Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Description of Sedentary Behavior and Nutritional Status in Adolescents at SMAN 4 Kota Kediri Nuuri Hisyam; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo; M. Akbar Husein
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 1 No. 03 (2023): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2023/ns.v1i03.54

Abstract

This study aims to evaluate nutritional status and sedentary behavior in adolescents in Indonesia. Adolescence is a phase of growth and development that requires good nutrition. However, adolescents are faced with the risk of malnutrition or overnutrition, as well as micronutrient deficiency. In addition, the development of science and technology has a significant impact on adolescent behavior, with the use of sophisticated and instantaneous equipment that contributes to sedentary behavior. Lack of knowledge about nutritional value can also negatively impact adolescent health. Therefore, it is important to understand the sedentary behavior and nutritional status conditions of adolescents in this modern era. This  study used descriptive quantitative methods with a population of 450 adolescents and a sample of 115 students. Data analysis was performed using Excel. The results showed that most adolescents in SMAN 4 Kediri City experienced sedentary behavior, with 103 adolescents (90%). And the measurement results showed that most adolescents had normal nutritional status, with 75 adolescents (66%) having an average body mass index (BMI) of 20.9
Terapan Ilmu Anatomi Dan Fisiologi Pada Sport Massage Dan Reposisi Cedera Tahun 2023 Moh. Nur Kholis; Ruruh Andayani Bekti; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo; Via Diah Rohmana; Ibra Mustoko Suroso
INSAN CENDEKIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/ic.v1i2.442

Abstract

Aktifitas olahraga kini jadi bagian tak terpisahkan bagi masyarakat. Disatu sisi, beragam pilihan aktifitas fisik yang ada, tak bisa dilepaskan dari resiko cidera. Jika hal tersebut terjadi, perawatan yang tepat menjadi kunci kesembuhan.Terhambatnya proses penyembuhan cedera karena olahraga, sering kali karena pasien atau atlet, menyepelekan teknik manipulasi massase/ pijat olahraga. Mereka menganggap itu hanya pijat biasa, atau ditangani oleh terapis yang kurang menguasai teknik pijat olahraga. Hal tersebut karena otot, bisa diraba dan dirasakan tingkat kekenyalan, hingga tingkat fleksibilitas efek cedera berupa panas, bengkak,merah dan rasa nyeri. Sebenarnya di masyarakat masih banyak yang menggunakan tenaga tradisional. Namun hal itu berbeda, jika akan masuk ke cabor atau institusi olahraga karena diperlukan tenaga ahli yang berlisensi profesional. Secara khusus massase olahraga bermanfaat bagi olahragawan sebelum bertanding. Karena itu masseur harus memiliki pengetahuan tentang massase olahraga dan dapat memilih manipulasi yang sesuai dengan kebutuhan gerak atlet. Perkembangan ilmu anatomi dan fisiologi menjadi dasar tersusunnya terapi pijat/massase yang dilaksanakan secara ilmiah dan dapat diajarkan dan dilaksanakan secara universal. Anatomi dan fisiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur tubuh dan bagian-bagiannya serta hubungannya antar bagian tubuh sangat erat kaitannya dengan perawatan badan. Manusia mulai mengetahui dengan lebih dekat mengapa terjadi kekejangan otot, terjadi kekauan sendi, timbul sakit di pinggang, dan terapi pijat yang disusun secara ilmiah mampu menanggulangi berbagai gejala tersebut. Seorang terapis spa perlu dapat mengidentifikasi otot dan bagian-bagian tubuh yang berotot. Hal ini akan menjamin agar dapat memijat dan merawat tubuh dengan aman. Ini penting dilakukan, sebab jika kemampuan dalam melakukan massase tubuh dengan teknik yang tidak tepat, dikawatirkan dapat mengakibatkan salah pijat sehingga tubuh mengalami cidera, salah otot dan dapat berdampak buruk baik jangka panjang dan pendek pada tubu. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi pemulihan bagi seorang atlet pasca cedera. Selain factor usia dan pengalam, keterlibatan otot, sumber energi yang terlibat, psikologi, fisiologi dan gizi. Dominasi otot merah dan otot putih yang juga berhubungan dengan domunasi system energi memberikan kontribusi pada system pemulihan. Oleh karena itu pentingnya seorang masseur untuk memahami ilmu anatomi dan fisiologi untuk menunjang proses penanganan cedera pada atlet.
Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli Berdasarkan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara Ahmad Badaruzzaman; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo; Moh. Nur Kholis; Muhdhofar Soliq Sidiq
Jurnal Simki Postgraduate Vol 5 No 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jspg.v5i1.1742

Abstract

Physical fitness is a fundamental prerequisite for students participating in sports extracurricular activities, as it directly supports endurance, movement quality, and overall learning readiness. Despite growing recognition of physical fitness importance among school-age adolescents, the physical fitness status of students engaged in volleyball extracurricular activities in rural Indonesian schools remains poorly documented. This study aimed to describe the physical fitness levels of volleyball extracurricular students at SMP Negeri 1 Pule, Trenggalek, using the Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) as a standardized national fitness assessment instrument. A quantitative descriptive survey design was employed. The total population of 32 active volleyball extracurricular members (14 male, 18 female) was included using saturated sampling. Data were collected across five TKPN components: body mass index (BMI), V sit and reach, sit-up, squat thrust, and PACER. Descriptive statistical analysis classified scores into TKPN normative categories. Results revealed that 21 students (65.63%) had good nutritional status based on BMI. However, other fitness components were suboptimal: V sit and reach showed the largest proportions in the very low and moderate categories (37.50% each); sit-up placed 24 students (75.00%) in the very low category; squat thrust placed 19 students (59.38%) in the low category; and PACER placed all 32 students (100.00%) in the very low category. These findings indicate that extracurricular volleyball participation has not ensured balanced fitness development, particularly in muscular endurance and cardiorespiratory endurance. Schools are urged to implement more structured, measurable, and progressive physical conditioning programs.
Survei Pemetaan Sarana dan Prasarana Pembelajaran PJOK pada SMA se-Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2024–2025 Moh. Ubaidulloh Kafin; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo; Mokhammad Firdaus
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 03 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan ketersediaan, status kualifikasi, dan status kepemilikan sarana dan prasarana pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk tahun 2024–2025. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif non-eksperimen, melibatkan sembilan sekolah sebagai sampel. Instrumen yang digunakan mengacu pada format Pangkalan Data Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia (PDPJOI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor ketersediaan sarana prasarana berada pada kategori B (baik) dengan nilai rata-rata 151. Seluruh sarana (460 unit) berada dalam kondisi baik dan layak pakai (100%), sedangkan prasarana terdiri dari 25 unit layak (83,3%) dan 5 unit tidak layak (16,7%). Dari sisi kepemilikan, 67,2% lahan merupakan milik sekolah, 30,8% milik umum, dan 2% merupakan lahan sewa. Temuan ini menunjukkan bahwa sarana prasarana PJOK di wilayah tersebut tergolong cukup memadai, meskipun masih terdapat disparitas antar sekolah. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak sekolah dan pemangku kebijakan dalam perencanaan dan pemerataan fasilitas pendidikan jasmani di masa mendatang
Pengaruh Latihan Power Wrist Exerciser dan Dumbbell Wrist terhadap Peningkatan Grip Activity pada Atlet Bulutangkis Gerdin Aditya Wijaya; Setyo Harmono; Budiman Agung Pratama; Dhedhy Yuliawan; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 03 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh power wrist exerciser dan dumbbell wrist terhadap peningkatan grip activity pada atlet bulutangkis PB. Sacharosa Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah kuantitatif quasi-eksperimental dengan variabel bebas power wrist exerciser dan dumbbell wrist, serta variabel terikat grip activity. Penelitian berlangsung 4 minggu (12 sesi), melibatkan 20 atlet usia 11–13 tahun. Instrumen yang digunakan adalah power wrist exerciser dan dumbbell 1–1,5 kg. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan uji t dua sampel independen (α = 0,05). Hasil menunjukkan kedua latihan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan grip activity (p = 0,000), namun tidak terdapat perbedaan signifikan di antara keduanya (p = 0,470). Perbedaan tidak signifikan diduga karena responden masih dalam masa pertumbuhan, sehingga adaptasi otot merata. Secara praktis, power wrist exerciser lebih optimal untuk latihan awal usia dini, sedangkan dumbbell wrist cocok sebagai variasi latihan
Survey Tingkat Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia 9-10 Tahun Di Sdn Mrican 3 Kota Kediri Herlan Ferdha Pamungkas; Moh. Nur Kholis; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 04 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemetaan tingkat kemampuan motorik kasar sebagai dasar untuk mengetahui dan meningkatkan perkembangan motorik anak usia 9–10 tahun dalam aktivitas olahraga. Permasalahan penelitian difokuskan pada tingkat kemampuan motorik kasar siswa usia 9–10 tahun di SDN Mrican 3 Kota Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 20 siswa sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa tes dan pengukuran lima komponen motorik kasar, yaitu kecepatan (lari sprint 30 meter), kelincahan (lari zig-zag), koordinasi mata dan tangan (lempar tangkap bola tenis), power otot tungkai (lompat jauh tanpa awalan), dan keseimbangan (stork stand). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kecepatan berada pada kategori baik sekali hingga kurang, kelincahan dan koordinasi mata-tangan didominasi kategori baik dan cukup, power otot tungkai bervariasi dari kategori baik hingga kurang, serta keseimbangan sebagian besar berada pada kategori cukup. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar siswa secara umum berada pada kategori cukup hingga baik. Hasil penelitian ini direkomendasikan sebagai acuan evaluasi program latihan, perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani oleh guru, serta sebagai dasar bagi orang tua dalam mendampingi dan memotivasi anak untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar secara optimal.
Upaya Peningkatan Ketepatan Shooting Flying Jump Shoot pada Atlet Bolatangan ABTI Kota Kediri melalui Permainan Target Mokhammad Firdaus; M Nurkholis; M. Anis Zawawi; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 6 No. 3 (2025): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v6i3.937

Abstract

The purpose of this study was to determine the improvement of jumpshoot shooting ability in handball games in ABTI Kediri City athletes. Through this study, it is expected to obtain accurate data on how much jump shoot shooting ability has increased through target games. This research method uses a descriptive statistical approach. The sampling technique used was total sampling, while data collection was carried out by testing jump shoot shooting abilities with target games and measurement tests. From these results, it was concluded that target training has a significant influence on the accuracy of handball athletes' flying shots. To determine the effect of target training, the average and the difference between the post-test and pre-test scores can be seen in the table above. It appears that the post-test score has a higher average than the pre-test score (66.96 > 53.16) with a difference of 13.8. Based on the description above, it shows that target training has an effect in the form of increasing the accuracy of flying shots in ABTI handball athletes in Kediri City. One of the effective shooting techniques for scoring goals in handball is the flying jump shoot. This shooting technique movement is carried out by the player jumping, then shooting or throwing the ball at the goal as hard as possible in order to score a goal. The results of the study concluded that the flying jump shoot is known to have a higher goal percentage than the standing throw shoot technique.
Profil Kemampuan Passing Atlet Floorball Putri Jawa Timur Menjelang Kejuaraan Nasional 2026 Nazwa Shalsabilla Rahma; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo; Rendhitya Prima Putra
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i3.984

Abstract

Floorball merupakan olahraga beregu yang menuntut penguasaan teknik dasar presisi, terutama dalam kemampuan mengoper bola (passing) sebagai fondasi strategi tim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kemampuan passing atlet floorball putri Jawa Timur dalam menghadapi Kejuaraan Nasional 2026. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 20 atlet putri yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes passing tervalidasi (validitas 0,936; reliabilitas 0,829) yang terdiri dari 8 target gawang dengan memberikan 9 kali kesempatan passing bagi setiap atlet. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif persentase menggunakan bantuan Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan passing atlet bervariasi dengan nilai rata-rata tim sebesar 4,75. Secara klasifikasi, performa atlet didominasi oleh kategori sedang sebanyak 10 atlet (50%), diikuti oleh kategori baik sebanyak 6 atlet (30%), kategori rendah sebanyak 3 atlet (15%), dan kategori rendah sekali sebanyak 1 atlet (5%). Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa sebagian besar atlet memiliki kemampuan passing pada kategori sedang hingga baik. Temuan ini menjadi referensi strategis bagi pelatih untuk memberikan evaluasi mendalam melalui modifikasi metode latihan intensif guna meningkatkan akurasi dan kesiapan atlet menghadapi kompetisi nasional.