Siti Sardianti DT
Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

CORE STABILITY EXERCISE DENGAN MC KENZIE EXERCISE PADA PENERAPAN ULTRASOUND TERHADAP PENURUNAN NYERI NON SPESIFIK LOW BACK PAIN DT, Siti Sardianti
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 1 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i1.2582

Abstract

Latar Belakang : Nyeri non spesifik low back pain biasanya dirasakan sebagai rasa sakit, tegangan, atau rasa kaku di bagian punggung. Nyeri ini dapat bertambah buruk dengan postur tubuh yang tidak sesuai pada saat duduk atau berdiri, cara menunduk yang salah, atau mengangkat barang yang terlalu berat. Non spesifik Low back pain bersifat self-limiting dengan prevalensi berkisar antara 15%-45%.Metode : Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimen dengan desain pre test – post test two group design, Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimen dengan desain pre test – post test two group design, bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian Core Stability Exercise dengan Mc Kenzie Exercise pada penerapan Ultrasound terhadap penurunan nyeri pada penderita non spesifik low back pain. Penelitian ini dilaksanakan di RS Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, dengan sampel adalah penderita non spesifik low back pain yang sesuai dengan kriteria inklusi. Jumlah sampel adalah 14 orang yang dibagi secara acak ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan Core Stability Exercise dan Ultrasound sebanyak 7 orang dan kelompok perlakuan Mc Kenzie Exercise dan Ultrasound sebanyak 7 orang.Hasil : Berdasarkan Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa Core Stability Exercise dan Ultrasound menghasilkan penurunan nyeri yang signifikan dengan 3,66 ± 0,714 cm dengan nilai p< 0,05, sedangkan Mc Kenzie Exercise dan Ultrasound menghasilkan penurunan nyeri yang signifikan dengan 4,914 ± 1,0463 cm dengan nilai p< 0,05. Berdasarkan Ujii Mann Whitney, menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antar kelompok perlakuan dengan nilai p = 0,004 < 0,05.Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini adalah Core Stability Exercise dan Ultrasound dengan Mc Kenzie Exercise dan Ultrasound memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri pada penderita non spesifik low back pain.Kata Kunci : Core Stability Exercise, Ultrasound, Mc Kenzie Exercise, Non Spesifik Low Back Pain
Single Leg Depth Jump Kombinasi Core Plank Knee To Elbow Terhadap Power Otot Tungkai Atlet Triyanita, Maya; Dwi Tirta, Siti Sardianti
Jurnal Fisioterapi Terapan Indonesia Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Power limit training is defined as the movement to get a jump on athletes in doing the maximum jump smash. Badminton requires leg muscle explosive power because it is the muscle's ability to overcome loads and with a high speed of contraction. This study aims to determine the effect of the single leg depth jump exercise, the combination of the knee to elbow core plank, on increasing leg power in badminton athletes. This study uses an experimental design method. This research was conducted on badminton athletes using a total sampling technique of 13 people, namely the Pliometric Simgle Leg Dept Jump Combination Core Plank Knee To Elbow treatment and each group was given exercise 3 times a week for 6 weeks. Measurement of leg muscle power in badminton athletes with the Vertical Jump Test. The research value showed an increase in leg muscle power where the pre-test mean value was 36.46 ± 9.00 increased to 45.54 ± 9.28 during the post test and obtained a value of p = 0.000. It is concluded that the provision of the Plyometric Single Leg Depth Jump combination of Core Plank Knee for Elbow can increase leg muscle power for badminton athletes. Latihan power tungkai didefinisikan sebagai gerakan untuk memperoleh lompatan pada atlet dalam melakukan jump smash yang maksimal. Bulu tangkis membutuhkan daya ledak otot tungkai karena merupakan kemampuan otot untuk mengatasi beban dan dengan kecepatan kontraksi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan singgle leg depth jump kombinasi core plank knee to elbow terhadap peningkatan power tungkai pada atlet bulu tangkis. Penelitian ini menggunakan metode experimen design. Penelitian ini dilaukan pada atlet bulu tangkis dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 13 orang yaitu diberikan perlakuan latihan Pliometrik Simgle Leg Dept Jump Kombinasi Core Plank Knee To Elbow dan masing-masing kelompok diberikan latihan 3 kali seminggu selama 6 minggu. Pengukuran power otot tungkai pada atlet bulu tangkis dengan Vertical Jump Test. Nilai penelitian menunjukan peningkatan power otot tungkai dimana nilai rerata pre test 36,46±9,00 meningkat menjadi 45,54±9,28 saat post test dan didapatkan nilai p=0.000.Disimpulankan pemberian latihan Pliometrik Singgle Leg Depth Jump kombinasi Core Plank Knee To Elbow dapat meningkatkan power otot tungkai untuk atlet bulu tangkis.
Analisa Fleksibilitas Hamstring dan Faktor Resiko terhadap Pemendekan Otot Hamstring pada Remaja Dewasa di Wilayah Ambokembang Siti Sardianti DT; Intan Azkia Paramitha; Maeyana Eka Sabrina
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2024.v12.i01.p10

Abstract

Latar Belakang: Fleksibilitas adalah kemampuan jaringan atau otot untuk mencapai gerakan maksimal pada sendi tanpa adanya rasa sakit atau nyeri dari berbagai posisi. Otot hamstring, yang berperan sebagai penggerak fleksi lutut, dapat mengalami kerusakan jika tidak cukup fleksibel saat terjadi gerakan ekstensi lutut. Prestasi atlet dalam olahraga memerlukan persiapan matang dalam aspek fisik, teknik, emosional, dan spiritual, termasuk kesehatan fisik, dengan fokus pada kelenturan otot hamstring. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara fleksibilitas hamstring dan faktor risiko pemendekan hamstring pada remaja dewasa di wilayah Ambokembang. Penelitian ini termasuk jenis cross-sectional, dengan variabel bebas meliputi umur dan jenis kelamin, dan variabel terikat adalah kejadian gangguan muskuloskeletal pada remaja. Indeks massa tubuh (IMT) dijadikan variabel kontrol. Hasil: Berdasarkan analisis data dari 32 partisipan (22 laki-laki dan 10 perempuan), nilai IMT berkisar antara 19,0 hingga 23,3 dengan rata-rata IMT sebesar 21,47. Hasil pengukuran fleksibilitas otot hamstring menunjukkan nilai rata-rata sebesar 5,81, dengan nilai tertinggi mencapai 8 dan nilai terendah di angka 4. Kategori fleksibilitas otot hamstring terbagi menjadi baik (31,25%) dan cukup (68,75%). Simpulan: Terdapat dominasi remaja dengan fleksibilitas hamstring rendah dibandingkan dengan yang memiliki fleksibilitas baik. Kata Kunci: fleksibilitas, hamstring, sit and reach
Upaya Promotif Dan Preventif Pada Anak Usia Dini Dengan Gangguan Muskuloskeletal Di Wilayah Kerja SD Muhammadiyah Ambokembang: Promotive And Preventive Efforts For Early Childhood With Musculoskeletal Disorders In The Working Area Of Muhammadiyah Ambokembang Elementary School Siti Sardianti DT; Nurul Hikmah
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2432

Abstract

Usia dini merupakan masa emas pertumbuhan anak, ditandai perkembangan pesat pada aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Kondisi tumbuh kembang pada fase ini sangat memengaruhi kesehatan di masa mendatang. Jika tidak dideteksi sejak dini, gangguan tersebut dapat menetap hingga dewasa dan meningkatkan risiko masalah muskuloskeletal. Pelaksanaan kegiatan deteksi dini dan koreksi postur di SD Muhammadiyah Ambokembang didasarkan pada pentingnya menjaga pertumbuhan dan perkembangan muskuloskeletal anak usia sekolah. Kebiasaan duduk yang salah, penggunaan tas yang tidak ergonomis, kurangnya aktivitas fisik, serta posisi belajar yang tidak tepat dapat memicu gangguan postur sejak dini seperti skoliosis ringan, kifosis, dan lordosis. Deteksi dini anak usia 6 sampai 8 tahun dan koreksi postur menjadi langkah penting untuk mencegah progresivitas gangguan. Penanganan dapat dilakukan melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Fisioterapis memiliki peran penting melalui kolaborasi dengan guru dalam pelaksanaan program latihan berbasis Fisioterapi pediatri. Program ini dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan untuk membantu memperbaiki postur serta meningkatkan fungsi gerak anak. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan 57,5% atau 35 anak mengalami gangguan muskuloskeletal dan 42,5% atau 25 anak yang normal. Secara umum, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data skrining, tetapi juga memberikan dampak edukatif dan perilaku, yaitu meningkatnya kesadaran serta kemampuan siswa dalam menjaga postur tubuh yang benar sebagai upaya pencegahan gangguan muskuloskeletal sejak dini serta guru juga mengamati adanya perubahan perilaku postur yang lebih baik selama proses pembelajaran di kelas