Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEPERCAYAAN PASIEN TERHADAP LAYANAN KESEHATAN SUATU STUDI TINJAUAN SISTEMATIS Rahmaniah Ramadhani; MN Lisan Sediawan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 11 No 1 (2022): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v11i1.283

Abstract

Kepercayaan adalah salah satu factor utama dalam hubungan pasien dengan tenaga keaehatan, baik dokter, perawat, bidan, dll. Perkembangan yang cepat dalam sistem pelayanan kesehatan dikhawatirkan oleh banyak orang akan mengancam kepercayaan pasien terhadap tenaga kesehatan mereka. Namun, meskipun diakui pentingnya dan potensi kerapuhannya, upaya keras untuk membuat konsep dan mengukur kepercayaan pasien relatif sedikit. Artikel ini menyajikan sinopsis teori tentang kepercayaan pasien dan evolusi metode pengukuranya. Dokter, perawatn, pendidik dan peneliti yang tertarik pada bidang ini akan mendapatkan informasi yang berguna dalam praktik dan pengajaran. Kesenjangan yang diidentifikasi dalam pengetahuan kita tentang kepercayaan dapat membantu menargetkan upaya baru untuk memperkuat dasar metodologis untuk memahami elemen penting dari hubungan medis ini.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KESELAMATAN PASIEN DENGAN PELAKSANAAN ASESMEN PENCEGAHAN RISIKO JATUH ROSLY ZUNAEDI; JUNETH RIRIHENA; RAHMANIAH RAMADHANI
Media Husada Journal Of Nursing Science Vol. 4 No. 1 (2023): Maret
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjns.v4i1.116

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan perawat akan keselamatan pasien sangat diperlukan untukmencegah kesalahan atau tindakan yang tidak diinginkan. Untuk itu perlu adanya pengetahuanyang baik bagi perawat untuk bisa menghasilkan suatu tindakan yang baik kedepannya. TujuanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang keselamatanpasien dengan pelaksanaan asesmen pencegahan risiko jatuh di RSI Unisma Malang. MetodeDesain penelitian ini menggunakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu sejumlah 67orang. Intrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Uji statistik yang digunakandalam penelitian ini adalah perhitungan Somers’d. Hasil Data penelitian menunjukkan bahwapengetahuan perawat tentang keselamatan pasien baik sebanyak (83,6%) dan cukup (16,4%).Sedangkan pelaksanaan asesmen pencegahan risiko jatuh ditemukan baik sebanyak (89,6%) dancukup (10,4%). Hasil analisa statistik menggunakan uji Somers’d diperoleh p value 0,002 (<0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien denganpelaksanaan asesmen pencegahan risiko jatuh di RSI Unisma Malang.
Health and Relaxation Corner: Empowering Food Vendors Around Hospitals Through Innovative Training Frengki Apryanto; Rahmaniah Ramadhani; Rudy Joegijantoro
Journal of Community Service for Health Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jcsh.v6i2.1278

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the culinary sector play a vital role in supporting the economy, particularly around hospitals where food demand is consistent. However, many vendors face challenges such as poor hygiene practices, limited menu innovation, inadequate financial literacy, and lack of consumer-friendly facilities, which reduce competitiveness and pose risks to public health. To address these issues, the Healthy & Relaxing Corner community service program was implemented with 20 vendors from 10 stalls around Saiful Anwar Hospital, Malang, through outreach, training, mentoring, provision of simple technologies, and participatory evaluation. The training modules included Clean and Healthy Living Behavior; PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), food safety, herbal menu diversification, financial management, product photography, digital marketing, waste management, and stall layout improvements. The results demonstrated significant progress: knowledge improved from 65% poor to 90% good, PPE use rose from 25% to 100%, and all participants achieved proper financial recording skills. Additionally, 75% reached good practice in product photography, 50% attained good ability in digital promotion, and 100% adopted correct waste sorting. All stalls successfully introduced herbal drinks, while half modified cooking techniques for healthier food preparation. However, only 30% of vendors created relaxing corners, suggesting that financial and space constraints limited physical restructuring. Overall, the program effectively improved hygiene, entrepreneurship, and innovation, contributing to healthier food environments and more sustainable income for vendors. The model is replicable for MSME empowerment in other communities, with future initiatives recommended to combine training with micro-financing or infrastructure support to maximize outcomes.