Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN

Estimasi Beban Cemar dan Laju Dekomposisi Bahan Organik di Waduk Ir. H. Djuanda, Jawa Barat Warsa, Andri; Astuti, Lismining Pujiyani
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.123 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v21i1.3345

Abstract

ABSTRACTIr. H. Djuanda or Jatiluhur reservoir as a multifunction water body with one of utilization as fish cultivation activity. Uneaten feed and fish excretion were organic matter sources. The number of floating net cages was increasing and it caused increasing in organic matter load. The objective of the research was to known organic matter load and decomposition rate (k) and BOD (Biochemical oxygen demand) ultimate (Lo) at Jatiluhur Reservoir. The research was done in February and August 2018 at three locations were Astap, Pasir Canar and Pulau Aki. The result of the research shown was organic load from cultivation activity was 70,595 tons/year. The decomposition rate of organic matter around 0.10-0.25 per day with BOD ultimate around 6.80-8.11 mg/L. The value of Lo was affected by organic matter concentration.Keywords: Ir. H. Djuanda Reservoir, organic matter, decomposition rate, BOD ultimateABSTRAKWaduk Ir. H. Djuanda atau yang dikenal dengan Waduk Jatiluhur merupakan waduk multifungsi yang salah satu pemanfaatannya untuk kegiatan budidaya ikan. Sisa pakan yang terbuang dan ekresi ikan merupakan sumber masukkan bahan organik. Jumlah keramba jaring apung (KJA) yang semakin bertambah akan menyebabkan beban masukkan bahan organik meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beban masukkan bahan organik dari kegiatan budidaya dan laju dekomposisi bahan organik (k) serta BOD (Biochemical oxygen demand) ultimate (Lo) di Waduk Jatiluhur. Penelitian dilakukan pada bulan Februari dan Agustus 2018 pada tiga lokasi yaitu Astap, Pasir Canar dan Pulau Aki. Pendekatan yang digunakan dalam penentuan nilai k dan Lo adalah metode Grafik Thomas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban masukkan bahan organik dari kegiatan budidaya sebesar 70.595 ton/tahun. Beban masukkan bahan organik telah melebihi daya dukung perairan. Nilai k untuk dekomposisi bahan organik di Waduk Jatiluhur berkisar 0,10-0,25 per hari dengan nilai Lo berkisar 6,80-8,11 mg/L. Nilai Lo dipengaruhi oleh konsentrasi bahan organik di perairan.    Kata kunci: Waduk Ir. H. Djuanda, bahan organik, laju peluruhan, BOD ultimate 
Mitigasi Beban Fosfor dari Kegiatan Budidaya dengan Penebaran Ikan Bandeng (Chanos chanos) Di Waduk Cirata, Jawa Barat Warsa, Andri; Haryadi, Joni; Astuti, Lismining Pujiyani
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 2 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.089 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i2.2669

Abstract

ABSTRACTThe phosphorus loading from aquaculture activity as a product of floating net cages (KJA) in Cirata Reservoir have exceeded the carrying capacity of the aquatic ecology. This results in a decrease in water quality which is characterized by uncontrolled phytoplankton growth. The stocking of fish is one of the ways used in the improvement of the aquatic environment resulting eutrophication. Phosphorus which is wasted from cultivation activity will be utilized by phytoplankton for its growth. The phytoplankton can be utilized by planktivorous fish as its natural feed. One type of fish that can be used for stocking is a planktivora fish as milkfish (Chanos chanos). The purpose of this study was to estimate the load of phosphorus and calculate the number of milkfish seeds which are planktivorous fish that can be stocked with the aim of reducing phosphorus waste from aquaculture activities in Cirata Reservoir, West Java. The result showed that P load from cultivation activity at Cirata Reservoir was 1,206 tons/year. The concentration of chlorophyll-a and the primary productivity produced by the P load from the cultivation activities were 28.6 mg/m3 and 364.6 gC/m2/year respectively. The number of milkfish seeds that can be stocked as an effort to utilize the load of phosphorus as much as 1.8 million/year. The P load can be reduced based on estimation of harvested fish biomass and phosphor requirement for milkfish of 11.52 ton/year.Keywords: Cirata Reservoir, phosphorus loading, stocking, milkfishABSTRAKBeban masukkan fosfor (P) dari kegiatan budidaya ikan dalam keramba jaring (KJA) dari pakan yang terbuang dan sisa metabolisme ikan di Waduk Cirata telah melebihi daya dukung ekologi perairan. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas perairan yang ditandai oleh pertumbuhan fitoplankton yang tidak terkendali. Penebaran ikan merupakan salah satu cara yang digunakan dalam perbaikan lingkungan perairan akibat dari eutrofikasi. Fosfor di perairan dimanfaatkan oleh fitoplankton untuk pertumbuhannya. Fitoplankton tersebut dapat dimanfaatkan oleh ikan planktivora sebagai pakan alaminya.Salah satu jenis ikan yang dapat ditebar (stocking) adalah ikan planktivora yaitu ikan bandeng (Chanos chanos). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi beban masukkan fosfor serta menghitung jumlah benih ikan bandeng yang dapat ditebar dengan tujuan pengurangan limbah fosfor dari kegiatan budidaya di Waduk Cirata, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan beban P yang berasal dari kegiatan budidaya di Waduk Cirata sebesar 1.206 ton/tahun. Konsentrasi klorofil-a dan produktivitas primer yang dihasilkan oleh beban P dari kegiatan budidaya masing-masing sebesar 28,6 mg/m3 dan 364,6 gC/m2/tahun. Jumlah benih ikan bandeng yang dapat ditebar sebagai upaya pemanfaatan beban masukkan fosfor sebanyak 1,8 juta ekor/tahun. Beban P yang mampu dikurangi berdasarkan estimasi biomassa ikan yang dipanen dan kebutuhan fosfor untuk ikan bandeng sebesar ton 11,52 ton/tahun.Kata kunci: Waduk Cirata, beban fosfor, penebaran, bandeng