Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BIMBINGAN BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR BERBASIS AJARAN TAMANSISWA DI DUSUN MUNGGUR Oktaviani Windra Puspita; Mukhlish Mukhlish; Widowati Widowati; Novita Sumarlin Putri; Linda Azhari; Titik Nurjanah
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1536

Abstract

ABSTRAK Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendampingi Bimbingan Belajar Anak Sekolah Dasar Berbasis Ajaran Tamansiswa di Desa Munggur, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Metode pelaksanaan Blended Learning yaitu dengan menggunakan dua media yaitu media online yaitu Google Meet dalam melaksanakan pra pembimbingan sebelum melaksanakan pendampingan belajar, dan media offline sebagai media untuk memberi pendampingan Bimbingan Belajar anak sekolah dasar dengan menerapkan ajaran taman siswa pada kegiatan belajar mengajar. Hasil pengabdian ini adalah mendapatkan respon positif, baik dari peserta maupun masyarakat setempat. Anak-anak merasa lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran dan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ada di sekolah. Selain itu, orang tua anak juga merasa terbantu dengan adanya kegiatan pengabdian ini karena dengan adanya kegiatan ini anak-anak mereka menjadi lebih mudah dalam menjalani proses pembelajaran online di sekolah. ABSTRACT This community service aims to assist the Tutoring of Elementary School Children which Based on Tamansiswa Precept at Munggur, Piyungan, Bantul Regency. The methodology of implementing Blended Learning is by using two media, namely Google Meet as online media in to give pre-guidance before doing mentoring of learning, and offline media is for giving mentoring for elementary school children's tutoring by applying Tamansiswa precept in teaching and learning . The result of this service is getting a positive response, both from participants and the local community. It facilitates the children to understand the learning materials and to complete the tasks. In addition, It also helps the parents because this activity cause that the their children can go through the online learning process at school easily. KEYWORDS Bimbingan Belajar, Anak Sekolah Dasar, Ajaran Tamansiswa. Tutoring, Elementary School Children, Tamansiswa Teaching
ANALISIS KUANTITATIF DEVIASI PRODUKTIVITAS MASS CONCRETE PADA BASEMENT 3 Hermanto, Jolanda Ozerlie; Linda Azhari; Mega Watty
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i3.14584

Abstract

Abstract: Mass concrete pouring for raft foundations requires continuous execution to maintain structural integrity and prevent cold joints. This study aims to analyze productivity deviations in the mass concrete pouring of a 12,390 m³ raft foundation at Basement 3 of a high-rise building project in Jakarta. A descriptive quantitative approach with a case study method was employed using secondary data, including the baseline schedule, concrete pouring logs, truck mixer arrival records, and slump rejection data. Data were analyzed using S-Curve Overlay, throughput analysis, headway analysis, loss time analysis, and concurrent delay analysis. The results indicate that the actual pouring duration reached 69.3 hours, exceeding the planned duration of 53 hours by 16.3 hours (30.7%). The average actual productivity was 177.6 m³/h, which was 22.7% lower than the planned productivity of 230 m³/h. Logistical delays caused by unstable truck mixer headway accounted for the largest contribution, representing approximately 49% of the total schedule deviation. The remaining 51% resulted from concurrent operational factors, including extended pouring duration, slump rejection incidents, adverse weather conditions, equipment downtime, and performance degradation due to equipment and workforce fatigue. These findings emphasize that successful large-scale mass concrete pouring depends on the synchronization of concrete supply stability, equipment reliability, material quality control, and field resource readiness.. Keywords: mass concrete, productivity, raft foundation, headway, concurrent delay Abstrak: Pekerjaan pengecoran mass concrete pada raft foundation memerlukan pelaksanaan secara kontinu untuk menjaga integritas struktur dan mencegah terjadinya cold joint. Penelitian ini bertujuan menganalisis deviasi produktivitas pada pekerjaan pengecoran mass concrete raft foundation Basement 3 dengan volume 12.390 m³ pada proyek gedung bertingkat tinggi di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus berdasarkan data sekunder berupa baseline schedule, concrete pouring log, logbook kedatangan truck mixer, dan data slump reject. Analisis dilakukan menggunakan metode S-Curve Overlay, throughput analysis, headway analysis, loss time analysis, dan concurrent delay analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi aktual pengecoran mencapai 69,3 jam, lebih lama 16,3 jam atau 30,7% dibandingkan durasi rencana 53 jam. Produktivitas rata-rata aktual tercatat sebesar 177,6 m³/jam, lebih rendah 22,7% dibandingkan produktivitas rencana sebesar 230 m³/jam. Keterlambatan logistik akibat ketidakstabilan headway armada truck mixer memberikan kontribusi terbesar, yaitu sekitar 49% dari total deviasi durasi. Sementara itu, 51% sisanya disebabkan oleh faktor operasional yang terjadi secara bersamaan, meliputi pembengkakan durasi penuangan, kejadian slump reject, gangguan cuaca, downtime peralatan, serta penurunan kinerja akibat fatigue pada alat dan tenaga kerja. Hasil penelitian menegaskan bahwa keberhasilan pengecoran mass concrete sangat bergantung pada sinkronisasi antara stabilitas suplai beton, keandalan peralatan, pengendalian mutu material, dan kesiapan sumber daya lapangan. Kata kunci: mass concrete, produktivitas, raft foundation, headway, concurrent delay