Claim Missing Document
Check
Articles

Beneficial Effects of Soygurt Intake in Type 2 Diabetes Mellitus in Animal Model Rat (Rattus Norvegitus) Ni Wayan Desi Bintari; Putu Ayu Parwati
Medical Laboratory Technology Journal Vol. 6 No. 1 (2020): June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.634 KB) | DOI: 10.31964/mltj.v6i1.258

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is the more common type of diabetes results from the ineffective use of insulin. Improvement of the metabolic system in T2DM patients can be done through the regulation of gut microbiota balance. Gut microbial improvement can be modulated directly by probiotic food consumption. Soygurt is probiotic food with a low glycemic index (GI) and glycemic load (GL) value and rich in isoflavones, which has a potential effect in reducing diabetes risk. The aim of this study is to determine the effect of soygurt consumption in blood glucose levels and body weight of albino wistar rats (Rattus norvegitus). Reseach using a completely randomized design for experimental study. Subjects of this research are 30 male rats (R. norvegistus) aged 2-3 months with average body weight 150-200 gr. Diabetic rats were induced by using single intraperitoneal injection (175 mg/kg BW) alloxan monohydrate. Soygurt feeding given once daily using oral gavage feeding. The result showed that soygurt feeding in diabetic rats with three variations of treatment could significantly (p
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN KIMIA URINE DENGAN VARIASI JENIS PENGAWET URINE Putu Ayu Parwati; Ni Wayan Desi Bintari; I Gusti Putu Agus; Ferry Sutrisna Putra
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 5 No 2 (2020): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan urine terdiri dari pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, dan kimia urine. Pemeriksaan urinalisa sebaiknya dilakukan < 2 jam setelah pengambilan sampel. Namun seringkali dengan banyaknya sampel urine yang harus diperiksa dan kondisi lainnya yang menyebabkan terjadinya penundaan pemeriksaan. Penundaan pemeriksaan urine yang dilakukan selama 2 jam tanpa disimpan pada suhu 2 – 80C sebaiknya dilakukan penambahan zat pengawet. Penambahan pengawet urine seperti formalin dan toluena diharapkan dapat menjaga kualitas hasil pemeriksaan urine selama proses penundaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan kimia urine dengan variasi pengawet. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan eksperimen dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden. Hasil keton dan pH urine menunjukkan p value sebesar 0.000 yang berarti terdapat perbedaan signifikan hasil keton dan pH urine yang segera diperiksa, ditambahkan formalin dan ditambahkan toluena. Hal tersebut dikarenakan hasil positif palsu keton urine dapat terjadi karena pH urine yang rendah. Sedangkan parameter kimia urine yang lain menunjukkan tidak terjadi perubahan hasil glukosa, bilirubin, protein dan nitrit urine dengan tiga perlakuan yang berbeda. Hal tersebut dikarenakan bakteri dalam urine tersebut bukan termasuk bakteri fermentasi glukosa, serta hasil nitrit negatif disebabkan karena tidak ada nitrat dalam urine yang akan direduksi menjadi nitrit oleh bakteri. Kata Kunci : Urine, Formalin, Toluena
Deteksi methicillin resistant Staphylococcus aureus pada perokok melalui pemeriksaan kultur apus tenggorokan Ni Wayan Desi Bintari; Putu Ayu Parwati
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15310

Abstract

Perilaku merokok berkorelasi positif dengan meningkatnya angka kejadian infeksi oleh Methicillin Resistant Staphylococcus aureus atau dikenal dengan MRSA. Perokok dilaporkan memiliki tingkat kolonisasi MRSA lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Hal tersebut akan sangat berbahaya karena infeksi MRSA dapat menyebabkan infeksi parah seperti infeksi aliran darah, infeksi paru-paru atau necrotising fasciitis (kerusakan jaringan). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan deteksi awal keberadaan MRSA yang berasosiasi dengan perokok aktif. Responden pada penelitian ini adalah perokok aktif yang secara rutin melakukan konseling di Klinik Berhenti Merokok (KBM) Puskesmas 1 Denpasar Utara yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengujian bakteriologi dilakukan di Laboratorium STIKES Wira Medika Bali dengan melakukan kultur terhadap spesimen apus tenggorokan responden. Identifikasi MRSA dilakukan dengan melakukan pengujian sensitivitas dengan metode Kirby Bauer menggunakan cakram antibiotik oxacillin OX 1 µg. Hasil isolasi dan identifikasi S. aureus pada sampel apus tenggorokan 13 responden didapatkan hasil sebanyak 4 isolat (30,8%) teridentifikasi sebagai S. aureus sedangkan sebanyak 9 (69,2,8%) sampel menunjukkan hasil negatif. Hasil uji sensitivitas terdapat 2 isolat yang memiliki daya hambatan intermediate yaitu SA1 dan SA2 dengan diameter daya hambatan rata-rata sebesar 12 mm dan 11,83 mm. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa tidak ditemukan bakteri MRSA pada sampel usap tenggorokan perokok aktif pasien konseling di KBM Puskesmas 1 Denpasar. 
SOSIALISASI DESAIN FORMULIR/RESUME KESEHATAN LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA (PSTW) DI KOTA DENPASAR Ni Luh Putu Devhy; Ika Setya Purwanti; Diah Prihatiningsih; Ni Wayan Desi Bintari; A.A Gde Oka Widana
Jurnal Abdidas Vol. 1 No. 2 (2020): Vol 1 No 2 June Pages 23-87
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.589 KB) | DOI: 10.31004/abdidas.v1i2.8

Abstract

Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) di Kota Denpasar merupakan panti sosial yang khusus untuk merawat orang tua atau lansia. Salah satu kegiatan yang dilakukan di PSTW ini adalah pemeriksaan rutin terhadap lansia yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Petugas kesehatan di PSTW tersebut belum memiliki formulir rekam medis yang dapat digunakan sebagai dokumentasi hasil pemeriksaan kesehatan lansia. Hasil pemeriksaan lansia tersebut hanya di catat di sebuah buku milik petugas kesehatan, sehingga lansia sendiri tidak bisa memantau hasil pemeriksaan kesehatannya setiap bulannya. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah lansia yang ada di PSTW, dan petugas kesehatan yang bertugas. penyampaian materi di berikan oleh dosen jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan dalam mengelola formulir rekam medis yang sesuai dengan standar,dan terdokumentasinya pemeriksaan lansia secara berkesinambungan. Berdasarkan permasalahan diatas maka PRODI RMIK bermaksud untuk mengadakan pengabdian masyarakat dengan judul sosialisasi formulir/resume lansia di Panti Sosial Tresna Werdha
PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN SPESIMEN SPUTUM PADA SUHU RUANG TERHADAP HASIL PENILAIAN BAKTERI TAHAN ASAM (BTA) Ni Wayan Desi Bintari
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 7 No 2 (2021): November (2021)
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v7i2.91

Abstract

One of the ways to establish a diagnosis of pulmonary tuberculosis is through laboratory investigations. The quality of the specimen is known to greatly affect the results of the examination. In order to ensure good quality specimens, sputum from pulmonary tuberculosis patients should be examined immediately after collection. However, conditions in the field sometimes result in delays in testing. This study aims to determine whether or not there is an effect of storage time for sputum specimens at room temperature on the results of acid fast bacilli assessment. The research was conducted at Udayana Tingkat II General Hospital Denpasar in January-April 2020. Type of research was a pre experimental design with a one-shoot case study approach. Sputum storage was carried out for 24 hours and 48 hours at a temperature of 22-250C. Acid fast bacilli examination was carried out using the Ziehl Neelsen staining technique and acid fast bacilli assessment was carried out based on the IUATLD scale. The research data were analyzed for normality of the data and Friedman's test. The results showed that there were differences in the results of the acid fast bacilli assessment on specimens immediately examined and those stored at room temperature for 24 hours and 48 hours. Based on the Friedman test, it was found that the P value was 0.00 (P <0.05) so that it was concluded that there was an effect of storage time for sputum specimens at room temperature on the results of acid fast bacilli assessment.
SCREENING Candida albicans PENYEBAB KANDIDIASIS ORAL DAN EDUKASI ORAL HYGIENE PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WANA SERAYA BALI Ni Wayan Desi Bintari; Ika Setyapurwanti; Ni Luh Putu Devhy; Anak Agung Oka Widana; Diah Prihatiningsih
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3, No 1 (2020) : Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v3i1.65

Abstract

Sebagian besar kelompok lansia di Indonesia diketahui memiliki pengetahuan dan kesadaran yang kurang terhadap infeksi yang mungkin terjadi pada rongga mulut. Padahal pada fase lansia seseorang mengalami penurunan fungsi imun tubuh yang mendorong infeksi oppurtunistik salah satunya kandidiasis oral. Penyuluhan terkait oral hygiene sangat perlu dilakukan untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku dari aspek pengetahuan, sikap dan tindakan lansia dalam menjaga kesehatan rongga mulut. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk melakukan screening Candida albicans penyebab kandidiasis oral dan melakukan edukasi melalui pendekatan personal approach terkait oral hygiene pada lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya Bali. Jumlah lansia yang mengikuti kegiatan sebanyak 33 orang dimana sebanyak 12 orang bersedia diambil sampel swab mukosa mulutnya untuk dilakukan isolasi dan identifikasi Candida albicans. Hasil screening terhadap Candida albicans didapatkan 2 hasil kultur positif sehingga diduga terdapat lansia yang terindikasi kandidiasis oral dan perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Edukasi terkait oral hygiene yang diberikan kepada lansia meliputi penyuluhan kebersihan gigi dan mulut, menyikat gigi, pemeliharaan gigi palsu, pengaturan diet untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan infeksi pada rongga mulut. Selama pelaksanaan penyuluhan lansia sangat antusias mengikuti kegiatan dan diharapkan lansia bisa terus melaksanakan oral hygiene sebagai kebiasaan sehari-hari. Kata Kunci : Oral hygiene, Candida albicans, Lansia
PENYULUHAN BAHAYA ROKOK UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN REMAJA MENGENAI DAMPAK BURUK ROKOK BAGI KESEHATAN DI SMP TAWWAKAL DENPASAR Diah Prihatiningsih; Ni Luh Putu Devhy; Ika Setya Purwanti; Ni Wayan Desi Bintari; AA Gde Oka Widana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3, No 1 (2020) : Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v3i1.67

Abstract

Rokok merupakan salah satu faktor resiko utama dari beberapa penyakit kronis yang dapat mengakibatkan kematian. Hal ini menunjukkan bahwa rokok merupakan masalah besar bagi kesehatan masyarakat. Selain dari segi kesehatan, rokok juga mempengaruhi kepribadian perokok itu sendiri. Biasanya remaja usia SMP sudah mengenalrokok. Menurut mereka, kalau tidak merokok maka mereka dianggap tidak gaul. Semua hal tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh remaja yang aktifitas merokok bahkan menjadi salah satu budaya dalam sosial mereka. Kegiatan pengadian masyarakat di SMP Tawakkal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak buruk rokok bagi kesehatan. Peserta pengabdian masyarakat merupakan siswa sekolah menengah pertama kelas 8 yang berjumlah 64 anak. Berdasarkan jenis kelamin, peserta pengabdian terdiri atas 34 siswa laki-laki (53,13%) dan 30 siswa perempuan (46,87%). Kegiatan ini diawali dengan pengisian kuisioner pre-test pengetahuan tentang bahaya rokok yang kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan oleh narasumber dan dilakukan kembali pengisian kuisioner post-test. Hasil dari pengisian kuisioner setelah dilakukan penyuluhan mengalami peningkatan yaitu sebesar 92,89% siswa memahami tentang dampak buruk akibat rokok. Selama melakukan penyuluhan siswa sangat antusias dalam mendengarkan pemateri, untuk itu diharapkan kegiatan ini digalakkan khususnya di dunia Pendidikan. Kata kunci : Rokok, Remaja, Kesehatan
PERBEDAAN JUMLAH BAKTERIURI PADA WANITA LANJUT USIA BERDASARKAN KULTUR MIKROBIOLOGI MENGGUNAKAN TEKNIK CAWAN TUANG DAN CAWAN SEBAR Ni Wayan Evi Damayanti; Moh Fairuz Abadi; Ni Wayan Desi Bintari
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 8, No 1 (2020): Meditory, vol. 8 no 1 Juni 2020
Publisher : Jurusan Analisis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.937 KB) | DOI: 10.33992/m.v8i1.969

Abstract

Introduction: Bacteriuri are the presence of bacteria present in the urine that can cause urinary tract infections. Bacterial examination can be carried out by microbiological culture methods using pour plate and spread plate techniques Objective: This study aims to determine the differences in the results of the application of pour plate and spread plate techniques to the number of bacteriuri found in elderly women. Method: The type of research used is experiment. This research was conducted in April 2019. The examination site was conducted at the Bacteriology Laboratory, Study Program of Medical Laboratory Technology, STIKes Wira Medika Bali. The sample of this study was 14 respondents. The sampling technique was purposive sampling with inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using the T test. Results: The results of statistical analysis showed a value of p 0.05, which means that H0 was accepted, so there was no difference in the number of bacteriuri examined by microbiological culture using pour plate and spread plate techniques  
Upaya Penyelamatan Generasi Muda Melalui Penyuluhan Tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Dan Pemeriksaan Laboratorium Diah Prihatiningsih; Ni Luh Putu Devhy; Ika Setya Purwanti; Ni Wayan Desi Bintari; Anak Agung Gde Oka Widana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.146

Abstract

NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya, yang sering disalahgunakan dan merupakan salah satu masalah yang kompleks yang ada dimasyarakat yang memerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif. Meskipun dalam kedokteran sebagian besar golongan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) masih bermanfaat bagi pengobatan, namun bila disalahgunakan atau digunakan tidak menurut indikasi medis atau standar pengobatan terlebih lagi bila disertai peredaran dijalur ilegal, akan berkaitan sangat merugikan bagi individu maupun masyarakat luas khususnya generasi muda. Penyalahgunaan narkoba dewasa ini semakin meningkat, khususnya dikalangan remaja, tak terkecuali pada masa pandemi Covid-19 ini. Kegiatan pengabdian masyarakat di SMK PGRI 2 Denpasar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang bahaya akibat penyalahgunaan dan pemeriksaan narkoba. Peserta pengabdian masyarakat merupakan siswa sekolah menengah atas kelas XII Administrasi Perkantoran yang berjumlah 41 siswa. Berdasarkan jenis kelamin, peserta pengabdian masyarakat terdiri dari 30 siswa perempuan (73,17%) dan 11 siswa laki-laki (26,83%). Kegiatan ini diawali dengan pengisian kuisioner pre-test pengetahuan tentang bahaya akibat penyalahgunaan dan pemeriksaan narkoba yang kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan oleh narasumber dan dilakukan kembali pengisian kuisioner post-test. Hasil dari pengisian kuisioner setelah dilakukan penyuluhan mengalami peningkatan yaitu sebesar 97,32% siswa memahami tentang bahaya akibat penyalahgunaan dan pemeriksaan narkoba. Selama melakukan penyuluhan siswa sangat antusias dalam mendengarkan pemateri, untuk itu diharapkan kegiatan ini digalakkan khususnya di dunia Pendidikan. 
PENILAIAN HASIL PEMERIKSAAN SEDIMEN URINE DENGAN VARIASI PENGAWET Putu Ayu Parwati; Ni Wayan Desi Bintari; Diah Prihatiningsih
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 3: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i3.1875

Abstract

Pemeriksaan sedimen urine dilakukan untuk melihat unsur organik dan anorganik pada urine. Pemeriksaan urine paling lambat 2 jam dari waktu urine ditampung, penundaan urine selama 2 jam tanpa disimpan pada suhu 2-80C dan tanpa penambahan pengawet dapat menurunkan kualitas hasil pemeriksaan. Pemberian pengawet pada urine menyebabkan perkembangan bakteri dapat ditekan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil pemeriksaan sedimen urine dengan pengawet formalin dan toluena. Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan pendekatan eksperimen. Sampel yang digunakan sebanyak 15 urine dengan 3 kali perlakuan. Hasil analisa data dengan uji One-way anova dan Kruskal Wallis menunjukkan hasil p value eritrosit, leukosit, sel epitel masing-masing sebesar 0,137; 0,699; 0,342 dimana p value >0,005 yang berarti tidak terdapat perbedaan hasil sedimen urine dengan pengawet formalin dan toluena. Tetapi masing-masing unsur memiliki perubahan morfologi setelah diawetkan dengan pengawet formalin dan toluena. Pada formalin terjadi perubahan morfologi yang sedikit mengecil dan membesar, sedangkan pada toluena terjadi perubahan morfologi mengecil dan tidak beraturan. Sehingga diharapkan pemeriksaan sedimen urine segera diperiksa dengan urine segar untuk mendapatkan hasil yang akurat dan dapat menunjang diagnosa suatu penyakit.