Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KRITIK TERHADAP REKONSTRUKSI METODE PEMAHAMAN HADIS MUHAMMAD AL-GHAZALI Purwaningsih, Sri
Jurnal THEOLOGIA Vol 28, No 1 (2017): TAFSIR DAN HADIS
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2017.28.1.1189

Abstract

Abstract: Muhammad al-Ghazali is a controversial figure. Some give a positive appreciation to the method of hadith understanding he offered and regarded as a solutive method at the present day. But, other accused him as inkar al-sunnah and regarded his method was inapplicable. According to the author, some ideas of the reconstruction on the method of hadith understanding of Muhammad al-Ghazali still use a positivist paradigm that focuses on objectivity, while there are no objects without a subject. Therefore, in this paper, the author emphasizes the discussion on two points; first, criticizing the application of the method of hadith understanding of Muhammad al-Ghazali; and second, offering the new method of reconstruction using descriptive analysis and explanation method. The author examines the book of Muhammad al-Ghazali and other books that are the result of criticism of the researchers about him. The result, studying and understanding the hadiths requires a set of batiniyah in the form of consciousness and sincere intention, studying the authenticity of the hadith, structural and pragmatic analysis, and the reviewer must verify the results of intellectual activity comprehensively.Abstrak: Muhammad al-Ghazali merupakan tokoh kontroversial. Ada yang mem­berikan apresiasi positif atas metode pemahaman hadis yang ditawar­kan­nya yang dianggap solutif pada saat sekarang. Namun ada juga yang me­nuduh­nya sebagai inkar al-sunnah dan menilai metode yang ditawarkannya belum aplikatif. Menurut penulis, beberapa tawaran rekonstruksi terhadap metode pemahaman hadis Muhammad al-Ghazali masih menggunakan para­digma positivisme yang menitikberatkan pada objektivitas, padahal tidak ada objek tanpa subjek. Dalam tulisan ini, penulis menekankan dua pembahasan, yakni: mengkritik aplikasi metode pemahaman hadis Muhammad al-Ghazali; dan menawarkan bentuk rekonstruksi metode yang baru dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan penjelasan. Penulis mengkaji buku karya Muhammad al-Ghazali dan buku-buku lain yang merupakan hasil kritikan para peneliti terhadapnya. Hasilnya, di dalam mengkaji dan memahami hadis di­perlukan seperangkat batiniyah berupa kesadaran dan niat yang ikhlas, meng­kaji otentisitas hadis, analisis struktural dan pragmatik, dan pengkaji melakukan verifikasi terhadap hasil aktifitas intelektual (pemahaman) secara komprehensif.
KRITIK TERHADAP REKONSTRUKSI METODE PEMAHAMAN HADIS MUHAMMAD AL-GHAZALI Sri Purwaningsih
Jurnal Theologia Vol 28, No 1 (2017): TAFSIR DAN HADIS
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2017.28.1.1189

Abstract

Abstract: Muhammad al-Ghazali is a controversial figure. Some give a positive appreciation to the method of hadith understanding he offered and regarded as a solutive method at the present day. But, other accused him as inkar al-sunnah and regarded his method was inapplicable. According to the author, some ideas of the reconstruction on the method of hadith understanding of Muhammad al-Ghazali still use a positivist paradigm that focuses on objectivity, while there are no objects without a subject. Therefore, in this paper, the author emphasizes the discussion on two points; first, criticizing the application of the method of hadith understanding of Muhammad al-Ghazali; and second, offering the new method of reconstruction using descriptive analysis and explanation method. The author examines the book of Muhammad al-Ghazali and other books that are the result of criticism of the researchers about him. The result, studying and understanding the hadiths requires a set of batiniyah in the form of consciousness and sincere intention, studying the authenticity of the hadith, structural and pragmatic analysis, and the reviewer must verify the results of intellectual activity comprehensively.Abstrak: Muhammad al-Ghazali merupakan tokoh kontroversial. Ada yang mem­berikan apresiasi positif atas metode pemahaman hadis yang ditawar­kan­nya yang dianggap solutif pada saat sekarang. Namun ada juga yang me­nuduh­nya sebagai inkar al-sunnah dan menilai metode yang ditawarkannya belum aplikatif. Menurut penulis, beberapa tawaran rekonstruksi terhadap metode pemahaman hadis Muhammad al-Ghazali masih menggunakan para­digma positivisme yang menitikberatkan pada objektivitas, padahal tidak ada objek tanpa subjek. Dalam tulisan ini, penulis menekankan dua pembahasan, yakni: mengkritik aplikasi metode pemahaman hadis Muhammad al-Ghazali; dan menawarkan bentuk rekonstruksi metode yang baru dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan penjelasan. Penulis mengkaji buku karya Muhammad al-Ghazali dan buku-buku lain yang merupakan hasil kritikan para peneliti terhadapnya. Hasilnya, di dalam mengkaji dan memahami hadis di­perlukan seperangkat batiniyah berupa kesadaran dan niat yang ikhlas, meng­kaji otentisitas hadis, analisis struktural dan pragmatik, dan pengkaji melakukan verifikasi terhadap hasil aktifitas intelektual (pemahaman) secara komprehensif.
PENGUATAN PENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN MELALUI PENDIDIKAN NON FORMAL DI KELURAHAN KEDUNGPANI KECAMATAN MIJEN SEMARANG Sri Purwaningsih
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.47 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.401

Abstract

KPD kali ini bertujuan untuk penguatan pendidikan dan keagamaan dikelurahan Kedungpani kecamatan Mijen Semarang. Yang melatarbelakangipemilihan lokasi dampingan ini (1)kesadaran orang tua dan masyarakatterhadap pendidikan keagamaan rendah bahkan tidak ada, (2)pengetahuantentang akidah, akhlak dan syariat yang dibutuhkan anak belum dipenuhi olehorang tuanya, (3)Kristenisasi di lokasi dampingan sangat memprihatinkan,dan (4)pelaksana merupakan warga lokasi dampingan, sehingga mempermudahmelakukan pendampingan secara intensif dan berkelanjutan denganpendekatan pemberdayaan. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan disamping untuk anak dan remaja, juga untuk orang tua maupun masyarakat.Karena diharapkan kesadaran orang tua dan masyarakat meningkat, sehinggadapat bekerjasama di lokasi dampingan. Di samping itu juga menggunakanpendekatan participatory. Orang tua dan masyarakat serta murid Madin Al-Junnah bukan obyek, namun subyek dampingan, yaitu dengan menghargaiperan serta orang tua dan masyarakat. Dengan pendekatan pemberdayaan danparticipatory ini, terbukti sangat mendukung keberhasilan penguatanpendidikan keagamaan di lokasi dampingan.
Living Hadith in the Bari'an Ritual of Sidodadi Society Sri Purwaningsih; Thiyas Tono Taufiq; Muhammad Faiq
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol. 22 No. 2 (2021): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/qh.2021.2202-06

Abstract

This research is conducted to comprehend the typology of living Hadith in Indonesia based on the ritual-based Hadith in Sidoadi’s society. The ritual-based Hadith called Bari’an ritual. the Sidodadi's people have been trying to preserve the Bari'an ritual. This ritual is related to a major change in the history of the Dudak village, which is now called Sidodadi. This study focuses on how the views of the Sidodadi's people on the Bari'an ritual, the ritual forms of Bari'an  in Sidodadi, the meanings of the present Bari'an rituals, and its relevance to the values of the Hadith. This is a socio-cultural study with a phenomenological analysis approach. The problem is answered based on qualitative data with the technique of interpretation of emic and ethics. With such emic and ethical interpretation techniques, it can be seen that the forms of the Bari'an ritual in Sidodadi historically have shifted including its motive, meaning, as well as values. The shift is caused by a transformation of the beliefs of Sidodadi's people from Islam 'Kejawen' (Javanese Islam) filled with myths, superstition, and sesaji, turned into Popular Islam filled with values of Hadith.