Rudy Roberto Walean
Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Lokakarya Pengembangan Teknologi Pendidikan bagi Guru-Guru di Desa Ujung Gunung Ilir Serepina Hasibuan; Nova Ritonga; Desmon Adu; Setiaman Larosa; Daniel Daniel; Rudy Roberto Walean; Saedo Marbun
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v6i1.316

Abstract

The digital era certainly has implications for the use of technology in the world of education. The more developed the times, the more superior the resources. One of the standards of excellence of an educational institution is the sophisticated technology used. Therefore, technology needs to be mastered by educational actors. PkM activities are carried out by the tutoring method where teachers are directly guided in technology practice. Before carrying out PkM activities, the team conducted observations and interviews with several teachers and after the activities the team evaluated the results of the activities. PkM conducted by STTMSL lecturers and students aims to equip elementary, middle and high school teachers around the campus environment with adequate technological capabilities for this digital era. The activity carried out on November 15, 2022 was held with three sessions, namely: making creative and interactive PPT slides, making questions and assessment graphs from google forms and how to use them and introducing the Canva application as one of the applications that help teachers to prepare designs for certificates, diplomas, flyers, posters, advertisements, short videos for learning, and so on. Through this activity, teachers can improve their self-competence, especially in terms of utilizing technology to support learning in schools.Keywords: canva; digital; google forms; workshop; powerpoint; technology AbstrakEra digital tentunya berimplikasi pada penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan. Semakin berkembangnya zaman maka semakin unggul pula sumber dayanya. Salah satu standar keunggulan suatu lembaga pendidikan adalah canggihnya teknologi yang digunakan. Oleh karena itu, teknologi perlu dikuasai oleh pelaku pendidikan. Kegiatan PkM dilakukan dengan metode tutoring di mana guru secara langsung dibimbing dalam praktik teknologi. Sebelum melaksanakan kegiatan PkM, Tim melakukan observasi dan wawancara dengan beberapa guru dan setelah kegiatan tim melakukan evaluasi hasil kegiatan. PkM yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa STTMSL bertujuan untuk memperlengkapi guru-guru SD, SMP dan SMA di sekitar lingkungan kampus dengan kemampuan teknologi yang memadai untuk era digital ini. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 15 November 2022 diselenggarakan dengan tiga sesi yakni: membuat slide PPT kreatif dan interaktif, membuat soal dan grafik penilaian dari google form dan bagaimana penggunaanya serta memperkenalkan aplikasi Canva sebagai salah satu aplikasi yang membantu guru untuk mempersiapkan desain sertifikat, ijazah, flyer, poster, iklan, video singkat untuk pembelajaran, dan lain sebagainya. Melalui kegiatan ini, guru-guru dapat meningkatkan kompetensi diri khususnya dalam hal memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran di sekolah. Kata kunci: canva; digital; formulir google; lokakarya; powerpoint; teknologi
Khotbah Dialogis Serta Implikasinya bagi Pemberitaan Firman Tuhan dalam Ibadah Kristen Rudy Roberto Walean
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 2 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v2i1.25

Abstract

Bentuk-bentuk Pelayanan Firman biasanya lewat jalur Pelayanan Injil (PI) Pribadi, kebaktian kebangunan rohani, bhakti sosial dan pelayanan kesehatan. Lebih khusus pelayanan pemberitaan Firman yang dimaksud adalah lewat khotbah. Khotbah mengalami perkembangan yang sangat cepat. Bentuk-bentuk khotbah berkembang sesuai dengan tuntutan jaman dan situasi serta kondisi dari berbagai daerah dan gereja, salah satunya adalah khotbah dialogis. Semua bentuk atau cara yang dipakai, mempunyai tujuan yang sama yaitu, banyak orang dimenangkan dari hukuman dosanya dan percaya kepada Yesus, sehingga Allah dalam diri Tuhan Yesus sendiri dimuliakan. Dengan khotbah dialogis diharapkan mampu membuat pemberitaan Firman lebih lagi dan menjadikan ibadah dinamis serta interaktif.
TUGAS MISI GEREJA KEPADA MASYARAKAT LAMPUNG Rudy Roberto Walean
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v3i1.29

Abstract

Memberitakan Injil kepada masyarakat Lampung tergolong sulit. Hal ini dapat dilihat dari respons yang ditunjukkan oleh masyarakat Lampung yang sudah menjadi Kristen. Pada umumnya mereka menghindar ketika membicarakan tentang kekristenan. Ini disebabkan adanya ketakutan yang mereka rasakan seperti takut dibenci oleh keluarga, diusir oleh masyarakat atau bahkan dianiaya sampai meninggal. Peran serta gereja, yayasan ataupun lembaga misi masih jauh dari yang diharapkan. Dalam “menjangkau” masyarakat Lampung, lembaga misi menghadapi kendala karena kurangnya dukungan dari gereja-gereja yang ada di daerah Lampung. Gereja-gereja di Lampung menyatakan bahwa masyarakat Lampung tidak terbuka (tidak mudah menerima) terhadap Injil, bersikap tertutup (keras) dan curiga terhadap orang baru. Sedangkan para penggiat misi (penginjil) yang merupakan ujung tombak penginjilan mengalami kesulitan dalam hal budaya, adanya ketidakcocokan budaya. Hal-hal inilah yang menyebabkan Injil sulit untuk tersebar di Lampung. Berbagai kendala memang dialami dalam penginjilan kepada masyarakat Lampung sehingga dibutuhkan pendekatan yang tepat sekaligus menghilangkan kendala-kendala yang menghadang.
Eksegesis Filipi 1:27 dan Implikasinya dalam Pembentukan Iman Peserta Didik Rudy Roberto Walean
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v4i1.38

Abstract

Melakukan eksegesis yang baik dan benar dalam mencari kebenaran dalam suatu ayat itu sangat penting dimana hal tersebut adalah dapat menangkap inti pesan yang disampaikan oleh teks-teks yang kita baca. Demikian pembentukan iman sangat penting bagi peserta didik, berdasarkan hasil survei yang membuktikan bahwa anak-anak Kristen sudah tidak lagi tertarik dengan gereja dan terpengaruh dengan kenakalan yang begitu buruk, sehingga terpengaruh juga bagi sekolah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan studi kepustakaan. Mengantisipasi masalah tersebut maka pentingnya eksegesis Filipi 1:27 dan implikasinya bagi peserta didik, untuk membentuk iman mereka. sehingga mereka dapat kembali mengenal identitas mereka bahwa mereka adalah warga Kerajaan Sorga, hidup sebagai orang percaya yang berjuang untuk Injil, dan membawa kepada perubahan hidup mereka, yakni karakter dan sikap, minat belajar, dan hasil belajar.
NARASI SOTERIOLOGIS TIPOLOGI KESETIAAN RUT KEPADA NAOMI Rudy Roberto Walean
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 6 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v6i1.51

Abstract

Artikel ini membahas tentang penebusan Rut oleh Boas sebagai tipologi Perjanjian Lama dalam menjelaskan penebusan Kristus. Kisah sentimental Rut dengan Naomi dan pernikahan dengan Boas menyedot perhatian penafsir karena relasi “triangle” Rut-Naomi-Boas menarasikan konsep soteriologis. Tujuan yang ingin dicapai penelitian ini adalah menganalisa kesetiaan Rut kepada Naomi dan perkawinan dengan Boas sehingga menkonfirmasi silsilah Yesus yang diuraikan oleh Matius. Masalah penelitian ini ialah apa kaitan kesetiaan Rut kepada Naomi dan penebusan Rut oleh Boas terkait penebusan Kristus. Penulis menggunakan metode historis dan metode deskriptif agar memudahkan menganalisa bagian yang diteliti. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif hermeneutik. Sumber data diperoleh dari Alkitab, jurnal, buku yang terkait dengan topik penebusan Rut oleh Boas dalam Perjanjian Lama dan menjelaskan penebusan Kristus dalam Perjanjian Baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kisah wanita non Yahudi bernama Rut dengan keluarga Elimelek dan Naomi menkonfirmasi bahwa karya keselamatan ternyata menarasikan kisah perkawinan Rut dengan Boas menghasilkan alur generasi raja besar di Israel yaitu raja Daud yang masuk dalam silsilah Yesus Kristus yang tertulis dalam Matius 1:1, 5-6.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Metode Berbasis Aktivitas dan Proyek kepada Peserta Didik di SMP Negeri 04 Menggala Setiaman Larosa; Serepina Yoshika Hasibuan; Rudy Roberto Walean; Saedo Marbun; Nova Ritonga; Pirtondim Berutu Berutu; Nicolaus Manalu
DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Desember: DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan program penguatan moderasi beragama yang diprioritaskan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, maka STT Mawar Saron Lampung sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Kristen yang berkiprah dalam memajukan Pendidikan Agama Kristen di Indonesia, melakukan suatu pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan penguatan Pancasila. Kegiatan pengabdian berupa sosialisasi dan kegiatan berbasis aktivitas dan proyek. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) dengan mengobservasi temuan-temuan di lapangan berkaitan dengan pemahaman peserta didik tentang Profil Pelajar Pancasila yang ternyata belum dipahami secara konspetual oleh peserta didik. Kegiatan dilaksanakan dengan melakukan pemaparan materi pada masing-masing jenjang kelas, games, bernyanyi, Yel-yel, kuis dan melakukan proyek berupa prakarya. Indikator keberhasilan kegiatan diukur dengan menyebarkan kuisioner kepada para peserta PkM sebagai evaluasi tim PkM. Kegiatan ini terbukti berfaedah bagi peserta didik dan sekolah yang sekaligus menjadi implementasi kegiatan P5 di sekolah. Melalui kegiatan PkM ini, STT Mawar saron telah berkontribusi bagi masyarakat di sekitar kampus
Inovasi Pembelajaran Interaktif Pendidikan Agama Kristen dalam Menjawab Gaya Belajar Generasi Alpha Sarah Gracia Lumbantobing; Rudy Roberto Walean
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 8, No 2 (2026): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2026 - This is
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v8i2.497

Abstract

The development of the digital era has shaped the characteristics of Generation Alpha, who have an interactive, visual, and technology-based learning style, thus demanding a transformation in the learning process, including in Christian Religious Education. However, the practice of Christian Religious Education learning still tends to be conventional, teacher-centered, and does not accommodate the learning needs of today's students. The mismatch between the learning approach and the characteristics of Generation Alpha has the potential to hinder the involvement and in-depth understanding of students' faith. This study aims to analyze and formulate interactive learning innovations in Christian Religious Education that can address the learning style of Generation Alpha. The research method used is a qualitative method with a literature review approach. The results show that Generation Alpha has the characteristics of an interactive, visual, and technology-based learning style, which has not been fully accommodated in the practice of Christian Religious Education, which still tends to be conventional and teacher-centered. Therefore, concepts and principles of interactive learning are needed that integrate theological and pedagogical approaches in a contextual, participatory, and experiential learning manner. The novelty of this research lies in the formulation of the FAITH Model (Foundation–Active–Interactive–Transformative–Holistic Learning) as a result of conceptual synthesis that integrates theological foundations, active learning, interactive digital technology, transformative reflection, and the application of Christian values into a systematic Christian Religious Education learning framework in accordance with the characteristics of the Generation Alpha learning style. Thus, the FAITH Model offers a conceptual framework for interactive Christian Religious Education learning that is appropriate to the Generation Alpha learning style to support increased learning engagement, understanding of faith, and internalization of Christian values.AbstrakPerkembangan era digital telah membentuk karakteristik Generasi Alpha yang memiliki gaya belajar interaktif, visual, dan berbasis teknologi, sehingga menuntut adanya transformasi dalam proses pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Kristen. Namun, praktik pembelajaran Pendidikan Agama Kristen masih cenderung bersifat konvensional, berpusat pada guru, dan kurang mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik masa kini. Ketidaksesuaian antara pendekatan pembelajaran dengan karakteristik Generasi Alpha berpotensi menghambat keterlibatan serta pemahaman iman peserta didik secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan inovasi pembelajaran interaktif dalam Pendidikan Agama Kristen yang mampu menjawab gaya belajar Generasi Alpha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Alpha memiliki karakteristik gaya belajar yang interaktif, visual, dan berbasis teknologi, yang belum sepenuhnya diakomodasi dalam praktik Pendidikan Agama Kristen yang masih cenderung konvensional dan berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan konsep dan prinsip pembelajaran interaktif yang mengintegrasikan pendekatan teologis dan pedagogis secara kontekstual, partisipatif, dan berbasis pengalaman belajar. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan Model FAITH (Foundation–Active–Interactive–Transformative–Holistic Learning) sebagai hasil sintesis konseptual yang mengintegrasikan fondasi teologis, pembelajaran aktif, teknologi digital interaktif, refleksi transformatif, dan penerapan nilai-nilai Kristiani ke dalam satu kerangka pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang sistematis sesuai dengan karakteristik gaya belajar Generasi Alpha. Dengan demikian, Model FAITH menawarkan kerangka konseptual pembelajaran interaktif Pendidikan Agama Kristen yang sesuai dengan gaya belajar Generasi Alpha untuk mendukung peningkatan keterlibatan belajar, pemahaman iman, serta internalisasi nilai-nilai Kristiani.