in the first cycle of 61.75 are in the good category, and the learning outcomes in the second cycle of 83.25 are in the very good category. Students responded positively to the learning media for the stories of 25 Prophets and Apostles.
Analisis Miskonsepsi Calon Guru Sekolah Dasar pada Matakuliah Konsep Dasar Matematika dengan Menggunakan Three-Tier Diagnostic Test Dilengkapi Certainty Of Response Index. Nurwahida Nurwahida; Nilam Permatasari Munir
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): JUNI
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v1i3.455

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi calon guru sekolah dasar pada mata kuliah Konsep Dasar Matematika khususnya konsep bilangan bulat dan bilangan pecahan. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi PGMI IAIN Palopo semester 1. Sample penelitiannya yaitu 33 mahasiswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Tes menggunakan instrumen diagnotis three-tier diagnostic test yang dilengkapi dengan CRI (Certainty of Response Index) untuk mengidentifikasi miskonsepsi. Non tes menggunakan wawancara kepada mahasiswa untuk mengetahui alasan mengapa mahasiswa mengalami miskonsepsi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif presentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa persentase mahasiswa yang mengalami miskonsepsi pada konsep bilangan bulat dan bilangan pecahan, 24,2% termasuk kriteria Paham Konsep Dengan Baik (PKDB), 6,1 %. termasuk kriteria Paham Konsep Tapi Tidak Yakin (PKTTY), 25,8 % termasuk kriteria Tidak Paham Konsep (TPK), dan sisanya 43,9 % mengalami miskonsepsi. Persentase miskonsepsi tertinggi terdapat pada soal tentang bilangan pecahan dalam soal cerita 57,6%. Persentase miskonsepsi terendah terdapat pada soal tentang operasi penjumlahan bilangan pecahan campuran sebesar 30,3 %. Faktor utama penyebab terjadinya miskonsepsi bersumber pada sumber belajar dan pemikiran sendiri.
Pengaruh Inteligensi Intrapersonal Terhadap Hasil Belajar Kognitif Matematika Melalui Motivasi Belajar Siswa Nilam Permatasari Munir
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.86 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar Pengaruh Inteligensi Intrapersonal terhadap Hasil Belajar Kognitif Matematika melalui Motivasi Belajar Siswa. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto yang bersifat kausalitas. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Kota Parepare tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 520 dengan jumlah sampel 221. Teknik penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Skala inteligensi intrapersonal, (2) Skala motivasi belajar, (3) dan tes hasil belajar matematika. Data dianalisis dengan statistika deskriftif dan analisis SEM (Structure Equation Modelling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sebagian besar siswa Kelas XI IPA SMA Negeri di Kota Parepare memiliki inteligensi intrapersonal dalam kategori tinggi, motivasi belajar berada dalam kategori sangat tinggi, dan hasil belajar kognitif berada dalam kategori rendah. (2) Inteligensi intrapersonal secara langsung berpengaruh positif terhadap hasil belajar kognitif matematika dan secara tidak langsung berpengaruh negatif terhadap hasil belajar kognitif matematika melalui motivasi belajar.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBANTUAN POWTOON UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA Hasmi Putri Rejeki Sudir; Aswar Anas; Nilam Permatasari Munir; Dwi Risky Arifanti
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan video pembelajaran matematika berbasis Powtoon merupakan salah satu media pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk membantu siswa dalam meningkatkan minat belajar serta serta memahami materi yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan dan keefektifan video animas matematika berbasis Powtoon materi fungsi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan Reseach and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan model ADDIE. Yang uji cobanya dilakukan di MAN Kota Palopo dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas X.E yang berjumlah 23 orang. Untuk mengetahui kelayakan produk, peneliti menggunakan angket kepada validator ahli materi dan ahli media, angket praktikalitas dan angket minat belajar kepada siswa. Hasil akhir pengembangan dalam penelitian ini adalah video pembelajaran matematika terbatas pada materi fungsi berupa video pembelajaran yang dapat diakses secara online di youtube. Hasil olah data kevalidan penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran matematika berbasis Powtoon pada materi fungsi untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas X.E yaitu pada hasil penilaian ahli materi (80%) dengan kategori valid, ahli media (80%) dengan kategori valid, respon siswa (75,5%) dengan kategori sangat praktis dan minat belajar hasil analisis inferensial statistic menggunakan rumus paired sample t-test terdapat perbedaan siginifikan antara minat belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran yaitu sebesar 15,26%.
ETHNOMATHEMATICAL STUDENT WORKSHEETS: DESIGN TRADITIONAL GAME ENGKLEK INDONESIA Nilam Permatasari Munir; Aswar Anas; Rosdiana Rosdiana
SUJANA: Education and Learning Review Vol. 2 Issue 2 (2023)
Publisher : JF Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/sujana.v2i2.313

Abstract

Indonesia is known for its traditional games, one of the most popular traditional games for children is engklek. Integrating traditional games into mathematics learning such as providing learning activities into student worksheets will be more interesting for students.  This research aims to determine the effectiveness of the traditional game to improve learning outcomes in the affective and cognitive domains of students. This research is an R&D research with the ADDIE development model (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation), with the subject of 12 junior high school seventh grade students. The data collection techniques used were observation, questionnaire, and test. Data analysis using descriptive statistics averaged and paired sample t-test for hypothesis testing. The result of this research indicates that the final prototype of student worksheets contains two learning activities, that is, the introduction of flat shapes and calculating the area and perimeter of flat shapes.  The worksheet fulfilled the criteria of being very valid and the trial results also fulfilled the criteria of being very practical. The character values obtained from the crank game are cooperation, honesty, fair play, high spirits, and patience, while the cognitive is able to improve math learning outcomes.
Transformasi Digital Pembelajaran Aqidah Akhlak: Peran Media Book Creator terhadap Hasil Belajar di Pesantren Nuzul Rahmatullah Anshori; Nilam Permatasari Munir; Fatmarida Sabani
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.5949

Abstract

Era digital saat ini, transformasi pembelajaran menjadi suatu keharusan, terutama dalam konteks pendidikan Agama seperti Aqidah Akhlak di Pesantren. Artikel ini membahas peran media Book Creator terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain pre-experimental dengan bentuk one grup pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah cluster random sampling, dengan jumlah sampel 19 orang siswa kelas VII putra di Pesantren Modern Madinah Al Munawwarah Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur. Data diperoleh melalui tes, lembar observasi, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam pembelajaran 79% dalam kategori Baik. Hasil belajar akidah akhlak siswa sebelum menggunakan media pembelajaran Book Creator diperoleh nilai rata-rata sebesar 60,58% yang dapat diklasifikasikan dalam kategori rendah. Sementara itu, hasil belajar akidah akhlak siswa sesudah menggunakan media pembelajaran Book Creator diperoleh nilai rata-rata sebesar 86,84% diklasifikasikan dalam kategori tinggi. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,00 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah menggunaan media Book Creator.
Analisis Miskonsepsi Calon Guru Sekolah Dasar pada Matakuliah Konsep Dasar Matematika dengan Menggunakan Three-Tier Diagnostic Test Dilengkapi Certainty Of Response Index. Nurwahida Nurwahida; Nilam Permatasari Munir
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 1 No 3 (2022): JUNI
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v1i3.455

Abstract

This research is a quantitative descriptive study that aims to analyze the misconceptions of students of the PGMI Study Program in the subject of Basic Mathematics Concepts, especially the concept of integers and fractions. The subjects of this study were all students of the PGMI IAIN Palopo Study Program in semester 1. The research sample was 33 students using purposive sampling technique. Data collection uses test and non-test techniques. The test uses a three-tier diagnostic test instrument equipped with CRI (Certainty of Response Index) to identify misconceptions. Non-test uses interviews with students to find out the reasons why students experience misconceptions. The data analysis technique used descriptive percentage analysis. The results of the analysis show that the percentage of students who experience misconceptions about the concept of integers and fractions, 24.2%, including the criteria for Understanding Concepts Well (PKDB), 6.1%. including the criteria for understanding the concept but not sure (PKTTY), 25.8% including the criteria for not understanding the concept (TPK), and the remaining 43.9% experiencing misconceptions. The highest percentage of misconceptions is found in questions about fractions in story problems 57.6%. The lowest percentage of misconceptions is found in questions about the operation of adding mixed fractions at 30.3%. The main factors that cause misconceptions are sourced from learning sources and their own thoughts.