Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA KUKU ANAK Sri Idayani; Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 13 No. 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v13i1.401

Abstract

Salah satu penyakit yang paling umum tersebar dan sering menjangkiti banyak manusia diseluruh dunia adalah kecacingan. Cacing secara umum tidak selalu menyebabkan penyakit berbahaya tetapi bisa mengakibatkan masalah kesehatan kronis yang ada keterkaitannya dengan faktor ekonomis. Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan cacing golongan nematoda usus yang menginfeksi manusia yang menelan telurnya melalui rute fekal oral. Dampak kecacingan dapat menimbulkan kerugian terhadap kebutuhan gizi karena berkurangnya kalori dan protein serta kehilangan darah. Selain itu, bisa menghambat perkembangan fisik, kecerdasan dan produktivitas kerja serta menurunkan ketahanan tubuh. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 17 anak usia 6-12 tahun. Identifikasi telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) pada kuku anak usia 6-12 tahun menggunakan metode apung (flotation method). Penelitian ini memberikan hasil bahwa semua sampel kuku anak usia 6-12 tahun tidak ditemukan adanya telur Soil Transmitted Helminths (STH).  Sebagian besar anak usia 6-12 tahun sudah memiliki personal hygiene baik dan cukup. Hasil tersebut diperoleh dari hasil wawancara yang meliputi  kebiasaan memotong kuku, mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan setelah makan serta bermain dan menggunakan alas kaki. Berdasarkan hasil identifikasi telur cacing pada seluruh sampel kuku anak usia 6-12 tahun diperoleh hasil negatif tidak ditemukan adanya telur Soil Transmitted Helminths (STH).
Gambaran Hasil Pemeriksaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminths dari Sediaan Feses dan Kuku dengan Metode Flotasi pada Pengangkut Sampah di TPS 3R Padangsambian Ni Made Dwi Erikayani; Sri Idayani; Ni Wayan Desi Bintari
Jaringan Laboratorium Medis Vol 7 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v7i2.13207

Abstract

Helminthiasis is a disease caused by parasitic worms that infect the human body. Transmission can occur through contaminated food and water, as well as through skin penetration via soil as the intermediate medium. Soil-Transmitted Helminths (STH) are a group of parasitic worms transmitted through soil and can cause infections, particularly among populatihons with poor hygiene, including waste collectors. This study aims to describe the findings of STH egg examinations from fecal and nail samples using the flotation method among waste collectors. Samples were collected using purposive sampling from waste collectors at TPS 3R Padangsambian based on inclusion and exclusion criteria. This descriptive study employed a qualitative approach. Data analysis was conducted descriptively, and the examination results were presented in tables and narratively explained using univariate analysis to illustrate the frequency and percentage distribution of each research variable. A total of 11 respondents participated in the examination. Fecal and nail specimens were analyzed using the flotation method at the Parasitology and Mycology Laboratory of STIKES Wira Medika Bali. The results showed that 6 fecal samples (54.6%) were positive for STH eggs, while 5 samples (45.5%) were negative. In nail samples, 1 sample (9.1%) tested positive and 10 samples (90.9%) were negative. The identified worm species included Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura. Examination of fecal samples was found to be more effective than nail samples; however, nail examination can serve as an additional detection method for individuals at high risk of STH exposure.