Bambang Edi Warsito
Program Studi Ilmu Keperawatan

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JIKI

PENGARUH SUPPORTIF EDUKATIF TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI: LITERATUR REVIEW ., Sutarwi; Warsito, Bambang Edi
JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI) Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 1 April 2019
Publisher : JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.638 KB)

Abstract

Edukasi Suportif merupakan salah satu intervensi keperawatan dalam mendukung pasien untuk meningkatkan pengetahuan pre operasi. Pengalaman di lapangan masih banyak pasien yang belum tahu tentang persiapan-persiapan sebelum di lakukan pre operasi. Salah satu fokus asuhan keperawatan pada perioperatif adalah fase pre operasi, pada fase ini perawat melakukan penyuluhan atau memberikan informasi, hal ini di definisikan sebagai tindakan supportif dan edukasi yang dilakukan perawat untuk membantu pasien operasi dalam meningkatkan kesehatannya sendiri sebelum dan sesudah dilakukan operasi. Manfaat Supportif Edukatif pada pasien pre operasi adalah pasien dapat memahami alasan pentingnya berbagai latihan untuk memulihkan kondisi pada pasca operasi dan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, cara melakukan latihan dengan benar, mengurangi komplikasi pada setiap pemulihan, serta akan mempersingkat waktu rawat inap di rumah sakit. Operasi merupakan tindakan pengobatan yang banyak menimbulkan kecemasan,operasi yang di tunggu pelaksanaannya akan .menyebabkan kecemasan pada pasien. Kecemasan yang terjadi di hubungkan dengan rasa nyeri,kemungkinan cacat, menjadi bergantung dengan orang lain dan mungkin mati. Operasi adalah penyembuhan penyakit dengan jalan memotong,mengiris anggota tubuh yang sakit. Biasanya dilaksanakan dengan anestesi baik general maupun regional, di rawat inap. Anestesi general yaitu anestesi yang bertujuan untuk menghilangkan sensasi di seluruh tubuh dan kesadaran, jenis operasi yang dilaksanakan lebih serius daripada operasi kecil, operasi ini beresiko pada ancaman jiwa.
PERAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA :LITERATUR REVIEW Triyani, Feri Agus; Warsito, Bambang Edi
JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI) Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 1 April 2019
Publisher : JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.236 KB)

Abstract

Skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa yang ditandai oleh adanya penyimpangan yang sangat dasar dan adanya perbedaan dari pikiran, disertai dengan adanya ekspresi emosi yang tidak wajar. Salah satu pengaruh terjadinya kekambuhan pada pasien skizofrenia yaitu adanya faktor keluarga dengan emosi yang tinggi. Namun peran dukungan keluarga dengan sikap menerima merupakan faktor pendukung dalam proses penyembuhan pasien skizofrenia terutama dalam mencegah kekambuhan. Tujuan : Memberikan gambaran dalam mencegah kekambuhan pada pasien skizofrenia dengan peran dukungan keluarga. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studiliterature review. Sumber pustaka yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah dengan melakukan telaah jurnal dan buku referensi. Kata kunci dalam pencarian yaitu Peran dukungan keluarga, kekambuhan, pasien skizofrenia Dukungan emosional dapat memberikan perasaan nyaman, pemberian perhatian yang mana pada pasien skizofren hal tersebut sangat dibutuhkan agar tidak merasa diasingkan, Dukungan informasional keluarga merupakan bentuk dukungan pemberian informasi yang dapat menekan stresor pada pasien skizofrenia, Dukungan Instrumental merupakan salah satu dukungan dalam pemenuhan kebutuhan seperti makan, minum istirahat pada penderit dan dukungan penilaian dalam mengenali dan mengatasi kondisi yang sedang dialami oleh pasien skizofren dalam pencegahan kekambuhan. Peran keluarga dengan dukungan secara emosional, informasional, instrumental dan penilaian dapat dilakukan dalam pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia.