M. Azhari Panjaitan
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KARAKTERISTIK HAMBATAN BELAJAR SISWA KELAS VI SD PADA MATERI KUBUS DAN BALOK M. Azhari Panjaitan; Tatang Herman
Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022): Delta : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/delta.v10i2.1677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hambatan belajar siswa kelas 6 SD pada materi volume dan luas permukaan dari kubus dan balok. Hambatan belajar yang difokuskan pada peneliti yaitu hambatan ontogenik, hambatan epistemologi, dan hambatan didaktik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan sampel sebanyak 3 siswa dari jenis kemampuan yang berbeda, yaitu kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Sampel berasal dari salah satu sekolah dasar di kota Medan. Instrumen penelitian berupa tes soal berkaitan dengan volume dan luas permuakaan dari kubus dan balok serta wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapatnya hambatan belajar siswa dari hambatan ontogenik, epistemologi, dan didaktik. Hambatan epistemologi terjadi pada siswa kemampuan sedang dan rendah, sedangkan hambatan ontogenik terjadi pada siswa yang memiliki kemampuan rendah, dan hambatan didaktik dialami oleh seluruh siswa (kemampuan tinggi, sedang, dan rendah). Perlunya rancangan  desain bahan ajar yang disusun sesuai dengan hambatan belajar yang dialami siswa, sehingga dapat meminimalisir kesulitan siswa dan menjadikan pembelajaran menarik dan bermakna.
Model Problem-Based Learning for Improving Student’s Mathematical Competence: Systematic Literature Review M. Azhari Panjaitan; Suhendra Suhendra
Mathematics Education Journal Vol. 6 No. 2 (2022): MEJ Vol 6 No.2
Publisher : Department of Mathematics Education University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/mej.v6i2.21462

Abstract

Improving students' mathematical competence such as problem-solving skills, mathematical communication, reasoning, and others can use the Problem Based Learning model. This study aims to analyze the impact of the Problem Based Learning model in improving the mathematical competence of students from primary school, junior high, and senior high school levels. The research method used is Systematic Literature Review (SLR). The sample comprises 17 research results on the PBL model in improving students' mathematical competence (concept understanding, problem-solving, and communication skills). The sample comes from indexed journals from the period 2012-2019. The key research question is how PBL influences students' mathematical competence based on the year of school, level of study, research location, and sample size. The SLR method can find an increase in the number of eight-year studies. The results showed that communication skills and understanding of mathematical concepts dominated research results in improving mathematical abilities through problem-based learning models. Most of the research was conducted at the junior high school level outside Java, with a sample size of 30 people or more. Based on the results of the review, the study’s conclusion proves the influence of the Problem Based Learning (PBL) model on students' mathematical competence.
Pendampingan Guru Sekolah Menengah dalam Penerapan ICT untuk Asesmen Pembelajaran Jarnawi Afgani Dahlan; Yaya Sukjaya Kusumah; Erma Monariska; Ariyanti Jalal; Churun Lu'lu'il Maknun; Ernawati; Fadhil Zil Ikram; M. Azhari Panjaitan; Pieter Z. Tupamahu; R. H. Yanti Silitonga
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5428

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan rendahnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT), khususnya dalam kegiatan evaluasi dan asesmen pembelajaran oleh guru di sekolah mitra. Permasalahan ini dapat ditinjau dari dua aspek utama, yaitu keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan platform digital untuk evaluasi dan asesmen, serta belum dikenalnya potensi kecerdasan buatan (AI) dalam menunjang penilaian pembelajaran yang efektif dan efisien. Melalui kegiatan pengabdian berupa pendampingan atau pelatihan ini, diharapkan para guru di sekolah mitra tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual tentang pentingnya integrasi teknologi dalam evaluasi dan asesmen pembelajaran, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menerapkannya secara langsung dalam konteks kelas mereka masing-masing. Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara hybrid yang berpusat di SMK TIK Al-Islam Purwakarta. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025 dengan 27 guru yang mengikuti kegiatan. Adapun guru-guru yang mengikuti kegiatan ini berasal dari tiga sekolah yaitu SMA Al Jundiyah, SMA Dzakiyun 2, dan SMK TIK Al Islam. Hasil pelaksanaan serta evaluasi terhadap kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa indikator keberhasilan kegiatan pengabdian, yaitu materi, narasumber, pelaksanaan kegiata, serta dampak manfaat, sudah terpenuhi sehingga kegiatan pendampingan atau pelatihan terkait pemanfaatan ICT dalam asesmen pembelajaran dapat dikatakan sukses dan berhasil. Kegiatan pendampingan atau pelatihan berhasil dalam menambah wawasan dan pengetahuan serta keterampilan terkait ICT dalam Pendidikan, utamanya mengenai pemanfaatannya dalam asesmen pembelajaran. Selain itu, para responden juga memberikan komentar yang positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan berharap kegiatannya dapat dilaksanakan secara berkala.
Materi Peluang dalam Buku Teks Matematika Kurikulum Merdeka: Analisis Prakseologi M. Azhari Panjaitan; Jarnawi Afgani Dahlan
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 10, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v10i2.18646

Abstract

The curriculum in Indonesia has continued to evolve, particularly with the introduction of the Merdeka Curriculum in 2021. In 2022, mathematics textbooks aligned with the Merdeka Curriculum were published. This study aims to analyze the probability material in the Grade 10 mathematics textbook for senior high school based on the Merdeka Curriculum using a praxeological approach. The research method employed is qualitative with a hermeneutic praxeological approach. The findings of this study are as follows: (1) the praxeological analysis identified four structures, namely task data (T), techniques (t), technology (q), and theory (Q); (2) each task T1, T2, T3, and T4 and their respective subtasks were found to utilize only one technique (t), which is perceptual, based on students’ observations; and (3) content and contextual analysis revealed errors that could lead to potential didactical learning obstacles and a lack of sub-material on compound events. Kurikulum yang terus berkembang di Indonesia, khususnya pada tahun 2021 merupakan awal diperkenalkannya kurikulum merdeka. Pada tahun 2022 terdapat buku teks matematika yang berorientasi terhadap kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis materi peluang pada buku teks matematika SMA kelas X kurikulum merdeka dengan menggunakan pendekatan prakseologi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan prakseologi hermeneutic. Hasil temuan dari penelitian ini yaitu (1) analisis prakseologi yang dilakukan terdapat ada empat struktur di antaranya data tugas (T), teknik (t), teknologi (q), dan teori (Q), (2) pada setiap tugas T1, T2, T3, dan T4 beserta masing-masing sub tugasnya yang hanya menggunakan satu teknik (t) yaitu perceptual yang berdasarkan persepsi siswa melalui observasi, dan (3) analisis isi konten dan konteks masih ditemukan kekeliruan yang menyebabkan potensi terjadinya hambatan belajar siswa yaitu didaktis serta adanya kekurangan sub materi pada kejadian majemuk.