Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENERAPAN MEDIA PUZZLE ANGKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA PADA SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR Wina Tri Anugrah; Hendra Erik Rudyanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar melalui penerapan media pembelajaran berupa puzzle angka. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa kelas 1 yang memiliki tingkat kemampuan mengenal angka yang beragam. Data dikumpulkan melalui observasi, tes tertulis, dan wawancara dengan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle angka dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar mengenal angka. Pada siklus pertama, rata-rata kemampuan mengenal angka siswa mencapai 65%, dengan peningkatan signifikan pada siklus kedua hingga mencapai 85%. Peningkatan ini terjadi berkat pengoptimalan penggunaan media puzzle dalam aktivitas pembelajaran yang melibatkan interaksi aktif siswa. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan inklusif, sehingga siswa lebih antusias dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media puzzle angka efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar. Disarankan agar guru dapat memanfaatkan media pembelajaran kreatif seperti puzzle untuk mendukung pembelajaran numerasi pada siswa, terutama di kelas awal.
PENERAPAN APLIKASI “WORDWALL” UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS 1 SEKOLAH DASAR Riska Dwi Prasetiyowati; Hendra Erik Rudyanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1232

Abstract

Matematika adalah mata pelajaran dasar yang sangat penting dalam pendidikan, tetapi banyak siswa menganggap matematika sulit dan tidak menarik untuk dipelajari. Untuk menyelesaikan masalah ini, peneliti menggunakan metode yang lebih menyenangkan menggunakan platform media Wordwall untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pembelajaran matematika, khususnya materi pengurangan angka 1-10 di kelas I SDN Banjarsari Wetan 02 Dagangan Madiun. Studi ini menggunakan platform media Wordwall sebagai alat bantu pembelajaran yang menarik. Sembilan siswa di kelas I SDN Banjarsari Wetan 02 Dagangan Madiun adalah subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil refleksi pada Siklus I, sebagian besar siswa tidak tahu bagaimana mengajar, yang menyebabkan nilai 33,3% dari 9 siswa; pada Siklus II, mereka mencapai nilai 66,7% dari 7 siswa; dan pada Siklus III, semua siswa mencapai nilai ketuntasan belajar sepenuhnya, yang berarti semua siswa telah belajar sepenuhnya. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan media Wordwall dalam mata pelajaran matematika di kelas I. sehingga meningkatkan motivasi siswa, membantu mereka beradaptasi, dan membuat pembelajaran lebih mudah dipahami.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VISUAL AUDITORY KINESTHETIC (VAK) TERHADAP MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DI KELAS RENDAH SDN BANJARSARI WETAN 02 KABUPATEN MADIUN Yuda Pratama; Hendra Erik Rudyanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1313

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengeksplorasi pengaruh model Visual Auditory Kinesthetic (VAK) dalam pembelajaran terhadap motivasi dan keaktifan siswa di kelas rendah sekolah dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di SDN Banjarsari Wetan 02, Kab. Madiun, di mana proses pembelajaran cenderung monoton dan kurang melibatkan variasi aktivitas. Metode pengajaran yang konvensional, seperti ceramah, menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa serta minimnya keterlibatan aktif mereka dalam pembelajaran. Permasalahan ini menjadi alasan utama untuk menerapkan model pembelajaran VAK sebagai alternatif yang inovatif. Penelitian ini berjenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melibatkan pendidik dan siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kegiatan refleksi yang dilakukan selama dua siklus pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa kelas rendah, dengan jumlah siswa rata-rata sebanyak 8-10 orang di setiap kelas. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan hasil disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan uraian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran VAK berdampak positif terhadap motivasi dan keaktifan belajar siswa. Setiap siklus menunjukkan peningkatan signifikan pada persentase motivasi dan keaktifan belajar dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua. Grafik indikator motivasi dan keaktifan belajar siswa juga menunjukkan rata-rata di atas 60%, yang tergolong dalam kategori tinggi. Model pembelajaran VAK terbukti mampu membantu siswa menjadi lebih fokus, aktif, dan mudah menjalin kerja sama, sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Hasil ini menunjukkan bahwa model VAK dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, meskipun perlu perhatian khusus pada implementasi refleksi agar pembelajaran terus berkembang.
PENERAPAN MEDIA PUZZLE ANGKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA PADA SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR Wina Tri Anugrah; Hendra Erik Rudyanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar melalui penerapan media pembelajaran berupa puzzle angka. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa kelas 1 yang memiliki tingkat kemampuan mengenal angka yang beragam. Data dikumpulkan melalui observasi, tes tertulis, dan wawancara dengan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle angka dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar mengenal angka. Pada siklus pertama, rata-rata kemampuan mengenal angka siswa mencapai 65%, dengan peningkatan signifikan pada siklus kedua hingga mencapai 85%. Peningkatan ini terjadi berkat pengoptimalan penggunaan media puzzle dalam aktivitas pembelajaran yang melibatkan interaksi aktif siswa. Selain itu, suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan inklusif, sehingga siswa lebih antusias dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media puzzle angka efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar. Disarankan agar guru dapat memanfaatkan media pembelajaran kreatif seperti puzzle untuk mendukung pembelajaran numerasi pada siswa, terutama di kelas awal.
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS MODEL E-IM3 MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA NALARIA REALISTIK PADA MATERI OPERASI HITUNG PECAHAN Rakhmad Rakhmad; Wasilatul Murtafiah; Hendra Erik Rudyanto
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.14083

Abstract

Pengembangan media pembelajaran inovatif diperlukan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami pecahan, yang hingga kini masih menjadi salah satu topik paling menantang dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul interaktif berbasis model e-IM3 melalui pendekatan Matematika Nalaria Realistik (MNR) pada materi operasi hitung pecahan serta mengevaluasi validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan Design Research pada 20 siswa kelas VI MIN 2 Kota Madiun. Data diperoleh melalui lembar validasi ahli, angket respon siswa, observasi kelas, serta tes hasil belajar (pre-test dan post-test). Analisis data dilakukan secara sistematis untuk menilai kelayakan e-modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul memperoleh skor rata-rata validasi 3,42 dari 4,00 (85,5%) dengan kategori “valid”. Uji kepraktisan menunjukkan lebih dari 85% siswa merasa e-modul menarik, mudah digunakan, dan membantu memahami materi. Dari segi efektivitas, nilai rata-rata siswa meningkat dari 70 (pre-test) menjadi 87 (post-test), sehingga terdapat peningkatan yang signifikan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul interaktif berbasis model e-IM3 dengan pendekatan MNR valid, praktis, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran inovatif pada materi operasi hitung pecahan di sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETER (NHT) UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Rixsa Pramudya Galistiani; Hendra Erik Rudyanto; Supini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.15415

Abstract

Difficulty learning mathematics is generally caused by the nature of mathematics that has abstract objects. Based on interviews with homeroom teacher IV, it was conveyed that the causes of mathematics learning problems were (a) lack of student interest in learning, (b) students lack critical thinking (c) students lack focus on learning (d) abstract material. The success of the teaching and learning process can be measured from the selection of the learning model used. The success of the teaching and learning process can be measured from the selection of the learning model used. The selection of this model aims to make students accept and understand the material provided. Researchers want to improve the learning process by conducting PTK with the title "Application of the Cooperative Learning Model of the Numbered Heads Togeteter (NHT) Type to Improve Student Learning Outcomes in Mathematics Subjects". This research is a class action research (PTK). Learning outcomes in Mathematics subjects after implementing the Numbered Heads Togeteter (NHT) model in the first cycle obtained complete data as many as 12 students with a percentage of 60% and those who have not completed 8 students with a percentage of 40%, then still have not reached the predetermined target of 80%. In the second cycle, there was an increase from the previous cycle, 17 students completed with a percentage of 85% and those who had not completed as many as 3 students with a percentage of 15%. Then the learning results have reached the predetermined target.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETER (NHT) UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Rixsa Pramudya Galistiani; Hendra Erik Rudyanto; Supini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.15416

Abstract

Difficulty learning mathematics is generally caused by the nature of mathematics that has abstract objects. Based on interviews with homeroom teacher IV, it was conveyed that the causes of mathematics learning problems were (a) lack of student interest in learning, (b) students lack critical thinking (c) students lack focus on learning (d) abstract material. The success of the teaching and learning process can be measured from the selection of the learning model used. The success of the teaching and learning process can be measured from the selection of the learning model used. The selection of this model aims to make students accept and understand the material provided. Researchers want to improve the learning process by conducting PTK with the title "Application of the Cooperative Learning Model of the Numbered Heads Togeteter (NHT) Type to Improve Student Learning Outcomes in Mathematics Subjects". This research is a class action research (PTK). Learning outcomes in Mathematics subjects after implementing the Numbered Heads Togeteter (NHT) model in the first cycle obtained complete data as many as 12 students with a percentage of 60% and those who have not completed 8 students with a percentage of 40%, then still have not reached the predetermined target of 80%. In the second cycle, there was an increase from the previous cycle, 17 students completed with a percentage of 85% and those who had not completed as many as 3 students with a percentage of 15%. Then the learning results have reached the predetermined target.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBEL TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS 2 SDN PILANGBANGO Retno Andriyanti; Hendra Erik Rudyanto; Supini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.17431

Abstract

Learning Indonesian is one of the important subjects at the elementary level. However, observations indicate that student activities in group work appear monotonous and there is a lack of teacher engagement. This leads to student boredom and suboptimal learning outcomes. Therefore, an effective learning model, namely Scramble, is needed. This study aims to determine the improvement in Indonesian learning outcomes through the application of the Scramble learning model for second-grade students at SDN Pilangbango. The results of the study show that the Scramble learning model can enhance Indonesian learning outcomes for second-grade students at SDN Pilangbango. This is evident from the increase in the percentage of successful students and the rise in the average student scores in cycle 1 (84.95) and cycle 2 (92). Additionally, the N-Gain results indicate that the majority of students fall into the medium category, demonstrating that most students experienced a significant improvement in their learning outcomes after participating in the learning process using the Scramble model.