Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

e-PORTFOLIO AS OLEA TO IDENTIFY HIGHER ABILITY FOR STUDENTS IN HIGHER EDUCATION Nasrullah Pemu
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 10, No 1 (2022): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v10i1.2786

Abstract

The importance of high ability (HA) for students in higher education so that they show ability as a resource who is ready to face the challenges in today's competitive era. This research was conducted to identify HA by utilizing online learning environment activities (OLEA). OLEA is applied in the form of online lecture activities combined with the e-portfolio approach. This activity involved 32 people who came from students majoring in mathematics class C 2019. By using a questionnaire distributed via Google Form, the results were analyzed using descriptive statistics. The results show that 1) the HA identification method with OLEA is good for motivating students to recognize their abilities, 2) OLEA needs to be designed in such a way as to initiate the development of students' HA, 3) the e-Portfolio approach is a good alternative to support OLEA.
CONNECTING TEACHER’S ACTIVITY AND STUDENTS’ ACHIEVEMENT TOWARD NUMERACY COMPETENCY IN LEARNING MATHEMATICS Nasrullah Pemu
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2023): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v8i1.2486

Abstract

This research aims to connect the construction of teacher activities and student learning outcomes that support the numeracy competence of learners in mathematical learning activities. To support the achievement of this goal, classroom action research is an applied method. This research activity was carried out at SMPN 33 Makassar by involving not only teachers as many as 2 people, students 2 people, and students as many as 28 people as learning subjects. The research instruments used include tests, observation sheets, student worksheets, textbooks, and learning media. The results showed that the numeracy competence of SMPN 33 Makassar learners still requires special intervention, learning activities implemented by teachers have not been effective in helping students achieve the expected level of numeracy competence, students need learning activities that encourage them to understand phenomena and associate them with mathematical concepts, as well as solving problems involving numeracy ability.
STRUKTUR BERPIKIR MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH BERBASIS KONTEKS Nasrullah Pemu
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2023): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v8i1.2487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurai prosedur yang dilakukan individu saat berpikir matematis dan memecahkan masalah matematis dalam konteks tertentu. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 dan bertempat di SMPN 23 Makassar yang terletak di Jalan Paccinang Raya, Tello Baru, Kec. Panakukkang, Kota Makassar. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 23 Makassar tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengambilan subjek dilakukan secara purposive yang melibatkan guru mata pelajaran matematika. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes literasi matematika dan pedoman wawancara. Untuk mendukung analisis data hasil penelitian ini, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak Quirkos. Adapun tahap analisis data dilakukan sebagai berikut: 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur berpikir matematis peserta didik dalam memecahkan masalah yang diberikan ditunjukkan dengan urutan, pertama siswa akan menggunakan pengetahuan konten matematika mereka untuk mengenali sifat matematika dari sebuah situasi (masalah). Kemudian melakukan transformasi dengan menggunakan konsep, algoritma, dan prosedur matematika yang diajarkan di sekolah. Untuk mendukung pengambilan keputusan strategis, siswa tidak secara langsung menggunakan kemampuan berpikir reflektif, meskipun hal itu terlihat dalam argumen yang mereka bangun.
Program Kelas Hitung Hebat untuk Meningkatkan Penguasaan Perkalian Dasar Siswa Kelas VII Nasrullah Pemu; Nurul Qalbi Rahman; Musyawir; Nur Rahmah Yunita Abar; St. Nurhilmah Busrah
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (Oktober 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan perkalian dasar 1–10 merupakan keterampilan numerasi penting yang harus dikuasai sejak sekolah dasar, namun sebagian besar siswa kelas VII SMPN 1 Lamuru masih menunjukkan kesulitan dalam mengingat dan menerapkan operasi perkalian. Program Kelas Hitung Hebat dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kemampuan tersebut melalui permainan, latihan berulang, penyetoran hafalan, bimbingan langsung, dan pengenalan perkalian bersusun. Kegiatan dilakukan selama lima pertemuan yang melibatkan 27 siswa dengan evaluasi berupa pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 51,11 pada pre-test menjadi 86,48 pada post-test, yang menandakan adanya peningkatan numerasi yang signifikan. Selain itu, program ini berdampak positif pada sikap siswa berupa peningkatan kepercayaan diri dan keaktifan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam memperkuat kemampuan numerasi dasar siswa dan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang membantu mereka lebih siap menghadapi materi matematika selanjutnya.