Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Dinamik

Xpath Dokumen Xml untuk Perolehan Data pada Basisdata Perundangan Pemerintah Kota Semarang Setyawan Wibisono
Dinamik Vol 18 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dinamik.v18i2.1705

Abstract

Saat ini sebagian dokumen perundangan Pemerintah Kota Semarang masih banyak dalam bentuk hardcopy, belum dapat secara mudah diakses masyarakat melalui teknologi internet. Produk perundangan Pemerintah Kota Semarang yang dimaksud di sini adalah Peraturan Daerah Kota Semarang, Peraturan Walikota dan Surat Edaran Walikota Dalam penelitian ini ada beberapa langkah yang dilakukan, yaitu: merancang XPath dengan memperhatikan node yang akan diambil. Xpath ini akan dapat diimplementasikan dalam XQuery untuk memperoleh data pada dokumen dalam format XML dari suatu koleksi dokumen perundangan Pemerintah Kota Semarang. Program aplikasi  untuk perolehan data pada basisdata perundangan Pemerintah Kota Semarang adalah memanfaatkan akses node pada sebuah XPath dokumen XML dalam membuat basisdata XML serta menggunakan XPath untuk memperoleh informasi sesuai query yang dimasukkan. Query yang dimasukkan adalah suatu kalimat dalam bahasa Indonesia. Sistem akan membuat sebuah jalur (path) yang disebut Xpath untuk mengakses node yang dituju sesuai dengan kalimat yang diinputkan.  Cara memperoleh data menggunakan cara menginputkan suatu kalimat dalam bahasa Indonesia, dengan tata bahasa yang telah ditentukan. Pada aplikasi ini juga diberikan contoh cara memberikan kalimat input, maupun pernyataan perintah untuk memperoleh data.  Output dari aplikasi ini dalam bentuk tabel kepada user, jika input kalimat yang diberikan sudah benar dan data tersedia sesuai permintaan. Data yang ditampilkan adalah node dari hasil pengambilan data berdasarkan XPath Jika format kalimat tidak sesuai dengan aturan maka yang dimunculkan oleh aplikasi ini adalah sebuah peringatan kesalahan. Kata kunci : node, perundangan, XML, XQuery, XPath
Komunikasi Dua Arah via Bluetooth (Studi kasus: Arduino-Android) Setyawan Wibisono; Eddy Nurraharjo; Edy Winarno
Dinamik Vol 21 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.67 KB) | DOI: 10.35315/dinamik.v21i2.6090

Abstract

Pada era sekarang ini Internet of things menjadi latar belakang utama dalam penelitian perangkatkeras maupun dalam pengembangan perangkat lunak. Basis penerapannya pun hingga saat ini sangatberagam, mulai dari lintas sistem operasi, perangkat, bahasa pemrograman dan alinsebagainya. Salah satupenyebab yang menjadi tren saat ini adalah filosofi "Smart City" yang telah menjadi jargon utama dibeberapa kota besar Indonesia.Salah satu sasaran dalam konsep "Smart City" adalah kendali terpusat, dimana semua data diambildari sentra data utama, yang mampu untuk diakses pada semua perangkat yang terhubung padanya danmelalui beragam media komunikasi. Salah satu yang saat ini tren juga dalam mediasi komunikasi adalahperangkat BLE (Bluetooth Low Energy), yang populer. Pengembangan beberapa riset telah menuju padaimplementasinya untuk komunikasi lintas dan antar sistem secara terpadu.Latar belakang inilah yang mampu menjadikan konsep bidirectional communication dalam artikelini, membawa komunikasi antara perangkat Android dan Arduino sebagai upayamengimplementasikannya, dengan hasil baik dan mampu berjalan secara realtime.
CASE BASED REASONING UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DAN HAMA PADA TANAMAN MANGGA MENGGUNAKAN ALGORITMA SIMILARITAS SORGENFREI Anton Setiawan; Setyawan Wibisono
Dinamik Vol 23 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.138 KB) | DOI: 10.35315/dinamik.v23i1.7172

Abstract

Untuk mendapatkan suatu informasi tentang bagaimana mendiagnosa penyakit dan hama pada tanaman mangga secara digital maka dibutuhkan suatu aplikasi dalam bentuk sistem pakar yang dapat mewakili seorang pakar yang ahli di bidangnya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tanaman mangga. Case Based Reasoning untuk mendiagnosa penyakit dan hama tanaman mangga menggunakan algoritma similaritas Sorgenfrei adalah sebuah sistem pakar yang dapat sebagai alat bantu untuk melakukan konsultasi tentang penyakit dan hama tanaman mangga. Untuk mengimplementasikan Case Based Reasoning diperlukan empat tahapan proses yaitu retrieve, reuse, revise, dan retain. Sistem yang telah memberikan hasil dari perhitungan dengan nilai paling tinggi yang akan dijadikan solusi penyakit dan hama tanaman mangga. Pada proses revise, sistem akan meninjau kembali hasil perhitungan penyakit tanaman mangga. Jika hasil tersebut kurang atau sama dengan 20 persen, maka sistem tidak akan memberikan solusi penyakit tanaman mangga, dikarenakan informasi berupa penyakit yang tidak memenuhi syarat akan masuk ke dalam tabel revise yang selanjutnya akan diperbaiki kembali oleh pakar untuk menemukan solusi yang tepat. Setelah proses revise selesai dan sudah ditemukan solusi yang benar-benar tepat barulah pakar mulai menambah aturan dengan memasukan data kasus baru yang sudah ditemukan solusinya proses inilah yang dinamakan dengan proses retain.
Pendekatan Graph-Based Community Detection dalam Social Network Analysis Jaringan Undang-Undang Republik Indonesia 2014-2024 Wibisono, Setyawan; Wahyudi, Eko Nur; Hadikurniawati, Wiwien; Lestariningsih, Endang; Cahyono, Taufik Dwi
Dinamik Vol 30 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dinamik.v30i2.10218

Abstract

This study evaluates the performance of three community detection algorithms—Leiden, Infomap, and Label Propagation—on the legal network of the Republic of Indonesia spanning the period 2014–2024. The network consists of 679 nodes and 2,295 edges, constructed based on citation relationships among regulations. The evaluation employs four network topology metrics: modularity, coverage, conductance, and inter-cluster density. Results show that the Leiden algorithm achieves the highest modularity score (0.522991), indicating the formation of communities with strong internal density. Additionally, it yields the lowest conductance value (0.302455), suggesting relatively well-isolated communities. In contrast, the Label Propagation algorithm produces the highest coverage (0.835294) and inter-cluster density (0.542331), but with a lower modularity (0.431583), reflecting the formation of large communities with less distinct boundaries. Infomap exhibits moderate performance, with a modularity score of 0.508406 and inter-cluster density of 0.420803, yet records a relatively high conductance (0.410409). Network visualizations reveal three major communities for each algorithm, representing thematic clusters such as institutional governance, constitutional law, and public finance. Overall, the Leiden algorithm is considered the most optimal for detecting modular, stable, and thematically coherent community structures within the complex and interrelated network of Indonesian laws.
Analisis Deteksi Komunitas Louvain, Infomap, dan Walktrap pada Konstruksi Social Network Analysis Jaringan Undang-Undang Republik Indonesia 2014-2024 Al Amin, Imam Husni; Wibisono, Setyawan; Hadikurniawati, Wiwien; Lestariningsih, Endang; Eniyati, Sri
Dinamik Vol 31 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dinamik.v31i1.10308

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi performa tiga algoritma deteksi komunitas Louvain, Infomap, dan Walktrap dalam konteks social network analysis pada jaringan undang-undang Republik Indonesia periode 2014–2024. Jaringan dibangun dari hubungan kutipan antar undang-undang Republik Indonesia pada rentang waktu antara tahun 2014 sampai dengan tahun 2024. Kutipan antar undang-undang diperoleh pada bagian “Mengingat” pada setiap undang-undang, menghasilkan sebuah konstruksi struktur graf berarah dan tak berbobot. Setiap algoritma diuji berdasarkan empat metrik evaluasi: modularity, coverage, conductance, dan inter-cluster density. Evaluasi terhadap tiga algoritma deteksi komunitas Infomap, Louvain, dan Walktrap pada jaringan undang-undang menunjukkan perbedaan karakteristik dalam membentuk struktur komunitas. Louvain unggul dalam hal modularity (0.522387) dan conductance (0.287157), yang mencerminkan kemampuan optimal dalam memisahkan komunitas besar yang kohesif dan minim koneksi keluar. Infomap menempati posisi menengah dengan modularity dan inter-cluster density yang cukup baik, menawarkan keseimbangan antara segmentasi dan kepadatan komunitas. Walktrap memiliki keunggulan pada coverage (0.809586) dan inter-cluster density (0.50640), menandakan kemampuannya membentuk komunitas kecil yang sangat padat secara internal, meskipun cenderung kurang terstruktur secara global karena modularity-nya paling rendah (0.464787). Dengan demikian, Louvain direkomendasikan sebagai algoritma paling sesuai untuk analisis jaringan undang-undang, terutama jika tujuan utama adalah memperoleh segmentasi komunitas yang terstruktur kuat dan representatif secara makro terhadap arsitektur hukum nasional.